Banyuputih, NU BATANG
Kegiatan BizFest MA NU 01 Banyuputih mendapat apresiasi dari Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) Jawa Tengah, Endon Nurcahyati. Menurutnya, festival bisnis yang melibatkan seluruh murid kelas XI tersebut menjadi model pembelajaran kewirausahaan yang layak diterapkan di madrasah lain.
Apresiasi itu disampaikan Endon saat meninjau langsung pelaksanaan BizFest bersama guru-guru MGMP Ekonomi Kabupaten Batang di lingkungan MA NU 01 Banyuputih, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kegiatan yang merupakan program kerja Rumpun IPS tersebut, sebanyak delapan kelas XI membuka stan usaha yang menjual beragam makanan, minuman, dan produk kreatif. Seluruh proses, mulai dari persiapan, pemasaran, pelayanan, hingga penyusunan laporan keuangan dilakukan sendiri oleh para murid sebagai bentuk praktik mata pelajaran Ekonomi.
“Ini program kewirausahaan yang sangat bagus untuk praktik. Dalam mata pelajaran ekonomi, kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh madrasah-madrasah lain. Murid tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan bagaimana berwirausaha,” ujar Endon.
Ia menilai pengalaman tersebut penting untuk menumbuhkan mental mandiri sekaligus membentuk karakter wirausaha sejak di bangku madrasah.
“Harapannya, dari praktik ini nanti lahir wirausahawan-wirausahawan baru ketika mereka lulus. Pendidikan seharusnya mampu menciptakan generasi yang berani membuka usaha, bukan hanya mencetak pencari kerja,” katanya.
Meski memberikan apresiasi, Endon juga menyampaikan sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, sistem pencatatan transaksi dan pelayanan kepada pembeli dapat dibuat lebih tertata, sementara jarak antarstan sebaiknya diperlebar agar pengunjung lebih nyaman saat berbelanja.
“Secara keseluruhan sudah bagus dan ramai. Tinggal penyempurnaan di pencatatan keuangan, pelayanan, serta penataan stan agar lebih nyaman,” tuturnya.
Endon berharap BizFest tidak berhenti menjadi program tahunan di MA NU 01 Banyuputih, tetapi juga dapat menginspirasi madrasah lain di Kabupaten Batang maupun Jawa Tengah.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa menular ke madrasah-madrasah lain sehingga semangat kewirausahaan semakin tumbuh di kalangan peserta didik,” harapnya.
BizFest sendiri diikuti delapan kelas XI yang masing-masing menghadirkan satu stan usaha. Berbagai produk yang dipasarkan antara lain onde-onde, sushi, cireng kuah, mochi, risol mayo, cappuccino cincau, es kuwut, es degan, cilok goang, hingga aneka aksesori hasil kreativitas murid.
Selain menjual produk, setiap stan juga mengikuti penilaian yang mencakup kreativitas dekorasi, kekompakan tim, strategi pemasaran, kualitas video sinematik, dan penyusunan laporan keuangan. Melalui konsep tersebut, BizFest tidak sekadar menjadi bazar, tetapi menjadi laboratorium kewirausahaan yang mengasah kemampuan berpikir kreatif, komunikasi, kerja sama, dan manajemen usaha bagi para murid.

