Banom NU Desa Sidorejo Siap Meningkatkan Kualitasnya

Diposting pada

Warungasem – nubatang.or.id || Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Sidorejo, PR Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Desa Sidorejo, dan PR Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Sidorejo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang masa khidmat 2021 – 2023 menggelar pelantikan gabungan, pada Jumat (2/4) malam.

Acara yang mengukuhkan Badan Otonom (Banom) Nahdatul Ulama (NU), Slamet Mustaghfirin sebagai ketua Ansor, Aditya Irfani sebagai ketua IPNU, dan Dwi Listiyani sebagai ketua IPPNU itu digelar di Masjid At – Taqwa, Cluluk Sidorejo RT 14 RW 04.

Dalam sambutannya, Ketua IPNU Desa Sidorejo, Aditnya Irfani menyampaikan bahwa diperkembangan teknologi yang semakin pesat kita harus terus berinovasi dan bergerak bersama. Atas dasar itu, perlu adanya keaktifan rekan dan rekanita agar dapat terciptanya organisasi yang progresif.

“Tidak lupa kita perlu bimbingan dari kiai, tokoh masyarakat, pembina, dan banom Sidorejo untuk selalu membimbing dalam menjalankan amanah ini, “ ucapnya.

Aditya menambahkan, pembina IPNU Desa Sidorejo, Kang Rahman selalu berpesan kader Sidorejo apabila sudah keluar dari Sidorejo harus keren dan menjadi pelopor jangan sampai menjadi pengekor. Akan tetapi, jangan lupakan asal di mana kita berproses. Kita harus belajar dari masyarakat. Perlu diketahui, prestasi terbaik tercipta dari masyarakat.

Ketua IPPNU Desa Sidorejo, Dwi Listiyani mengatakan bahwa jika diibaratkan sebuah jasad manusia saya hanyalah kepala dan tidak akan disebut sebagai manusia jika kepala hanya berdiri seorang diri. “Saya berharap seluruh pengurus dari segala lini dapat bekerja sama dalam mengemban amanah dan mewujudkan semua program yang telah kita susun,” harapnya.

Listiyani berpesan kepada IPPNU, menjadi perempuan karir itu pilihan, menjadi seorang aktivispun pilihan. Semua yang sudah diputuskan jangan sampai mengabaikan apalagi melupakan kodrat sebagai perempuan.

“Selain menjadi perempuan yang idealis dalam keilmuan, kita harus belajar empati kepedulian,” tandas guru Raudhatul Athfal (RA) Masyitoh Sidorejo tersebut.

Ketua GP Ansor Desa Sidorejo, Slamet Mustaghfirin setuju apa yang telah disampaikan oleh adik – adiknya, IPNU dan IPPNU. Dikatakan, “Ibarat Ansor adalah kakak, IPNU dan IPPNU sebagai adik harus bersinergi dalam meningkatkan kualitas NU di Sidorejo.”

Ia juga menyampaikan kepada Ansor Sidorejo bahwa acara yang diselenggarakan ini bukan puncak ataupun akhir rangkaian kepengurusan baru. Akan tetapi, hal ini merupakan titik start menuju 2 tahun untuk tetap menjaga marwah GP Ansor Sidorejo.

Sekretaris Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sidorejo, Fatkhudin mengatakan bahwa organisasi masyarakat (ormas) itu pengabdian, tidak ada upah materi maupun intensif, yang diperlukan hanya rasa khidmah.

“Meskipun demikian, kita mendapatkan keberkahan hasil mengabdi di NU,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah NU Desa Sidorejo, Katib NU Desa Sidorejo, Tanfidhiyah dan Sekretaris NU Desa Sidorejo, Ta’mir Masjid At Taqwa Dukuh Cluluk Sidorejo, Seluruh Ketua RT Dukuh Cluluk Sidorejo, Jajaran Badan Otonom NU Desa Sidorejo, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Warungasem, PAC IPNU IPPNU Warungasem, IPNU IPPNU se-Kecamatan Warungasem, PR IPNU IPPNU Desa Ujungnegoro Kecamatan Kandeman, PR IPNU IPPNU Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, PR IPNU IPPNU Desa Tombo, Kecamatan Bandar serta tamu undangan lainnya.

Kontributor : Septy Aisah

Editor : Asrofi

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *