IPNU-IPPNU Bawang Tutup Pelatihan Jurnalistik dengan Talk Show Literasi

Diposting pada

Bawang – nubatang.or.id | Sebagai upaya mencetak kader penulis, dan melek media, Lembaga Pers dan Jurnalistik Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang Kabupaten Batang menggelar Talk Show Literasi (13/12).

Acara.bertempat di Gedung Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Bawang diikuti oleh tiga puluh peserta. Acara ini juga dimeriahkan oleh tim accoustic dari PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang.

Talk Show literasi ini merupakan rangkaian acara pelatihan jurnalistik yang telah berjalan selama empat tahap, yang meliputi pelatihan menulis berita, menulis artikel, dan sastra. Talk show ini merupakan tahap kelima atau penutup. Di talk show ini, panitia memberikan sertifikat kepada peserta sebagai apresiasi.

Dalam sambutannya, Ketua PAC IPNU Kecamatan Bawang, Rekan Miftakhul Adib menyampaikan, bahwa peserta pelatihan jurnalistik pada tahap kelima ini jumlahnya berbeda dengan pelatihan tahap sebelumnya. Menurutnya, belajar menjadi penulis bukanlah hal yang mudah. Tak sekali jadi dan butuh istiqomah.

“Tak semua peserta mampu bertahan. Dan kalian adalah peserta yang bertahan, yang lolos seleksi proses” katanya.

Ia juga menghimbau kepada para peserta untuk tak lelah mencari, mengamalkan dan menularkan ilmu. .

“Ketika misalkan kalian punya minuman satu gelas, tidak pernah diminum, apakah gelas itu akan kalian isi lagi? Pasti tidak. Tapi ketika air itu kalian minum, habis setengah, habis seperempat, saya yakin ketika kalian minum lagi, kalian isi lagi. Nah, seperti itu. Dan ingat, ketika kalian mencari ilmu, jadilah sesuatu yang ilmu itu mengalir seperti air” imbuhnya.

Pimimpin redaksi PC IPNU Kabupaten Batang, Anif Syarifudin yang menjadi salah satu pemateri dalam acara ini mengajak para peserta untuk menikmati proses belajar.

“Saya punya tekad, karna yang terpenting bagi saya adalah saya harus menikmati proses. Kalian juga harus demikian” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa jurnalistik tidak hanya sekedar menulis, namun juga menyampaikan.

“Berpikir bahwa jurnalistik hanya tentang menulis adalah anggapan saya ketika awal suka menulis. Ternyata tidak. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyampaikan. Yang namanya menyampaikan bukan hanya secara tulisan, namun juga secara lisan, dan secara gambar pun bisa” jelasnya.

Narasumber yang lain, Rekanita Dewi Krisnawati juga memberikan motivasi menulis bagi para rekan dan rekanita. Menurutnya, menulis itu merupakan pekerjaan yang jarang orang suka. Namun seiring waktu pasti akan suka.

“Semua itu berawal dari tidak suka, kadang tidak suka sesuatu akhirnya bisa suka. Ketidaksukaan kalian itu dinikmati dulu, kemudian nanti semakin kesini akan semakin tertarik. Tidak suka itu juga tidak tahu, kemudian akan mencari tahu, dan tertarik. Dan tips menulis itu disiplin, dan buatlah daftar harapan, serta perbanyak baca buku” ujarnya.

Talk show ini juga menghadirkan narasumber dari PW IPNU Yogyakarta, Yuhry Ihsan.

Dalam pemaparannya, Ihsan mengatakan bahwa literasi itu tidak sebatas menulis.

“Tidak suka nulis tidak apa-apa, kalau suka dengan public speaking juga bisa tanya-tanya, gimana caranya agar bisa ngomong yang enak, gimana cara musikalisasi puisi, gimana caranya bisa jadi artis, tidak cuma nulis, mungkin bisa buat podcast” katanya.

“Harapan saya tidak terbatas pada nulis, suara-muda.com itu keren banget, itu silahkan dikembangkan. Isi sesuatu yang tidak cuma berita, yang tidak hanya cerita bersambung, yang tidak cuma itu-itu saja. Kalau bisa ada banyak karena suara muda itu juga menyuarakan keresahan-keresahan anak muda, itu boleh dituangkan di sana” lanjutnya.

Pewarta : Solekha

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *