Edit

BERANDA

Menyetak Generasi IPNU dan IPPNU dengan Pesantren Kilat

Kegiatan Pesantren Kilat oleh IPNU dan IPPNU Desa Sidorejo

Bagikan :

Warungasem, NU Batang

Pesantren kilat yang menekankan pada keorientasian organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) serta Ahlusunnah wal Jamaah kepada regenerasi Pelajar NU di sekolah se-Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah berhasil dilaksanakan dengan jadwal berbeda dari masing-masing sekolah mulai Rabu (13-22/04).

Pesantren kilat atau sering disebut peslat ini dilaksanakan di SD/MI se-Desa Sidorejo, yakni Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Sidorejo, SD Negeri 2 Sidorejo, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salafiyah Sidorejo dengan materi keislaman mengenai tata cara shalat wudhu, pemahaman rukun iman, rukun  Islam dan lain sebagainya.

Kepala Sekolah MI Salafiyah Sidorejo, Fatkhudin menyakini dengan adanya pesantren kilat pasti siswa-siswi lebih mudah memahami ilmu karena teknik penyampaiannya gembira dan menarik, memori anak seusia mereka bisa langsung menerima apabila sefrekuensi dengan pemikiran mereka.

“Insyaallah siswa-siswi terpengaruh ke hal positif atau bahkan terpengaruh lebih luas ingin menerjunkan diri ke organisasi IPNU IPPNU di masa yang akan datang, “ ujar Pengurus NU Desa Sidorejo tersebut, pada Jumat (22/04).

Fatkhudin mengucapkan terima kasih kepada IPNU dan IPPNU Desa Sidorejo karena telah menyelenggarakan pesantren kilat. Ia  berpesan, kegiatan ini harus tetap dilaksanakan setiap tahunnya, tentu dengan inovasi berbeda dari sebelumnya.

Sementara itu, Ketua IPPNU Desa Sidorejo, Dwi Listiyani menyampaikan bahwa pesantren kilat merupakan program wajib tahunan yang dilaksanakan selama Ramadhan dengan objek anak-anak sekolah se-Desa Sidorejo. Kegiatan ini sudah dilaksanakan 2 tahun berturut-turut dan diharapkan tetap terlaksana meskipun dengan kepengurusan organisasi yang berbeda.

“Siswa-siswi SD/MI itu waktunya kenal dengan IPNU IPPNU karena mereka adalah cikal bakal pemegang organisasi, terlebih Desa Sidorejo mayoritas orang NU,” jelasnya.

Tiya menambahkan, bukan hanya materi tentang keaswajaan, peserta pesantren kilat diberi pemahaman mengenai adab terhadap orang tua dan guru supaya menjadi generasi yang bermoral.

Sedangkan, Ketua IPNU Desa Sidorejo, Muhammad Aditya Irfani mengucapkan berterima kasih sekali kepada pihak yang terlibat terutama kader IPNU IPPNU Desa Sidorejo yang bersedia meluangkan waktu untuk menjadi fasilitator pesantren kilat serta sekolah-sekolah yang merespon dan mendukung sangat baik.

“Bahkan pihak sekolah menyarankan pesantren diperpanjang yang semula 2 hari per sekolah menjadi seminggu mempertimbangkan keantusiasan siswa-siswi,” pungkasnya.        

Kontributor: Septy Aisah

Editor: Intan Khumairo