Gringsing, NU Batang

MI Islamiyah Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, mengembangkan Program Unggulan Bahasa Inggris Berstandar Internasional melalui kerja sama dengan Pearson United Kingdom Perwakilan Indonesia-Malaysia dan Medan Pustaka Mas selaku distributor buku Pearson.

Pertemuan dan pemaparan program berlangsung di MI Islamiyah Surodadi, Rabu (12/8/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pearson, Mr. Derby dari Jakarta, Ketua LP Ma’arif NU Wilayah Jawa Tengah Dr. H. Fahrudin Karmani, M.Pd., Wakil Ketua PCNU Kabupaten Batang bidang pendidikan Saiful HS, pengurus dan komite madrasah, serta dewan guru dan tenaga kependidikan.

Kepala MI Islamiyah Surodadi, Slamet Wahyudi, M.Pd., mengatakan program tersebut diarahkan untuk membekali siswa dengan life skill, pengetahuan, dan kecakapan yang dibutuhkan di era global.

“Program Unggulan Bahasa Inggris berstandar Internasional ini bertujuan untuk membekali siswa life skill, pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting di era global. Sehingga siswa mampu bersaing, baik di dunia kerja maupun di dunia pendidikan,” ujarnya.

Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Dr. H. Fahrudin Karmani, M.Pd., menyambut baik program tersebut. Menurutnya, Bahasa Inggris penting diajarkan sejak pendidikan dasar karena dapat menjadi jembatan untuk mempelajari bahasa asing lainnya.

“Kalau perlu ajarkan Bahasa Mandarin dan juga buat Kampung Bahasa Surodadi, agar siswa-siswi NU memiliki kecakapan yang unggul dan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” katanya.

Fahrudin menilai gagasan tersebut semakin relevan dengan perkembangan Batang sebagai kawasan industri, termasuk banyaknya perusahaan dengan investasi asing. LP Ma’arif NU Jawa Tengah, tegasnya, sangat mendukung pengembangan program Bahasa Inggris berskala internasional di MI Islamiyah Surodadi.

Sementara itu, Saiful HS, yang mewakili Ketua PCNU Kabupaten Batang, menyampaikan dukungan PCNU terhadap program tersebut dan berharap dapat menjadi percontohan bagi madrasah lainnya.

“Harapannya program ini dapat menjadi percontohan,” ujarnya.

Ia juga mendorong konsep madrasah sebagai lingkungan pembelajaran bahasa yang tidak hanya mencakup Bahasa Inggris, tetapi juga Bahasa Arab dan Bahasa Jawa alus (krama).

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis bahasa di Surodadi, dengan tetap memadukan wawasan global, nilai-nilai keislaman, dan budaya lokal.