Kamis, Maret 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

MA Takhassus Al Sya’iriyah Raih Komisariat Unggulan SLTA se-Kabupaten Batang

0

“MA Takhassus Al Sya’iriyah kembali menorehkan prestasi gemilang dalam Forum Komunikasi Pimpinan Komisariat SLTA se-Kabupaten Batang. Melalui PK IPNU IPPNU, mereka berhasil meraih penghargaan sebagai Komisariat Unggulan Tingkat SLTA PC IPNU IPPNU Kabupaten Batang.

Penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen MA Takhassus Al Sya’iriyah dalam mengembangkan potensi pelajar dan meningkatkan kualitas kader IPNU IPPNU. Hal ini juga didukung dengan kegiatan TOT yang diselenggarakan oleh PW IPNU IPPNU Jateng bersama LP Maarif NU Jawa Tengah, sehingga Kabupaten Batang telah memiliki pembina IPNU IPPNU yang bersertifikasi, yakni Pembina PK IPNU IPPNU MA Takhassus Al Sya’iriyah, Bapak Agit Suharyanto, S. Pd, dan MA Sunan Kalijaga Bawang, Bapak Miftahul Adib, S.E.

“Kami berkomitmen untuk memfasilitasi komisariat-komisariat agar bisa mengikuti TOT,” kata Rekanita Ita Qolimatul Ilmiyah dalam sambutannya saat pembukaan FKPK. PK IPNU IPPNU MA Takhassus Al Sya’iriyah sebelumnya juga sudah menjadi komisariat percontohan oleh PW IPNU IPPNU Jawa Tengah, dari 738 komisariat tingkat SLTA se-Jawa Tengah.

Komisariat MA Takhassus Al Sya’iriyah memiliki beberapa program unggulan, di antaranya Bakti Komisariat, FGD, dan merupakan komisariat satu-satunya di Kabupaten Batang yang sudah mengaktifkan Dewan Koordinasi Komisariat (DKK), Corp Brigade Pembangunan (CBP), dan Korp Pelajar Putri (KPP). Hal inilah yang menjadi daya tarik di komisariat MA Takhassus Al Sya’iriyah.

Pewarta: Media Pelajar

Penandatanganan MoU Warnai Pembentukan FKPK IPNU & IPPNU Batang, Perkuat Basis Komisariat di Sekolah

0

Batang, NU Batang

Departemen Jaringan Sekolah dan Pesantren (JSP) Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang menggelar pembentukan Forum Komunikasi Pimpinan Komisariat (FKPK) yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), di Aula Kecamatan Pecalungan, pada Sabtu, (14/02/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan bersama tiga lembaga strategis di lingkungan Nahdlatul Ulama, yakni LP Ma’arif NU, LPTNU, dan RMI NU. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan komisariat di satuan pendidikan serta dukungan akses program, termasuk penyaluran beasiswa bagi kader.

Wakil Ketua Departemen JSP PC IPPNU Kabupaten Batang, Intan Noviana dalam sesi wawancaranya menjelaskan bahwa langkah strategis JSP mencakup dua fokus utama, yakni pembentukan FKPK dan penguatan kelembagaan melalui MoU. “Langkah JSP ada dua, yaitu pembentukan FKPK dan penandatanganan MoU. FKPK ini sebenarnya sudah menjadi program kerja sejak kepengurusan sebelumnya, tetapi saat itu baru sebatas forum daring. Hari ini kami siasati dengan membentuk FKPK secara offline sekaligus menyusun struktur kepengurusannya,” ujar Intan.

Ia menambahkan bahwa struktur FKPK terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, serta koordinator per zona. “Ketika sudah ada struktur dan pembagian zona, akses komunikasi menjadi lebih mudah. Ada penanggung jawab di masing-masing wilayah, sehingga penyampaian informasi maupun penyelesaian persoalan komisariat bisa lebih cepat dan terarah,” jelasnya.

Terkait MoU, Intan menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat keberadaan komisariat di sekolah-sekolah naungan LP Ma’arif NU serta mendukung kegiatan kader di tingkat SLTP dan SLTA. “Melalui MoU ini, kami ingin dukungan optimalisasi pembentukan komisariat di sekolah-sekolah LP Ma’arif, sekaligus memastikan program seperti beasiswa dari PCNU, LP Ma’arif, dan LPTNU bisa terserap langsung oleh kader IPNU dan IPPNU di tingkat komisariat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Departemen JSP PC IPNU Kabupaten Batang, Ahmad Fatkhurohman, menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak semata berorientasi pada beasiswa. “Bukan hanya untuk penyaluran beasiswa. Kita harus ingat bahwa basis gerakan kita ada di sekolah, dan yang menggarap itu adalah komisariat. Maka komisariat harus diperkuat dalam berbagai sektor dan aspek,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan FKPK merupakan bagian dari tahapan panjang yang telah disiapkan, mulai dari program Sambang Komisariat (Samsat) Keliling untuk penyelarasan administrasi dan kaderisasi, pembagian empat zona koordinasi, hingga pelaksanaan Training of Trainer (TOT). “Setelah Samsat keliling berjalan, kita lanjutkan dengan penguatan SDM PAC melalui TOT. Goal-nya adalah FKPK ini sebagai wadah komunikasi antar komisariat agar koordinasi lebih rapi dan terstruktur,” ujarnya.

Ahmad Fatkhurohman atau yang biasa disapa Maman itu juga menyampaikan hasil diskusi dengan LP Ma’arif NU terkait penguatan komisariat di sekolah. “LP Ma’arif menginginkan semua sekolah di bawah naungannya memiliki komisariat. Maka kita harus menunjukkan bahwa komisariat punya dampak dan wadah yang jelas bagi kader di dalamnya, sehingga kepala satuan pendidikan memiliki kepercayaan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran PCNU Kabupaten Batang, perwakilan RMI PCNU Batang KH. Miftach Ridho, perwakilan LP Ma’arif PCNU Batang Romadi, M.Pd, Camat Pecalungan Adhi Baskoro, S.STp., M.Si., serta perwakilan LPTNU Ali Muhtarom. Hadir pula alumni Diklat Pembina Komisariat yang diselenggarakan oleh PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah. Pada kesempatan itu diberikan penghargaan kepada PK unggulan di Kabupaten Batang yang sebelumnya menjadi percontohan sekaligus pilot project PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah.

Kontributor : Solekha

Seminar Konseling LKPP, Tekankan Pentingnya Pemahaman Diri bagi Pelajar

0

Pecalungan, NU Batang

Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP) PC IPPNU Kabupaten Batang menyelenggarakan Seminar Konseling dengan mengusung tema “Pelajar Hebat, Mental Sehat” pada Sabtu (14/02/2026) di Aula Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.

Kegiatan ini menghadirkan Sabrina Durrah sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Sabrina menekankan pentingnya pemahaman diri sebagai fondasi kesehatan mental pelajar, khususnya bagi kader organisasi. “Ada satu perkara yang susahnya melebihi matematika, yaitu memahami diri sendiri. Ketika kita tidak mengenal diri, kita mudah lelah, mudah overthinking, bahkan kehilangan motivasi,” ujar Sabrina dalam sesi materi.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental adalah kondisi ketika seseorang mampu mengelola emosi, berpikir jernih, menjalin hubungan sosial yang sehat, serta menghadapi tekanan hidup dengan seimbang. “Remaja adalah masa pencarian jati diri. Banyak yang aktif di sekolah dan organisasi, tetapi lupa menjaga keseimbangan mentalnya. Padahal menjaga diri itu bagian dari menjaga amanah,” tambahnya.

Dalam paparannya yang bersumber dari materi presentasi (PPT), Sabrina juga memaparkan tanda-tanda mental health terganggu pada remaja, seperti mudah marah atau sedih berlebihan, menarik diri dari lingkungan sosial, overthinking, hingga merasa tidak berharga. Ia menegaskan pentingnya manajemen waktu, komunikasi terbuka, serta self-care seperti istirahat cukup dan membatasi penggunaan media sosial.

Direktur LKPP PC IPPNU Kabupaten Batang, Lutfiyah Azizah, dalam sesi wawancaranya menyampaikan bahwa tidak semua remaja telah selesai dengan dirinya sendiri. “Tidak semua anak sudah selesai dengan dirinya, apalagi yang masih berusia 15 tahunan. Bahkan tidak semuanya paham apa itu kesehatan mental,” kata Lutfiyah.

Ia menjelaskan, pemahaman tentang diri dan kesehatan mental penting agar pelajar mampu bertanggung jawab atas keputusan, ucapan, dan tindakan mereka. “Harapannya ketika mereka paham tentang dirinya, mereka bisa lebih sadar dalam bersikap. Dampaknya, mereka lebih bertanggung jawab di organisasi, mampu memanusiakan manusia, serta memahami etika dan sopan santun,” lanjutnya.

Menurutnya, kesempurnaan bukanlah target utama dalam proses ini, melainkan perbaikan diri secara bertahap. “Kita tidak bisa menuntut 100 persen sempurna karena kita manusia biasa. Tapi paling tidak, setiap individu paham dan mampu melakukan yang terbaik, minimal untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Lutfiyah juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan mental sejak usia sekolah. “Kalau bisa sejak dini, bahkan dari pola asuh orang tua. Namun dengan berbagai keterbatasan komunikasi dan pemahaman, setidaknya usia SMA sudah cukup untuk mulai memahami dasar-dasar psikologi manusia dan melakukan introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik,” tutupnya.

Pewarta : Solekha

Perkuat Konsolidasi, PAC IPNU & IPPNU Warungasem Gelar Rapimancab 2026

0

Warungasem, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Warungasem menyelenggarakan Rapat Pimpinan Anak Cabang (Rapimancab) pada Sabtu (14/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula MTs Wahid Hasyim Warungasem ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PAC, serta perwakilan Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Warungasem.

Ketua Organizing Committee (OC), Rekanita Kariematul Azmi, menjelaskan makna dibalik tema kegiatan Rapimancab ini. “Rembug Guyub, Nglangkah Selaras memiliki makna musyawarah dengan rukun, melangkah dengan serasi. Hal ini memiliki maksud agar langkah organisasi bisa terarah,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya forum ini bisa menjadi tempat untuk saling mencurahkan ide dan gagasan agar khidmah lebih terarah. “Rapimancab ini adalah ruang diskusi dan evaluasi, kami berusaha untuk menciptakan suasana musyawarah yang agar langkah kita dari PAC hingga ranting menjadi selaras dan berada dalam satu frekuensi,” ungkap Karin sapaan akrabnya.

Ketua PAC IPNU Warungasem, Rekan M. Zidni Mufid, menekankan bahwa forum ini merupakan ruang krusial untuk konsolidasi agenda organisasi. “Ruang ini adalah tepat untuk mensosialisasikan program kerja dan agenda selama satu periode kepengurusan kami kepada seluruh ranting dengan harapan agar kita bisa saling bersinergi dan lebih progresif kedepannya”, ucapnya kepada tim LTN NU Warungasem.

“Progresivitas PAC IPNU dan IPPNU Warungasem hanya bisa tercapai jika ada dukungan timbal balik antara anak cabang dan ranting,” imbuh Zidni.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya tertib administrasi. Jajaran pengurus harian tengah menghimpun masa kepengurusan di setiap ranting yang tercantum dalam Surat Pengesahan (SP). “Dengan tertibnya administrasi, pola regenerasi estafet kepemimpinan dapat berjalan tepat waktu dan terukur, sehingga bukan hanya sekedar formalitas belaka namun esensi dapat setiap kepengurusan pun dapat dirasakan oleh semua anggota”, tegasnya.

Pewarta : Abed dan Athi’

Tingkatkan Standar, NU Peduli Batang Rapikan SOP Layanan Kebencanaan

0
Ketua NU Peduli Batang Maskur tengah menjelaskan pentingnya perapian Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam meningkatkan pelayanan kebencana-an di lingkungan NU Kabupaten Batang

Limpung, NU BATANG
Banyaknya bencana yang terjadi di Kabupaten Batang akhir-akhir ini, membuat tim penanganan kebencana-an NU Peduli Batang untuk melakukan koordinasi yang solid guna memastikan respons cepat, tepat sasaran, dan akuntabilitas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Menimbang hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang melalui tim NU Peduli mulai menyusun SOP sebagai panduan standar operasional yang dijadikan sebagai dasar untuk mengelola respons kemanusiaan, kebencana-an, serta sosial secara terstruktur, cepat, dan terkoordinir.

“Salah satu upaya dalam menyusun SOP ini, kita laksanakan kegiatan rapat koordinasi dengan seluruh elemen banom (badan otonom) dan lembaga NU untuk menyamakan persepsi dalam satu komando kemanusiaan,” ungkap Maskur, Ketua NU Peduli dalam Rapat Koordinasi NU Peduli PCNU Kabupaten Batang Jum’at siang (6/2) di aula Tirta Asri, Limpung, Batang.

Penyusunan SOP ini menurutnya begitu penting, sebab NU Peduli merupakan platform sinergi penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan yang melibatkan berbagai lembaga di NU termasuk NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh NU (Lazisnu), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) NU, Lembaga Pendidikan (LP Ma’arif) NU, Lembaga Ta’lif Wa Nasyr (LTN) NU, dan badan otonom NU.

“Koordinasi kita melibatkan beberapa lini seperti NU Care LAZISNU, LPBI NU. LKKNU, LP. Ma’arif NU serta LTN NU dan Banom Nahdlatul Ulama, mengingat dinamika kebencana-an dan kebutuhan sosial yang tinggi,” jelasnya.

Ketua PCNU Kabupaten Batang Kiai Ahmad Munir Malik dalam arahannya menegaskan, bahwa manusia tidak dapat memprediksi kapan bencana akan terjadi, oleh sebab itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting. Kesiapsiagaan itu antara lain dengan meningkatkan kapasitas relawan dan menyiapkan sumber dana yang dimiliki NU.

“Bencana itu tidak ada jadwalnya. Sewaktu-waktu datang tiba-tiba. Kita berharap tidak ada bencana ke depan, tapi ketika bencana datang tiba-tiba, kita sudah siap!” tegasnya.

Kiai Munir mengatakan dalam rakor yang kali pertama digelar ini, dalam rangka sinkronisasi program yang terintegrasi antara program kerja lembaga dengan banom NU dalam hal kebencana-an di lingkup NU Peduli agar tidak terjadi tumpang tindih.

“NU Peduli ini merupakan wadah besar dari semua komponen dan kekuatan yang dimiliki NU. Kita ingin memastikan sumber daya dan sumber dana dari NU. Mudah-mudahan dengan segala macam cara ketersediaan anggaran yang menjadi sumber vital bisa kita tingkatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam berkhidmat melayani dan menolong umat akan terus dilakukan dalam berbagai kondisi. NU tidak akan absen saat warganya menghadapi bencana,“Karena terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Batang atau daerah lainya, kebanyakan yang terdampak adalah warga NU. Maka kita harus hadir,” pungkasnya.

Beberapa poin menjadi pembahasan pada rakor kali ini. Saiful Huda Sodiq sebagai fasilitator kegiatan, diantaranya me-review potensi yang dimiliki NU dalam aksi kemanusiaan dan capaian program kemanusiaan yang sudah berjalan.

NU Care Lazisnu Kabupaten Batang menyerahkan bantuan dana secara simbolis untuk Program Siaga Bencana kepada Tim NU Peduli PCNU Batang. (Foto: LTN PCNU Batang)

Selain itu, forum juga membahas mekanisme pendataan dan penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pengembangan kemitraan strategis dengan pihak eksternal, NU Peduli juga menerima dana sebesar Rp. 50.000.000 dari Program Siaga Bencana NU Care Lazisnu Kabupaten Batang untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pewarta: Zaenal Faizin
Editor: Erfan Hafidz Ahmad

Mulai Khidmah, Ini Susunan Lengkap Pengurus PC GP Ansor Batang 2026-2030

0
Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang masa khidmah 2026–2030 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026). (Foto: Infokom GP Ansor Batang)

Batang, NU Batang
Babak baru perjalanan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang dimulai. Kepengurusan masa khidmah 2026–2030 resmi mengemban amanah usai dilantik pada Jumat (30/1/2026) di Pendopo Kabupaten Batang.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor. Ketua Umum PP GP Ansor, H Addin Jauharudin, turut hadir dan memberikan arahan serta motivasi kepada para pengurus yang baru dilantik agar mampu menjalankan roda organisasi dengan penuh tanggung jawab dan membangun kemandirian.

Pelantikan ini menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk langsung bergerak menjalankan program kerja dan tanggung jawab organisasi. Dari momentum inilah PC GP Ansor Batang meneguhkan komitmennya untuk bekerja lebih solid dan hadir memberi manfaat bagi masyarakat.

Berikut susunan lengkap pengurus PC GP Ansor Kabupaten Batang masa khidmah 2026–2030 yang akan mengemban amanah selama empat tahun ke depan.

DEWAN PENASIHAT

H. Ahmad Munir Malik, S.Ag., M.Pd
H. Ikhwanudin, M.Ag
H. Umar Abdul Jabbar, M.Pd
H. Maulana Yusuf, S.IP., M.A.P
H. Abdussyakur, S.Pd.I

PENGURUS HARIAN

Ketua: H. Moch Tolkhah Danial, S.E

Wakil Ketua Kebanseran: Amin Prayitno, S.E
Wakil Ketua Rijalul Ansor: Muhamad Adib
Wakil Ketua Kaderisasi: Srawono, S.A.P
Wakil Ketua Hukum dan HAM: Abdul Mufid, S.Sy
Wakil Ketua Dakwah dan Pengembangan Pesantren: Ali Rochman, S.Pd.I
Wakil Ketua Perekonomian/BUMA: Muhamad Imron, S.H.I
Wakil Ketua Hubungan Antar Lembaga: Muhammad Afif
Wakil Ketua Penanggulangan Bencana: H. Wachudi, S.E
Wakil Ketua Infokom: Ali Irfan, S.I.Kom
Wakil Ketua Keorganisasian: Mukhammad Faqih, S.Pd
Wakil Ketua Pengembangan dan Pengelolaan Aset: Dloiful Qomar, S.E Sy
Wakil Ketua SDM dan Pengembangan Kader: H. Zaimuddin, M.Ag
Wakil Ketua Olahraga, Seni dan Budaya: Konawi

Sekretaris: Hamam Nasrudin, S.Pd.I

Wakil Sekretaris Kebanseran: I’anatut Tolibin, S.Pd
Wakil Sekretaris Rijalul Ansor: Misbakhul Munir, M.A
Wakil Sekretaris Kaderisasi: Supriyanto
Wakil Sekretaris Hukum dan HAM: Affan Saiful Umar, S.H
Wakil Sekretaris Dakwah dan Pengembangan Pesantren: M. Fuad Salathin
Wakil Sekretaris Ekonomi/BUMA: Ainur Rofiq
Wakil Sekretaris Hubungan Antar Lembaga: Abdul Kholiq, S.Pd
Wakil Sekretaris Penanggulangan Bencana: Ikbar Maulana, A.Ma.Pust
Wakil Sekretaris Infokom: M. Rosyid Arifudin
Wakil Sekretaris Keorganisasian: Utfahrozi
Wakil Sekretaris Pengembangan dan Pengelolaan Aset: Fauzi
Wakil Sekretaris SDM dan Pengembangan Kader: Romli, S.Pd.I
Wakil Sekretaris Olahraga, Seni dan Budaya: Tarwito, S.Pd

Bendahara: Nur Sohidin, S.E
Wakil Bendahara: Nurul Umam, A.Md
Wakil Bendahara: Maimun Yuber, S.Pd

DEPARTEMEN–DEPARTEMEN PC GP ANSOR BATANG 2026–2030

Departemen Rijalul Ansor

Koordinator: Muhamad Irkham (Banyuputih)
Anggota: Asep Awaludin (Bawang)
Anggota: A. Lutfi (Bawang)
Anggota: Najib Hasan
Anggota: Wakhidi (Pecalungan)
Anggota: Nurul Khafidzin (Limpung)

Departemen Hukum dan Perlindungan HAM (Lembaga Bantuan Hukum)

Koordinator: Miftakhurrozak, S.H
Anggota: Khoirul Huda, S.H.I (Gringsing)
Anggota: Akhmad Muarif, S.Sy
Anggota: Ahmad Yusron, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Ulil Albab, S.H (Bawang)

Departemen Dakwah dan Pengembangan Pesantren

Koordinator: Mustakim (Subah)
Anggota: Muhamad Iqro’ Nukta Akbar (Wonotunggal)
Anggota: Nur Syahid (Kandeman)
Anggota: Taufiqurrohman
Anggota: Nastain (Reban)

Departemen Kaderisasi

Koordinator: Suwandi, S.IP (Reban)
Anggota: M. Sofan, S.Tr.Ak (Warungasem)
Anggota: Utfahrozi (Banyuputih)
Anggota: M. Sidqon (Banyuputih)
Anggota: Amin Subhan (Limpung)
Anggota: Nur Salam (Bawang)
Anggota: Moh. Faizin (Bandar)
Anggota: Arwani (Tersono)

Departemen Perekonomian

Koordinator: A. Saifurrohman (Reban)
Anggota: Bagus Gozali (Blado)
Anggota: M. Tarjo, S.Pd (Limpung)
Anggota: Saiful Mustofa (Gringsing)
Anggota: Yanwar (Pecalungan)
Anggota: Fahrurrozi (Gringsing)

Departemen Infokom

Koordinator: Sofyan Ari Setyawan
Anggota: Nova Nur Afriyanto
Anggota: Miftakhul Huda
Anggota: Muhamad Asrofi
Anggota: Muhammad Khafifudin
Anggota: Akhmad Musyarofi
Anggota: Yuhan
Anggota: Adib Fajri (Subah)

Departemen Penanggulangan Bencana

Koordinator: M. Yusuf
Anggota: Samsul Hadi
Anggota: Rahmat
Anggota: Syakirin (Wonotunggal)

Departemen Organisasi dan Keanggotaan

Koordinator: Ahmad Ridwan
Anggota: Jamroni, S.Pd (Tersono)
Anggota: Ahmad Hakim, S.H (Pecalungan)
Anggota: Riswanto, S.Pd (Subah)
Anggota: Eko Murdiyanto (Batang)
Anggota: Nur Rokhimin (Reban)

Departemen Hubungan Antar Lembaga

Koordinator: Eko Agus Budiyanto, S.Pd.I (Subah)
Anggota: Miftakhul Atiq, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Kasmudi
Anggota: Khobib Rozikin
Anggota: Bastomi, M.Pd (Warungasem)
Anggota: Kusnadi (Blado)
Anggota: Muhammad Rifki (Bandar)
Anggota: Nasirin (Kandeman)

Departemen Olahraga, Seni dan Budaya

Koordinator: Amar Makruf (Reban)
Anggota: Akrom Junaidi (Bawang)
Anggota: Nur Hadi
Anggota: Azizi Anas, S.Pd (Banyuputih)

Departemen Pengelolaan Aset

Koordinator: Akhmad Fauzi (Warungasem)
Anggota: Sutikwo
Anggota: Bani Arifin
Anggota: A. Sugiarto (Wonotunggal)
Anggota: Mokhamad Nasrul Fajar (Batang)
Anggota: Nurudin (Batang)

Departemen Peningkatan SDM dan Tenaga Kerja

Koordinator: Suroto (Wonotunggal)
Anggota: Dr. Mahmud Yunus, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Akhmad Maskon, M.Pd (Limpung)
Anggota: Khusni Waladi (Pecalungan)
Anggota: Achmad Yusuf, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Shaiful Bahri, S.H (Limpung)

BADAN

Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR)

Ketua: Mustofa, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Yakub Kurniawan
Anggota: Haryono (Batang)
Anggota: Edi (Reban)

Berpartisipasi dalam Apel Kemanusiaan, PAC Batang Dorong Pelajar NU Jadi Agen Perubahan

0
Dok. Foto bersama PAC IPNU & IPPNU Kec. Batang usai mengikuti Apel Kemanusiaan dalam rangka Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama tingkat PWNU Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Batang, Minggu (01/02/2026).

Batang, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU & IPPNU Kecamatan Batang turut berpartisipasi dalam menyukseskan Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Jl. Veteran Alun-alun Kabupaten Batang, Kecamatan Batang, pada Minggu (01/02/2026).

Peringatan Harlah 1 Abad NU tingkat wilayah Jawa Tengah tahun 2026 ini mengusung tema “Mengabdi dengan hati, Melayani dengan aksi”. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan Apel Kemanusiaan, kemudian dilanjutkan dengan Istighosah Kubro berupa Khataman Al-Qur’an, serta Ngaji Kitab Aisyul Bahri pada pukul 20.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kaum Nahdliyyin dari berbagai penjuru Jawa Tengah.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Batang, Muhammad Alfin Imtiyaz Hakim, menyampaikan bahwa momentum satu abad NU menjadi ruang refleksi penting bagi Pelajar NU untuk meneguhkan kembali niat pengabdian dan perjuangan di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. “Melalui momentum luar biasa ini, mari kita perkuat doa agar pengabdian kita di Jamiyyyah ini diakui oleh Mbah Hasyim, sehingga kita semua layak menyandang gelar sebagai santri beliau,” tuturnya.

Menurut Alfin, peringatan Harlah 1 Abad NU tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai penguatan proses kaderisasi yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa identitas keorganisasian harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan Harlah ini turut dihadiri oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PW NU Jawa Tengah, yakni K.H. Ubaidullah Shodaqoh dan H. Abdul Ghaffar Rozin, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Wakil Bupati Batang Suyono, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PC NU Batang H. Munir Malik dan K.H. Muhammad Luthfi, serta Banom NU seperti IPNU IPPNU, Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, Ansor, Banser, Pergunu, dan LPBI dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Dalam Apel Kemanusiaan, Gus Rozin selaku pembina apel menekankan bahwa khidmah NU selalu dimulai dari hal-hal kecil dan dekat dengan kehidupan umat. “Penting bagi Pelajar NU agar aktif hadir di lingkungan sekolah, pesantren, dan masyarakat, tidak hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai penggerak yang membawa manfaat”, ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Alfin menilai kehadiran jajaran pimpinan PW NU Jawa Tengah menjadi dorongan moral yang kuat bagi Pelajar NU di tingkat PAC, khususnya di Kecamatan Batang. “Kehadiran jajaran Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah menjadi suntikan motivasi dan loyalitas bagi Pelajar NU di tingkat PAC Batang.”

Lebih lanjut, Alfin juga menyampaikan pesan kaderisasi kepada seluruh Pelajar NU bahwa momen satu abad NU mengajarkan proses berorganisasi yang tidak berhenti pada simbol, tetapi harus berakar pada nilai dan tradisi NU. “Pelajar NU dinilai memiliki peran strategis sebagai penjaga tradisi keilmuan sekaligus agen perubahan. Melalui IPNU dan IPPNU, pelajar didorong untuk menguatkan literasi keislaman, keilmuan, dan kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Tradisi pesantren yang melahirkan NU menjadi pelajaran bahwa ilmu harus dibarengi adab dan tanggung jawab sosial,” tutupnya.

Pewarta : Lutfi Maulana, Abed
Editor : Solekha

Lakpesdam Batang Kawal Industrialisasi agar Berpihak pada Umat

0
Sarasehan multipihak yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Batang pada Sabtu (31/1/2026). (Foto: Lakpesdam PCNU Batang)

Wonotunggal, NU Batang
Pergeseran ekonomi di Kabupaten Batang ke sektor industri manufaktur memunculkan kekhawatiran atas dampak sosial, ketenagakerjaan, dan lingkungan yang menyertainya. Industrialisasi dinilai tak boleh hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus berpihak pada umat dan menjaga keberlanjutan.

Merespons dinamika tersebut, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang mengambil peran mengawal arah pembangunan agar tetap berkeadilan serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal.

Lakpesdam PCNU Batang menggelar sarasehan multipihak bertema “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Para Pemangku Kepentingan dalam Membaca Isu Strategis Kabupaten Batang dalam Rangka Memuliakan Umat” di Aula Pondok Pesantren Al Inaaroh, Wonotunggal Batang pada Sabtu (31/1/2026).

Forum ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, legislatif, pengelola kawasan industri, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat sipil untuk mendiskusikan arah industrialisasi Batang agar tetap berkeadilan dan berkelanjutan.

Kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP) dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, namun juga memunculkan tantangan serius, mulai dari persoalan sosial, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, tata ruang, hingga perubahan penggunaan lahan yang berpotensi menggerus kawasan pertanian produktif dan ruang hidup masyarakat.

Ketua Lakpesdam PCNU Batang, M. Aminuddin, menegaskan bahwa industrialisasi merupakan keniscayaan yang harus dikawal secara kolektif agar sejalan dengan nilai keadilan sosial dan keberlanjutan.

“Pembangunan tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi. Industrialisasi harus diletakkan dalam kerangka maqāṣid syarī‘ah—melindungi jiwa, akal, harta, keturunan, dan agama—agar tidak melahirkan ketimpangan baru serta kerusakan lingkungan. Karena itu, sinergi multipihak menjadi kunci agar industrialisasi benar-benar berpihak pada umat,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua PCNU Batang, Saiful Huda Shodiq pentingnya kesiapan sosial dan kualitas sumber daya manusia lokal dalam menghadapi bonus demografi dan arus industrialisasi.

“Bonus demografi diperkirakan mencapai puncak pada 2035. Ini peluang besar, tapi bisa berubah jadi beban jika kualitas SDM kita tidak disiapkan sejak sekarang. PCNU Batang mendorong agar peningkatan kapasitas masyarakat menjadi agenda bersama lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat. Agar warga Batang tidak hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri,” tegas Saiful Huda.

Dari sisi perencanaan daerah, Kepala Bapperida Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, menyampaikan bahwa struktur ekonomi Batang kini telah bergeser ke sektor manufaktur.

“Kontribusi PDRB Batang saat ini sudah didominasi sektor industri manufaktur dan pertumbuhan ekonomi kita melampaui rata-rata provinsi maupun nasional. Namun, industrialisasi ini harus diiringi dengan persiapan yang matang, terutama peningkatan kualitas SDM lokal, perlindungan lingkungan hidup, serta penyediaan infrastruktur yang memadai agar dampak positifnya dapat dirasakan secara merata,” jelas Bagus.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Batang, Su’udi, menegaskan bahwa percepatan ekonomi tidak boleh mengorbankan daya dukung ekologis dan karakter agraris Batang.

“Kita sadar Batang adalah wilayah agraris dengan tanah yang subur. Industrialisasi jangan sampai mematikan basis ekonomi rakyat. Yang harus kita dorong adalah peningkatan kapasitas dan kompetensi masyarakat lokal agar siap masuk ke dunia industri, sekaligus memastikan industri berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Perwakilan manajemen KITB, Mauludi Haqqul Adni, menyampaikan bahwa kawasan industri telah memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Hingga saat ini sekitar 10.000 tenaga kerja telah terserap di kawasan KITB. Kami berkomitmen menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta mendorong program-program CSR yang lebih terarah pada penguatan kapasitas SDM lokal dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan industri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kawasan industri membuka peluang turunan di sektor logistik dan pariwisata sebagai penopang ekonomi wilayah.

Dalam forum tersebut juga mengemuka persoalan masih rendahnya kapasitas SDM lokal untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri. Optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Batang serta sinergi program CSR perusahaan dinilai penting untuk mempercepat peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

Selain itu, berbagai insentif pemerintah terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) perlu dibarengi dengan kebijakan afirmatif bagi wilayah penyangga agar pertumbuhan ekonomi kawasan industri turut menggerakkan ekonomi desa dan UMKM di sekitarnya.

Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyamakan arah pembangunan Kabupaten Batang yang berkeadilan dan berkelanjutan. Lakpesdam PCNU Batang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dialog kritis, advokasi kebijakan, serta kerja-kerja kolaboratif agar industrialisasi di Batang benar-benar menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Pewarta: Candra Yudha

PWNU Jawa Tengah Gelar Apel Kemanusiaan Harlah 100 Tahun NU di Batang

0
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghafar Rozin, saat sambutan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama, Ahad (1/2/2026), di Alun-alun Batang. (Foto: PWNU Jawa tengah)

Batang, NU Batang
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar Apel Kemanusiaan bertajuk “Mengabdi dengan Hati, Melayani dengan Aksi” dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama, Ahad (1/2/2026), di Alun-alun Batang.

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana.

“Kita mengetahui bahwa Jawa Tengah adalah wilayah yang secara alamiah rawan bencana. Kondisi ini diperparah oleh masih adanya ketidakbijaksanaan kita dalam mengelola alam,” ujar KH Abdul Ghaffar Rozin.

Ia menekankan bahwa situasi tersebut menuntut NU untuk terus memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat, tidak hanya secara simbolik, tetapi melalui kerja-kerja nyata yang terorganisasi dan berkelanjutan.

“Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memperkuat kehadiran kita di tengah masyarakat, memperkuat kapasitas dan kemampuan kita, serta meneguhkan hikmah pengabdian kita kepada Nabi dan kepada bangsa ini melalui lembaga dan badan otonom masing-masing,” tegasnya.

Dalam beberapa hari dan pekan terakhir, lanjutnya, berbagai bencana kembali melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah maupun wilayah lain di Indonesia. NU Jawa Tengah, kata dia, hadir secara aktif melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) NU.

“NU Jawa Tengah hadir melalui LPB NU di berbagai tempat. Bahkan hingga saat ini, tim relawan LPB PWNU Jawa Tengah masih berada di Aceh untuk menyelesaikan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama, KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa NU tidak boleh lagi hanya membanggakan besarnya jumlah warga, melainkan harus menekankan aspek pemberdayaan dan kemandirian.

“Yang jauh lebih penting dari sekadar jumlah adalah pemberdayaan dan kemandirian. Kita harus membangun kemandirian sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Kemandirian ini tidak akan tercapai jika tidak kita bangun secara sungguh-sungguh mulai sekarang,” katanya.

Ia juga menyampaikan tiga hal utama yang harus diperkuat NU pada abad kedua ini.

“Pertama, aksi nyata kita harus semakin banyak dan semakin terasa manfaatnya bagi umat. Kedua, kita harus meneguhkan kemandirian organisasi. Ketiga, kita meneguhkan tekad cinta bangsa, bahwa NU tetap hadir, tetap memperkuat kebangsaan, dan dalam kondisi apa pun tetap mencintai bangsa dan negara,” ungkapnya.

Menurutnya, NU perlu terus belajar, beradaptasi, dan melakukan metamorfosis organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

“NU pada abad kedua ini harus menjadi organisasi yang kuat, mandiri, berdaya, serta mampu merekatkan seluruh unsur Nahdlatul Ulama, lembaga, badan otonom, dan umat dalam satu kesatuan,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan menegaskan pentingnya persatuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia NU.

“Kita semua adalah satu NU. NU akan benar-benar terasa besar apabila kita bersatu. Jumlah tidak lagi menjadi penentu utama, melainkan keahlian, profesionalitas, dan kapasitas. Dari sanalah NU akan melahirkan pemimpin masa depan dan terus mengawal keutuhan bangsa,” pungkasnya.

Pewarta: Septy Aisah

PW GP Ansor Jateng dan PC GP Ansor Batang Luncurkan Program Kemitraan Ekonomi melalui Produk KONUKU

0
Kegiatan launching produk KONUKU dilaksanakan pada Sabtu (1/2/2026) di Gedung PP TPI Al Hidayah 2, Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. (Foto: Infokom GP Ansor Batang)

Limpung, NU Batang
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah bersama Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang meluncurkan program kemitraan ekonomi sebagai ikhtiar penguatan kemandirian kader Ansor. Program ini diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Wijaya Putra Samudra, yang ditandai dengan peluncuran produk KONUKU.

Kegiatan launching tersebut dilaksanakan pada Sabtu (1/2/2026) di Gedung PP TPI Al Hidayah 2, Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, dan dihadiri oleh pengurus harian PW GP Ansor Jawa Tengah, pengurus harian PC GP Ansor Batang, serta seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Batang.

Prosesi peluncuran ditandai dengan pemakaian rompi KONUKU secara simbolis kepada tiga kader GP Ansor Kabupaten Batang. Pemakaian rompi tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah,Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, serta Direktur PT Wijaya Putra Samudra. Simbolisasi ini dimaknai sebagai penegasan keterlibatan kader secara langsung dalam ekosistem kemitraan dan pemberdayaan ekonomi yang sedang dibangun.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Gus H. Sidqon Prabowo, dalam sambutannya menegaskan bahwa program kemitraan ekonomi ini merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk menghadirkan pemberdayaan kader yang lebih konkret dan berkelanjutan.

“Ini adalah salah satu ikhtiar pemberdayaan kader Ansor dalam bidang ekonomi. Harapannya, dengan kerja sama kemitraan ini, bisa membantu kemandirian kader-kader Ansor,” ujarnya.

Produk KONUKU sendiri merupakan hasil kerja sama PW GP Ansor Jawa Tengah dengan PT Wijaya Putra Samudra, yang dirancang sebagai medium pembelajaran dan pemberdayaan ekonomi kader. Melalui skema kemitraan ini, kader Ansor didorong untuk terlibat aktif dalam rantai distribusi, pengelolaan usaha, serta penguatan jejaring ekonomi berbasis organisasi.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, Gus H. Tolkhah Danial, menyampaikan bahwa program kemitraan ini sejalan dengan visi kepengurusan PC GP Ansor Batang periode ini yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian kader.

“Kerja kemitraan ini sesuai dengan visi PC Ansor Batang periode ini, yang salah satu fokusnya adalah kemandirian. Kita punya tagline Ansor Batang Berdaya—berdaya dalam berpikir, berdaya dalam berkhidmat, dan berdaya dalam ekonomi,” tuturnya.

Selain peluncuran program dan produk KONUKU, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi strategis terkait arah pengembangan GP Ansor ke depan. Sejumlah gagasan dibahas, mulai dari penguatan skill kader yang relevan dengan kebutuhan zaman, pengembangan Ansor University sebagai ikhtiar peningkatan kapasitas keilmuan dan pendidikan kader, hingga peran Ansor sebagai penggerak desa dalam pembangunan sosial dan ekonomi berbasis komunitas.

Peluncuran program kemitraan ekonomi melalui KONUKU ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi langkah awal konsolidasi gerakan Ansor dalam membangun kemandirian kader yang berakar pada nilai kebersamaan, khidmat, dan kebermanfaatan sosial.

Pewarta: Zaim Ahya