Peduli Guru Ngaji yang Terdampak COVID 19, RMI NU dan Para Ulama Beri Kado Lebaran

Diposting pada

Program Kado Lebaran Untuk Guru Ngaji Tercinta ini ditargetkan mencapai 5.000 paket yang akan didistribusikan kepada guru-guru ngaji, marbot masjid, dan ustadz pesantren se Indonesia, terutama daerah-daerah Zona Merah.

Jakarta 2020 – Di masa saat ini dunia tengah dihadapkan dengan masalah yang serius akibat dari serangan virus SARS-CoV-2 atau yang lebih dikenal dengan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19). Bukan hanya kesehatan dan nyawa manusia yang diperjuangkan, namun juga ekonomi negara yang melambat akibat serangan virus yang diduga berasal dari China tersebut. Dan Indonesia juga merupakan salah satu negara yang terdampak.

Menurut ketua umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-NU Pusat) Abdul Ghaffar Rozin belakangan ini banyak sekali seruan untuk peduli sesama, salah satu contohnya ialah peduli Ojek Online (ojol). Namun beliau rasa masih kurang karena masih banyak lapisan masyarakat yang lebih terdampak karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, seperti Guru Ngaji.

“Tempo hari, banyak orang yang menyerukan peduli Ojek Online (ojol) dengan memberikan bantuan. ini bagus. Namun tidak cukup di situ. Sebab, banyak komponen bangsa yang terdampak lebih serius. Salah satunya adalah para guru ngaji di langar-langgar, musholla, dan pesantren. Kelompok ini kurang mendapatkan perhatian dan sering terlupakan” ujar Beliau.

Melihat Guru Ngaji yang terdampak cukup serius RMI-NU dan Para Ulama membuat program peduli Guru Ngaji yang diberi nama Kado Lebaran untuk Guru Ngaji Tercinta, dengan target 5000 paket kado yang nantinya diberikan  kepada guru-guru ngaji, marbot masjid, dan ustadz pesantren se Indonesia, terutama daerah-daerah Zona Merah.

Adapun kriteria yang  mendapatkan bingkisan lebaran untuk guru ngaji tersebut menurutnya adalah Guru Ngaji, Bukan PNS, dan belum menerima bantuan dari manapun.

“RMI NU membuat Program Kado Lebaran Untuk Guru Ngaji Tercinta ini ingin menjangkau para guru Ngaji yang terdampak namun sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Jadi kriteria yang mendapatkan bantuan ini tiga; 1) guru ngaji 2) bukan PNS, 3) belum mendapatkan bantuan” lanjut Gus Rozin sapaan akrab beliau.

“RMI NU bersama dengan para kiai, pengasuh pesantren dan bu Nyai Nusantara terus menggaungkan dan menyukseskan program ini. Kita bersyukur, program Bingkisan Lebaran Untuk Guru Ngaji ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari publik, dari para kiai, pengasuh pesantren dan influencer. Bahkan, KH. Musthofa Bisri atau yang dikenal dengan Gus Mus juga turut berkontribusi dalam gerakan ini, serta mengajak kita semua untuk turut berdonasi untuk Guru Ngaji melalui RMI NU” tambah Gus Rozin.

Dari pantauan akun Instagram RMI NU, terdapat sejumlah tokoh yang turut serta terlibat dalam program Kado Lebaran Untuk Guru Ngaji Tercinta ini. Beberapa di antaranya adalah Gus Mus, Gus Miftah, Gus Rozin, Gus Lukman Haris Dimyati, Gus Hilmi Muhammad, Ajengan  Amin Maulana, Gus Mahrus Iskandar, Gus Zaki Hadzik, Nyai Maslachatul Ammah Sholeh, serta sejumlah Kiai dan Bu nyai lainnya. Bahkan video yang diposting oleh dai kondang Gus Miftah telah ditonton lebih dari 150 ribu, juga direpost oleh Inul Daratista.

Menurut Gus Rozin Sampai hari ini, (Selasa, 12/5) donasi dalam bentuk uang yang sudah terkumpul oleh RMI, sebagaimana yang dilaporkan dalam website https://rmi-nu.or.id telah mencapai 100an juta. Dari dana yang terkumpul tersebut, RMI telah mendistribusikan ratusan paket di sejumlah daerah, seperti di Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Solo, Garut, Lebak, Cirebok, Depok, Bogor dan lain sebagainya. Dan distribusi ini akan terus berjalan parallel dengan penggalangan dana.

Dana yang terkumpul tersebut akan dibelanjakan dalam bentuk barang dan sebagian berupa uang, yang akan sampaikan kepada guru ngaji. Selain berupa uang, RMI juga menerima bantuan dalam bentuk barang. Semua donasi ini akan dilaporkan kepada publik secara transparan dan akuntabel melalui website https://rmi-nu.or.id serta akun media sosial RMI NU, imbuh Gus Rozin.

Beliau berharap banyak orang yang terlibat dalam gerakan ini dengan memberikan donasi melalui Rekening BNI 0860332209 atas nama RMI NU, mengingat para guru ngaji ini sering terlewat dalam pendataan sebagai orang yang berhak mendapatkan bantuan.

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *