Jumat, Januari 16, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harlah NU di Limpung Batang, Kiai Izuddin Tekankan Pentingnya Kekompakan Warga Nahdliyin

Limpung, NU Batang

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Limpung, Kabupaten Batang, menggelar Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama di Gedung MWC NU Limpung, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh NU Jawa Tengah, KH Izuddin, Pengasuh Pondok Pesantren API Subbanul Wathon Tegalrejo Magelang.

Dalam mauidlah hasanahnya, Kiai Izuddin menekankan pentingnya kekompakan pengurus dan warga NU sebagai kunci utama untuk meraih keberkahan dalam berkhidmah. Menurutnya, kekompakan bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan nyata yang mampu melahirkan berbagai kemaslahatan bagi umat.

“Pengurus dan warga NU harus kompak. Kalau kompak, insya Allah berkahnya akan maksimal,” tutur Ketua Tanfidziyah PCNU Magelang tersebut.

Beliau mencontohkan gerakan kotak koin NU yang berjalan dari rumah ke rumah sebagai bentuk kebersamaan warga Nahdliyin. Dana yang terkumpul dari nominal kecil, kata beliau, akan menjadi kekuatan besar apabila dihimpun secara kolektif.

“Kalau sendiri-sendiri mungkin tidak begitu berarti. Tapi kalau bersama, hasilnya luar biasa. Dari kekompakan itu NU bisa membeli ambulans, mobil jenazah, dan lain sebagainya,” terang beliau.

Kiai Izuddin juga mengutip dawuh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi yang menekankan pentingnya silaturahim, kekompakan, dan kebersamaan. Menurut beliau, banyaknya sekolah, klinik, dan berbagai lembaga pelayanan umat yang dimiliki NU saat ini merupakan wujud nyata dari kekuatan kebersamaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan pondasi kebaikan (mabadi) yang harus dipegang teguh oleh warga NU. Setidaknya ada tiga prinsip utama, yakni kejujuran (shiddiq), amanah dalam menepati janji, serta ta’awun atau tolong-menolong antarsesama. Prinsip-prinsip tersebut kemudian dilengkapi dengan istiqamah dan keadilan sebagai penguat gerakan jam’iyah.

Selain itu, Kiai Izuddin mengingatkan bahwa NU memiliki hubungan batiniah dengan para muassis dan masyayikh terdahulu. Oleh karena itu, tradisi tahlil dalam setiap kegiatan NU harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para pendiri.

“Di NU ada hubungan batin dengan para pendahulu. Maka tradisi tahlil harus kita rawat. Jangan sampai kita lupa jasa para muassis,” tegas beliau.

Related Articles

MEDIA SOSIAL

2,100FansSuka
1,374PengikutMengikuti
128PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles