Limpung, NU BATANG
Banyaknya bencana yang terjadi di Kabupaten Batang akhir-akhir ini, membuat tim penanganan kebencana-an NU Peduli Batang untuk melakukan koordinasi yang solid guna memastikan respons cepat, tepat sasaran, dan akuntabilitas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Menimbang hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang melalui tim NU Peduli mulai menyusun SOP sebagai panduan standar operasional yang dijadikan sebagai dasar untuk mengelola respons kemanusiaan, kebencana-an, serta sosial secara terstruktur, cepat, dan terkoordinir.
“Salah satu upaya dalam menyusun SOP ini, kita laksanakan kegiatan rapat koordinasi dengan seluruh elemen banom (badan otonom) dan lembaga NU untuk menyamakan persepsi dalam satu komando kemanusiaan,” ungkap Maskur, Ketua NU Peduli dalam Rapat Koordinasi NU Peduli PCNU Kabupaten Batang Jum’at siang (6/2) di aula Tirta Asri, Limpung, Batang.
Penyusunan SOP ini menurutnya begitu penting, sebab NU Peduli merupakan platform sinergi penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan yang melibatkan berbagai lembaga di NU termasuk NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh NU (Lazisnu), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) NU, Lembaga Pendidikan (LP Ma’arif) NU, Lembaga Ta’lif Wa Nasyr (LTN) NU, dan badan otonom NU.
“Koordinasi kita melibatkan beberapa lini seperti NU Care LAZISNU, LPBI NU. LKKNU, LP. Ma’arif NU serta LTN NU dan Banom Nahdlatul Ulama, mengingat dinamika kebencana-an dan kebutuhan sosial yang tinggi,” jelasnya.
Ketua PCNU Kabupaten Batang Kiai Ahmad Munir Malik dalam arahannya menegaskan, bahwa manusia tidak dapat memprediksi kapan bencana akan terjadi, oleh sebab itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting. Kesiapsiagaan itu antara lain dengan meningkatkan kapasitas relawan dan menyiapkan sumber dana yang dimiliki NU.
“Bencana itu tidak ada jadwalnya. Sewaktu-waktu datang tiba-tiba. Kita berharap tidak ada bencana ke depan, tapi ketika bencana datang tiba-tiba, kita sudah siap!” tegasnya.
Kiai Munir mengatakan dalam rakor yang kali pertama digelar ini, dalam rangka sinkronisasi program yang terintegrasi antara program kerja lembaga dengan banom NU dalam hal kebencana-an di lingkup NU Peduli agar tidak terjadi tumpang tindih.
“NU Peduli ini merupakan wadah besar dari semua komponen dan kekuatan yang dimiliki NU. Kita ingin memastikan sumber daya dan sumber dana dari NU. Mudah-mudahan dengan segala macam cara ketersediaan anggaran yang menjadi sumber vital bisa kita tingkatkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam berkhidmat melayani dan menolong umat akan terus dilakukan dalam berbagai kondisi. NU tidak akan absen saat warganya menghadapi bencana,“Karena terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Batang atau daerah lainya, kebanyakan yang terdampak adalah warga NU. Maka kita harus hadir,” pungkasnya.
Beberapa poin menjadi pembahasan pada rakor kali ini. Saiful Huda Sodiq sebagai fasilitator kegiatan, diantaranya me-review potensi yang dimiliki NU dalam aksi kemanusiaan dan capaian program kemanusiaan yang sudah berjalan.

Selain itu, forum juga membahas mekanisme pendataan dan penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pengembangan kemitraan strategis dengan pihak eksternal, NU Peduli juga menerima dana sebesar Rp. 50.000.000 dari Program Siaga Bencana NU Care Lazisnu Kabupaten Batang untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pewarta: Zaenal Faizin
Editor: Erfan Hafidz Ahmad



