Selasa, Januari 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

NU Peduli Batang Siaga Bencana, Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di 13 Titik

Batang, NU Batang

Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Batang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan serangkaian bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang hingga Sabtu (17/1/2026), sedikitnya 13 titik di berbagai kecamatan terdampak, dengan ribuan warga mengalami dampak langsung.

Merespons kondisi tersebut, NU Peduli Batang turut bergerak melakukan pemantauan, koordinasi lapangan, serta pendataan kebutuhan mendesak warga terdampak bencana.

Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Jumat (16/1) sore menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat dan meluap ke kawasan permukiman. Wilayah terdampak banjir meliputi : Kecamatan Batang (perkotaan) : Kelurahan Karangasem Utara, Kasepuhan, Watesalit, Proyonanggan Tengah, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, dan Kalisalak. Wilayah pesisir : Desa Klidang Lor dan Desa Denasri Kulon. Di Kelurahan Karangasem Utara, kondisi menjadi yang paling parah. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 120 sentimeter, merendam permukiman di 7 RW. Sekitar 12.784 jiwa atau 3.196 kepala keluarga terdampak. Sebagian warga memilih bertahan di rumah, sementara kelompok rentan mulai dievakuasi ke tempat aman, termasuk di Masjid Al Ikhlas.

Selain banjir, curah hujan ekstrem juga memicu tanah longsor di wilayah perbukitan. BPBD mencatat empat titik longsor, yakni : Desa Tombo, Kecamatan Bandar (4 rumah rusak), Desa Reban, Kecamatan Reban, Desa Kecepak, Kecamatan Batang, Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado.

Secara keseluruhan, sekitar tujuh rumah warga mengalami kerusakan akibat longsor. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar.

Tim NU Peduli Batang yang terjun langsung ke lapangan menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak warga saat ini adalah logistik pangan yang mudah disalurkan. Koordinator NU Peduli Batang, Umam, menyampaikan, “Setelah beberapa kali koordinasi dan pemantauan di lapangan, kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak banjir saat ini adalah makanan siap saji, seperti mi instan cup, roti, dan air minum.”

NU Peduli Batang terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah desa, dan relawan setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran serta menjangkau kelompok paling rentan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa puncak musim hujan masih berpotensi berlangsung sepanjang Januari 2026. Fenomena La Niña, ditambah pengaruh Siklon Tropis Nokaen serta bibit siklon 96S dan 97S, turut meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin di wilayah Pantura Jawa. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai. “Jika hujan deras turun lebih dari dua jam tanpa henti, masyarakat diminta segera mencari tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Cuaca ekstrem juga berdampak pada sektor kelautan. Sekitar 10.000 nelayan di wilayah Klidang Lor terpaksa menghentikan aktivitas melaut akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Para nelayan diimbau untuk sementara waktu tidak melaut hingga kondisi cuaca dinyatakan aman.

NU Peduli Batang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut bergotong royong membantu warga terdampak. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau evakuasi, dapat menghubungi BPBD Kabupaten Batang, Pemerintah desa setempat, atau Tim NU Peduli Batang.

Penulis : Muhammad Ulinnuha

Related Articles

MEDIA SOSIAL

2,100FansSuka
1,374PengikutMengikuti
128PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles