Batang, NU Batang

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang menggelar rapat persiapan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III di Kantor PCNU Batang pada Ahad (26/7/2026). Rapat tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Muskercab sekaligus merumuskan arah program organisasi agar semakin berdampak bagi warga Nahdliyin.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Batang, KH. Ahmad Munir Malik dalam sambutan dan arahannya mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menjadikan Muskercab III sebagai momentum memperkuat sinergi antarlembaga dan badan otonom agar program-program organisasi benar-benar memberikan manfaat bagi warga Nahdlatul Ulama.

Ia menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam perjalanan kepengurusan selama dua tahun terakhir. Menurutnya, berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan tidak boleh berhenti pada aspek seremonial maupun menghasilkan dokumen yang hanya tersimpan tanpa ditindaklanjuti. “Jangan sampai kegiatan hanya bersifat seremonial, sementara output-nya hanya menjadi dokumen yang jarang bahkan tidak pernah dibaca. Program harus benar-benar berdampak bagi warga NU,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun sinergi antarlembaga. Menurutnya, apabila koordinasi tidak berjalan baik, maka tanggung jawab organisasi akan kembali kepada Badan Pengurus Harian (BPH), khususnya ketua.

Dalam arahannya, ia juga mendorong optimalisasi kinerja sejumlah lembaga. Di antaranya melakukan penyisiran dan penguatan program LAZISNU dengan melibatkan generasi alfa, mendorong RMI NU lebih aktif melakukan sambang ke pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ melalui agenda turun ke MWC, serta melanjutkan proses penataan di LPT. Selain itu, LAKPESDAM dinilai memiliki peran strategis dalam menyusun buku ke-NU-an yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran di madrasah diniyah maupun TPQ.

Menutup arahannya, Kiai Munir mengajak seluruh pengurus untuk terlibat aktif dalam menyukseskan Muskercab III. “Saya mohon keterlibatan dan kerelaan panjenengan semua untuk berkontribusi di Muskercab III agar ada kemajuan. Harapannya, pada tahun terakhir kepengurusan ini warga NU benar-benar merasakan pelayanan dari organisasi,” tuturnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah persiapan teknis pelaksanaan Muskercab III. Agenda tersebut direncanakan berlangsung pada rentang 27 – 31 Agustus 2026 dengan lokasi di sekitar Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Selain diikuti oleh pengurus PCNU, peserta juga berasal dari Badan Otonom dan lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Batang. Selain agenda persidangan, peserta juga dijadwalkan melaksanakan ziarah. Muskercab III diharapkan menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun rencana kerja organisasi ke depan.

Dalam sesi tanggapan, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Batang, Jabir al-Faruqi mengusulkan agar kegiatan studi banding kembali menjadi bagian dari rangkaian Muskercab. Menurutnya, studi banding sebaiknya diarahkan pada pengembangan perguruan tinggi NU.

“Kalau melihat rundown yang dipaparkan, kok terkesan banyak ziarahnya. Bukan berarti saya anti-ziarah, tetapi pada Muskercab sebelumnya kita studi banding terkait LAZISNU. Barangkali pada Muskercab kali ini bisa studi banding mengenai pengelolaan perguruan tinggi. Warga NU di Batang jumlahnya sudah banyak, tetapi kita belum memiliki perguruan tinggi. Mudah-mudahan itu bisa menjadi bekal yang nantinya diterapkan di Batang,” ujarnya.

Pewarta : Abed

Editor : Solekha