Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Perkuat Konsolidasi, PAC IPNU & IPPNU Warungasem Gelar Rapimancab 2026

0

Warungasem, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Warungasem menyelenggarakan Rapat Pimpinan Anak Cabang (Rapimancab) pada Sabtu (14/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula MTs Wahid Hasyim Warungasem ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PAC, serta perwakilan Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Warungasem.

Ketua Organizing Committee (OC), Rekanita Kariematul Azmi, menjelaskan makna dibalik tema kegiatan Rapimancab ini. “Rembug Guyub, Nglangkah Selaras memiliki makna musyawarah dengan rukun, melangkah dengan serasi. Hal ini memiliki maksud agar langkah organisasi bisa terarah,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya forum ini bisa menjadi tempat untuk saling mencurahkan ide dan gagasan agar khidmah lebih terarah. “Rapimancab ini adalah ruang diskusi dan evaluasi, kami berusaha untuk menciptakan suasana musyawarah yang agar langkah kita dari PAC hingga ranting menjadi selaras dan berada dalam satu frekuensi,” ungkap Karin sapaan akrabnya.

Ketua PAC IPNU Warungasem, Rekan M. Zidni Mufid, menekankan bahwa forum ini merupakan ruang krusial untuk konsolidasi agenda organisasi. “Ruang ini adalah tepat untuk mensosialisasikan program kerja dan agenda selama satu periode kepengurusan kami kepada seluruh ranting dengan harapan agar kita bisa saling bersinergi dan lebih progresif kedepannya”, ucapnya kepada tim LTN NU Warungasem.

“Progresivitas PAC IPNU dan IPPNU Warungasem hanya bisa tercapai jika ada dukungan timbal balik antara anak cabang dan ranting,” imbuh Zidni.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya tertib administrasi. Jajaran pengurus harian tengah menghimpun masa kepengurusan di setiap ranting yang tercantum dalam Surat Pengesahan (SP). “Dengan tertibnya administrasi, pola regenerasi estafet kepemimpinan dapat berjalan tepat waktu dan terukur, sehingga bukan hanya sekedar formalitas belaka namun esensi dapat setiap kepengurusan pun dapat dirasakan oleh semua anggota”, tegasnya.

Pewarta : Abed dan Athi’

Tingkatkan Standar, NU Peduli Batang Rapikan SOP Layanan Kebencanaan

0
Ketua NU Peduli Batang Maskur tengah menjelaskan pentingnya perapian Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam meningkatkan pelayanan kebencana-an di lingkungan NU Kabupaten Batang

Limpung, NU BATANG
Banyaknya bencana yang terjadi di Kabupaten Batang akhir-akhir ini, membuat tim penanganan kebencana-an NU Peduli Batang untuk melakukan koordinasi yang solid guna memastikan respons cepat, tepat sasaran, dan akuntabilitas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Menimbang hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang melalui tim NU Peduli mulai menyusun SOP sebagai panduan standar operasional yang dijadikan sebagai dasar untuk mengelola respons kemanusiaan, kebencana-an, serta sosial secara terstruktur, cepat, dan terkoordinir.

“Salah satu upaya dalam menyusun SOP ini, kita laksanakan kegiatan rapat koordinasi dengan seluruh elemen banom (badan otonom) dan lembaga NU untuk menyamakan persepsi dalam satu komando kemanusiaan,” ungkap Maskur, Ketua NU Peduli dalam Rapat Koordinasi NU Peduli PCNU Kabupaten Batang Jum’at siang (6/2) di aula Tirta Asri, Limpung, Batang.

Penyusunan SOP ini menurutnya begitu penting, sebab NU Peduli merupakan platform sinergi penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan yang melibatkan berbagai lembaga di NU termasuk NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh NU (Lazisnu), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) NU, Lembaga Pendidikan (LP Ma’arif) NU, Lembaga Ta’lif Wa Nasyr (LTN) NU, dan badan otonom NU.

“Koordinasi kita melibatkan beberapa lini seperti NU Care LAZISNU, LPBI NU. LKKNU, LP. Ma’arif NU serta LTN NU dan Banom Nahdlatul Ulama, mengingat dinamika kebencana-an dan kebutuhan sosial yang tinggi,” jelasnya.

Ketua PCNU Kabupaten Batang Kiai Ahmad Munir Malik dalam arahannya menegaskan, bahwa manusia tidak dapat memprediksi kapan bencana akan terjadi, oleh sebab itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting. Kesiapsiagaan itu antara lain dengan meningkatkan kapasitas relawan dan menyiapkan sumber dana yang dimiliki NU.

“Bencana itu tidak ada jadwalnya. Sewaktu-waktu datang tiba-tiba. Kita berharap tidak ada bencana ke depan, tapi ketika bencana datang tiba-tiba, kita sudah siap!” tegasnya.

Kiai Munir mengatakan dalam rakor yang kali pertama digelar ini, dalam rangka sinkronisasi program yang terintegrasi antara program kerja lembaga dengan banom NU dalam hal kebencana-an di lingkup NU Peduli agar tidak terjadi tumpang tindih.

“NU Peduli ini merupakan wadah besar dari semua komponen dan kekuatan yang dimiliki NU. Kita ingin memastikan sumber daya dan sumber dana dari NU. Mudah-mudahan dengan segala macam cara ketersediaan anggaran yang menjadi sumber vital bisa kita tingkatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam berkhidmat melayani dan menolong umat akan terus dilakukan dalam berbagai kondisi. NU tidak akan absen saat warganya menghadapi bencana,“Karena terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Batang atau daerah lainya, kebanyakan yang terdampak adalah warga NU. Maka kita harus hadir,” pungkasnya.

Beberapa poin menjadi pembahasan pada rakor kali ini. Saiful Huda Sodiq sebagai fasilitator kegiatan, diantaranya me-review potensi yang dimiliki NU dalam aksi kemanusiaan dan capaian program kemanusiaan yang sudah berjalan.

NU Care Lazisnu Kabupaten Batang menyerahkan bantuan dana secara simbolis untuk Program Siaga Bencana kepada Tim NU Peduli PCNU Batang. (Foto: LTN PCNU Batang)

Selain itu, forum juga membahas mekanisme pendataan dan penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pengembangan kemitraan strategis dengan pihak eksternal, NU Peduli juga menerima dana sebesar Rp. 50.000.000 dari Program Siaga Bencana NU Care Lazisnu Kabupaten Batang untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pewarta: Zaenal Faizin
Editor: Erfan Hafidz Ahmad

Mulai Khidmah, Ini Susunan Lengkap Pengurus PC GP Ansor Batang 2026-2030

0
Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang masa khidmah 2026–2030 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026). (Foto: Infokom GP Ansor Batang)

Batang, NU Batang
Babak baru perjalanan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang dimulai. Kepengurusan masa khidmah 2026–2030 resmi mengemban amanah usai dilantik pada Jumat (30/1/2026) di Pendopo Kabupaten Batang.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor. Ketua Umum PP GP Ansor, H Addin Jauharudin, turut hadir dan memberikan arahan serta motivasi kepada para pengurus yang baru dilantik agar mampu menjalankan roda organisasi dengan penuh tanggung jawab dan membangun kemandirian.

Pelantikan ini menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk langsung bergerak menjalankan program kerja dan tanggung jawab organisasi. Dari momentum inilah PC GP Ansor Batang meneguhkan komitmennya untuk bekerja lebih solid dan hadir memberi manfaat bagi masyarakat.

Berikut susunan lengkap pengurus PC GP Ansor Kabupaten Batang masa khidmah 2026–2030 yang akan mengemban amanah selama empat tahun ke depan.

DEWAN PENASIHAT

H. Ahmad Munir Malik, S.Ag., M.Pd
H. Ikhwanudin, M.Ag
H. Umar Abdul Jabbar, M.Pd
H. Maulana Yusuf, S.IP., M.A.P
H. Abdussyakur, S.Pd.I

PENGURUS HARIAN

Ketua: H. Moch Tolkhah Danial, S.E

Wakil Ketua Kebanseran: Amin Prayitno, S.E
Wakil Ketua Rijalul Ansor: Muhamad Adib
Wakil Ketua Kaderisasi: Srawono, S.A.P
Wakil Ketua Hukum dan HAM: Abdul Mufid, S.Sy
Wakil Ketua Dakwah dan Pengembangan Pesantren: Ali Rochman, S.Pd.I
Wakil Ketua Perekonomian/BUMA: Muhamad Imron, S.H.I
Wakil Ketua Hubungan Antar Lembaga: Muhammad Afif
Wakil Ketua Penanggulangan Bencana: H. Wachudi, S.E
Wakil Ketua Infokom: Ali Irfan, S.I.Kom
Wakil Ketua Keorganisasian: Mukhammad Faqih, S.Pd
Wakil Ketua Pengembangan dan Pengelolaan Aset: Dloiful Qomar, S.E Sy
Wakil Ketua SDM dan Pengembangan Kader: H. Zaimuddin, M.Ag
Wakil Ketua Olahraga, Seni dan Budaya: Konawi

Sekretaris: Hamam Nasrudin, S.Pd.I

Wakil Sekretaris Kebanseran: I’anatut Tolibin, S.Pd
Wakil Sekretaris Rijalul Ansor: Misbakhul Munir, M.A
Wakil Sekretaris Kaderisasi: Supriyanto
Wakil Sekretaris Hukum dan HAM: Affan Saiful Umar, S.H
Wakil Sekretaris Dakwah dan Pengembangan Pesantren: M. Fuad Salathin
Wakil Sekretaris Ekonomi/BUMA: Ainur Rofiq
Wakil Sekretaris Hubungan Antar Lembaga: Abdul Kholiq, S.Pd
Wakil Sekretaris Penanggulangan Bencana: Ikbar Maulana, A.Ma.Pust
Wakil Sekretaris Infokom: M. Rosyid Arifudin
Wakil Sekretaris Keorganisasian: Utfahrozi
Wakil Sekretaris Pengembangan dan Pengelolaan Aset: Fauzi
Wakil Sekretaris SDM dan Pengembangan Kader: Romli, S.Pd.I
Wakil Sekretaris Olahraga, Seni dan Budaya: Tarwito, S.Pd

Bendahara: Nur Sohidin, S.E
Wakil Bendahara: Nurul Umam, A.Md
Wakil Bendahara: Maimun Yuber, S.Pd

DEPARTEMEN–DEPARTEMEN PC GP ANSOR BATANG 2026–2030

Departemen Rijalul Ansor

Koordinator: Muhamad Irkham (Banyuputih)
Anggota: Asep Awaludin (Bawang)
Anggota: A. Lutfi (Bawang)
Anggota: Najib Hasan
Anggota: Wakhidi (Pecalungan)
Anggota: Nurul Khafidzin (Limpung)

Departemen Hukum dan Perlindungan HAM (Lembaga Bantuan Hukum)

Koordinator: Miftakhurrozak, S.H
Anggota: Khoirul Huda, S.H.I (Gringsing)
Anggota: Akhmad Muarif, S.Sy
Anggota: Ahmad Yusron, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Ulil Albab, S.H (Bawang)

Departemen Dakwah dan Pengembangan Pesantren

Koordinator: Mustakim (Subah)
Anggota: Muhamad Iqro’ Nukta Akbar (Wonotunggal)
Anggota: Nur Syahid (Kandeman)
Anggota: Taufiqurrohman
Anggota: Nastain (Reban)

Departemen Kaderisasi

Koordinator: Suwandi, S.IP (Reban)
Anggota: M. Sofan, S.Tr.Ak (Warungasem)
Anggota: Utfahrozi (Banyuputih)
Anggota: M. Sidqon (Banyuputih)
Anggota: Amin Subhan (Limpung)
Anggota: Nur Salam (Bawang)
Anggota: Moh. Faizin (Bandar)
Anggota: Arwani (Tersono)

Departemen Perekonomian

Koordinator: A. Saifurrohman (Reban)
Anggota: Bagus Gozali (Blado)
Anggota: M. Tarjo, S.Pd (Limpung)
Anggota: Saiful Mustofa (Gringsing)
Anggota: Yanwar (Pecalungan)
Anggota: Fahrurrozi (Gringsing)

Departemen Infokom

Koordinator: Sofyan Ari Setyawan
Anggota: Nova Nur Afriyanto
Anggota: Miftakhul Huda
Anggota: Muhamad Asrofi
Anggota: Muhammad Khafifudin
Anggota: Akhmad Musyarofi
Anggota: Yuhan
Anggota: Adib Fajri (Subah)

Departemen Penanggulangan Bencana

Koordinator: M. Yusuf
Anggota: Samsul Hadi
Anggota: Rahmat
Anggota: Syakirin (Wonotunggal)

Departemen Organisasi dan Keanggotaan

Koordinator: Ahmad Ridwan
Anggota: Jamroni, S.Pd (Tersono)
Anggota: Ahmad Hakim, S.H (Pecalungan)
Anggota: Riswanto, S.Pd (Subah)
Anggota: Eko Murdiyanto (Batang)
Anggota: Nur Rokhimin (Reban)

Departemen Hubungan Antar Lembaga

Koordinator: Eko Agus Budiyanto, S.Pd.I (Subah)
Anggota: Miftakhul Atiq, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Kasmudi
Anggota: Khobib Rozikin
Anggota: Bastomi, M.Pd (Warungasem)
Anggota: Kusnadi (Blado)
Anggota: Muhammad Rifki (Bandar)
Anggota: Nasirin (Kandeman)

Departemen Olahraga, Seni dan Budaya

Koordinator: Amar Makruf (Reban)
Anggota: Akrom Junaidi (Bawang)
Anggota: Nur Hadi
Anggota: Azizi Anas, S.Pd (Banyuputih)

Departemen Pengelolaan Aset

Koordinator: Akhmad Fauzi (Warungasem)
Anggota: Sutikwo
Anggota: Bani Arifin
Anggota: A. Sugiarto (Wonotunggal)
Anggota: Mokhamad Nasrul Fajar (Batang)
Anggota: Nurudin (Batang)

Departemen Peningkatan SDM dan Tenaga Kerja

Koordinator: Suroto (Wonotunggal)
Anggota: Dr. Mahmud Yunus, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Akhmad Maskon, M.Pd (Limpung)
Anggota: Khusni Waladi (Pecalungan)
Anggota: Achmad Yusuf, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Shaiful Bahri, S.H (Limpung)

BADAN

Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR)

Ketua: Mustofa, M.Pd (Banyuputih)
Anggota: Yakub Kurniawan
Anggota: Haryono (Batang)
Anggota: Edi (Reban)

Berpartisipasi dalam Apel Kemanusiaan, PAC Batang Dorong Pelajar NU Jadi Agen Perubahan

0
Dok. Foto bersama PAC IPNU & IPPNU Kec. Batang usai mengikuti Apel Kemanusiaan dalam rangka Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama tingkat PWNU Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Batang, Minggu (01/02/2026).

Batang, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU & IPPNU Kecamatan Batang turut berpartisipasi dalam menyukseskan Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Jl. Veteran Alun-alun Kabupaten Batang, Kecamatan Batang, pada Minggu (01/02/2026).

Peringatan Harlah 1 Abad NU tingkat wilayah Jawa Tengah tahun 2026 ini mengusung tema “Mengabdi dengan hati, Melayani dengan aksi”. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan Apel Kemanusiaan, kemudian dilanjutkan dengan Istighosah Kubro berupa Khataman Al-Qur’an, serta Ngaji Kitab Aisyul Bahri pada pukul 20.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kaum Nahdliyyin dari berbagai penjuru Jawa Tengah.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Batang, Muhammad Alfin Imtiyaz Hakim, menyampaikan bahwa momentum satu abad NU menjadi ruang refleksi penting bagi Pelajar NU untuk meneguhkan kembali niat pengabdian dan perjuangan di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. “Melalui momentum luar biasa ini, mari kita perkuat doa agar pengabdian kita di Jamiyyyah ini diakui oleh Mbah Hasyim, sehingga kita semua layak menyandang gelar sebagai santri beliau,” tuturnya.

Menurut Alfin, peringatan Harlah 1 Abad NU tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai penguatan proses kaderisasi yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa identitas keorganisasian harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan Harlah ini turut dihadiri oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PW NU Jawa Tengah, yakni K.H. Ubaidullah Shodaqoh dan H. Abdul Ghaffar Rozin, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Wakil Bupati Batang Suyono, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PC NU Batang H. Munir Malik dan K.H. Muhammad Luthfi, serta Banom NU seperti IPNU IPPNU, Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, Ansor, Banser, Pergunu, dan LPBI dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Dalam Apel Kemanusiaan, Gus Rozin selaku pembina apel menekankan bahwa khidmah NU selalu dimulai dari hal-hal kecil dan dekat dengan kehidupan umat. “Penting bagi Pelajar NU agar aktif hadir di lingkungan sekolah, pesantren, dan masyarakat, tidak hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai penggerak yang membawa manfaat”, ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Alfin menilai kehadiran jajaran pimpinan PW NU Jawa Tengah menjadi dorongan moral yang kuat bagi Pelajar NU di tingkat PAC, khususnya di Kecamatan Batang. “Kehadiran jajaran Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah menjadi suntikan motivasi dan loyalitas bagi Pelajar NU di tingkat PAC Batang.”

Lebih lanjut, Alfin juga menyampaikan pesan kaderisasi kepada seluruh Pelajar NU bahwa momen satu abad NU mengajarkan proses berorganisasi yang tidak berhenti pada simbol, tetapi harus berakar pada nilai dan tradisi NU. “Pelajar NU dinilai memiliki peran strategis sebagai penjaga tradisi keilmuan sekaligus agen perubahan. Melalui IPNU dan IPPNU, pelajar didorong untuk menguatkan literasi keislaman, keilmuan, dan kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Tradisi pesantren yang melahirkan NU menjadi pelajaran bahwa ilmu harus dibarengi adab dan tanggung jawab sosial,” tutupnya.

Pewarta : Lutfi Maulana, Abed
Editor : Solekha

Lakpesdam Batang Kawal Industrialisasi agar Berpihak pada Umat

0
Sarasehan multipihak yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Batang pada Sabtu (31/1/2026). (Foto: Lakpesdam PCNU Batang)

Wonotunggal, NU Batang
Pergeseran ekonomi di Kabupaten Batang ke sektor industri manufaktur memunculkan kekhawatiran atas dampak sosial, ketenagakerjaan, dan lingkungan yang menyertainya. Industrialisasi dinilai tak boleh hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus berpihak pada umat dan menjaga keberlanjutan.

Merespons dinamika tersebut, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang mengambil peran mengawal arah pembangunan agar tetap berkeadilan serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal.

Lakpesdam PCNU Batang menggelar sarasehan multipihak bertema “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Para Pemangku Kepentingan dalam Membaca Isu Strategis Kabupaten Batang dalam Rangka Memuliakan Umat” di Aula Pondok Pesantren Al Inaaroh, Wonotunggal Batang pada Sabtu (31/1/2026).

Forum ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, legislatif, pengelola kawasan industri, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat sipil untuk mendiskusikan arah industrialisasi Batang agar tetap berkeadilan dan berkelanjutan.

Kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP) dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, namun juga memunculkan tantangan serius, mulai dari persoalan sosial, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, tata ruang, hingga perubahan penggunaan lahan yang berpotensi menggerus kawasan pertanian produktif dan ruang hidup masyarakat.

Ketua Lakpesdam PCNU Batang, M. Aminuddin, menegaskan bahwa industrialisasi merupakan keniscayaan yang harus dikawal secara kolektif agar sejalan dengan nilai keadilan sosial dan keberlanjutan.

“Pembangunan tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi. Industrialisasi harus diletakkan dalam kerangka maqāṣid syarī‘ah—melindungi jiwa, akal, harta, keturunan, dan agama—agar tidak melahirkan ketimpangan baru serta kerusakan lingkungan. Karena itu, sinergi multipihak menjadi kunci agar industrialisasi benar-benar berpihak pada umat,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua PCNU Batang, Saiful Huda Shodiq pentingnya kesiapan sosial dan kualitas sumber daya manusia lokal dalam menghadapi bonus demografi dan arus industrialisasi.

“Bonus demografi diperkirakan mencapai puncak pada 2035. Ini peluang besar, tapi bisa berubah jadi beban jika kualitas SDM kita tidak disiapkan sejak sekarang. PCNU Batang mendorong agar peningkatan kapasitas masyarakat menjadi agenda bersama lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat. Agar warga Batang tidak hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri,” tegas Saiful Huda.

Dari sisi perencanaan daerah, Kepala Bapperida Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, menyampaikan bahwa struktur ekonomi Batang kini telah bergeser ke sektor manufaktur.

“Kontribusi PDRB Batang saat ini sudah didominasi sektor industri manufaktur dan pertumbuhan ekonomi kita melampaui rata-rata provinsi maupun nasional. Namun, industrialisasi ini harus diiringi dengan persiapan yang matang, terutama peningkatan kualitas SDM lokal, perlindungan lingkungan hidup, serta penyediaan infrastruktur yang memadai agar dampak positifnya dapat dirasakan secara merata,” jelas Bagus.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Batang, Su’udi, menegaskan bahwa percepatan ekonomi tidak boleh mengorbankan daya dukung ekologis dan karakter agraris Batang.

“Kita sadar Batang adalah wilayah agraris dengan tanah yang subur. Industrialisasi jangan sampai mematikan basis ekonomi rakyat. Yang harus kita dorong adalah peningkatan kapasitas dan kompetensi masyarakat lokal agar siap masuk ke dunia industri, sekaligus memastikan industri berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Perwakilan manajemen KITB, Mauludi Haqqul Adni, menyampaikan bahwa kawasan industri telah memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Hingga saat ini sekitar 10.000 tenaga kerja telah terserap di kawasan KITB. Kami berkomitmen menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta mendorong program-program CSR yang lebih terarah pada penguatan kapasitas SDM lokal dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan industri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kawasan industri membuka peluang turunan di sektor logistik dan pariwisata sebagai penopang ekonomi wilayah.

Dalam forum tersebut juga mengemuka persoalan masih rendahnya kapasitas SDM lokal untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri. Optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Batang serta sinergi program CSR perusahaan dinilai penting untuk mempercepat peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

Selain itu, berbagai insentif pemerintah terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) perlu dibarengi dengan kebijakan afirmatif bagi wilayah penyangga agar pertumbuhan ekonomi kawasan industri turut menggerakkan ekonomi desa dan UMKM di sekitarnya.

Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyamakan arah pembangunan Kabupaten Batang yang berkeadilan dan berkelanjutan. Lakpesdam PCNU Batang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dialog kritis, advokasi kebijakan, serta kerja-kerja kolaboratif agar industrialisasi di Batang benar-benar menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Pewarta: Candra Yudha

PWNU Jawa Tengah Gelar Apel Kemanusiaan Harlah 100 Tahun NU di Batang

0
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghafar Rozin, saat sambutan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama, Ahad (1/2/2026), di Alun-alun Batang. (Foto: PWNU Jawa tengah)

Batang, NU Batang
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar Apel Kemanusiaan bertajuk “Mengabdi dengan Hati, Melayani dengan Aksi” dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama, Ahad (1/2/2026), di Alun-alun Batang.

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana.

“Kita mengetahui bahwa Jawa Tengah adalah wilayah yang secara alamiah rawan bencana. Kondisi ini diperparah oleh masih adanya ketidakbijaksanaan kita dalam mengelola alam,” ujar KH Abdul Ghaffar Rozin.

Ia menekankan bahwa situasi tersebut menuntut NU untuk terus memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat, tidak hanya secara simbolik, tetapi melalui kerja-kerja nyata yang terorganisasi dan berkelanjutan.

“Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memperkuat kehadiran kita di tengah masyarakat, memperkuat kapasitas dan kemampuan kita, serta meneguhkan hikmah pengabdian kita kepada Nabi dan kepada bangsa ini melalui lembaga dan badan otonom masing-masing,” tegasnya.

Dalam beberapa hari dan pekan terakhir, lanjutnya, berbagai bencana kembali melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah maupun wilayah lain di Indonesia. NU Jawa Tengah, kata dia, hadir secara aktif melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) NU.

“NU Jawa Tengah hadir melalui LPB NU di berbagai tempat. Bahkan hingga saat ini, tim relawan LPB PWNU Jawa Tengah masih berada di Aceh untuk menyelesaikan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama, KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa NU tidak boleh lagi hanya membanggakan besarnya jumlah warga, melainkan harus menekankan aspek pemberdayaan dan kemandirian.

“Yang jauh lebih penting dari sekadar jumlah adalah pemberdayaan dan kemandirian. Kita harus membangun kemandirian sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Kemandirian ini tidak akan tercapai jika tidak kita bangun secara sungguh-sungguh mulai sekarang,” katanya.

Ia juga menyampaikan tiga hal utama yang harus diperkuat NU pada abad kedua ini.

“Pertama, aksi nyata kita harus semakin banyak dan semakin terasa manfaatnya bagi umat. Kedua, kita harus meneguhkan kemandirian organisasi. Ketiga, kita meneguhkan tekad cinta bangsa, bahwa NU tetap hadir, tetap memperkuat kebangsaan, dan dalam kondisi apa pun tetap mencintai bangsa dan negara,” ungkapnya.

Menurutnya, NU perlu terus belajar, beradaptasi, dan melakukan metamorfosis organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

“NU pada abad kedua ini harus menjadi organisasi yang kuat, mandiri, berdaya, serta mampu merekatkan seluruh unsur Nahdlatul Ulama, lembaga, badan otonom, dan umat dalam satu kesatuan,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan menegaskan pentingnya persatuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia NU.

“Kita semua adalah satu NU. NU akan benar-benar terasa besar apabila kita bersatu. Jumlah tidak lagi menjadi penentu utama, melainkan keahlian, profesionalitas, dan kapasitas. Dari sanalah NU akan melahirkan pemimpin masa depan dan terus mengawal keutuhan bangsa,” pungkasnya.

Pewarta: Septy Aisah

PW GP Ansor Jateng dan PC GP Ansor Batang Luncurkan Program Kemitraan Ekonomi melalui Produk KONUKU

0
Kegiatan launching produk KONUKU dilaksanakan pada Sabtu (1/2/2026) di Gedung PP TPI Al Hidayah 2, Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. (Foto: Infokom GP Ansor Batang)

Limpung, NU Batang
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah bersama Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang meluncurkan program kemitraan ekonomi sebagai ikhtiar penguatan kemandirian kader Ansor. Program ini diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Wijaya Putra Samudra, yang ditandai dengan peluncuran produk KONUKU.

Kegiatan launching tersebut dilaksanakan pada Sabtu (1/2/2026) di Gedung PP TPI Al Hidayah 2, Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, dan dihadiri oleh pengurus harian PW GP Ansor Jawa Tengah, pengurus harian PC GP Ansor Batang, serta seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Batang.

Prosesi peluncuran ditandai dengan pemakaian rompi KONUKU secara simbolis kepada tiga kader GP Ansor Kabupaten Batang. Pemakaian rompi tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah,Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, serta Direktur PT Wijaya Putra Samudra. Simbolisasi ini dimaknai sebagai penegasan keterlibatan kader secara langsung dalam ekosistem kemitraan dan pemberdayaan ekonomi yang sedang dibangun.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Gus H. Sidqon Prabowo, dalam sambutannya menegaskan bahwa program kemitraan ekonomi ini merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk menghadirkan pemberdayaan kader yang lebih konkret dan berkelanjutan.

“Ini adalah salah satu ikhtiar pemberdayaan kader Ansor dalam bidang ekonomi. Harapannya, dengan kerja sama kemitraan ini, bisa membantu kemandirian kader-kader Ansor,” ujarnya.

Produk KONUKU sendiri merupakan hasil kerja sama PW GP Ansor Jawa Tengah dengan PT Wijaya Putra Samudra, yang dirancang sebagai medium pembelajaran dan pemberdayaan ekonomi kader. Melalui skema kemitraan ini, kader Ansor didorong untuk terlibat aktif dalam rantai distribusi, pengelolaan usaha, serta penguatan jejaring ekonomi berbasis organisasi.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, Gus H. Tolkhah Danial, menyampaikan bahwa program kemitraan ini sejalan dengan visi kepengurusan PC GP Ansor Batang periode ini yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian kader.

“Kerja kemitraan ini sesuai dengan visi PC Ansor Batang periode ini, yang salah satu fokusnya adalah kemandirian. Kita punya tagline Ansor Batang Berdaya—berdaya dalam berpikir, berdaya dalam berkhidmat, dan berdaya dalam ekonomi,” tuturnya.

Selain peluncuran program dan produk KONUKU, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi strategis terkait arah pengembangan GP Ansor ke depan. Sejumlah gagasan dibahas, mulai dari penguatan skill kader yang relevan dengan kebutuhan zaman, pengembangan Ansor University sebagai ikhtiar peningkatan kapasitas keilmuan dan pendidikan kader, hingga peran Ansor sebagai penggerak desa dalam pembangunan sosial dan ekonomi berbasis komunitas.

Peluncuran program kemitraan ekonomi melalui KONUKU ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi langkah awal konsolidasi gerakan Ansor dalam membangun kemandirian kader yang berakar pada nilai kebersamaan, khidmat, dan kebermanfaatan sosial.

Pewarta: Zaim Ahya

Perkuat Mutu Lulusan, MA NU 01 Banyuputih Bimbing Murid Kelas XII Siap Kuliah dan Kerja

0
Try Out UTBK-SNBT yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer pada Sabtu (31/1/2026).

Banyuputih, NU Batang
MA NU 01 Banyuputih Batang tak ingin melepas murid kelas XII begitu saja tanpa bekal yang cukup. Untuk memperkuat mutu lulusan, madrasah yang terakreditasi A itu menggelar bimbingan khusus bagi murid yang ingin melanjutkan kuliah maupun langsung terjun ke dunia kerja.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini dibagi menjadi dua kelas, yakni Kelas Kuliah dan Kelas Kerja. Seluruh murid kelas XII diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut dengan pendampingan langsung dari wali kelas dan mendapat materi dari narasumber.

Untuk murid yang memilih jalur pendidikan tinggi, pihak madrasah menyelenggarakan Try Out UTBK-SNBT yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer. Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan akademik murid sekaligus membiasakan mereka dengan sistem ujian berbasis komputer.

Sementara itu, bagi murid yang berminat memasuki dunia kerja maupun berwirausaha, madrasah menghadirkan program Mentorship Dunia Kerja untuk kelas Industri dan Wirausaha. Kegiatan ini berlangsung di kelas XII.1, XII.2, dan XII.3 dengan menghadirkan dua pemateri profesional, yakni Dhony Yan Pratama, Owner Coklat Cokot, serta Bunayya Fahmi Nurrosyad, seorang HR Recruitment Specialist.

Dalam sesi tersebut, para murid mendapatkan pembekalan seputar kesiapan mental dan keterampilan menghadapi dunia kerja, strategi membangun usaha, hingga tips lolos seleksi rekrutmen. Para pemateri juga berbagi pengalaman praktis yang memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan peluang di dunia industri maupun kewirausahaan.

“Saya jadi lebih yakin menentukan langkah setelah lulus. Kalau ikut try out UTBK, saya tahu sejauh mana kemampuan saya dan apa yang harus diperbaiki. Teman-teman yang ikut kelas kerja juga dapat gambaran langsung dari praktisi. Jadi kami merasa benar-benar dibimbing, tidak dilepas begitu saja setelah lulus,” ujar Lisana salah satu murid kelas XII MA NU 01 Banyuputih.

Pewarta: Muhammad Asrofi

GP Ansor Batang 2026–2030 Resmi Dilantik, Ketua Tegaskan Tiga Arah Gerakan

0
Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang masa khidmah 2026–2030 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026). (Foto: Infokom GP Ansor Batang)

Batang, NU Batang
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang masa khidmah 2026–2030 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum awal kepemimpinan baru di bawah Ketua Gus H Muhammad Tolkhah Danial.

Dalam sambutannya, Gus Tolkhah menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif.

“Pelantikan ini bukan awal bukan akhir, melainkan awal dari sebuah proses dan tanggung jawab yang diperlukan dalam pergerakan kita,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kepengurusan GP Ansor Batang masa khidmah 2026–2030 akan bergerak dengan tiga arah utama yang menjadi prinsip pergerakan organisasi ke depan.

Pertama, penguatan kemandirian dan daya hidup kader. Menurutnya, kader Ansor harus memiliki ketahanan dan kemandirian, baik dalam berpikir maupun dalam menopang kehidupan, sehingga mampu menjalankan peran sosial dan kebangsaan secara optimal.

Kedua, penguatan kaderisasi. Sebagai organisasi kader, Ansor harus memastikan proses pembinaan berjalan sistematis dan berkelanjutan. Kaderisasi bukan hanya rutinitas formal, melainkan proses pembentukan karakter, militansi, dan komitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan Nahdlatul Ulama.

Ketiga, penguatan skill dan kapasitas yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya membekali kader dengan kemampuan yang adaptif agar mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi.

“Tiga hal ini kita satukan dalam satu nafas pergerakan, yaitu Ansor Batang berdaya,” tegasnya.

Tema pelantikan yang diusung, Merawat Kebersamaan, Meneguhkan Kemandirian, disebutnya sejalan dengan arah gerakan tersebut. Integrasi antara penguatan organisasi, pengembangan kader, dan kebermanfaatan menjadi kunci agar Ansor Batang kuat secara struktur, dan berdampak nyata di tengah masyarakat.

Gus Tolkhah mengakui bahwa amanah kepemimpinan ini bukan hal ringan. Namun dengan kebersamaan, doa para masyayikh dan kiai, serta dukungan seluruh kader dan senior, ia optimistis Ansor Batang akan terus tumbuh dan berkembang.

“Kami yakin dengan kebersamaan dan niat yang lurus, Ansor Batang akan berdaya dalam berpikir, berdaya dalam bekerja, dan berdaya dalam berkemanfaatan,” ujarnya.

Pewarta: Muhammad Asrofi

Obituari: Khoirul Ibad, Sekretaris Militan dan Penuh Dedikasi

0
Khoirul Ibad (tengah) Sekretaris PAC GP Ansor Limpung saat sambutan kegiatan selapanan GP Ansor di Mushola An Nur Dk. Mlangkok Desa Sukorejo pada Sabtu Malam Ahad, 4 Oktober 2025.

Kabar duka itu datang begitu cepat, nyaris tak memberi jeda bagi siapa pun untuk bersiap. Malam ini, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Limpung kehilangan salah satu kader terbaiknya. Khoirul Ibad—atau yang akrab disapa Mas Ibad—telah menghadap Allah SWT. Ia meninggalkan jejak pengabdian yang dalam dan kenangan yang sulit dilupakan.

Khoirul Ibad merupakan anak bungsu dari empat bersaudara asal Dukuh Cendono Desa Tembok Kecamatan Limpung. Ia tumbuh dari keluarga yang sederhana. Namun kesederhanaan itu tak pernah membatasi cita-citanya. Dalam profil dirinya tertulis angan-angan besar untuk terus berusaha, melangkah, dan menggapai masa depan yang lebih baik, terutama dalam karier dan pengabdian sosial-keagamaan.

Jejak organisasinya telah dimulai sejak muda. Ia pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris PAC IPNU Kecamatan Limpung, kemudian dipercaya menjadi Sekretaris PC IPNU Kabupaten Batang periode 2016–2018. Masa mudanya ditempa oleh disiplin organisasi, ketekunan administrasi, dan loyalitas terhadap jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Pendidikan formal terakhirnya ditempuh di Politeknik PUSMANU Pekalongan, yang turut mengasah kemampuannya.

Dalam tubuh GP Ansor, peran Mas Ibad sangat nyata. Hingga akhir hayatnya, ia masih menjabat sebagai Sekretaris PAC GP Ansor Limpung masa khidmah 2024–2027. Ia juga dipercaya sebagai Wakil Sekretaris PC GP Ansor Batang masa khidmah 2026–2030 yang sebenarnya akan melaksanakan pelantikan pada Jumat 30 Januari 2026 mendatang. Kepercayaan itu bukan datang tanpa alasan. Ia dikenal sebagai pengurus yang aktif, rajin, telaten, dan sangat memahami administrasi organisasi. Tak jarang, Mas Ibad dengan sabar memberikan pemahaman kepada kader lain tentang tata kelola organisasi, surat-menyurat, dan mekanisme administrasi yang tertib.

Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Mas Ibad juga terlibat dalam tim pendataan warga NU Kecamatan Limpung serta tim pembuatan KARTANU (Kartu Tanda Anggota NU). Keahliannya di bidang teknologi informasi menjadikannya sosok penting sebagai operator di MTs NU Al Sya’iriyah Limpung. Ia adalah kader NU yang bekerja dalam senyap, tetapi hasil kerjanya terasa nyata.

Di luar kesibukan organisasi, Mas Ibad tetap manusia biasa dengan kegemaran sederhana. Ia mencintai sepak bola dan futsal, bahkan tergabung dalam tim sepak bola Pemuda Ansor Limpung (PAL). Ironisnya, sore sebelum wafat, ia masih sempat bermain futsal. Setelah itu, ia mengikuti rapat Ansor bersama ketua, dan malam harinya masih aktif berkomunikasi melalui grup WhatsApp organisasi. Tak ada tanda, tak ada firasat. Hingga kabar duka itu akhirnya tiba.

Kenangan tentang tanggung jawabnya sulit dihapus. Saya masih mengingat betul, pada 16 Januari 2026, saat hujan mengguyur tanpa jeda, rapat Pengurus Harian PAC GP Ansor Limpung kebetulan digelar di rumah saya. Peserta yang hadir hanya beberapa orang. Namun Mas Ibad tetap menyempatkan diri datang. Sungguh luar biasa, hujan tidak menyurutkan api semangatnya untuk hadir dari amanah organisasi itu.

Sebagai sekretaris, ia selalu sigap. Ketika ada surat undangan kegiatan, seperti selapanan GP Ansor ranting, Mas Ibad akan segera menyusun pengumuman dan memastikan pengurus harian yang bertugas mendapatkan informasi dengan jelas. Tugas dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, tanpa banyak keluhan.

Kini, PAC GP Ansor Limpung harus merelakan kepergian sosok sekretaris yang aktif, telaten, militan, dan bertanggung jawab. Kehilangan ini bukan hanya soal jabatan yang kosong, tetapi tentang figur penggerak yang bekerja dengan ketulusan hati.

Di sisi lain, Mas Ibad meninggalkan satu anak dan seorang istri, Iffah Ulul Azmi, kader IPPNU yang aktif hingga tingkat Pimpinan Pusat. Iffah adalah pasangan yang setia mendukung langkah suaminya dalam berkhidmah di GP Ansor. Ia menjadi saksi sekaligus penguat di balik pengabdian organisasi yang dijalani Mas Ibad.

Tentu, masih banyak kisah kebersamaan, pengabdian, dan keteladanan Khoirul Ibad yang belum tertulis di sini. Namun satu hal yang pasti: ia telah menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Selamat jalan, Mas Ibad. Khidmahmu mungkin telah usai, tetapi teladanmu akan terus hidup di hati kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baktimu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Penulis: Muhammad Asrofi (Wakil Ketua PAC GP Ansor Limpung)