Gringsing, NU Batang
Sabtu (12/9) kegiatan Bahtsul Masail dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai bertempat di Masjid Sabilul Muhtadin, Dukuh Penjalin, Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Bahtsul Masail merupakan forum keilmuan yang menjadi bagian penting dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Forum ini menjadi ruang untuk mengkaji berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat dengan merujuk pada khazanah keilmuan Islam serta pendapat para ulama.
Pada Bahtsul Masail putaran ke-3 kali ini, terdapat tiga pokok persoalan yang diagendakan untuk dibahas, yaitu:
- Hukum mengonsumsi cacing untuk obat penyakit tipus.
Pembahasan pertama mengkaji persoalan hukum mengonsumsi cacing yang digunakan sebagai obat untuk penyakit tipus. Persoalan ini menjadi diskusi menarik karena berkaitan dengan aspek pengobatan sekaligus ketentuan hukum mengonsumsi hewan tertentu.
- Hukum adat mengubur ari-ari dan diberi lampu penerangan
Pembahasan kedua mengangkat tradisi masyarakat berupa mengubur ari-ari bayi dan memberikan lampu penerangan di tempat ari-ari tersebut dikuburkan. Para peserta mengkaji bagaimana kedudukan adat tersebut dalam perspektif hukum Islam.
- Hukum dan ketentuan pembagian daging kurban
Pokok bahasan ketiga berkaitan dengan persoalan kurban, meliputi pertanyaan apakah orang yang berkurban boleh mendapatkan bagian daging kurban lebih banyak, apakah daging kurban boleh diberikan ke luar wilayah tempat pelaksanaan kurban, serta apakah daging kurban boleh diberikan kepada non-Muslim.

Namun, pembahasan mengenai persoalan kurban tersebut akhirnya dipending karena keterbatasan waktu. Pembahasan mengenai persoalan pertama dan kedua berlangsung cukup panjang dan menarik, sehingga waktu yang tersedia tidak mencukupi untuk menyelesaikan pembahasan poin ketiga secara tuntas.
Meski demikian, Bahtsul Masail Putaran ke-3 berlangsung dengan penuh antusiasme dan suasana keilmuan yang hidup. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta untuk saling bertukar pandangan, memperdalam pemahaman keagamaan, sekaligus mencari solusi atas persoalan yang berkembang di masyarakat.
Dengan dilaksanakannya Bahtsul Masail secara berkelanjutan, MWC NU Gringsing terus berkomitmen merawat tradisi intelektual Nahdlatul Ulama dan menghadirkan kajian keagamaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
Pewarta: Kyai Hadi Ainur Rofiq (Ketua LBM)

