Kandeman, NU Batang
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Batang, H Mochammad Tolkhah Danial, menegaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) bukan sekadar tahapan kaderisasi, tetapi juga ruang untuk meningkatkan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial kader.

Hal itu disampaikan Gus Tolkhah sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan dalam pembukaan PKL dan Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut penting agar kader Ansor semakin siap menjalankan khidmah kepada masyarakat, bangsa, dan organisasi.

“PKL merupakan wadah untuk meningkatkan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial kader, sehingga kita semakin siap menjalankan khidmah kepada masyarakat, bangsa, dan organisasi,” ujarnya.

Gus Tolkhah menjelaskan, PKL memiliki orientasi yang berbeda dengan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Jika PKD lebih menekankan pada penguatan ideologi dan kaderisasi dasar, PKL diarahkan untuk mempersiapkan kader menjadi calon pemimpin muda.

Karena itu, kader yang mengikuti PKL diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman organisasi yang baik, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang kreatif, inovatif, serta mampu mengelola organisasi dan membangun kolaborasi.

“PKL mempersiapkan kader sebagai calon pemimpin-pemimpin muda yang kreatif, inovatif, mampu mengelola organisasi dengan baik, serta siap berkolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Tolkhah meminta seluruh peserta memanfaatkan proses kaderisasi tersebut secara maksimal. Menurutnya, PKL semestinya tidak hanya dipahami sebagai forum untuk menerima materi, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan organisasi.

Ia mendorong para kader menjadikan PKL sebagai momentum refleksi terhadap kerja-kerja organisasi yang telah dilakukan selama ini. Dari refleksi tersebut, kader diharapkan mampu menemukan berbagai kekurangan sekaligus merumuskan langkah-langkah baru yang lebih baik.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan forum PKL bukan hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk mengevaluasi kerja-kerja organisasi yang telah kita lakukan selama ini,” tuturnya.

Dalam konteks pentingnya evaluasi tersebut, Tolkhah mengutip sebuah maqalah yang berbunyi, “Ṣadīquka man ṣadaqaka lā man ṣaddaqaka.”

Ia menjelaskan, seorang sahabat sejati bukanlah orang yang selalu membenarkan kita, melainkan orang yang berani menyampaikan kebenaran kepada kita. Menurutnya, prinsip tersebut juga penting diterapkan dalam kehidupan berorganisasi.

Dengan demikian, kader tidak semestinya hanya mencari pembenaran atas gagasan dan kerja-kerja organisasi yang telah dilakukan. Sebaliknya, diperlukan ruang yang sehat untuk saling memberikan masukan, kritik, dan evaluasi demi perbaikan organisasi.

Semangat tersebut, lanjutnya, menjadi penting dalam proses kaderisasi. Sebab, pemimpin yang baik tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan, tetapi juga kesiapan untuk mendengar, menerima kritik, dan melakukan perbaikan.

Menurutnya, proses refleksi tersebut penting agar kaderisasi tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi berlanjut pada penguatan organisasi dan penyusunan program yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Sehingga kita dapat merumuskan langkah dan program yang lebih baik demi mewujudkan Ansor Batang yang semakin berdaya,” pungkasnya.

PKL dan SUSBALAN PW GP Ansor Jawa Tengah di Batang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan PW GP Ansor Jawa Tengah dengan PC GP Ansor Kabupaten Batang sebagai panitia pelaksana.

Sebanyak 150 peserta mengikuti PKL dan SUSBALAN setelah melalui proses seleksi. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah dan bahkan terdapat peserta dari Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. H. Muchammad Shidqon Prabowo, S.H., M.H., dan dihadiri Bupati Batang H. M. Faiz Kurniawan, jajaran Forkopimda, PCNU Kabupaten Batang beserta badan otonom NU, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.