Gringsing, NU Batang

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Batang, KH Ahmad Munir Malik, mengajak warga Nahdlatul Ulama untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan sekaligus ikhtiar merawat kehidupan generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Kiai Munir saat kegiatan Ngaji Fiqih Lingkungan Pemikiran KH Ali Yafie yang diselenggarakan Lakpesdam PCNU Kabupaten Batang di Masjid Darul Falah Ketanggan, Gringsing, Batang, Ahad (25/10/2026).

Kiai Munir mengatakan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar PCNU Batang bukan hanya agenda seremonial, tetapi memiliki tujuan membangun kesadaran kolektif warga NU terhadap sejarah, identitas, dan persoalan lingkungan.

“Saya ingin agenda-agenda Nahdlatul Ulama sampai nanti benar-benar bisa dipahami oleh keluarga besar internal Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga hal yang menjadi target dalam rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini. Pertama, merawat ingatan kolektif terhadap perjuangan para kiai dan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah penting untuk menjaga identitas dan jati diri warga NU.

“Kita tidak boleh tidak tahu tentang sejarah yang pernah ditorehkan para pendahulu kita dalam rangka menjaga dan merawat identitas serta jati diri ini,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PCNU Batang telah menggelar pentas seni budaya Nusantara dan pemutaran film dokumenter Jejak Peradaban Islam Lereng Gunung Prau. Kegiatan itu akan dilanjutkan dengan penggalian sejarah peradaban Islam lokal di berbagai wilayah Kabupaten Batang.

Selain menjaga identitas sejarah, Kiai Munir menegaskan bahwa NU juga perlu membangun kesadaran terhadap persoalan lingkungan. Menurutnya, kerusakan alam yang terjadi saat ini merupakan dampak dari perilaku manusia sendiri.

“Hari ini kita ingin mencoba mengenalkan dan membangun kesadaran peduli lingkungan kepada anak-anak kita, khususnya pelajar SLTA di Kabupaten Batang melalui Jambore Relawan Pelajar Santri,” jelasnya.

Ia menilai isu lingkungan menjadi semakin penting karena Kabupaten Batang tengah berkembang sebagai kawasan industri.

“Batang akan menjadi pusat industrialisasi, tetapi bagaimana caranya industri tetap berjalan dan alam kita tidak rusak. Kalau hari ini kita sudah kesulitan memanfaatkan sumber daya alam, bagaimana nanti anak dan cucu kita?” tegasnya.

Menurutnya, kajian fiqih lingkungan menjadi salah satu cara untuk memperkuat pemahaman bahwa menjaga alam memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Batang, M Aminudin, menjelaskan bahwa Ngaji Fiqih Lingkungan Pemikiran KH Ali Yafie merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026 yang berada di bawah naungan PCNU Batang.

Ia menyebutkan, terdapat tiga agenda utama yang dilaksanakan dalam momentum Hari Santri tahun ini. Pertama, Sekolah Ekologi Politik yang dipusatkan di Pondok Pesantren Jurang Jero, Kandeman. Kedua, Forum Kader Muda Nahdliyin yang melibatkan anak-anak muda NU dari badan otonom maupun kelompok yang memiliki afiliasi dengan NU.

“Yang ketiga adalah hari ini, yaitu mengaji fiqih lingkungan yang menjadi karya fenomenal dari KH Ali Yafie,” katanya.

M Aminudin menjelaskan, pemikiran KH Ali Yafie tentang lingkungan penting dikaji karena NU tidak hanya berbicara tentang manhaj, tetapi juga manhajul fikri wal harakah, yakni cara berpikir sekaligus gerakan dalam kehidupan sosial.

Menurutnya, persoalan lingkungan memiliki kaitan dengan maqashid syariah karena kerusakan alam memberikan dampak besar terhadap kehidupan manusia.

“Kerusakan lingkungan dampaknya sangat sistemik. Kalau lingkungan rusak, kualitas sumber daya manusia kita juga akan menjadi bermasalah,” ujarnya.

Ia berharap kajian tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Batang.

“Kita berharap ngaji tentang lingkungan ini memberikan informasi, wacana, dan diskursus yang nantinya berdampak kepada gerakan serta transformasi kita di Kabupaten Batang,” pungkasnya.