Anniversary Kedua Ngalong Diperingati Dengan Mengulas Sejarah Batang.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang Kabupaten Batang mengadakan diskusi dengan membincang sejarah Kabupaten Batang. Diskusi ini dilakukan dalam rangka anniversary kedua Ngaji Longgar (Ngalong) di Aula Gedung Aswaja Center Bawang, Sabtu (2/1/21).

Ngalong merupakan kegiatan diskusi rutin tiap awal bulan yang digagas oleh PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang yang sudah berjalan selama dua tahun. Acara ini diikuti oleh puluhan jamaah ngaji longgar (ngalongers) PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang, serta dihadiri oleh beberapa komunitas seperti Sorban Wali, dan komunitas mahasiswa Lemah Abang.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan tahlil bersama dan dimeriahkan dengan musik oleh tim accoustik dari pelajar NU Candigugur Bawang Batang.

Berkesempatan hadir pada kegiatan tersebut, dua pembicara, antara lain Mbah Supriyo Laksono (Sejarawan Batang), serta Kyai Faizin Al-Fikri (Jogo Al-Bentuly) pegiat sejarah Bawang.

Ketua PAC IPNU Bawang, Miftakhul Adib mengatakan, bahwa sangat penting generasi muda NU mengulas kembali sejarah.

“Mengulas sejarah adalah hal penting, guna memperdalam pengetahuan, agar semakin tinggi rasa cinta terhadap daerah asal,” kata Adib.

Ia juga menghimbau semua kalangan ormas supaya sering mengulas sejarah Kabupaten Batang.

“Kami selalu mengajak generasi muda harus melek sejarah. Karena sejarah adalah tumpuan dari maju serta keberlangsungan peradaban suatu daerah,” lanjutnya.

Kepala Suku Ngalong, Anif Syarifudin yang juga hadir mengatakan, walaupun kegiatan ini dikemas dengan sederhana, namun tetap kondusif.

“Di masa pandemi kegiatan kita tak bisa seperti biasanya. Dalam setiap kegiatan kita harus menggunakan protokol kesehatan”, tuturnya.

Kang Thoha, selaku moderator dalam diskusi, membuka diskusi dengan sebuah pertanyaan perihal bagamana cara kita mempelajari sejarah.

“Mempelajari sejarah itu tidak hanya mempelajari sejarah saja, namun mempelajari ilmu-ilmu masa lampau”, ungkapnya.

Acara berjalan dengan lancar, dan ditutup dengan pemberian tali asih atau kenang-kenangan kepada narasumber serta pemotongan tumpeng anniversary kedua Majlis Ngaji Longgar (Ngalong) PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang.

Kontributor : Solekha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga