Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

PCNU Batang Tinjau Posko Mudik Ansor-Banser, Pastikan Layanan Optimal

0
Ketua Tanfidziyah PCNU Batang, Kiai Ahmad Munir Malik saat sambutan kunjungan posko mudik di Gringsing. (Foto: LTN NU Batang)

Gringsing, NU Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang meninjau ke sejumlah posko mudik Lebaran 2026 yang didirikan oleh Gerakan Pemuda Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di berbagai titik wilayah Kabupaten Batang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Batang, Kiai Ahmad Munir Malik, mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Batang.

“Alhamdulillah, malam ini PCNU Kabupaten Batang melakukan kunjungan ke beberapa titik posko mudik tahun 2026 yang dimotori oleh GP Ansor dan Banser serta didukung penuh oleh seluruh pengurus MWCNU dan badan otonom di masing-masing wilayah,” ujarnya saat meninjau posko mudik di Kecamatan Gringsing, Selasa (17/3/2026) malam.

Ia mengapresiasi kesiapan para relawan di lapangan yang telah membagi tugas piket secara terstruktur. Menurutnya, kekompakan seluruh elemen Nahdlatul Ulama menjadi kunci keberhasilan layanan posko mudik tahun ini.

“Di posko Gringsing ini, seluruh komponen sudah siap dan mereka telah membagi jadwal piket dengan baik. Ini menunjukkan keseriusan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik,” lanjutnya.

Kiai Munir menilai keberadaan posko mudik yang didirikan oleh Ansor dan Banser bersama keluarga besar NU terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat istirahat, posko juga menjadi solusi bagi pemudik yang mengalami kendala selama perjalanan.

“Banyak pemudik yang kelelahan bisa beristirahat, bahkan ada yang menginap. Ini sangat membantu. Karena itu, kami berharap kegiatan posko mudik ini terus berjalan dan semakin baik ke depannya,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, PCNU Batang membagi kunjungan ke beberapa zona wilayah. Zona Barat meliputi rute Warungasem, Batang, Kandeman, hingga Tulis yang dilaksanakan pada Selasa malam (17/3/2026). Sementara Zona Timur mencakup Subah, Banyuputih, Gringsing, hingga Limpung pada waktu yang sama.

Adapun Zona Selatan Timur meliputi Tersono, Pecalungan, Reban, dan Bawang, serta Zona Selatan Barat mencakup Wonotunggal, Bandar, dan Blado, yang dijadwalkan pada Rabu malam (18/3/2026).

Tebar Kebaikan, IPNU IPPNU Ujungnegoro Berbagi Takjil

0

Kandeman, NU Batang
Ramadhan menjadi momentum bagi IPNU dan IPPNU Desa Ujungnegoro untuk menebar kebaikan melalui aksi berbagi takjil kepada masyarakat di jalanan. Kegiatan ini dilaksanakan di pertigaan SDN Ujungnegoro 01 dengan menyasar para pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, mobil, hingga pejalan kaki.

Aksi sosial tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin digelar setiap bulan suci sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus upaya menanamkan nilai dermawan dan empati di kalangan kader. Para anggota tampak antusias membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Takjil yang dibagikan merupakan hasil dari pengelolaan Pasar Ramadhan yang diselenggarakan sejak 19 Februari hingga 15 Maret 2026. Dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut kemudian dialokasikan untuk berbagai aksi sosial, salah satunya pembagian takjil gratis ini.

Selain memberi manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi para kader IPNU dan IPPNU dalam membangun kerja sama, tanggung jawab, serta memperkuat kekompakan organisasi. Keterlibatan langsung di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan semangat pengabdian kepada lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, IPNU dan IPPNU Desa Ujungnegoro berharap tradisi berbagi takjil dapat terus berlangsung secara konsisten dan berkembang setiap tahun, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berpartisipasi dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan.

Pewarta : Shinta Ayu Asmara

PC GP Ansor Batang Sambangi Posko Mudik, Apresiasi Kinerja Banser

0
Kasatkorcab Banser Batang, Amin Prayitno (memegang mic) saat sambutan kunjungan posko mudik PAC GP Ansor Warungasem. (Foto: Infokom)

Batang, NU Batang

Guna memastikan pelayanan optimal bagi pemudik, jajaran Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Batang menyambangi  sejumlah posko mudik yang telah didirikan kader di berbagai titik strategis tiap kecamatan.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Batang, Amin Prayitno, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran di tingkat kecamatan yang telah melaksanakan instruksi pendirian posko mudik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Satkoryon di masing-masing kecamatan yang sudah bergerak mendirikan posko. Ini bentuk khidmah nyata untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, H Muhammad Tolkhah Danial, mengatakan pihaknya telah mendirikan 16 posko mudik yang tersebar di sejumlah jalur strategis. Posko tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Batang.

“Alhamdulillah, dari 16 titik posko mudik yang kami dirikan, di beberapa lokasi sudah ada pemudik yang singgah untuk beristirahat, bahkan ada yang sampai menginap,” ujarnya.

Ia mempersilakan para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Menurutnya, posko Ansor dan Banser terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan tempat istirahat selama perjalanan.

“Monggo, bagi para pemudik yang melintas di Kabupaten Batang, bisa singgah atau menginap di posko-posko kami. Insya Allah sudah kami siapkan fasilitasnya,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan mudik. Para pemudik diimbau tidak memaksakan diri jika lelah di jalan.

“Kami berharap para pemudik tetap berhati-hati. Panjenengan semua ditunggu keluarga di rumah, jadi keselamatan harus diutamakan,” pesannya.

Ketua PAC GP Ansor Warungasem, M Sofan, mengaku senang atas kunjungan yang dilakukan oleh pengurus cabang ke posko yang mereka dirikan.

“Kami merasa senang dan termotivasi dengan adanya kunjungan ini. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik,” ujarnya.

Banser Limpung Dirikan Posko Mudik H-7 Lebaran

0
Banser Limpung

Limpung, NU Batang
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Limpung akan mendirikan Posko Mudik Lebaran 2026 mulai H-7 Idul Fitri. Posko tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Selasa, 17 Maret 2026, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan pemudik yang melintas di wilayah Limpung.

Kasatkoryon Banser Limpung, Leo Achmad, menyampaikan bahwa pendirian posko mudik ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi dengan Kasatkorcab Banser, serta koordinasi bersama Ketua Tanfidziyah MWC NU Limpung dan Camat Limpung.

“Posko mudik ini menjadi bagian dari pelayanan Banser kepada masyarakat, khususnya dalam membantu kelancaran arus mudik serta memberikan rasa aman bagi para pemudik,” ujarnya dalam instruksi kepada jajaran Banser se-Kecamatan Limpung.

Seremonial pembukaan posko sekaligus sambangan dari pengurus cabang akan dilaksanakan pada Selasa malam, 17 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, seluruh Kasatkorkel bersama unit khusus diminta hadir dengan mengenakan seragam PDL lengkap.

Dalam pengoperasian posko mudik tahun ini, Banser Limpung juga melibatkan berbagai badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama di wilayah Limpung serta anggota Pramuka yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU Limpung.

Adapun Koordinator Operasional (Kaops) Posko Mudik Banser 2026 ditunjuk kepada Sahabat Parjo Gunawan, yang juga diminta menyusun rencana kerja dan melaporkannya kepada Kasetma.

Untuk mendukung kelancaran pelayanan, Banser juga menyiapkan jadwal piket bagi setiap Satkorkel di wilayah Kecamatan Limpung yang akan bertugas secara bergiliran mulai pagi hingga sore hari.

Selain itu, posko juga menyediakan buka puasa bersama serta konsumsi bagi para petugas yang berjaga pada malam hari. Khusus untuk shift malam tidak dijadwalkan secara khusus, namun seluruh anggota Banser diharapkan dapat turut hadir dan meramaikan posko.

Sementara itu, pada malam takbiran, seluruh Satkorkel diminta mengoptimalkan pengamanan di wilayah masing-masing, terutama apabila terdapat kegiatan pawai obor. Setelah kegiatan di wilayah selesai, anggota diharapkan dapat bergabung dalam pengamanan malam takbiran di pusat Kecamatan Limpung.

Ketua PAC GP Ansor Limpung, Akhmad Maskon, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Posko Mudik Banser tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari khidmah Ansor dan Banser kepada masyarakat, khususnya pada momentum mudik Lebaran.

“Banser selalu siap hadir untuk membantu masyarakat, termasuk dalam pengamanan dan pelayanan saat arus mudik maupun malam takbiran,” ujarnya.

Ia berharap posko mudik ini dapat membantu menciptakan suasana mudik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang melintasi wilayah Kecamatan Limpung.

Berikut jadwal piket Posko Banser Kecamatan Limpung 2026
Selasa, 17 Maret 2026
09.00 – 12.00
Satkorkel Banser Sidomulyo
Satkorkel Banser Sukorejo
12.00 – 15.00
Satkorkel Banser Plumbon
Satkorkel Banser Rowosari
15.00 – 18.00
Satkorkel Banser Babadan
Satkorkel Banser Sempu

Rabu, 18 Maret 2026
09.00 – 12.00
Satkorkel Banser Lobang
Satkorkel Banser Ngaliyan
12.00 – 15.00
Satkorkel Banser Kalisalak
Satkorkel Banser Amongrogo
15.00 – 18.00
Satkorkel Banser Pungangan
Satkorkel Banser Dlisen

Kamis,19 Maret 2026
09.00-12.00
Satkorkel Banser Limpung
Satkorkel Banser Wonokerso
12.00 – 15.00
Satkorkel Banser Tembok
Satkorkel Banser Donorejo
15.00-18.00
Satkorkel Banser Kepuh

Jika lebaran hari Sabtu
Jumat, 20 Maret 2026
09.00 – 12.00
Semua Satkorkel yang jaga hari Selasa
12.00 – 15.00
Semua Satkorkel yang jaga hari Rabu
15.00 – 18.00
Semua Satkorkel yang jaga hari Kamis

PCNU Batang Gelar Darul Falah Syiar Ramadhan Bersama Ning Inayah Wahid

0
PCNU Batang dan Yayasan Darul Falah gelar Syiar Ramadhan 1447 H sekaligus Santunan Kaum Dhuafa dan Pembagian Zakat bersama Ning Inayah Wahid di Gringsing, Batang, pada Senin (9/3/2026)

Batang, NU Batang

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang dan Yayasan Darul Falah menggelar kegiatan Darul Falah Syiar Ramadhan 1447 H sekaligus Santunan Kaum Dhuafa dan Pembagian Zakat bersama Inayah Wahid dengan tema, “Kelirumologi Spiritual Ramadhan di Era Postmodern”, di Masjid Darul Falah Sidosari, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Senin (9/3/2026).

Kegiatan diawali dengan festival santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), khotmil Qur’an, santunan bagi kaum dhuafa, serta penyerahan zakat dari wakif masjid Haji Iswanto dan Wahyu Wulandari sebanyak 2 ton beras serta 150 paket sembako.

Ning Inayah Wahid menyoroti kesalahpahaman publik tentang puasa Ramadhan. Menurutnya, banyak orang menganggap puasa berat hanya karena menahan lapar dan haus, bahkan memandang Ramadhan sebagai bentuk pembatasan.

“Padahal Ramadhan bukan limitasi, tetapi justru pembebasan. Kita belajar membebaskan diri dari nafsu dan keinginan sesaat serta menguatkan nilai kesabaran dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Islam merupakan agama pembebasan yang mendorong umatnya untuk turut membebaskan sesama dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakpedulian. Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kebijakan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid, yang mengembalikan kebebasan masyarakat Tionghoa merayakan Imlek secara terbuka di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh nyata semangat pembebasan dalam kehidupan berbangsa.

“Kalau ada yang mengatakan Indonesia gelap, yang dimaksud bukan masyarakatnya, tetapi hubungan antara negara dan rakyatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Batang, Ahmad Munir Malik bersyukur selama dua tahun terakhir selalu dihadiri keluarga besar Abdurrahman Wahid. Tahun sebelumnya, berkesempatan sahur bersama Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

“Tahun lalu kita sahur bersama Ibu Sinta Nuriyah. Kali ini kita bersama putri bungsu beliau, Mbak Inayah. Kalau Ibu Sinta itu ibunya negara, maka Mbak Inayah ini anak negara,” ujarnya.

Munir menjelaskan, rangkaian kegiatan Syiar Darul Falah telah dimulai sejak siang hari dengan Festival Santri TPQ sebagai upaya menumbuhkan semangat generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Ke depan, pihaknya berharap kawasan Masjid Darul Falah tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi pusat pendidikan dari jenjang usia dini hingga pendidikan yang lebih tinggi.

Ia menambahkan, lokasi masjid yang berada di sekitar kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang menjadikannya strategis sebagai benteng nilai bagi masyarakat di tengah pesatnya arus industrialisasi.

“Industrialisasi tentu membawa dampak sosial dan budaya. Karena itu kita perlu menyiapkan benteng nilai dan pendidikan agar generasi kita tetap kuat memegang Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

Munir juga mengajak masyarakat Sidosari, Ketanggan, dan sekitarnya untuk bersama-sama mendukung pengembangan kawasan tersebut sebagai pusat penguatan nilai-nilai keislaman. Ia berharap kehadiran Ning Inayah dapat mengobati kerinduan masyarakat kepada sosok Gus Dur sekaligus menjadi penguat harapan bagi kondisi bangsa ke depan.

“Semoga wejangan dari Mbak Inayah malam ini dapat mengobati kerinduan kita kepada Gus Dur dan menjadi doa bersama agar kondisi negara dan dunia semakin membaik,” pungkasnya.

Editor: Septy Aisah

PR IPNU IPPNU Ujungnegoro Dongkrak Ekonomi Desa Lewat Pasar Ramadhan

0
Sejumlah panitia berfoto bersama di gerbang Pasar Ramadhan Ujungnegoro 2026

Kandeman, NU Batang
Bukan cuma soal ibadah tapi juga soal berdaya bersama, PR IPNU dan IPPNU Desa Ujungnegoro sukses menggerakkan roda ekonomi desa lewat Pasar Ramadhan. Dari warga, oleh warga, dan untuk warga. UMKM Desa Ujungnegoro makin eksis dan makin laris.

IPNU dan IPPNU Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, menyambut bulan suci Ramadhan 2026 dengan menggelar Bazar Ramadhan. Menjadikan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan oleh IPNU dan IPPNU Ujungengoro, didukung oleh Pemerintah Desa Ujungengoro, Karangtaruna Ujungnegoro, Dan PT. Bimashena Power Indonesia (BPI).

Acara ini digelar guna memeriahkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha. Acara ini berpusat di Jl. Budi Arifin Desa Ujungnegoro khususnya di depan SD Negeri Ujungnegoro. Kegiatan ini dimulai Pukul 15.00 WIB sampai Pukul 18.00 WIB setiap harinya, pada tanggal 19 Februari 2026 sampai 18 Maret 2026.

Ketua IPNU Ujungnegoro, Abdi Setyo F menjelaskan, Bazar Ramadhan khususnya adalah pasar di bulan Ramadhan yang di mulai dari 15.30 WIB hingga selesai.

“Jadi Sebagai panitia kita tidak mau memberhentikan batas waktu dagang mereka. Yang di khawatirkan jika ada pedagang yang belum habis daganganya dan kita cut akan terkesan tidak etis,” ujar Abdi.

Menurut Abdi tujuan Bazar Ramadhan untuk meningkatkan UMKM Desa Ujungnegoro dan juga mempermudah masyarakat dalam mencari takjil untuk bekal buka puasa, hal ini juga di dukung penuh oleh jajaran perangkat desa Ujungnegoro agar berjalan dengan sukses dan maksimal sesuai sarankan oleh Ibu Kepala Desa Ujungnegoro Ibu Absah Erviana S. H. Saat pengurus IPNU & IPPNU silaturahmi di kediaman beliau.

Sementara Imam Wicaksono, sebagai ketua pelaksana menyampaikan,

Bazar Ramadhan adalah pameran dagang yang diselenggarakan khusus selama bulan suci Ramadhan. Bazar ini menyediakan takjil, lauk-pauk dan lain sebagainya. Bazar ini hanya ada di bulan puasa dan melibatkan warga lokal sebagai pedagangnya. Tujuan nya yaitu mendongkrak perputaran ekonomi desa lewat UMKM yang ada di desa Ujungnegoro agar lebih baik dan menciptakan suasana Ramadhan yang semarak.

Program-program positif yang dilakukan sebagai langkah terpadu PR IPNU dan IPPNU Desa Ujungnegoro dalam mendorong UMKM dan meningkatkan perekonomian Desa Ujungnegoro meciptakan rasa antusias bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci ramadhan tahun ini. Harapannya kedepan agar program ini berjalan setiap tahunnya agar bisa menjadi bentuk kolaborasi antara IPNU dan IPPNU, Pemuda, Pemerintah Desa dan juga Elemen masyarakat lainnya agar bisa terwujud Ujungnegoro Hebat.

Pewarta: Shinta Ayu Asmara

Pengurus PC GP Ansor Batang Dikukuhkan, Gus Tolkhah: Komunikasi Kunci Jalannya Organisasi

0
Pengukuhan pengurus PC GP Ansor Kabupaten Batang pada Rabu (4/3/2026). (Foto: Infokom Batang/Adib)

Bawang, NU Batang
Komunikasi dan silaturahmi menjadi kunci jalannya organisasi. Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batang, Gus H. Muhammad Tolkhah Danial, saat pengukuhan pengurus yang digelar di Aula MWCNU Bawang, pada Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, organisasi akan berjalan baik jika antar pengurus mampu menjaga komunikasi dan menjalin silaturahmi. Ia mengingatkan seluruh kader Ansor untuk terus membangun koordinasi demi kelancaran program organisasi.

“Kedepan kita harus betul-betul menjaga komunikasi, silaturahim agar program kita berjalan lancar. Salah satunya dengan silaturahim dan jaga komunikasi dengan baik,” ujar Gus Tolkhah.

Gus Tolkhah juga menyampaikan bahwa setiap dinamika organisasi di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu di tingkat masing-masing. Dengan demikian, persoalan yang muncul dapat ditangani secara bijak tanpa harus melebar ke tingkat yang lebih tinggi.

“Jika di PAC masing-masing ada persoalan silahkan diselesaikan di tingkat PAC,” ungkapnya.

Kegiatan pengukuhan ini turut meliputi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, departemen-departemen, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor, Badan Pengembangan Agromaritim, serta Badan Usaha Milik Ansor (BUMA).

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PC GP Ansor Batang, Hamam Nasrudin, membacakan surat keputusan kepengurusan sebagai tanda resmi dikukuhkannya jajaran pengurus baru. Ia berharap pengurus dapat menjalankan tugas dan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

MA Takhassus Al Sya’iriyah Raih Komisariat Unggulan SLTA se-Kabupaten Batang

0

“MA Takhassus Al Sya’iriyah kembali menorehkan prestasi gemilang dalam Forum Komunikasi Pimpinan Komisariat SLTA se-Kabupaten Batang. Melalui PK IPNU IPPNU, mereka berhasil meraih penghargaan sebagai Komisariat Unggulan Tingkat SLTA PC IPNU IPPNU Kabupaten Batang.

Penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen MA Takhassus Al Sya’iriyah dalam mengembangkan potensi pelajar dan meningkatkan kualitas kader IPNU IPPNU. Hal ini juga didukung dengan kegiatan TOT yang diselenggarakan oleh PW IPNU IPPNU Jateng bersama LP Maarif NU Jawa Tengah, sehingga Kabupaten Batang telah memiliki pembina IPNU IPPNU yang bersertifikasi, yakni Pembina PK IPNU IPPNU MA Takhassus Al Sya’iriyah, Bapak Agit Suharyanto, S. Pd, dan MA Sunan Kalijaga Bawang, Bapak Miftahul Adib, S.E.

“Kami berkomitmen untuk memfasilitasi komisariat-komisariat agar bisa mengikuti TOT,” kata Rekanita Ita Qolimatul Ilmiyah dalam sambutannya saat pembukaan FKPK. PK IPNU IPPNU MA Takhassus Al Sya’iriyah sebelumnya juga sudah menjadi komisariat percontohan oleh PW IPNU IPPNU Jawa Tengah, dari 738 komisariat tingkat SLTA se-Jawa Tengah.

Komisariat MA Takhassus Al Sya’iriyah memiliki beberapa program unggulan, di antaranya Bakti Komisariat, FGD, dan merupakan komisariat satu-satunya di Kabupaten Batang yang sudah mengaktifkan Dewan Koordinasi Komisariat (DKK), Corp Brigade Pembangunan (CBP), dan Korp Pelajar Putri (KPP). Hal inilah yang menjadi daya tarik di komisariat MA Takhassus Al Sya’iriyah.

Pewarta: Media Pelajar

Penandatanganan MoU Warnai Pembentukan FKPK IPNU & IPPNU Batang, Perkuat Basis Komisariat di Sekolah

0

Batang, NU Batang

Departemen Jaringan Sekolah dan Pesantren (JSP) Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang menggelar pembentukan Forum Komunikasi Pimpinan Komisariat (FKPK) yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), di Aula Kecamatan Pecalungan, pada Sabtu, (14/02/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan bersama tiga lembaga strategis di lingkungan Nahdlatul Ulama, yakni LP Ma’arif NU, LPTNU, dan RMI NU. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan komisariat di satuan pendidikan serta dukungan akses program, termasuk penyaluran beasiswa bagi kader.

Wakil Ketua Departemen JSP PC IPPNU Kabupaten Batang, Intan Noviana dalam sesi wawancaranya menjelaskan bahwa langkah strategis JSP mencakup dua fokus utama, yakni pembentukan FKPK dan penguatan kelembagaan melalui MoU. “Langkah JSP ada dua, yaitu pembentukan FKPK dan penandatanganan MoU. FKPK ini sebenarnya sudah menjadi program kerja sejak kepengurusan sebelumnya, tetapi saat itu baru sebatas forum daring. Hari ini kami siasati dengan membentuk FKPK secara offline sekaligus menyusun struktur kepengurusannya,” ujar Intan.

Ia menambahkan bahwa struktur FKPK terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, serta koordinator per zona. “Ketika sudah ada struktur dan pembagian zona, akses komunikasi menjadi lebih mudah. Ada penanggung jawab di masing-masing wilayah, sehingga penyampaian informasi maupun penyelesaian persoalan komisariat bisa lebih cepat dan terarah,” jelasnya.

Terkait MoU, Intan menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat keberadaan komisariat di sekolah-sekolah naungan LP Ma’arif NU serta mendukung kegiatan kader di tingkat SLTP dan SLTA. “Melalui MoU ini, kami ingin dukungan optimalisasi pembentukan komisariat di sekolah-sekolah LP Ma’arif, sekaligus memastikan program seperti beasiswa dari PCNU, LP Ma’arif, dan LPTNU bisa terserap langsung oleh kader IPNU dan IPPNU di tingkat komisariat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Departemen JSP PC IPNU Kabupaten Batang, Ahmad Fatkhurohman, menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak semata berorientasi pada beasiswa. “Bukan hanya untuk penyaluran beasiswa. Kita harus ingat bahwa basis gerakan kita ada di sekolah, dan yang menggarap itu adalah komisariat. Maka komisariat harus diperkuat dalam berbagai sektor dan aspek,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan FKPK merupakan bagian dari tahapan panjang yang telah disiapkan, mulai dari program Sambang Komisariat (Samsat) Keliling untuk penyelarasan administrasi dan kaderisasi, pembagian empat zona koordinasi, hingga pelaksanaan Training of Trainer (TOT). “Setelah Samsat keliling berjalan, kita lanjutkan dengan penguatan SDM PAC melalui TOT. Goal-nya adalah FKPK ini sebagai wadah komunikasi antar komisariat agar koordinasi lebih rapi dan terstruktur,” ujarnya.

Ahmad Fatkhurohman atau yang biasa disapa Maman itu juga menyampaikan hasil diskusi dengan LP Ma’arif NU terkait penguatan komisariat di sekolah. “LP Ma’arif menginginkan semua sekolah di bawah naungannya memiliki komisariat. Maka kita harus menunjukkan bahwa komisariat punya dampak dan wadah yang jelas bagi kader di dalamnya, sehingga kepala satuan pendidikan memiliki kepercayaan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran PCNU Kabupaten Batang, perwakilan RMI PCNU Batang KH. Miftach Ridho, perwakilan LP Ma’arif PCNU Batang Romadi, M.Pd, Camat Pecalungan Adhi Baskoro, S.STp., M.Si., serta perwakilan LPTNU Ali Muhtarom. Hadir pula alumni Diklat Pembina Komisariat yang diselenggarakan oleh PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah. Pada kesempatan itu diberikan penghargaan kepada PK unggulan di Kabupaten Batang yang sebelumnya menjadi percontohan sekaligus pilot project PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah.

Kontributor : Solekha

Seminar Konseling LKPP, Tekankan Pentingnya Pemahaman Diri bagi Pelajar

0

Pecalungan, NU Batang

Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP) PC IPPNU Kabupaten Batang menyelenggarakan Seminar Konseling dengan mengusung tema “Pelajar Hebat, Mental Sehat” pada Sabtu (14/02/2026) di Aula Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.

Kegiatan ini menghadirkan Sabrina Durrah sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Sabrina menekankan pentingnya pemahaman diri sebagai fondasi kesehatan mental pelajar, khususnya bagi kader organisasi. “Ada satu perkara yang susahnya melebihi matematika, yaitu memahami diri sendiri. Ketika kita tidak mengenal diri, kita mudah lelah, mudah overthinking, bahkan kehilangan motivasi,” ujar Sabrina dalam sesi materi.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental adalah kondisi ketika seseorang mampu mengelola emosi, berpikir jernih, menjalin hubungan sosial yang sehat, serta menghadapi tekanan hidup dengan seimbang. “Remaja adalah masa pencarian jati diri. Banyak yang aktif di sekolah dan organisasi, tetapi lupa menjaga keseimbangan mentalnya. Padahal menjaga diri itu bagian dari menjaga amanah,” tambahnya.

Dalam paparannya yang bersumber dari materi presentasi (PPT), Sabrina juga memaparkan tanda-tanda mental health terganggu pada remaja, seperti mudah marah atau sedih berlebihan, menarik diri dari lingkungan sosial, overthinking, hingga merasa tidak berharga. Ia menegaskan pentingnya manajemen waktu, komunikasi terbuka, serta self-care seperti istirahat cukup dan membatasi penggunaan media sosial.

Direktur LKPP PC IPPNU Kabupaten Batang, Lutfiyah Azizah, dalam sesi wawancaranya menyampaikan bahwa tidak semua remaja telah selesai dengan dirinya sendiri. “Tidak semua anak sudah selesai dengan dirinya, apalagi yang masih berusia 15 tahunan. Bahkan tidak semuanya paham apa itu kesehatan mental,” kata Lutfiyah.

Ia menjelaskan, pemahaman tentang diri dan kesehatan mental penting agar pelajar mampu bertanggung jawab atas keputusan, ucapan, dan tindakan mereka. “Harapannya ketika mereka paham tentang dirinya, mereka bisa lebih sadar dalam bersikap. Dampaknya, mereka lebih bertanggung jawab di organisasi, mampu memanusiakan manusia, serta memahami etika dan sopan santun,” lanjutnya.

Menurutnya, kesempurnaan bukanlah target utama dalam proses ini, melainkan perbaikan diri secara bertahap. “Kita tidak bisa menuntut 100 persen sempurna karena kita manusia biasa. Tapi paling tidak, setiap individu paham dan mampu melakukan yang terbaik, minimal untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Lutfiyah juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan mental sejak usia sekolah. “Kalau bisa sejak dini, bahkan dari pola asuh orang tua. Namun dengan berbagai keterbatasan komunikasi dan pemahaman, setidaknya usia SMA sudah cukup untuk mulai memahami dasar-dasar psikologi manusia dan melakukan introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik,” tutupnya.

Pewarta : Solekha