Senin, Februari 2, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berpartisipasi dalam Apel Kemanusiaan, PAC Batang Dorong Pelajar NU Jadi Agen Perubahan

Batang, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU & IPPNU Kecamatan Batang turut berpartisipasi dalam menyukseskan Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Jl. Veteran Alun-alun Kabupaten Batang, Kecamatan Batang, pada Minggu (01/02/2026).

Peringatan Harlah 1 Abad NU tingkat wilayah Jawa Tengah tahun 2026 ini mengusung tema “Mengabdi dengan hati, Melayani dengan aksi”. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan Apel Kemanusiaan, kemudian dilanjutkan dengan Istighosah Kubro berupa Khataman Al-Qur’an, serta Ngaji Kitab Aisyul Bahri pada pukul 20.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kaum Nahdliyyin dari berbagai penjuru Jawa Tengah.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Batang, Muhammad Alfin Imtiyaz Hakim, menyampaikan bahwa momentum satu abad NU menjadi ruang refleksi penting bagi Pelajar NU untuk meneguhkan kembali niat pengabdian dan perjuangan di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. “Melalui momentum luar biasa ini, mari kita perkuat doa agar pengabdian kita di Jamiyyyah ini diakui oleh Mbah Hasyim, sehingga kita semua layak menyandang gelar sebagai santri beliau,” tuturnya.

Menurut Alfin, peringatan Harlah 1 Abad NU tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai penguatan proses kaderisasi yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa identitas keorganisasian harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan Harlah ini turut dihadiri oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PW NU Jawa Tengah, yakni K.H. Ubaidullah Shodaqoh dan H. Abdul Ghaffar Rozin, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Wakil Bupati Batang Suyono, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PC NU Batang H. Munir Malik dan K.H. Muhammad Luthfi, serta Banom NU seperti IPNU IPPNU, Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, Ansor, Banser, Pergunu, dan LPBI dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Dalam Apel Kemanusiaan, Gus Rozin selaku pembina apel menekankan bahwa khidmah NU selalu dimulai dari hal-hal kecil dan dekat dengan kehidupan umat. “Penting bagi Pelajar NU agar aktif hadir di lingkungan sekolah, pesantren, dan masyarakat, tidak hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai penggerak yang membawa manfaat”, ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Alfin menilai kehadiran jajaran pimpinan PW NU Jawa Tengah menjadi dorongan moral yang kuat bagi Pelajar NU di tingkat PAC, khususnya di Kecamatan Batang. “Kehadiran jajaran Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah menjadi suntikan motivasi dan loyalitas bagi Pelajar NU di tingkat PAC Batang.”

Lebih lanjut, Alfin juga menyampaikan pesan kaderisasi kepada seluruh Pelajar NU bahwa momen satu abad NU mengajarkan proses berorganisasi yang tidak berhenti pada simbol, tetapi harus berakar pada nilai dan tradisi NU. “Pelajar NU dinilai memiliki peran strategis sebagai penjaga tradisi keilmuan sekaligus agen perubahan. Melalui IPNU dan IPPNU, pelajar didorong untuk menguatkan literasi keislaman, keilmuan, dan kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Tradisi pesantren yang melahirkan NU menjadi pelajaran bahwa ilmu harus dibarengi adab dan tanggung jawab sosial,” tutupnya.

Pewarta : Lutfi Maulana, Abed
Editor : Solekha

Related Articles

MEDIA SOSIAL

2,100FansSuka
1,374PengikutMengikuti
128PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles