Bawang, NU BATANG
Dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama ke 103, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang kumpulkan 1000 Kader Penggerak tuk kuatkan barisan organisasi, ahad pagi (4/1).
Bertempat di lapangan olahraga Desa Candirejo, Kecamatan Bawang, apel kader penggerak dipimpin langsung oleh salah satu instruktur nasional kader penggerak NU, KH. Hudallah Ridwan, LC. selaku pembina apel. Dalam amanatnya ia menyampaikan bahwasanya harlah ke 103 bukanlah hanya sekedar angka yang besar, namun merupakan saksi bisu perjuangan dan perjalanan NU yang tidak mudah, “103 ini bukan tanpa nama, 103 ini adalah bakti dan saksi bahwa NU tak pernah sunyi dalam perjalanannya” katanya.
Ia bercerita bahwa walaupun sudah mendapat sikut-tan dan fitnah dari berbagai sisi, NU akan tetap eksis bahkan semakin berkobar, “Walaupun kita (NU) dihantam fitnah dari berbagai sisi tapi kita terus eksis! Bahkan semakin besar!” tegas Gus Huda sapaan akrabnya.
Wakil katib syuriah Pengurus Wilayah NU tersebut kembali menambahkan bahwa kehadiran jam’iyah harus terus memberi manfaat dan terus dicintai bangsa, “Kehadiran NU harus kita jaga supaya dapar memberikan maslahat pada umat, dan semakin dicintai oleh bangsa indonesia ini” katanya.
Selain itu, ia memperingatkan kepada 1000 alumni Pendidikan Dasar Pelatihan Kader Penggerak NU (PD-PKPNU) PCNU Kabupaten Batang untuk terus berjaga, supaya generasi penerus NU tidak dimasuki oleh kelompok dan ideologi yang radikal, “Jangan biarkan kelompok radikal, ideologi ekstrim manapun yang boleh masuk dan merusak NU dan generasinya” tegasnya.
Senada dengannya Ketua Tanfidziyah PCNU Batang Kiai Ahmad Munir Malik mengatakan bahwa, Jam’iyyah Nahdlatul Ulama adalah organisasi masyarakat islam terbesar di Indonesia dan dunia, ia menyampaikan bahwa kebesaran NU terletak di jumlah warganya khususnya ditingkat ranting, “NU ini organisasi terbesar di Indonesia bahkan di dunia, kebesaran NU salah satunya terletak di jumlah warganya yang mereka ada di ranting” katanya saat dimintai keterangan secara terpisah.
Ia menambahkan kegiatan apel yang diletakkan di wilayah Pengurus Ranting NU Candirejo ini supaya mengingatkan kepada pengurus untuk melayani dan memperjuangkan umat yang berada di ranting, “Pada momentum Harlah kali ini untuk mengingatkan kepada jajaran pengurus di semua tingkatan bahwa misi NU adalah memperjuangkan dan melayani warga yang keberadaannya ada di ranting” tambahnya.
Ia juga berkata dengan dikumpulkannya kader penggerak nu Se-Kabupaten Batang ini sebagai media konsolidasi, me-refresh kembali, serta meneguhkan komitmen dalam berkhidmat untuk terus bergerak memuliakan umat, “Kegiatan pagi hari ini kita lagelar sebagai media konsolidasi kader penggerak NU agar tetap solid dalam berkhidmat dan menyegarkan kembali semangat berkhidmat kader penggerak NU dalam menyukseskan agenda-agenda jam’iyyah, serta meneguhkan komitmen berkhidmat untuk terus bergerak memuliakan umat” imbuhnya.

Acara yang dihadiri oleh kader penggerak dari masing-masing Majelis Wakil Cabang NU Se-Kabupaten Batang tersebut tampak tumpah, PCNU Batang juga memberikan apresiasi kepada tiga MWCNU yang telah mengerahkan kader penggerak terbanyak antara lain MWCNU Kandeman, MWCNU Subah, dan MWCNU Tulis.
Acara dilanjutkan dengan Napak Tilas acara harlah di masjid Candirejo kader penggerak nu dari lapangan ke masjid Candirejo, dimeriahkan oleh grup Marching Band Gema Pandu Nusantara dari Sigemplong, Ranting Pranten Bawang. Selain itu rangkaian harlah kali ini juga diikuti dengan acara Khotmil Qur’an oleh 100 Hafidz-Hafidzah dari Jam’iyyah Qura’ Wal Huffadz NU (JQH-NU), Peresmian Masjid Baitul Muttaqin Candirejo, Penyerahan SK Satuan Pendidikan Formal NU jenjang usia dini, menengah pertama, dan atas, dan ditutup dengan Pengajian Akbar yang diisi oleh KH. Arja Imroni.
Warta : Erfan Hafidz
Editor : LTN PCNU Batang



