Batang, NU Batang

Memasuki awal tahun ketiga periode kepengurusan PCNU Batang, Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Batang menggelar Konsolidasi dan Koordinasi MI Ma’arif NU se-Kabupaten Batang. Kegiatan ini dilaksanakan secara maraton di tiga zona wilayah Kabupaten Batang.

Putaran pertama digelar pada 12 Agustus 2026 untuk zona Batang Selatan yang meliputi Kecamatan Bandar, Blado, Reban, Bawang, dan Pecalungan, bertempat di MI Cokro, Kecamatan Blado. Selanjutnya, zona Batang Timur yang meliputi Kecamatan Limpung, Tersono, Gringsing, Banyuputih, dan Subah dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 di Gedung BLKK MWCNU Banyuputih. Sementara putaran terakhir untuk zona Batang Barat yang meliputi Kecamatan Wonotunggal, Warungasem, Batang, Kandeman, dan Tulis direncanakan berlangsung pada 19 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pengurus Harian (PH) PCNU Batang Bidang PPSDM dan koordinator wilayah, pengurus LP Ma’arif PCNU Batang, Ketua LP Ma’arif MWCNU, serta para kepala MI Ma’arif NU se-Kabupaten Batang.

Konsolidasi dan koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari agenda registrasi dan pendataan satuan pendidikan NU yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Selain memperkuat koordinasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memetakan kebutuhan dan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan satuan pendidikan dasar Ma’arif NU.

Ketua LP Ma’arif PCNU Batang, Romadi, menjelaskan bahwa pembagian kegiatan ke dalam tiga zona dilakukan dengan mempertimbangkan luas wilayah Kabupaten Batang serta jumlah satuan pendidikan MI Ma’arif NU yang mencapai 109 madrasah.

“Dengan dibagi menjadi tiga zona, diharapkan koordinasi dapat berjalan lebih efektif. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bagian dari pembentukan K3MI Ma’arif NU Kabupaten Batang yang akan dibagi ke dalam tiga zona,” jelas Romadi.

Sementara itu, Ketua PCNU Batang, H. Ahmad Munir Malik, menegaskan pentingnya segera melakukan penataan kelembagaan LP Ma’arif, khususnya di bidang satuan pendidikan dasar. Menurutnya, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan, salah satunya revitalisasi kepengurusan MI Ma’arif NU melalui format BP3 (Badan Pelaksana dan Penyelenggara Pendidikan) yang di sejumlah tempat belum berjalan optimal.

“Kami tengah menyiapkan Tim Pendamping dari Bidang PPSDM untuk mendorong agenda peningkatan kualitas MI Ma’arif NU Kabupaten Batang. Hal ini sebagai bentuk keseriusan jajaran PCNU Batang terhadap dunia pendidikan,” tegas Munir.

Ia menambahkan, perubahan sosial yang terjadi di Kabupaten Batang menuntut satuan pendidikan NU untuk terus melakukan transformasi dalam pengelolaan pendidikan.

“Jika ini tidak dilakukan, maka jangan berharap MI Ma’arif NU akan diminati oleh masyarakat,” lanjutnya.

Wakil Ketua Bidang PPSDM PCNU Batang, Saiful Huda Shodiq, menambahkan bahwa peningkatan kualitas MI Ma’arif NU harus dimulai dari penataan kelembagaan seluruh stakeholder di lingkungan NU Batang, mulai dari tingkat cabang hingga ranting.

“Kami juga tengah menyiapkan skema dan roadmap peningkatan kualitas pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Batang untuk merespons perubahan dan perkembangan masyarakat yang saat ini sedang menuju masyarakat industri,” ujarnya.

Menurut Saiful, perubahan sosiokultural masyarakat Kabupaten Batang dari kultur agraris menuju kultur industri, ditambah dengan perkembangan kultur digital, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi LP Ma’arif PCNU Batang dalam mengelola pendidikan.

“Perubahan ini harus disikapi secara serius oleh jajaran pengurus LP Ma’arif PCNU Batang dan seluruh keluarga besarnya,” pungkas Saiful.