Tarawih Keliling Sebagai Media Sosialisasi PR GP Ansor Sidoharjo

Diposting pada

nubatang.or.id || Puluhan Kader Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoharjo memenuhi masjid dalam agenda Tarwih Keliling (Tarling) di desa Sidoharjo, Bawang pada Selasa (6/5).

Rutinitas ini dirasa perlu untuk senantiasa dilakukan karena sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari agenda tahunan tersebut. Selain untuk mengamalkan perintah Allah SWT, manfaat lainnya adalah sebagai sarana Dakwah dan sosialisasi keorganisasian. Acara dimulai dengan shalat isya dan tarawih berjamaah dan diakhiri dengan kultum (kuliah tujuh menit) dan sosialisasi keansoran.

M Subhan ketua PR GP Ansor Sidoharjo, dalam sambutannya, memaparkan bahwa roda organisasi Gerakan Pemuda Ansor akan tetap berjalan ketika para generasi muda NU berani mengambil keputusan untuk terjun langsung dalam wadah yang didirikan oleh para alim dan ulama’ Ahlussunnah wal jamaah An nahdliyah dan berhidmah sepenuh jiwa dan raganya.

Turut hadir dalam setiap Tarling PR NU, takmir masjid, masyarakat serta para pengurus dan anggota PR GP Ansor Sidoharjo. Keikutsertaan para jamaah tak terlepas dari intensifnya komunikasi dan koordinasi penanggung jawab kegiatan. Dibuktikan dengan pendistribusian surat kepada para takmir beberapa hari sebelum kegiatan dan pemberitahuan serta undangan untuk mengisi Kultum kepada tokoh agama setempat dan Pengurus Ranting NU.

Kyai Abdul Hayyi sebagai tokoh agama dan penasehat PR NU Sidoharjo menambahkan, “setiap generasi muda NU seharusnya tak perlu berfikir panjang untuk bergabung dan merasakan manfaat yang ada didalam organisasi karena tidak hanya manfaat lahiriyah tetapi yang lebih utama adalah manfaat secara batiniyah sehingga lewat organisasi membuat dekatnya terhadap sang pencipta”.

Untuk memaksimalkan kegiatan Tarling, Departemen Agama membagi jadwal dalam 5 kali kunjungan pada setiap tanggal 5 ramdahan dan kelipatannya karena di desa Sidoharjo terdapat 5 pedukuhan. Dimulai dari dukuh sengon, bakalan, blijo, sawen, dan sebagi penutup di dukuh. Tegal Kasur. Hal ini dilakukan guna memfasilitasi sosilaisasi keansoran secara merata. Dampak positif yang dirasakan oleh para pengurus adalah bertambahnya anggota baru disetiap agenda Tarling yang turut serta mengikuti kegiatan ini.

Pewarta : Abaz Alchan

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *