Warungasem – NU Batang

Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Desa Warungasem resmi dilantik pada Jumat (31/7/2026) malam. Bertempat di TPQ IPNU-IPPNU Desa Warungasem, acara yang dimulai pukul 19.30 WIB itu berlangsung khidmat. Kegiatan dihadiri jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Warungasem, Badan Otonom (Banom) NU setempat, serta perwakilan Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Warungasem.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Warungasem, A. Ruslan, menekankan pentingnya memahami sejarah dan struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama agar warga NU tidak mudah dikelabui pihak lain. Ia juga mengingatkan kembali dawuh pendiri NU, “Siapa saja yang mau mengurusi NU, akan diakui sebagai santrinya dan didoakan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Ini adalah pesan Mbah Hasyim yang diteruskan oleh para ulama pengurus NU sebagai penguat dalam menjalankan organisasi,” ungkapnya.

Ruslan menegaskan bahwa setiap pengurus yang telah berkomitmen sejak awal pelantikan harus menjalankan amanah organisasi secara sungguh-sungguh.”Kalau sudah berkomitmen sejak awal dilantik, khidmahnya jangan setengah-setengah karena kita termasuk berjuang membela agama,” tegasnya.

Ketua PAC IPPNU Warungasem, Naura, yang sekaligus melantik pengurus, menyampaikan apresiasi atas kegigihan pengurus ranting dalam melewati proses panjang, mulai dari Rapat Anggota hingga penyusunan Surat Keputusan (SK) selama kurang lebih satu bulan.”Degradasi kader pelajar NU sudah sering kita rasakan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, saya melihat PR IPNU dan IPPNU Warungasem mampu melaluinya. Hal itu dibuktikan dengan resminya kepengurusan yang sah pada hari ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Naura juga berpesan agar kepengurusan baru segera menyiapkan kader penerus melalui kaderisasi formal.”Sebentar lagi PAC akan melaksanakan kalender pengkaderan berupa Makesta serentak. Semua anggota dan pengurus IPNU dan IPPNU harus segera bersiap. Syukur jika ada kesadaran bagi yang sudah aktif tetapi belum mengikuti pengkaderan untuk segera ikut,” imbuhnya saat diwawancarai Tim LTN NU Warungasem.

Sebagai puncak acara, menyampaikan mau’idhah hasanah mengenai prinsip al-muhafadhatu ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah, yaitu memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

Menurutnya, kader NU harus terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi. Ia juga menjelaskan bahwa keberagaman pandangan merupakan hal yang lumrah dalam Ahlussunnah wal Jama’ah, sebagaimana dicontohkan oleh para imam mazhab dalam perbedaan bacaan maupun gerakan salat. Selain itu, apabila terdapat kekurangan dalam jalannya organisasi, evaluasi yang bersifat konstruktif harus terus dilakukan.

KH. Dani Abror juga mendorong kader IPNU dan IPPNU untuk setidaknya menguasai satu kitab dasar, seperti Safinatun Najah. Menurutnya, bekal ilmu agama menjadi penopang utama agar organisasi benar-benar menjadi wadah belajar dan mengembangkan diri.

Mengakhiri mau’idhahnya, ia mengutip pesan legendaris pendiri NU.”Hidup-hidupilah NU, dan jangan mencari kehidupan di NU.”

Rangkaian pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Dani Abror. Melalui momentum tersebut, kepengurusan PR IPNU dan IPPNU Desa Warungasem diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Pewarta: Abed dan Athi Diana Nasikha.