Edit

BERANDA

Giatkan Tradisi, Pelajar NU Menguneng Adakan Ngaji Pasaran Ramadhan

Aktivitas Pelajar NU Desa Menguneng sedang ngaji pasaran

Bagikan :

Warungasem, NU Batang
Salah satu tradisi Nahdlatul Ulama (NU) yang banyak dijumpai pada saat bulan Ramadhan adalah “ngaji pasaran”, yakni mengkaji kitab tertentu untuk dikhatamkan dalam tempo yang cukup singkat. Begitu juga yang terjadi di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tepatnya direalisasikan oleh Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ranting Desa Menguneng.

Ngaji pasaran sendiri merupakan tradisi terdahulu pesantren salaf, terutama di kalangan Nahdlatul Ulama. Namun, kegiatan keagamaan ini sudah mulai ditanyakan keberadaannya karena tak menampik sebagai tradisi yang kini mulai tergerus oleh perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat.

“Sebelum adanya pendidikan formal, pendidikan pondok pesantren telah ada terlebih dahulu dengan sistem kegiatan belajar mengajar serupa  dengan ngaji pasaran ini,” ungkap ustaz M Lizamuddin, selaku narasumber kegiatan ngaji pasaran pelajar NU Desa Menguneng, pada Kamis (7/04).

Beliau menambahkan, kegiatan ini sangat bagus dan layak untuk agenda bulan Ramadhan bagi pelajar NU sebagai kiat untuk menggiatkan kembali tradisi ke-NU-an.

Kajian Kitab yang dimulai dari tanggal 3 April 2022 atau 2 Ramadhan ini memilih kitab fiqih dengan matan Safinatunnajah sebagai kitab yang ditargetkan khatam pada bulan Ramadhan tahun ini. Kitab karangan Syaikh Salim bin Abdullah bin Sa’ad bin Sumair Al-Hadhrami ini merupakan kitab kuning klasik yang berisi dasar ilmu fiqih dengan Mazhab Imam Syafi’i.

“Kitab fiqih dengan matan Safinatunnajah ini memiliki bentuk fisik yang tergolong kecil juga ringkas, dan isinya mencakup dasar ilmu fiqih. Kitab ini sangat cocok untuk pelajar dan pemula yang ingin belajar agama bidang ilmu fiqih,” ujar Nabila Azizah, salah satu anggota IPPNU Ranting Desa Menguneng.

Sementara itu, Evi Shoviana selaku Ketua IPPNU Ranting Desa Menguneng mengungkapkan tujuan ngaji pasaran sendiri selain untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadhan, juga untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam bidang keagamaan terutama bidang ilmu fiqih.

“Suatu hal yang positif terutama bagi remaja IPNU dan IPPNU yang mayoritas bersekolah di pendidikan formal negeri, dan diharapkan sebagai ajang untuk silaturahmi dan melestarikan tradisi ke-NU-an di lingkungan sendiri,” pungkasnya.

Sebagai hal barunya dalam pemanfaatan teknologi untuk mengikuti perkembangan digitalisasi, ngaji pasaran ini juga dikemas dengan adanya siaran langsung YouTube yang bisa disaksikan di channel Majlis Babul Wasilah dan siaran langsung akun Instagram, yakni @ipnuippnu_rantingmenguneng, sehingga mudah diakses oleh kalangan luas tanpa harus datang langsung ke tempat kegiatan.

Pewarta : Lili Rohmawati
Editor : Muhammad Asrofi