Selasa, Januari 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gus Yahya Resmikan 69 SPPG TKA PBNU, 150 Ribu Paket MBG Disalurkan untuk Santri

Limpung, NU Batang
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf meresmikan peluncuran 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) TKA PBNU sekaligus menyerahkan 150 ribu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada santri. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Pondok Pesantren Al-Hasani, Sikebo, Limpung, Kabupaten Batang, Selasa pagi (30/12/2025).

Dalam sambutannya, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi santri, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar pesantren.

“Selain memenuhi gizi santri, MBG juga merestrukturisasi ekonomi masyarakat, karena banyak petani dan peternak lokal kita yang ikut terlibat menjadi supliyer dari SPPG setempat,” ujar Gus Yahya.

Menurutnya, pesantren merupakan ekosistem strategis yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Karena itu, keberadaan SPPG di lingkungan pesantren diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PCNU Kabupaten Batang Ahmad Munir Malik, Wakil Bupati Batang Suyono, jajaran PBNU, para pimpinan 69 SPPG TKA PBNU, serta ribuan santri.

Sebelumnya, tuan rumah sekaligus pengasuh PP Al-Hasani, KH Abdus Syakur, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan PBNU menjadikan pesantrennya sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut. Ia juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara.

Koordinator Harian TKA PBNU Gus Ulun Nuha dalam laporannya mengulas kembali nota kesepahaman (MoU) antara PBNU dan BGN yang ditandatangani pada 5 Februari 2025 bertepatan dengan Muktamar Luar Biasa PBNU. MoU tersebut memuat komitmen PBNU untuk membangun 1.000 SPPG yang ditujukan bagi santri di seluruh Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Sekretaris RMI PBNU itu memaparkan perkembangan realisasi program tersebut. Hingga saat ini, tercatat 78 SPPG TKA PBNU telah beroperasi, 253 SPPG masih dalam tahap persiapan, 287 calon SPPG dalam proses pemenuhan persyaratan, serta 381 pesantren yang mengajukan pembangunan SPPG namun belum lolos tahap pendaftaran.

“Atas nama pesantren dan santri, kami mengucapkan terima kasih kepada BGN. Program MBG ini sangat membantu pemenuhan gizi santri,” ujar Gus Ulun.

Ia menuturkan, sebelum adanya program MBG, banyak santri yang harus makan dengan keterbatasan. Bahkan, tidak jarang santri saling berbagi lauk demi keadilan dan kebersamaan.

“Dulu santri sering berbagi lauk karena keterbatasan. Sekarang, kebutuhan gizi mereka terpenuhi secara utuh dan seimbang. Dampaknya, santri lebih nyaman tinggal di pesantren dan semakin bersemangat dalam belajar mengaji,” katanya.

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menilai program MBG membawa keberkahan besar bagi pesantren. Berdasarkan data Sistem Informasi Geografis (SIG), Jawa Tengah memiliki 4.119 pesantren dengan jumlah santri lebih dari 520 ribu orang.

“Dengan jumlah pesantren sebesar itu, Jawa Tengah sangat potensial menjadi penerima program MBG. Kami berharap pesantren mendapat prioritas karena masih banyak santri yang belum merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program MBG memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas.

“Tanggung jawab kita melalui MBG adalah menyiapkan generasi masa depan bangsa. Karena itu, kami berharap program ini dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BGN Prof Dadan Hindayana mengungkapkan pengalamannya saat mengunjungi salah satu pesantren di Bandung. Dari hasil pengamatannya, sembilan dari sepuluh santri mengalami kekurangan asupan protein harian karena keterbatasan makanan.

“Dulu, santri makan seadanya, yang penting kenyang. Namun setelah MBG masuk ke pesantren, Alhamdulillah kebutuhan protein harian mereka bisa terpenuhi dan semangat belajar pun meningkat,” jelasnya.

Pewarta: Erfan Hafedz
Editor: Asrofi

Related Articles

MEDIA SOSIAL

2,100FansSuka
1,374PengikutMengikuti
128PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles