Kabar duka itu datang begitu cepat, nyaris tak memberi jeda bagi siapa pun untuk bersiap. Malam ini, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Limpung kehilangan salah satu kader terbaiknya. Khoirul Ibad—atau yang akrab disapa Mas Ibad—telah menghadap Allah SWT. Ia meninggalkan jejak pengabdian yang dalam dan kenangan yang sulit dilupakan.
Khoirul Ibad merupakan anak bungsu dari empat bersaudara asal Dukuh Cendono Desa Tembok Kecamatan Limpung. Ia tumbuh dari keluarga yang sederhana. Namun kesederhanaan itu tak pernah membatasi cita-citanya. Dalam profil dirinya tertulis angan-angan besar untuk terus berusaha, melangkah, dan menggapai masa depan yang lebih baik, terutama dalam karier dan pengabdian sosial-keagamaan.
Jejak organisasinya telah dimulai sejak muda. Ia pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris PAC IPNU Kecamatan Limpung, kemudian dipercaya menjadi Sekretaris PC IPNU Kabupaten Batang periode 2016–2018. Masa mudanya ditempa oleh disiplin organisasi, ketekunan administrasi, dan loyalitas terhadap jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Pendidikan formal terakhirnya ditempuh di Politeknik PUSMANU Pekalongan, yang turut mengasah kemampuannya.
Dalam tubuh GP Ansor, peran Mas Ibad sangat nyata. Hingga akhir hayatnya, ia masih menjabat sebagai Sekretaris PAC GP Ansor Limpung masa khidmah 2024–2027. Ia juga dipercaya sebagai Wakil Sekretaris PC GP Ansor Batang masa khidmah 2026–2030 yang sebenarnya akan melaksanakan pelantikan pada Jumat 30 Januari 2026 mendatang. Kepercayaan itu bukan datang tanpa alasan. Ia dikenal sebagai pengurus yang aktif, rajin, telaten, dan sangat memahami administrasi organisasi. Tak jarang, Mas Ibad dengan sabar memberikan pemahaman kepada kader lain tentang tata kelola organisasi, surat-menyurat, dan mekanisme administrasi yang tertib.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Mas Ibad juga terlibat dalam tim pendataan warga NU Kecamatan Limpung serta tim pembuatan KARTANU (Kartu Tanda Anggota NU). Keahliannya di bidang teknologi informasi menjadikannya sosok penting sebagai operator di MTs NU Al Sya’iriyah Limpung. Ia adalah kader NU yang bekerja dalam senyap, tetapi hasil kerjanya terasa nyata.
Di luar kesibukan organisasi, Mas Ibad tetap manusia biasa dengan kegemaran sederhana. Ia mencintai sepak bola dan futsal, bahkan tergabung dalam tim sepak bola Pemuda Ansor Limpung (PAL). Ironisnya, sore sebelum wafat, ia masih sempat bermain futsal. Setelah itu, ia mengikuti rapat Ansor bersama ketua, dan malam harinya masih aktif berkomunikasi melalui grup WhatsApp organisasi. Tak ada tanda, tak ada firasat. Hingga kabar duka itu akhirnya tiba.
Kenangan tentang tanggung jawabnya sulit dihapus. Saya masih mengingat betul, pada 16 Januari 2026, saat hujan mengguyur tanpa jeda, rapat Pengurus Harian PAC GP Ansor Limpung kebetulan digelar di rumah saya. Peserta yang hadir hanya beberapa orang. Namun Mas Ibad tetap menyempatkan diri datang. Sungguh luar biasa, hujan tidak menyurutkan api semangatnya untuk hadir dari amanah organisasi itu.
Sebagai sekretaris, ia selalu sigap. Ketika ada surat undangan kegiatan, seperti selapanan GP Ansor ranting, Mas Ibad akan segera menyusun pengumuman dan memastikan pengurus harian yang bertugas mendapatkan informasi dengan jelas. Tugas dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, tanpa banyak keluhan.
Kini, PAC GP Ansor Limpung harus merelakan kepergian sosok sekretaris yang aktif, telaten, militan, dan bertanggung jawab. Kehilangan ini bukan hanya soal jabatan yang kosong, tetapi tentang figur penggerak yang bekerja dengan ketulusan hati.
Di sisi lain, Mas Ibad meninggalkan satu anak dan seorang istri, Iffah Ulul Azmi, kader IPPNU yang aktif hingga tingkat Pimpinan Pusat. Iffah adalah pasangan yang setia mendukung langkah suaminya dalam berkhidmah di GP Ansor. Ia menjadi saksi sekaligus penguat di balik pengabdian organisasi yang dijalani Mas Ibad.
Tentu, masih banyak kisah kebersamaan, pengabdian, dan keteladanan Khoirul Ibad yang belum tertulis di sini. Namun satu hal yang pasti: ia telah menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Selamat jalan, Mas Ibad. Khidmahmu mungkin telah usai, tetapi teladanmu akan terus hidup di hati kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baktimu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
Penulis: Muhammad Asrofi (Wakil Ketua PAC GP Ansor Limpung)



