Limpung, NU Batang

Satuan Pendidikan NU Batang terus mematangkan langkah penguatan mutu pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU. Setelah melakukan penjajakan kerja sama dengan Tanoto Foundation, Satuan Pendidikan NU Batang kini melengkapi program tersebut dengan penjajakan kerja sama bersama NU Online Institute–Behivee dalam pengembangan aplikasi psikotes dan asesmen siswa.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan Satuan Pendidikan NU bersama Pengurus LP Ma’arif NU dan Kepala MI, MTs, SMP, MA, SMA, dan SMK Kabupaten Batang di RM Teras Ayu, Sempu, Limpung, Senin (15/9).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari program yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya. Jika penguatan bersama Tanoto Foundation diarahkan pada peningkatan kapasitas guru dalam pembelajaran dan manajemen madrasah, kerja sama dengan NU Online Institute–Behivee diarahkan untuk melengkapi kebutuhan guru dan orang tua dalam memahami perkembangan peserta didik.

Wakabid PPSDM PCNU, Saiful Huda Shodiq, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas guru dan pengembangan sistem asesmen siswa perlu berjalan beriringan.

“Secara konsep, penguatan guru dalam pembelajaran dan manajemen madrasah akan semakin fokus dan terarah bagaimana mendampingi siswa didik dalam keseharian di lingkungan madrasah,” ujarnya.

Menurut Saiful, hasil psikotes dan asesmen nantinya diharapkan dapat membantu peserta didik memahami kekuatan dan kelemahan dirinya. Di sisi lain, guru dan orang tua juga memperoleh gambaran yang lebih utuh untuk menentukan cara pendampingan yang sesuai dengan perkembangan anak.

“Sedangkan hasil psikotes-asesmen akan membantu anak memahami kekuatan dan kelemahan dirinya. Guru dan orang tua akan lebih tepat dalam memposisikan diri di dalam mendampingi perkembangan karakter dan kompetensinya,” jelasnya.

Aplikasi tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengetahui kecenderungan siswa, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan data perkembangan peserta didik. Instrumen asesmen akan disiapkan untuk jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga tingkat atas.

Khusus bagi siswa kelas awal Madrasah Ibtidaiyah (MI), instrumen tersebut akan dilengkapi dengan aspek literasi dan numerasi. Dengan demikian, pemetaan tidak hanya melihat karakter dan potensi anak, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kemampuan dasar yang perlu mendapatkan pendampingan sejak dini.

Rencananya, setiap satuan pendidikan di lingkungan Ma’arif akan memiliki dashboard masing-masing. Dashboard tersebut nantinya menjadi basis analisis perkembangan siswa sekaligus referensi dalam pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

“Setiap satuan pendidikan di lingkungan Ma’arif nantinya akan memiliki dashboard sendiri sebagai basis analisa perkembangan dan referensi pengembangan karakter serta kompetensi siswa,” kata Saiful.

Sementara itu, dalam program penguatan kapasitas guru yang telah dijajaki bersama Tanoto Foundation, para pendidik akan mendapatkan penguatan pengetahuan pedagogis serta pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif. Materi yang disiapkan antara lain teori, praktik, refleksi, penyusunan tindak lanjut, serta pengenalan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).

Program tersebut diarahkan agar proses pembelajaran di lembaga pendidikan Ma’arif tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi semakin berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan peserta didik.

Saiful menegaskan, seluruh rangkaian program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun standar mutu pendidikan di lingkungan NU dan Ma’arif.

“Saya membayangkan kalau orang tua ingin menyekolahkan anaknya di lembaga NU atau Ma’arif, bayangannya sekolah di Ma’arif itu literasinya hebat, MIPA-nya juara, bahasa Arabnya jago. Nah, standar itu yang kita bangun,” tuturnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan harus menjadi alasan utama masyarakat memilih lembaga pendidikan Ma’arif, bukan semata-mata karena ikatan emosional atau latar belakang keluarga.

“Bukan karena kedekatan emosional, sebab bapakku atau simbahku NU, tetapi karena kualitas,” tegasnya.

Rencananya, kick off program pelatihan akan dimulai pada November mendatang. Penguatan kapasitas guru, pembenahan manajemen madrasah, serta pengembangan sistem psikotes dan asesmen diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pendidikan Ma’arif di Kabupaten Batang secara berkelanjutan.