Rabu, April 8, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 19

Aliansi Mahasiswa, Buruh, dan PMII Gelar Aksi Peduli Jalan Pantura Batang, Soroti Keselamatan Pengguna Jalan

0

NU Batang, Batang.

Sejumlah mahasiswa, buruh, dan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi peduli terhadap kondisi Jalan Pantura Batang yang mengalami kerusakan. Aksi ini dilakukan dengan menandai jalan berlubang menggunakan cat di beberapa titik pada Minggu, 9 Februari 2025 di Kecamatan Banyuputih dan Subah.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk protes terhadap lambatnya respons pemerintah dalam menangani infrastruktur jalan yang rusak dan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Aksi ini berawal dari banyaknya laporan warga dan pengendara yang mengeluhkan kondisi jalan berlubang yang kerap menjadi penyebab kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah lubang berdiameter 20 hingga 50 cm tersebar di beberapa titik rawan, khususnya di ruas Jalan Pantura yang menghubungkan Subah dan Banyuputih.

Aksi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa, buruh, dan PMII ini berlangsung sejak siang hingga sore hari dengan pengawalan langsung dari Polsek Subah. Para peserta aksi menggunakan cat semprot berwarna mencolok untuk memberi tanda pada lubang-lubang yang berpotensi membahayakan pengendara. Selain itu, mereka juga memasang tanda peringatan sederhana agar pengendara lebih waspada saat melintas.

Salah satu koordinator aksi, Ata Alfanul Khasan menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus peringatan kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam perbaikan jalan.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memberikan tanda pada jalan berlubang sebagai langkah preventif agar pengendara lebih berhati-hati. Banyak kecelakaan yang terjadi akibat jalan yang rusak, dan kami tidak ingin korban terus berjatuhan,” ujar Alfan.

Menurutnya, aksi ini juga merupakan bagian dari gerakan advokasi yang lebih besar, di mana mereka akan terus mengawal isu perbaikan jalan agar tidak hanya menjadi janji tanpa realisasi dari pemerintah.

Aksi peduli jalan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat serta para pengendara yang melintas. Seorang pengemudi truk, Sutrisno (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya tanda pada jalan berlubang.

“Kadang kalau hujan atau malam hari, lubangnya tidak terlihat jelas, dan ini sangat berbahaya bagi kami yang sering melintas. Dengan adanya tanda ini, kami bisa lebih waspada,” katanya.

Sementara itu, warga Subah, Sri Hartini (48), berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata.

“Kami sudah sering melihat orang jatuh di jalan ini, terutama pengendara motor yang tidak menyadari ada lubang. Semoga setelah aksi ini, pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan,” tuturnya.

Aliansi mahasiswa, buruh, dan PMII menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal persoalan ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pemerintah, mereka berencana untuk menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar, termasuk audiensi dengan dinas terkait dan aksi demonstrasi damai.

“Ini bukan aksi terakhir kami. Jika pemerintah masih lamban dalam bertindak, kami akan kembali turun ke jalan dengan lebih banyak massa dan menuntut pertanggungjawaban,” tegas Rizky.

Dengan adanya aksi ini, masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan di Pantura Batang semakin meningkat, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan demi keselamatan semua pengguna jalan.

Pewarta: Bagas Adiakso

Jalin Ikatan Batin dengan Para Pendahulu, PR GP Ansor Kalibeluk Sowan ke Makam Ulama’

0
Foto saat sowan Mbah Sholeh Darat-Semarang

NU Batang, Semarang

Mengawali kepengurusan baru, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalibeluk mengadakan ziarah ke makam wali dan ulama bertajuk wisata religi. Kegiatan ini diikuti oleh 17, terdiri dari anggota kepengurusan Ansor, banser,dan jajaran Pembina.

Ketua PR GP Ansor Kalibeluk sahabat Torikin mengatakan bahwa kegiatan ziarah ini telah direncanakan pasca konferensi ranting GP Ansor Kalibeluk pada awal Desember lalu.

“Ziarah ke makam para waliyullah tidak direncanakan dari jauh-jauh hari, baru direncanakan setelah terlaksananya Konferensi Ranting GP Ansor Kalibeluk pada awal Desember lalu. Namun baru bisa terlaksana pada awal Februari ini. Selain itu, ziarah ini sebagai upaya bersama meneguhkan ajaran ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah”, ujarnya.

Menurutnya, adanya ziarah ini adalah sebagai upaya memohon ampunan Allah SWT dengan wasilah para kekasih-Nya, mengenal, dan mengetahui perjuangan para wali dan ulama sehingga kader Ansor akan terinspirasi selalu menjadi pribadi yang bertaqwa.

“Berziarah adalah ajaran Rasulullah yang dilanjutkan oleh para sahabat dan pengikutnya. Oleh sebab itu, kita sebagai kader Ansor harus ingin meniru dan melaksanakannya,” tambahnya.

“Dan terakhir yakni meminta kepada Allah agar para ulama berkenan mengeluarkan karomahnya bagi kita, senantiasa bisa tetap iman dan Islam, berkah dunia dan akhirat sebagai bekal pengurus yang akan dilantik rencananya pada akhir bulan ini”, tegasnya.

Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kalibeluk sahabat Saiful Fallaq menjelaskan, kegiatan ziarah diawali dengan berkunjung ke makam Mbah wali singo truno (Syaikh Abdullah Suyuti) Kalibeluk secara terpisah pada Sabtu malam sebagai sesepuh dan leluhur di Desa Kalibeluk. Harapannya bisa mendapatkan ridho dan karomah beliau untuk memudahkan pengurus ranting GP Ansor Kalibeluk dalam menjalankan khidmat kedepannya.

“Setelah itu, rombongan ziarah berangkat pada Ahad pagi naik elf long. Rute pertama ke makam KH. Sholeh Darat dan dilanjutkan ke makam KH Hasan Munadi, yang berlokasi di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Setelah dari Semarang dilanjutkan ke Magelang, yakni ke Gunung Tidar dan Gunung Pring.

“Rute ziarah diteruskan ke Tegalrejo yakni ke makam KH Chudhlori. Setelah itu, dilanjut ke Pondok API Tegalrejo Magelang dalam rangka sowan” pungkasnya.

Pewarta : Abed

Ketua MWCNU Bawang: Mengikuti PKD Diklatsar adalah Panggilan Jiwa

0
Pembukaan PKD dan Diklatsar PAC GP Ansor Bawang.

Bawang, NU Batang
Mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) bukan sekadar menjalani proses kaderisasi, tetapi merupakan panggilan jiwa bagi setiap kader Ansor dan Banser. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Bawang, Kiai Abdul Haris dalam acara PKD ke-67 dan Diklatsar ke-53 di Desa Deles Kecamatan Bawang.

“Bukan karena apa, bukan karena siapa, dan bukan karena ingin menjadi apa. Mengikuti PKD dan Diklatsar adalah panggilan jiwa bagi mereka yang ingin berjuang dan mengabdi di Ansor dan Banser,” kata Kiai Haris pada Ahad (9/2/2025).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bawang, Kiai Haris menambahkan bahwa kader Ansor dan Banser harus memiliki tekad kuat serta keikhlasan dalam mengabdi kepada organisasi dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya ajang pelatihan, tetapi juga bentuk nyata dari komitmen untuk berkontribusi dalam perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Bawang, Asep Awaludin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi dari program kerja Departemen Kaderisasi yang telah direncanakan sejak tiga bulan lalu. Dengan kerja keras, doa, dan semangat para pengurus, pelatihan ini berhasil diselenggarakan selama dua hari di Desa Deles sebagai bagian dari jenjang kaderisasi Ansor dan Banser di Bawang.

Menurut Asep puluhan peserta dari berbagai ranting di Kecamatan Bawang mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mereka mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari keorganisasian, kebangsaan, kepemimpinan, hingga praktik kedisiplinan dan bela negara yang dipandu oleh instruktur berpengalaman.

Asep berharap dengan terselenggaranya PKD dan Diklatsar ini, muncul kader-kader muda GP Ansor yang semakin solid dan siap berkontribusi bagi masyarakat serta agama.

Turut hadir dalam acara ini Forkopimcam Bawang, PC GP Ansor Batang, PAC GP Ansor dari wilayah sekitar, tokoh masyarakat Deles, serta perwakilan badan otonom NU.

Pewarta: Irfan

PCNU Batang dan Yayasan Darul Falah Siapkan Generasi Wirausaha Muda Melalui NextGen Academy 2025

0
Suasana saat Rapat Pleno I PCNU Batang.

Batang, NU Batang
Semangat wirausaha di kalangan anak muda Batang terus didorong agar tak sekadar menjadi pekerja di kawasan industri yang berkembang pesat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang bersama Yayasan Darul Falah Ketanggan berkolaborasi menyelenggarakan NextGen Academy 2025, sebuah kompetisi dan pelatihan wirausaha bagi generasi muda Batang.

Program ini turut menggandeng Entrepreneur University, lembaga nasional yang fokus pada pengembangan wirausaha, sebagai mitra strategis.

Ketua PCNU Batang, Ahmad Munir Malik, menyoroti perlunya peningkatan minat anak muda Batang dalam dunia bisnis dibandingkan dengan daerah tetangga.

“Jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Pekalongan, anak-anak Batang kalau kongkow-kongkow jarang yang ngobrol soal bisnis,” ujarnya di sela-sela Rapat Pleno I PCNU Batang, Sabtu (8/2/2025), di Gedung PCNU Batang.

Menurutnya, pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Batang memang membuka banyak lapangan kerja, tetapi ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pekerja, melainkan juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Kami ingin anak-anak muda Batang tidak hanya menjadi kelas pekerja, tapi juga bisa menjadi pengusaha sukses,” tandasnya.

Ketua panitia NextGen Academy 2025, Nur Tofan, menjelaskan bahwa program ini terbuka bagi warga Batang berusia 18-30 tahun yang tertarik dengan dunia bisnis.

“Saat ini, hingga akhir Februari, kami sedang melakukan sosialisasi. Sedangkan untuk pendaftaran akan dibuka mulai 1 Maret 2025,” jelas Tofan.

Tak sekadar kompetisi, NextGen Academy 2025 juga menghadirkan kelas pelatihan wirausaha yang akan dibimbing oleh para mentor dari Entrepreneur University. Para peserta diharuskan menyertakan Business Model Canvas (BMC) dari ide usaha mereka saat mendaftar. Dari situ, panitia akan melakukan seleksi untuk menemukan calon wirausahawan terbaik dari Batang.

“Para peserta harus menyertakan Business Model Canvas dari ide usaha mereka saat mendaftar. Dari situ, kami akan melakukan seleksi untuk menemukan calon wirausahawan terbaik dari Batang,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris PCNU Batang ini.

Dengan adanya NextGen Academy 2025, PCNU Batang dan Yayasan Darul Falah Ketanggan berharap muncul lebih banyak entrepreneur muda yang siap bersaing dan membawa Batang menjadi daerah yang lebih maju dalam dunia bisnis.

 

Sedekah Jadi Lebih Mudah! PCNU Batang Perkenalkan Donasi Online

0
Ketua PCNU Batang, Kiai Ahmad Munir Malik saat sambutan dalam Rapat Pleno I di Gedung PCNU Batang.

Batang, NU Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang memperkenalkan donasi online sebagai solusi kemudahan dalam bersedekah. Program ini menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Rapat Pleno I PCNU Batang pada Sabtu (8/2/2025). Donasi online digawangi oleh LAZISNU Batang dengan dukungan platform digital dari NU Online PBNU.

Dalam rapat koordinasi terbatas bersama PBNU yang dipimpin oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf di Jakarta pada 4 Februari 2025, diputuskan bahwa donasi online akan dicobaterapkan di tujuh PCNU di Jawa, termasuk PCNU Batang.

Ketua PCNU Batang Ahmad Munir Malik dalam Rapat Pleno I menjelaskan bahwa Ketua Umum PBNU memberikan izin pelaksanaan program ini dengan syarat utama transparansi dan akuntabilitas. “Jika tidak, lebih baik tidak dijalankan,” ujar Munir menirukan pernyataan Ketua Umum, menegaskan pentingnya tata kelola keuangan yang aman dan terpercaya bagi warga NU.

Donasi online bertujuan untuk mengoptimalkan berbagai program sosial, seperti layanan kesehatan, pendidikan, penanganan bencana, dan penguatan sumber daya manusia (SDM). Melalui sistem donasi digital ini, masyarakat dapat lebih mudah bersedekah secara praktis, cepat, dan aman.

“Cukup unduh aplikasi NU Online, pilih menu Zakat dan Shodaqoh, klik koin, lalu pilih Kabupaten Batang. Tentukan nominal donasi, isi data yang diminta, kemudian unduh barcode untuk digunakan dalam QRIS atau m-banking yang tersedia,” jelas Munir.

Dengan hadirnya inovasi ini, PCNU Batang berharap donasi online dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan sedekah digital dan memperkuat program-program sosial yang berdampak luas bagi umat.

PCNU Batang Gelar Rapat Pleno I, Bahas Kinerja Organisasi dan Rencana Kerja ke Depan

0
Rapat Pleno I pada Sabtu (8/2/2025) di Gedung PCNU Batang

Batang, NU Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang menggelar Rapat Pleno I pada Sabtu (8/2/2025) di Gedung PCNU Batang. Rapat ini dihadiri oleh pengurus lengkap dari Syuriah, Musytasyar, A’wan, Tanfidziyah dan Ketua-Sekretaris dari Lembaga dan Banom.

Dalam forum itu, para lembaga dan badan otonom (banom) melaporkan pelaksanaan program di semester satu sekaligus rencana kerja ke depan PCNU Batang.

Ketua PCNU Batang, Kiai Ahmad Munir Malik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat pleno ini memiliki tiga agenda utama. “Pertama, kami mendengarkan laporan kinerja dari seluruh lembaga dan badan otonom (banom) PCNU Batang. Kedua, kami membahas rencana kerja untuk semester berikutnya. Ketiga, kami melakukan evaluasi terhadap kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program,” ujarnya.

Dari paparan kinerja lembaga dan banom PCNU Batang, dirumuskan beberapa isu strategis yang akan menjadi fokus ke depan PCNU Batang di tahun 2025, yaitu:

1. Gerakan sekolah di Ma’arif untuk meningkatkan kualitas pendidikan berbasis NU.

2. Pengembangan sekolah, madrasah, dan pesantren inklusi.

3. Advokasi Peraturan Bupati (Perbup) terkait pesantren.

4. Advokasi penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lokasi asal kerja.

5. Advokasi beasiswa untuk pendidikan tinggi.

6. Gerakan Keluarga Mashlahat untuk memperkuat ketahanan keluarga.

7. Gerakan pengelolaan sampah dari bencana menjadi berkah.

8. Penguatan tata kelola, networking, dan profesionalisme NU dalam pembangunan, termasuk kelengkapan struktur organisasi, penguatan SDM dan alat IT seperti falakiyah, profesionalisme guru, peran perempuan, serta pemanfaatan media sosial.

9. Soal pemetaan kebutuhan dan dampak rencana pendirian SMKN di Tulis dan SMAN di Limpung.

10. Pendidikan tentang Bahtsul Masail, dengan kemungkinan kerja sama antara Lembaga Bahtsul Masail (LBM) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

11. Pengembangan demplot pertanian agar berlanjut ke tahap produksi dan pemasaran.

12. Pembentukan forum khusus untuk para pengasuh pesantren.

Menurut Kiai Ahmad Munir Malik diharapkan, hasil rapat pleno ini dapat menjadi pedoman dalam menjalankan program-program PCNU Batang ke depan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat Kabupaten Batang.

Terus Bergerak Jalankan Amanah Pengurus Cabang, MWCNU Limpung Sosialisasikan Pentingnya Pendataan Warga NU

0
Sosialisasi Pendataan Warga NU dan Pembuatan KARTANU kepada Fatayat Muslimat Desa Kepuh Kecamatan Limpung.

Limpung, NU Batang
Tim Pokja Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Limpung terus bergerak menjalankan amanah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Batang dengan mensosialisasikan program pendataan warga NU dan pembuatan Kartu Tanda Anggota NU (KARTANU).

Program tersebut disosialisasikan kepada pengurus Fatayat dan Muslimat NU ranting Kepuh pada Jumat (7/2/2025) di Rumah Akhmad Mubarok Desa Kepuh sebagai bagian dari upaya memperkuat basis keanggotaan dan administrasi organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Pokja MWCNU Limpung, Akhmad Mubarok menekankan pentingnya pendataan bagi warga NU untuk memastikan jumlah warga NU. KARTANU sendiri menjadi identitas resmi warga NU yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan keumatan dan sosial.

“Kami terus bergerak mensosialisasikan program ini agar warga NU semakin terdata dan terorganisir dengan baik. Harapannya, kita tidak lagi berbicara tentang jumlah warga NU yang tidak jelas. Dulu NU banyak, tetapi kalau disuruh menyebutkan jumlahnya, kita tidak bisa. Sekarang, kita akan tahu berapa jumlah warga NU di Kecamatan Limpung,” ujar Akhmad Mubarok yang juga menjabat Wakil Ketua MWCNU Limpung.

Anggota Fatayat dan Muslimat NU Kepuh menyambut baik sosialisasi ini dan turut berkontribusi dalam proses pendataan di tingkat ranting. Mereka menyadari bahwa pendataan yang baik akan berdampak pada kemajuan organisasi dan kesejahteraan warga NU secara keseluruhan.

Wakil Ketua MWCNU Limpung berkomitmen bahwa Tim Pokja Limpung akan terus menjalankan amanah Pengurus Cabang NU dalam menyukseskan program ini, dan memastikan setiap warga NU terdata dengan baik.

Tim Pokja MWCNU Limpung Lakukan Pendataan dan Pencetakan KARTANU di Desa Wonokerso

0
Pendataan dan pencetakan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) di Balai Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung

Limpung, NU Batang
Tim Pokja Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) Majelis Wakil Cabang NU Limpung melakukan pendataan dan pencetakan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) di Balai Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang pada Rabu (5/2/2025).

Sebanyak 1.889 warga NU Desa Wonokerso dalam kesempatan itu telah yang tercatat di aplikasi SISNU dan melakukan pencetakan KARTANU. Pendataan yang dilakukan di desa ini merupakan bagian dari program besar MWCNU Limpung untuk memperkuat keanggotaan dan memperbaiki sistem administrasi keanggotaan NU.

“Pendataan ini sangat penting untuk memperkuat lembaga NU, karena dengan data yang akurat, kita dapat lebih mudah mengelola program-program keumatan yang tepat sasaran,” ujar Ketua Tim Pokja MWCNU Limpung, Akhmad Mubarok.

Proses pendataan dan pencetakan KARTANU ini dilaksanakan dengan mendatangi langsung ranting NU  Desa Wonokerso. Pelayanan ini bertujuan untuk memudahkan ranting-ranting dalam mendata warganya, serta memberikan kemudahan dalam memperoleh identitas keanggotaan yang sah.

Akhamad Mubarok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MWNU Limpung menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran aktif Tim Pokja MWNU Limpung serta pengurus ranting yang bekerja keras untuk melakukan pendataan dan memfasilitasi warga dalam pembuatan KARTANU.

Menurutnya program ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan data keanggotaan, yang tidak hanya digunakan untuk keperluan administratif, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas program-program yang dilaksanakan oleh NU, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi.

 

MWCNU Limpung Sosialisasikan Pembuatan KARTANU ke Fatayat Muslimat Limpung

0
Sosialisasi tentang pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) kepada Fatayat dan Muslimat NU Kecamatan Limpung

Limpung, NU Batang
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Limpung menggelar sosialisasi tentang pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) kepada pengurus serta anggota Fatayat dan Muslimat NU Kecamatan Limpung pada Ahad (2/2/2025) di Gedung MWCNU Limpung.

Wakil Ketua MWCNU Limpung, Akhmad Mubarok menjelaskan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kepemilikan KARTANU sebagai identitas keanggotaan yang sah di organisasi Nahdlatul Ulama.

Ia mengajak kepada Fatayat dan Muslimat se Kecamatan Limpung sebagai warga NU diharapkan untuk melakukan pembuatan KARTANU.

“Sasaran pembuatan KARTANU ini ditujukan kepada Pengurus NU di semua tingkatan, Pengurus Lembaga NU di semua tingkatan, Pengurus Banom NU di semua tingkatan dan Anggota / warga NU secara umum yang berusia 13 – 70 tahun,” ujar Akhmad Mubarok.

Ia juga menambahkan bahwa program pembuatan KARTANU ini sejalan dengan upaya memperkuat basis data keanggotaan melalui Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU). “Dengan tercatatnya warga NU di SISNU kita akan mengetahui jumlahnya,” lanjutnya.

Dalam sosialisasi tersebut, pengurus Fatayat dan Muslimat NU diberi penjelasan terkait mekanisme pembuatan KARTANU dan proses pengumpulan data yang dibutuhkan. KARTANU sendiri akan diproses secara kolektif melalui pengumpulan data anggota di setiap desa.

Selain itu, Wakil Sekretaris MWCNU Limpung, Hamam Nasrudin, menjelaskan bahwa biaya pembuatan KARTANU akan dibebankan kepada setiap warga NU sebesar Rp. 20.000. “Biaya ini digunakan untuk mencetak kartu dan kebutuhan administrasi lainnya, dan diharapkan bisa dikoordinasikan dengan baik oleh pengurus ranting,” ungkap Hamam.

Menurut Hamam diharapkan dengan adanya KARTANU, pengurus NU dapat lebih mudah dalam melakukan pendataan warga NU. Program ini juga menjadi bagian dari upaya MWCNU Limpung untuk lebih memajukan organisasi dengan sistem yang lebih terstruktur dan terkoordinasi.

Lebih dari 13 Ribu Warga NU Limpung Sudah Terdata di SISNU

0
Rapat Kordinasi Persiapan Pendataan Warga NU Limpung

Limpung, NU Batang
Sebanyak 13.708 warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU). Data tersebut disampaikan saat Rapat Kordinasi Persiapan Pendataan Warga NU pada Jumat (31/1/2025) di Rumah Akhmad Mubarok Desa Kepuh Kecamatan Limpung.

Wakil Ketua MWCNU Limpung, Akhmad Mubarok, menjelaskan bahwa pendataan warga NU dalam SISNU sangat penting untuk memperkuat basis data keanggotaan. SISNU sendiri merupakan sistem aplikasi yang dikembangkan oleh NU untuk mendata anggota secara terstruktur.

Akhmad Mubarok berharap ke depan pendataan ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang jumlah warga NU di Kecamatan Limpung. “Harapannya, kita tidak lagi berbicara tentang jumlah warga NU yang tidak jelas. Dulu NU banyak, tetapi kalau disuruh menyebutkan jumlahnya, kita tidak bisa. Sekarang, kita akan tahu berapa jumlah warga NU di Kecamatan Limpung,” katanya.

Ia juga berharap program pendataan warga NU dan pembuatan KARTANU dapat berjalan sukses di Kabupaten Batang. “Program pemotretan di Kecamatan Limpung ini adalah yang pertama, menjadikan Limpung sebagai percontohan di Kabupaten Batang,” tambahnya.

Ia juga meminta kepada semua admin di tingkat desa di Kecamatan Limpung untuk memaksimalkan program ini. “Saya berharap panjenengan semua selaku admin di setiap desa di Kecamatan Limpung bisa menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya saat rapat bersama admin SISNU desa.

Wakil Sekretaris MWCNU Limpung, Hamam Nasrudin, menjelaskan bahwa biaya kegiatan pendataan warga NU ditanggung secara swadaya atau gotong royong oleh masing-masing tingkatan kepengurusan NU. Biaya untuk cetak kartu dibebankan kepada warga NU sebesar Rp. 20.000. Proses pencetakan Kartu NU dimandatkan kepada Pokja Tingkat MWCNU.