Gringsing, NU Batang
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gringsing kembali menggelar Lailatul Ijtima’ putaran ke-10, sekaligus dalam rangka menyambut bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan berlangsung di Masjid Pancasila (YAMP), Ranting Plelen, pada Jumat malam, 14 Agustus 2026.
Kegiatan diikuti oleh jajaran pengurus MWC NU Gringsing, pengurus ranting NU se-Kecamatan Gringsing, serta warga Nahdliyin. Acara diawali dengan istighosah dan rangkaian doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan serta Mauidloh Hasanah.
Dalam sambutannya, Ketua Syuriah Ranting Plelen, Kyai Khalimi, menyampaikan Ahlan wa Sahlan kepada seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Gringsing yang hadir.
Beliau juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ putaran ke-10 di Ranting Plelen.
Sementara itu, Ketua MWC NU Gringsing, H. Akhmad Muslih, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada semua Ranting serta Lembaga Dakwah MWC NU Gringsing dan lembaga-lembaga lainnya yang selama ini telah mendukung berbagai program MWC NU Gringsing.
Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mendoakan kelancaran dan kesuksesan Muktamar NU ke-35 di Jombang, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama.
Meneladani Nabi
Acara kemudian dilanjutkan dengan Mauidloh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fadholi, S.Pd., M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para jamaah.
Pertama, beliau mengisahkan tentang Rasulullah SAW dan Sayyidah Khadijah RA, termasuk mengenai besarnya mahar yang diberikan Rasulullah SAW dalam pernikahan tersebut, sebagai gambaran tentang penghormatan dan kemuliaan dalam membangun rumah tangga.
Kedua, beliau mengingatkan jamaah agar jangan menjadi manusia “tolitu”, yakni orang yang ketika berada di depan tidak mampu berbuat apa-apa, tetapi ketika berada di belakang justru menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap orang mampu memberikan kontribusi positif dan tidak menghambat langkah kebaikan.
Ketiga, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadi orang yang solutif, yaitu mampu memberikan solusi, membantu menyelesaikan persoalan, serta menghadirkan manfaat bagi organisasi, masyarakat, dan sesama.
Rangkaian kegiatan Lailatul Ijtima’ putaran ke-10 kemudian ditutup dengan pembacaan Sholawat Nariyah secara bersama-sama yang dilanjutkan dengan doa oleh Mbah Rois Syuriah MWC NU Gringsing.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah di antara pengurus NU se-Kecamatan Gringsing, sekaligus menjadi momentum untuk menyambut bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak sholawat, doa, dan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.
Pewarta: Sayuti-Gringsing.

