Batang, NU Batang
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Batang masa khidmat 2021 – 2026 menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IX di Pendopo Kabupaten Batang, pada Ahad, (26/7/2026). Kegiatan lima tahunan tersebut menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan sekaligus penyusunan arah organisasi untuk periode berikutnya.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Batang, Siti Mahmudah menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan konferensi, pihaknya telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan sebagai bentuk penguatan kapasitas organisasi. Di antaranya lomba administrasi yang merupakan implementasi hasil bedah Pedoman Dasar, Peraturan Dasar, dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) serta peraturan organisasi Muslimat NU yang dilaksanakan pada September tahun lalu.
Selain itu, digelar pula lomba paduan suara yang membawakan Mars Muslimat NU dan Mars Perempuan Aswaja. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan seni, tetapi juga agar kader mampu menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam lirik lagu. “Hari ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian Konferensi Cabang Muslimat NU. Momentum ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban kepengurusan PC Muslimat NU Kabupaten Batang selama satu periode atau lima tahun,” ujarnya.
Ia mengakui, pada awal masa kepengurusan terdapat tantangan besar akibat pandemi Covid-19 yang membatasi berbagai aktivitas organisasi dan masyarakat. Meski demikian, Muslimat NU tetap berupaya hadir di tengah masyarakat. Salah satunya dengan mendukung program percepatan vaksinasi melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Batang. Upaya tersebut dikoordinasikan oleh Bidang Kesehatan PC Muslimat NU yang kebetulan juga bekerja di RSUD Batang.
“Meskipun malam dan hujan, kami tetap berangkat demi bisa berkontribusi membantu pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Batang mengajak seluruh kader Muslimat NU agar tidak hanya menghafalkan Mars Perempuan Aswaja, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. “Bukan hanya sekadar diucapkan, tetapi harus dihayati dan dimasukkan ke dalam sanubari,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan NU, khususnya Raudlatul Athfal (RA).”Cobalah menyanyikan Mars Perempuan Aswaja sambil berkeliling melihat kondisi RA, bagaimana gurunya, bagaimana muridnya. Itu bagian dari kepedulian kita,” ujarnya.
Menurutnya, NU harus semakin menguatkan perannya sebagai organisasi pelayanan kepada umat. “NU adalah organisasi pelayanan, tetapi selama ini sering kali hanya menjadi organisasi perayaan. Masih banyak yang perlu kita rawat, mulai dari masjid, madrasah diniyah, hingga pelayanan kepada warga Nahdliyin,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU berharap Muslimat NU Batang mampu terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia mendorong agar generasi muda Nahdliyin memperoleh kesempatan menempuh pendidikan setinggi mungkin, tanpa mengabaikan pembentukan karakter. “Selain ilmu yang harus kita raih, kita juga harus tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam kehidupan, karena al-adabu fauqal ‘ilmi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Muslimat NU tidak boleh berhenti pada pengajian dan kegiatan seremonial semata, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan warga Nahdliyin.
Sementara itu, Bupati Batang yang diwakili Darsono mengapresiasi kontribusi Muslimat NU dalam berbagai bidang pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara Muslimat NU dan Pemerintah Kabupaten Batang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Peran Muslimat NU di bidang sosial, ekonomi, dan pemberdayaan keluarga sangat terasa. Penanganan stunting serta pemberdayaan ekonomi menjadi wujud nyata kerja sama yang solid antara Muslimat NU dan pemerintah,” ungkapnya.
Pewarta : Abed
Editor : Solekha

