Sekertaris NU Desa SIdorejo bapak Fatkhuddin saat membuka kegiatan Makesta dengan penyematan tanda anggota.

Makesta Harapkan Cetak Kader Pelajar NU yang Kreatif, Produktif dan Mandiri

Diposting pada

BATANG – Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) merupakan tahap kaderisasi pertama dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Sebagai badan otonom organisasi NU, Makesta diharapkan mencetak kader yang mampu menghidupkan NU di tengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Sekretaris Pengurus Ranting (PR) Nahdlatul Ulama Desa Sidorejo Bapak Fathuddin, dalam Apel pembukaan Makesta Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Desa Sidorejo Desa Cepagan dan Desa Pejambon, di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2020).

“Ini kegiatan kaderisasi di organisasi anaknya NU tingkat pelajar. Maka, Makesta harus mencetak generasi yang bisa menghidupkan NU di ranah desa,” kata Bapak Fathuddin.

Sebab, lanjutnya, Makesta merupakan bagian dari jenjang kaderisasi NU yang pertama di kalangan pelajar. Oleh karena itu, Makesta harus bisa melahirkan menjadikan generasi penerus kepengurusan NU di masa mendatang.

Agar Makesta dapat berhasil sesuai harapan, Bapak Fathuddin meminta para pengurus IPNU dan IPPNU serius mengelola potensi kader sehingga menghasilkan kader NU yang militan.

“Kader NU juga harus dilatih untuk kreatif, mandiri dan peoduktif agar mampu mewujudkan kemandirian organisasi,” pesannya.

Ketua panita pelaksana Zahrotul Aini melaporkan, Makesta diikuti 67 peserta, terdiri dari 28 orang calon anggota IPNU dan 39 calon anggota IPPNU. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari harus diikuti secara penuh.

“Seperti biasanya peserta diberikan materi dasar untuk memperkuat pondasi NU, dari materi tentang Aswaja ala NU, NU, IPNU IPPNU, Keorganisasian dan ditambahkan satu materi tentang Kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, ada kegiatan luar ruang untuk menghindari kejenuhan peserta.

“Kami agendakan kegiatan out door dengan jelajah dan accoustic music di malam terakhir kegiatan,” jelasnya.

Mengantisipasi wabah Covid-19 di era New Normal, panitia telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Mulai dari pengecekan suhu tubuh, penggunaan wajib makser dan hand sanitizer serta tetap jaga jarak kepada seluruh panitia dan juga peserta,” terangnya.

Ketua PAC IPPNU Kecamatan Warungasem Tatimatur Rizkiyah mengatakan, target utama dari pelaksanaan Makesta adalah untuk mengenal NU secara organisasi. Hal ini meliputi struktur, lembaga dan badan otonom.

”Semoga kita semua siap meneruskan estafet perjuangan organisasi NU, dengan menjaga dan terus merawat eksistensi organisasi sebagaimana semestinya,” ucapnya..

Tatim berharap, kegiatan pembinaan usai Makesta dapat dijalankan, sehingga menghasilkan kader yang bisa memiliki daya cipta lebih menarik dan berwarna dalam syiar nilai-nilai NU bersama IPNU maupun IPPNU.

“Selain itu harus bisa mandiri, dan dapat mengukir prestasi dari sejarahnya sendiri. dengan begitu, kita semua bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat, terutama di kalangan pelajar,” tutupnya.

Kontributor : Rahman jaya

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *