Kandeman, NU Batang
Bupati Batang H M Faiz Kurniawan berharap peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN) PW GP Ansor Jawa Tengah mampu menjadi motor penggerak perubahan di daerahnya masing-masing. Bahkan, ia optimistis dari proses kaderisasi tersebut akan lahir pemimpin-pemimpin daerah, termasuk calon Bupati Batang di masa mendatang.

Harapan itu disampaikan Faiz saat menghadiri pembukaan PKL dan SUSBALAN PW GP Ansor Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jumat (7/8/2026).

“Saya berharap dari peserta pengkaderan ini kelak akan lahir pemimpin-pemimpin daerah, bahkan salah satunya menjadi Bupati Batang di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut Faiz, kaderisasi yang dilakukan GP Ansor merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki karakter kepemimpinan, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Faiz juga memaparkan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sedang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Batang. Di antaranya program Kejar Paket C gratis bagi 2.000 peserta dan program pelatihan kerja DAPKER (Dapat Kerja) yang akan diikuti sekitar 5.000 peserta.

Ia menjelaskan, berbagai program tersebut merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Batang yang diproyeksikan mencapai sekitar 200 ribu orang seiring pesatnya perkembangan kawasan industri dan masuknya investasi ke daerah.

Kegiatan PKL dan SUSBALAN berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, dan diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah dengan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang sebagai panitia pelaksana. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. H. Muchammad Shidqon Prabowo, S.H., M.H., didampingi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, H. Mochammad Tolkhah Danial, S.E.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Batang, Ketua PCNU Kabupaten Batang beserta badan otonom NU, Ketua MWCNU Kandeman, unsur Forkopimcam, serta tokoh agama dan masyarakat.

Sebanyak 150 peserta mengikuti PKL dan SUSBALAN tahun ini setelah lolos melalui proses seleksi yang ketat. Peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, bahkan diikuti seorang peserta dari Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ketua Panitia Pelaksana, Srawono, mengatakan seluruh peserta telah menjalani tahapan screening, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kesiapan fisik dan mental, uji kompetensi dasar, hingga verifikasi administrasi.

Selain itu, penyelenggaraan PKL dan SUSBALAN tahun ini juga mulai menerapkan sistem absensi digital berbasis QR Code sebagai pilot project transformasi digital dalam pengelolaan administrasi pendidikan dan pelatihan GP Ansor dan Banser. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi, efisiensi, dan dokumentasi kehadiran peserta selama proses kaderisasi berlangsung.

Pewarta: M Nasrul Fajar