Gringsing, NU Batang

Sebanyak 174 pelajar dan santri dari madrasah aliyah (MA) serta SMA/SMK di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Batang mengikuti Jambore Relawan Pelajar dan Santri Siaga Bencana pada 24–25 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) ini berlangsung di kompleks Masjid Yayasan Darul Falah, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Batang, KH Ahmad Munir Malik, pada Ahad (25/10/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pelajar dan santri sebagai agen perubahan sekaligus pelopor keselamatan dalam menghadapi ancaman bencana.

Menurutnya, pelajar dan santri perlu memiliki kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi serta kemampuan untuk mengambil peran dalam penanganan darurat dan pemulihan setelah bencana.

“Digelarnya jambore pelajar dan santri Kabupaten Batang adalah untuk memperkuat kapasitas, koordinasi, serta semangat pengabdian para pelajar dan santri dalam pelayanan kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” ujarnya.

Apel pembukaan dihadiri jajaran pengurus PCNU Batang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Wawan Nurdiasyah, pimpinan badan otonom NU, pengurus LPBI, Bagana, Garfa, CBP-KPP, para kepala satuan pendidikan NU tingkat MA dan SMA/SMK, Kepala Desa Ketanggan, serta pengurus Yayasan Darul Falah Ketanggan.

Bekali Peserta Materi Mitigasi dan Pertolongan Darurat

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebencanaan dari sejumlah pihak. Kepala BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiasyah, menyampaikan materi tentang pengenalan jenis-jenis bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan sebelum bencana, hingga penanganan darurat ketika bencana terjadi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar dan santri memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga dapat memberikan respons yang efektif ketika terjadi bencana,” ungkapnya.

Pembekalan dilanjutkan dengan materi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dari Palang Merah Indonesia (PMI) serta resusitasi jantung paru (RJP) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik simulasi kesiapsiagaan bencana yang dipandu Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Batang. Simulasi ini dirancang agar peserta memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah kondisi darurat terjadi.

Dalam praktik lapangan, peserta diperkenalkan dengan sejumlah unsur penanganan bencana, mulai dari tim reaksi cepat (TRC), klaster evakuasi, klaster medis, klaster psikososial, hingga klaster dapur umum.

Melalui simulasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoretis, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langkah-langkah penanganan bencana secara langsung dalam situasi latihan yang terkendali.

Tumbuhkan Semangat Kerelawanan Pelajar dan Santri

Ketua panitia, Yuli dari LPBI PCNU Batang, mengatakan jambore relawan pelajar dan santri ini merupakan kegiatan perdana yang mengusung tema “Satu Hati, Satu Aksi, Relawan Pelajar dan Santri Kabupaten Batang”.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat kerelawanan dan kepedulian sosial di kalangan pelajar dan santri, sehingga mereka terdorong untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Yuli menjelaskan, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi PCNU Batang dengan BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, satuan pendidikan NU tingkat MA dan SMA/SMK di Kabupaten Batang, Pemerintah Desa Ketanggan, serta Yayasan Darul Falah Ketanggan.

Selain pembekalan dan simulasi kebencanaan, jambore juga dimeriahkan dengan lomba vlog mitigasi bencana. MA Sunan Kalijaga berhasil meraih juara pertama, disusul MANU 01 Limpung sebagai juara kedua dan MANU 01 Banyuputih sebagai juara ketiga.

Melalui jambore ini, pelajar dan santri diharapkan tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang tanggap, terampil, dan siap berkontribusi dalam aksi kemanusiaan di lingkungan masing-masing.