Kembali adakan Talk Show Online, PAC IPNU IPPNU Limpung membahas aspek Ekonomi di tengah Pandemi

Diposting pada

Ahad, 10 Mei 2020 Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU gelar talk show online edisi kedua. Di edisi kedua ini, tema yang diambil yaitu “Langkah Pemerintah dalam Menjalankan Perekonomian Masyarakat di Masa Pandemi” dengan menghadirkan secara langsung Rekan Ahwan Sholih sebagai narasumber di MWC NU kecamatan Limpung. Ditemani Rekan Zaenul Mustofa selaku moderator, talk show yang berdurasi 20 menit ini berjalan dengan lancar mulai dari pengambilan gambar, hingga penyambungan gambar ke media sosial PAC IPNU IPPNU kecamatan Limpung.

Setelah di Minggu kemarin sukses membahas dari segi kesehatan, Minggu ini mengangkat topik lain dari aspek perekonomian. Hal ini direncanakan akan dibahas satu persatu dari segala aspek nantinya. Seperti yang diungkapkan oleh Rekanita Wardah Minatillah (Ketua PAC IPPNU kecamatan Limpung) saat ditemui.

“Rencananya ini nanti akan dibahas satu persatu dari berbagai aspek. Insyaallah semoga lancar, ini akan jadi salah satu kegiatan kami di tengah Pandemi. Karena sebenarnya bulan Mei banyak sekali agenda PAC Limpung. Akan tetapi, kami tetap himbau seluruh kader di Limpung supaya patuh atas kebijakan pemerintah”.

Dalam pembahasan talk show kali ini, bahwa kita tahu perekonomian Indonesia menghadapi kemerosotan. Tidak hanya negara, pemasukan masyarakat menjadi berkurang dengan adanya kebijakan pemerintah untuk tetap diam di rumah. Hal ini dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Tidak hanya masyarakat menengah bawah, tetapi juga masyarakat menengah atas pun terkena dampaknya. Dari peristiwa ini PAC IPNU IPPNU kecamatan Limpung mencoba mengulik peran pemerintah terkait langkah tepat yang dikeluarkan pemerintah di tengah Pandemi untuk masalah perekonomian ini.

Di dalam penjelasan materi Rekan Ahwan Sholih menjabarkan bahwa,
“Pandemi covid-19 ini cukup memberikan dampak yang sangat luar biasa terutama perekonomian Indonesia. Apalagi dengan diterapkannya Physical Distancing atau dilarangnya kerumunan. Kita ambil satu contoh orang yang usahanya seperti Wedding Organizer, atau jasa dokumentasi ini menurun secara drastis karena banyak jadwal resepsi yang ditunda sebab pandemi ini. Hal ini yang kemudian disebut perekonomian terkena dampak. Kemudian, kalau dilihat secara skala besar, sebenarnya Indonesia ekonominya sudah bagus, walaupun dikatakan negara berkembang. Namun Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju atau Indonesia emas pada tahun 2045, di tahun 2030, kita akan merasakan yang namanya bonus demografi.
Dilihat dari proyeksi ini, keadaan perekonomian Indonesia sangatlah bagus. Namun perlu diketahui, sejak datangnya pandemi covid-19 menjadikan GDP menurun. Nah GDP ini diproyeksikan dengan angka 5%,, namun karena pandemi ini menurun menjadi 2,5% saja.
Kemudian untuk langkah pemerintah sendiri, dalam mengatasi Corona, itu ada banyak sekali sektornya, misal dari ekonomi UMKM itu diberikan solusi dengan penundaan pembayaran pajak, UMKM yang modalnya dari kredit mendapatkan subsidi bunga, kemudian pemerintah juga membantu menyediakan untuk masyarakat, seperti BLT dan bansos lain dari potongan dana desa. Bagi perusahaan besar juga ada stimulus modal kerja. Dalam hal ini saya rasa langkah pemerintah sudah tepat, meski dalam pelaksanaan masih banyak evaluasi”.

Kebijakan pemerintah sudah tepat dalam menjalankan roda perekonomian di tengah Pandemi. Masyarakat sudah sepatutnya mematuhi kebijakan pemerintah agar Corona cepat berlalu dan Indonesia kembali normal.

Penulis : Nur Fuadah

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *