Harlah NU 97 , IPNU IPPNU Bawang bedah Buku “300 Hari di Bumi Syam”

Harlah NU 97 , IPNU IPPNU Bawang bedah Buku "300 Hari di Bumi Syam"

Berbagai kegiatan Dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama’ yang ke 97 tahun hijriah , Salah satunya bedah buku yang berjudul 300 hari di bumi syam karya febri rahmadhani .

Acara yang Di selenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang kabupaten batang ini di ikuti ratusan peserta yang bertempat di gedung aswaja center kecamatan bawang pada ( 8 / 03 ).

Dengan mendatangkan penulis febri rahmadani , faiz marwan sebagai modherator , boaz simanjuntak , nurul mubin dan juga khaira dina karakater film “Seeking The imam” sebagai pembedah , yang sebelumnya film tersebut di putarkan dalam acara pembukaan .

menurut Febri Ramdani, dalam buku 300 Hari di Bumi Syam menuliskan bahwa semua yang dikatakan ISIS adalah kebohongan. Soal Janji hidup dalam hukum islam dan balutan keagamaan, serta jaminan kehidupan dan pendidikan layak semuanya adalah kebohongan.

“Saya menyaksikan sendiri, misil misil itu jatuh tak lebih dari jarak 1 KM dari saya berdiri, asap pekat dan getarannya begitu terasa. Ini tidak sesuai ajaran islam yang saya tahu” tutur Febri.

Sementara, Boaz Simanjuntak sebagai salah satu pembedah mengungkapkan pendapatnya perihal mantan teroris.

“Bagi saya mantan teroris itu tidak masalah, yang terpenting adalah kemanusiaan,” ungkapnya.

Boaz juga melanjutkan pendapatnya terkait pentingnya makna toleransi dan menghargai perbedaan. Baik perbedaan dalam agama, pemikiran ataupun ras serta suku.

“Bagi saya yang sering melawan pemikiran saya belum bisa dianggap keras, Kecuali dia sudah berani datang ke Poso menghadapi segala kekerasan yang ada disana” tambah boaz yang juga aktivis dari Yayasan Prasasti Perdamaian.

sebagai pembanding nurul mubin menekankan pada peserta jangan mudah terpancing dengan propaganda, pemuda harus cerdas menyikapi setiap gejala gejala yang terjadi diera milenial seperti sekarang ini.

“siapapun itu, walaupun lebih muda dari saya, jika Ia sudah lebih memberikan manfaat dan menunjukan banyak kebaikan maka akan saya anggap sebagai guru” imbuhnya

Hadir juga wakil Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC ) kecamatan bawang Kh.Masykur beliaupun mengatakan pentingnya diskusi keilmuan dan kesadaran literasi di kalangan khusunya pelajar nu ini , dan harus di tinggkatkan lagi .

“Maka dari itu saya mengharap, melihat prospek yang baik kedepan dan efek positif bagi pemikiran pemuda masa depan dan sering memberikan gebrakan baru terhadap kalangan milenial yang notabenya masih banyak yang kurang faham pentingnya literasi” tandasnya

Miftakhul Adib ketua pac ipnu sangat mengharapkan dengan terselengaranya acara bedah buku ini sebagai wawasan kita bersama tentang ISIS , yang sebagaimana di ceritakan penulis buku .

“ inilah salah satu pengetahuan yang sangat penting bagi kita sebagai gerbang nu yang harus kita pahami bersama “ imbuhnya

Selain acara bedah buku kami juga mengadakan beberapa kegiatan , seperti lomba menyanyikan mars ipnu ippnu , drama dan lainya .

” Dengan maksud meningkatkan kemampuan kreativitas , bakat pelajar, yang di ikuti oleh puluhan pimpinan ranting ( PR ) juga Pimpinan komisariat ( PK ) dalam meriahkan Harlah NU ke 97 tahun versi Hijriah menuju kemandirian dan kemaslahatan umat khususnya pelajar nu ini , dengan pengalaman dan wawasan ” Tutupnya

( Muhyi Brawijaya )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga