Rabu, April 8, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 21

PCNU Batang Gelar Training bagi Kader Penggerak Keluarga Maslahat

0
Training of Trainer LKK PCNU Batang di MWC NU Banyuputih/NU Batang

Banyuputih, NU Batang

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang melalui Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK NU) menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) bagi kader penggerak keluarga maslahat. Acara yang diadakan di Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Banyuputih, dihadiri oleh 45 peserta dari masing-masing MWC NU se-Kabupaten Batang, Rabu (29/1/2025).

Ketua Tanfidzyah PCNU Batang, Ahmad Munir Malik menjelaskan, melalui program ToT bagi kader penggerak keluarga maslahat, diharapkan dapat mengambil peran dalam pembentengan kepada warga NU untuk menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi informasi. Kemudian, pasca training, para kader akan diberdayakan untuk memberi pemahaman kepada warga NU tentang parenting melalui pertemuan selapanan rutin.

“Program ini pada intinya adalah mengambil peran dalam pembentengan kepada warga NU untuk menghadapi dampak negatif pesatnya perkembangan teknologi informasi. Pasca training, para kader inilah yang nantinya akan diberdayakan untuk memberikan pemahaman kepada warga NU untuk memberikan materi parenting melalui pertemuan selapanan rutin,” jelas Munir.

Menurutnya, pertemuan selapanan rutin yang telah dilaksanakan oleh Badan Otonom (Banom) di Pimpinan Ranting (PR) perlu dimanfaatkan guna menyampaikan materi mengenai parenting oleh kader penggerak keluarga maslahat yang sudah ditraining.

“Kita akan memanfaatkan pertemuan selapanan yang sudah berjalan di tingkat ranting sehingga ada kegiatan yang bermanfaat dan tidak hanya seremonial kumpul-kumpul saja,” ucapnya.

Ketua LKK PCNU Batang, Ahmad Nafis mengatakan, training dapat terselenggara atas dukungan PCNU Batang. Dijelaskaan, peserta akan dibekali materi tentang keluarga maslahah, bullying, kenakalan remaja dan pencegahan praktik sunat perempuan. Selanjutnya, dilakukan diskusi kelompok serta presentasi dari masing-masing kelompok. Pada akhir acara, peserta diminta untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sesuai kelompok delegasi kecamatan.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terselenggara dan mendapat dukungan PCNU Batang. Para peserta akan dibekali materi tentang keluarga maslahah, bullying, kenakalan remaja dan pencegahan praktik pelukaan serta pemotongan genetalia perempuan. Kemudian, dilanjut diskusi kelompok dan presentasi masing-masing kelompok Di akhir acara, para peserta diminta untuk membuat RTL dari masing masing utusan peserta dari kecamatan,” ucapnya.

Ansor Subah Gelar Muskerancab untuk Memperkuat Eksistensi Organisasi

0
Rakerancab PAC GP Ansor Subah/NU Batang

Subah, NU Batang

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Subah gelar Musyawarah Kerja Anak Cabang (Muskerancab). Rapat yang bertujuan merancang program kerja dan memperkuat eksistensi organisasi dalam menghadapi tantangan di tahun 2025, berlangsung di aula Zieda Garden Bandungan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (29/1/2025).

Dalam sambutannya, Ketua GP Ansor Subah, Riswanto, mengungkapkan pentingnya menerapkan slogan PAC GP Ansor Subah sebagai organisasi yang “Tegak Mandiri dan Tekun Mengabdi”. Menurutnya, PAC GP Ansor Subah harus tetap berdiri tegak, mandiri dalam setiap langkah dan tekun mengabdi kepada masyarakat serta kepada bangsa. Selain itu, Muskersancab juga menjadi langkah awal dalam memastikan setiap program yang dijalankan supaya sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan organisasi.

“Kami harus tetap berdiri tegak, mandiri dalam setiap langkah, dan tekun mengabdi untuk masyarakat serta bangsa. Rapat kerja ini menjadi langkah awal dalam memastikan setiap program yang kita jalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan organisasi,” ujarnya.

Di samping itu pula, dijelaskan oleh Riswanto, selain evaluasi program kerja Muskerancab juga membahas berbagai rencana strategis untuk tahun mendatang, seperti penguatan kapasitas kader melalui pelatihan, pengorganisasian kegiatan sosial kemasyarakatan dan pembenahan administrasi organisasi di tingkat Ranting.

“Selain itu juga membahas berbagai rencana strategis untuk tahun mendatang, seperti penguatan kapasitas kader melalui pelatihan, pengorganisasian kegiatan sosial kemasyarakatan dan pembenahan administrasi organisasi di tingkat Ranting,” kata Riswanto.

Ia menambahkan, kegiatan ini berlangsung dengan disertai diskusi yang penuh antusiasme. Selain, bertujuan meningkatkan kinerja PAC GP Ansor Subah, juga memperkuat semangat kebersamaan antar anggota. Selanjutnya, para peserta sepakat untuk menyusun beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, termasuk program dakwah dan pengabdian sosial.

“Kegiatan ini berlangsung dengan diskusi yang penuh antusiasme, yang bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kinerja Ansor Subah, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan di antara anggota. Para peserta juga sepakat untuk menyusun beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, termasuk program dakwah dan pengabdian sosial yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” ujar Riswanto.

Riswanto mengatakan bahwa, PAC GP Ansor Subah berkomitmen lebih solid, mandiri dan siap menghadapi tantangan melalui semangat kebersamaan dan tekad untuk terus mengabdi. Ia berharap PAC GP Ansor Subah dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, agama dan bangsa.

”Muskerancab ini berakhir dengan komitmen untuk mewujudkan Ansor Subah yang lebih solid, mandiri, dan siap menghadapi tantangan yang ada. Melalui semangat kebersamaan dan tekad untuk terus mengabdi. Ansor Subah berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, agama, dan bangsa,” harapnya.

Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat, MWC NU Warungasem Gelar Rakor

0
Ketua MWC NU Warungasem, Kuwat Sambutan pada Rakor/NU Batang

Warungasem, NU Batang

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Warungasem gelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan dipimpin oleh Ahmad Munir Malik, Ketua Tanfidzyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang bersama Kuwat, Ketua MWC NU Kecamatan Warungasem. PCNU Batang mempertanggung jawabkan setiap titik MWC NU se-Kabupaten Batang untuk mengagendakan Rakor sebagai arahan kerja-kerja NU di Batang. Pada waktu berbeda, Rakor tersebut bertempat di Gedung MWC NU Warungasem, di jalan Raya Banjiran Nomor 184. Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Sabtu (25/1/2025).

Dalam Sambutannya, Ketua MWC NU Warungasem, Kuwat mengatakan bahwa rapat bertujuan meningkatkan kinerja pengurus dan anggota MWC NU Warungasem. Di samping itu pula, kinerja pengurus MWC NU Warungasem perlu ditingkatkan dalam masyarakat.

“Kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kinerja kita dan meningkatkan kontribusi kita dalam masyarakat,” ujar guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Wahid Hasyim Warungasem tersebut.

Selanjutnya, ia juga mengatakan hal-hal yang dibahas dalam Rakor berkaitan dengan administrasi dan beberapa kegiatan yang dirancang oleh PCNU Batang dan harus dilaksanakan oleh MWCNU se-Kabupaten Batang, seperti gerakan infaq Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) batang melalui aplikasi NU Online. Selain itu, pembahasan mengenai pelaksanaan penilaian kinerja organisasi, pendataan warga NU melalui Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) dan lain sebagainya.

“Hal-hal yang disampaikan dalam rakor berkaitan dengan administrasi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang oleh PCNU yang harus dilaksanakan oleh MWCNU, seperti gerakan infaq LAZIS NU Batang melalui aplikasi NU Online, pelaksanaan penilaian kinerja organisasi, pendataan warga NU melalui SISNU dan lain sebagainya,” jelas Kuwat.

Menurutnya, rapat pengurus MWC NU Warungasem berlangsung secara khidmah. Kuwat mengharapkan dengan dilaksanakannya Rakor dapat meningkatkan kinerja dan kontribusi MWCNU Warungasem dalam masyarakat.

”Rapat pengurus MWCNU Warungasem berlangsung secara khidmat dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kontribusi MWCNU Warungasem dalam masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Ika dan Nadia

Editor: Septy Aisah

JQHNU Bawang Gelar Silaturahmi Hafidz Hafidzah, Kiai Nasikhin Harap Eksistensi JQHNU Meningkat

0
Suasana JQHNU Bawang saat Silaturahmi Hafidz Hafidzah

Bawang, NU Batang
Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kecamatan Bawang menggelar acara silaturahmi dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an di Desa Pasusukan Kecamatan Bawang pada Selasa (28/1/2025). Acara ini diikuti oleh sejumlah hafidz dan hafidzah dari berbagai dukuh di Kecamatan Bawang.

Keberadaan JQHNU sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama yang mewadahi para penghafal Al-Qur’an masih kurang dikenal luas. Bahkan, kegiatan JQHNU di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun Pimpinan Cabang (PC) masih tergolong jarang dilakukan.

Hal inilah yang menjadi motivasi Kiai Nasikhin, Ketua PAC JQHNU Kecamatan Bawang, untuk menyelenggarakan acara silaturahmi ini. Menurutnya, JQHNU sebagai bagian dari kekayaan Nahdlatul Ulama harus dilestarikan dan dibumikan kembali, terutama karena terkait langsung dengan Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam.

“JQH merupakan kekayaan Nahdlatul Ulama yang perlu kita jaga, lestarikan, karena ini berkaitan dengan pedoman umat Islam yaitu Al-Qur’an,” tegasnya.

Menuurt Kiai Nasikihin dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan eksistensi JQHNU semakin meningkat dan dapat memberikan kontribusi besar dalam melestarikan tradisi keilmuan Islam, khususnya di bidang Al-Qur’an.

Kepala Desa Pasusukan, Drs.H. Nur Alip, turut memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Ia mengapresiasi setiap upaya yang berkomitmen menjaga dan merawat Al-Qur’an, sekaligus berharap agar acara serupa dapat memberikan manfaat lebih dalam pemaknaan isi Al-Qur’an.

“Saya mewakili masyarakat Desa Pasusukan, mengapresiasi jika ada majelis yang mau merawat dan menjaga Al-Qur’an. Harapannya bukan hanya sebatas bacaan, namun ada kajian yang memaknai setiap ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an,” ujar H. Nur Alip.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan MWCNU, PC JQHNU Kabupaten Batang, serta para hafidz dan hafidzah dari seluruh Kecamatan Bawang.

Pewarta: Anif Syarifudin

Dampingi Korban Bencana, LPBI PCNU Batang Adakan Trauma Healing di Desa Pacet

0
Kegiatan trauma healing bagi korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Dukuh Sijeruk, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, pada Senin, (27/1)

Reban, NU Batang
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang menggelar kegiatan trauma healing bagi korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Dukuh Sijeruk, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, pada Senin, (27/1).

Ketua LPBI Kabupaten Batang Kholid menjelaskan bahwa trauma healing merupakan salah satu klaster dalam tanggap darurat bencana. “Klaster ini penting karena dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis masyarakat terdampak. Trauma healing dibutuhkan untuk membantu pemulihan psikologis mereka. Kegiatan ini tidak cukup dilakukan sekali, mengingat kondisi daerah yang terdampak masih rawan longsor dan banjir susulan akibat material yang tersisa dan retakan tanah yang berpotensi longsor saat hujan lebat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai terdampak banjir bandang merasa cemas dan waswas, sehingga membutuhkan pendampingan berkelanjutan. “Trauma healing bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti dakwah, pengajian, atau kegiatan lain seperti nonton bareng (nobar). Yang terpenting, kita dapat mendampingi mereka agar kondisi psikisnya pulih. Harapannya, kegiatan seperti ini dilakukan secara terjadwal hingga masyarakat benar-benar merasa tenang kembali,” tambah Kholid.

Sementara itu, Liesnaeni, anggota tim gabungan PCNU Batang dari unsur Lakpesdam, memaparkan bentuk kegiatan trauma healing yang dilakukan. “Untuk anak-anak, kami menyediakan berbagai permainan edukatif hingga outbound yang menyenangkan. Kegiatan ini juga melibatkan aktivitas mewarnai, mendongeng, bermain ranking satu, serta makan buah bersama. Sedangkan bagi orang tua, kami menyediakan konseling kelompok kecil yang dipandu oleh tenaga ahli atau psikolog,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Ibu Yuni selaku Kepala Dusun Sijeruk, yang turut hadir di lokasi bencana. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh relawan dari PCNU Batang yang sudah berkenan hadir, menghibur anak-anak, dan memberikan pendampingan kepada orang tua di dusun ini. Kehadiran para relawan sangat membantu kami, baik secara psikologis maupun moril, di tengah situasi yang sulit ini,” ungkap Bu Yuni.

Dalam kegiatan tersebut, turut disalurkan bantuan sembako untuk korban longsor di Dukuh Sijeruk, Kecamatan Reban, serta Dukuh Kayulandak dan Dukuh Pager Gunung, Kecamatan Blado. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga praktisi psikologi, yaitu Ibu Cintami dan Ibu Sherly, yang memberikan layanan konseling kepada masyarakat terdampak.

Melalui kegiatan ini, LPBI PCNU Kabupaten Batang berharap masyarakat dapat bangkit dari trauma dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih optimis.

Pewarta : Solekha

NU Batang Terjun ke Lokasi Bencana, Beri Bantuan dan Lakukan Trauma Healing

0

Blado, NU Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang melalui Gerakan NU Peduli aktif membantu penanganan bencana banjir bandang yang melanda empat desa, yakni Kayu Landak, Pager Gunung, Sijeruk, dan Kuripan Surjo. Ketiga desa pertama berada di wilayah Kecamatan Blado, sementara Kuripan Surjo berada di Kecamatan Bawang.

Tim lapangan yang terlibat dalam aksi ini merupakan gabungan dari berbagai badan otonom dan lembaga PCNU, termasuk LPBI, BAGANA, PC IPNU-IPPNU, PC Fatayat NU, Lakpesdam, dan LAZISNU. Kegiatan yang dilakukan pada Senin (27/1/2025) mencakup trauma healing, pendistribusian bantuan logistik, hingga kajian pendampingan terkait rencana relokasi rumah bagi warga terdampak.

Salah satu fokus utama NU Peduli adalah memberikan pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing yang terbagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok anak-anak dan dewasa. Trauma healing bagi kelompok dewasa ditargetkan untuk 16 rumah di bantaran sungai di Desa Sijeruk serta para pengungsi dari Desa Kayu Landak. Pendampingan dilakukan oleh tim profesional Cintami dan Ria Anisatu psikolog dari Fatayat PWNU Jawa Tengah.

Sementara itu, trauma healing untuk anak-anak dilakukan oleh tim dari IPPNU. Mereka memberikan kegiatan yang dirancang untuk menghibur sekaligus memulihkan semangat anak-anak terdampak bencana.

Selain pendampingan psikologis, NU Peduli juga menyalurkan bantuan berupa bahan pangan kepada warga terdampak di beberapa dusun, seperti Pager Gunung, Kayu Landak Keteleng, Sijeruk Pacet, dan Kuripan Surjo.

Di Desa Sijeruk, dilakukan kajian dan pendampingan khusus terkait aspirasi sebagian warga yang menginginkan relokasi rumah mereka dari kawasan rawan bencana. “Pendampingan ini penting agar warga mendapatkan solusi terbaik untuk jangka panjang,” ujar Lies Naeni salah satu anggota tim NU Peduli.

Menurutnya aksi cepat tanggap dari NU Peduli ini diharapkan mampu meringankan beban warga terdampak serta memberikan dukungan psikologis yang mereka butuhkan. Bantuan dari berbagai pihak masih terus diupayakan untuk proses pemulihan pasca-bencana.

Harlah Ke-102 NU, Ketua PCNU Batang: Pengurus Ranting NU dan Banom Harus Aktif untuk Bergerak Melayani Jama’ah

0

Tersono, NU Batang

Pada 27 Januari, Pengurus MWNU Tersono menggelar Peringatan Harlah Ke-102 Nahdlatul Ulama dan Isra’ Mi’raj pada hari Senin 27 Rajab 1446 H/27 Januari 2025 bertempat di halaman Gedung MWCNU Tersono.

Pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Batang, Ahmad Munir Malik di hadapan pengurus MWCNU, PAC Banom dan Pengurus Ranting NU dan Banom serta warga NU se-Kec. Tersono menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran pengurus dan keluarga besar NU Kec. Tersono yang telah bergerak menggalang donasi NU Peduli Korban Bencana Longsor dan Banjir sesuai instruksi PCNU Batang.

Sesaat setelah kejadian bencana pada hari Senin malam Selasa 20 Januari 2025 PCNU Batang langsung melakukan koordinasi secara cepat dengan LPBI, Lazisnu dan semua Pimpinan Cabang Banom NU Kabupaten untuk lakukan langkah-langkah penanggulangan bencana dan membantu korban terdampak.

PCNU Batang juga langsung menerbitkan instruksi penggalangan donasi NU peduli Bencana kepada pengurus MWCNU dan PRNU se-Kabupaten Batang. Hasil donasi yang dikelola satu pintu melalui Lazisnu ini sudah mulai disalurkan oleh Tim NU Peduli yang berisikan personil relawan NU (LPBI dan semua Banom NU) kepada korban terdampak bencana di beberapa titik di wilayah Kabupaten Batang.

Pada kesempatan peringatan Harlah Ke-102 NU tersebut, Munir juga berpesan kepada seluruh pengurus ranting NU dan Banom di Kec. Tersono agar aktif bergerak menjalankan agenda-agenda NU di berbagai bidang. Karena mandat Muasis mendirikan NU adalah untuk menciptakan kemaslahatan umat.

Semua bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi juga menjadi perhatian NU Batang untuk dapat dikelola secara serius oleh jajaran pengurus dan Banom. Oleh karenanya konsolidasi pengurus NU dan Banom di semua tingkatan menjadi agenda mendesak yang sedang digalakkan oleh PCNU Batang untuk mewujudkan harapan tersebut di atas.

(Irfan)

RMI PWNU Jateng Gelar Naharul Ijtima di Kendal, Fokus Revitalisasi Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

0
"Ikrar Komitmen Pengasuh Pondok Pesantren se-Jawa Tengah dalam Mengawal Pendidikan" dibacakan KH Ahmad Fadlullah Turmudzi, Ketua RMI PWNU Jateng ditirukan seluruh Pengasuh Pondok Pesantren Se-Jateng.

Kendal, NU Batang.

Sabtu (25/1/2025) – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah menggelar Naharul Ijtima’ di Pondok Pesantren Darul Amanah, Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) versi Hijriah, dengan mengusung tema Revitalisasi Pesantren: Penguatan Spiritualitas untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Acara ini menghadirkan berbagai halaqoh untuk mendukung pengembangan pesantren, antara lain Halaqoh Pengasuh Pesantren, Halaqoh Media Pesantren, Halaqoh Penguatan Manajemen Madin NU, Halaqoh Pesantren Research, Halaqoh Pengembangan Metodologi Bahtsul Masail, dan Halaqoh Pengurus Pesantren.

Dalam sambutannya, Dr. H. Basnang Said, M. Ag (Direktur Pesantren Dirjen Pendis Kementerian Agama RI) menegaskan bahwa pesantren kini telah diakui sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Ia juga menyoroti pentingnya pesantren ramah anak, yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan mental psikologis, kognitif, afeksi, dan psikomotorik. “Penataan pesantren sesuai regulasi harus ditingkatkan untuk mencegah kasus-kasus seperti kekerasan seksual (KS) dan bullying, yang sering terjadi di pseudo pesantren,” jelasnya.

Basnang juga memaparkan beberapa agenda penting pesantren ke depan, seperti suksesnya pelaksanaan MQKN (Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional) di Makassar tahun ini, serta persiapan MQK Internasional yang akan melibatkan peserta dari 12 negara. Selain itu, keunggulan pesantren Indonesia akan dipromosikan secara global melalui rencana pendirian Pesantren Internasional Indonesia yang terintegrasi dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jakarta.

KH Ahmad Fadlullah Turmudzi, Ketua RMI PWNU Jateng, menjelaskan bahwa tema yang diusung adalah bentuk ikhtiar untuk memperkuat spiritualitas dan kontribusi pesantren dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Pesantren harus tetap eksis dalam kajian tafaqquh fiddin sambil siap menghadapi dinamika zaman. Oleh karena itu, kami memfasilitasi halaqoh pengasuhan, manajemen pesantren, riset, dan media agar pesantren dapat beradaptasi sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat,” ujar Gus Fadlu, sapaan akrabnya.

Ia juga menyebutkan, Jawa Tengah memiliki 5.231 pesantren dengan jumlah santri mencapai 1.968.698, menjadikannya provinsi dengan populasi santri terbesar di Indonesia. Pesantren di Jawa Tengah juga sangat beragam, mulai dari pesantren salafiyah, madrasah diniyah formal, hingga pesantren yang memiliki pendidikan umum dan perguruan tinggi. “Tugas RMI adalah memastikan bahwa semua varian pesantren di bawah naungan NU tetap terkoordinasi dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

KH Abdul Ghofar Rozin, M. Ed, Ketua PWNU Jawa Tengah, menyampaikan bahwa Naharul Ijtima’ ini menjadi forum penting untuk konsolidasi antara pesantren, madrasah diniyah, dan RMI. “Pesantren adalah bagian integral dari sejarah bangsa yang kini mendapat apresiasi lebih melalui UU Pesantren, meski dukungan negara masih minim. Kami mendorong pesantren untuk fokus pada riset, seperti tahqiqul kutub, agar pesantren tetap berkontribusi memberikan solusi bagi bangsa,” ujarnya.

Dalam arahannya, KH Ubaidullah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, mengingatkan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam sejarah NU dan perjuangan kemerdekaan bangsa, termasuk kontribusi pasukan Hizbullah dan Tentara Rakyat. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga peran utama pesantren sebagai tempat tafaqquh fiddin di tengah perkembangan era digital. “Pesantren salafiyah perlu memanfaatkan teknologi untuk melahirkan agen literasi turats, sementara inovasi seperti SSB di Darul Amanah adalah bukti kemampuan pesantren menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, KH Ubaidullah menegaskan bahwa santri harus dimampukan di berbagai bidang melalui pemaknaan luas terhadap konsep Ad Din, agar mereka menjadi kader NU yang unggul dan berkompeten. Tantangan era ini memerlukan pembenahan sistem, regulasi, dan manajemen pesantren agar pesantren dapat terus berkontribusi dalam membangun bangsa.

Acara ini juga dihadiri oleh Gus Taj Yasin Maemoen, perwakilan Kementerian Agama RI, pengurus PWNU Jateng, RMI NU se-Jawa Tengah, pengasuh pesantren, kepala madin, serta perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten Kendal.

Dengan suksesnya pelaksanaan Naharul Ijtima’, RMI PWNU Jateng berharap pesantren dapat terus menjadi elemen strategis dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045, melalui kontribusi nyata di sektor pendidikan, sosial, dan keagamaan. (*)

Bu Nyai Hj. Maftuhah Minan: Menjaga Keberhasilan Pesantren dan Pembentukan Santri Berakhlak Karimah

0

KendalNU Batang.

Halaqoh pengasuh pesantren yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah menghadirkan Ibu Nyai Hj. Maftuhah Minan sebagai salah satu narasumber. (Sabtu, 25/01/25) Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan beberapa poin penting terkait prinsip dan praktik kepengasuhan pesantren dalam membentuk generasi santri yang berkualitas, mandiri, dan berakhlak mulia.

Tema halaqah yang diangkat “Selayang Pandang Kepengasuhan”, Ibu Nyai Hj. Maftuhah Minan menekankan bahwa keberhasilan sebuah pesantren erat kaitannya dengan kebiasaan dan kesukaan para pengasuhnya. Menurutnya, dalam mengasuh pesantren dibutuhkan perjuangan luar biasa. Kebiasaan para pengasuh akan membentuk spesialisasi pesantren, yang menjadi ciri khasnya.

Beliau mengisahkan perjalanan awal Kyai Minan dalam merintis pesantren.
“Dimulai dengan mengajar santri kalong, santri yang hanya datang mengaji tanpa menetap di pesantren yang lama-kelamaan menjadi santri mukim. Semangat ini menunjukkan betapa besar peran para pengasuh dalam membimbing para santri menuju kemandirian dan kualitas dakwah yang unggul,” cerita Pengasuh Pesantren Nurul Qur’an Kajen.

Pesantren sebagai Pelindung Akhlak di Era Modern

Ibu Nyai juga menyoroti pentingnya pesantren sebagai pelindung bagi para santri di tengah era modern yang serba robotik. Pesantren harus mampu membimbing santri agar tetap berakhlakul karimah, memenuhi kebutuhan mereka, dan melengkapi keilmuan sesuai perkembangan zaman. Pesantren tidak hanya menjadi tempat pembinaan ilmu, tetapi juga wadah untuk menyalurkan bakat anak sesuai syariat.

Dalam menjalankan kepengasuhan, beliau menekankan pentingnya kasih sayang.
“Hukuman fisik, perundungan, dan bentuk kekerasan lainnya harus dihindari,” terang Ketua Umum Jam’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat (JMQH) ini.
Bahkan, takzir atau sanksi yang bersifat memberatkan, seperti denda uang, dianggap tidak efisien. Sebaliknya, suasana pembelajaran yang menyenangkan perlu diciptakan agar santri lebih semangat belajar.

Pentingnya Komunikasi dan Teknologi dalam Pesantren

Lebih lanjut, Ibu Nyai kelahiran Gresik ini menyampaikan pentingnya komunikasi antara pengasuh dengan wali santri. Hal ini bertujuan agar para wali santri memahami perkembangan anak mereka di pesantren. Selain itu, pengasuh juga diharapkan dapat memfasilitasi pesantren dengan teknologi yang dibatasi penggunaannya agar tetap sesuai nilai-nilai Islam.

Disiplin dan Pembinaan Karakter Santri

Pengajaran nilai disiplin dan istiqamah menjadi bagian penting dari pengasuhan. Pesantren juga harus menghormati keunikan santri dengan memberikan fasilitas untuk mengembangkan bakat mereka, seperti melalui metode halaqoh, bandongan, dan bimbingan media. Jangan sampai ada santri yang tertinggal, sehingga mereka perlu dimotivasi secara terus-menerus.

Sebagai penutup Ibu Nyai mengingatkan bahwa tugas utama pengasuh adalah menghantarkan santri menjadi teladan dalam syiar agama. Kepengasuhan memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan keilmuan santri serta mempersiapkan mereka menjadi pemimpin dan dai yang berkualitas.

Dengan adanya halaqoh ini, diharapkan para pengasuh dapat terus meningkatkan peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga keberhasilan pesantren sebagai pusat pembinaan generasi yang berakhlak mulia. (*)

Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Kabupaten Batang Gelar Ujian Bersama

1
Suasana ujian yang berlangsung di SMK Ma'arif NU Bawang. (foto: istimewa)

Bawang, NU Batang
Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Kabupaten Batang menggelar ujian bersama secara serentak di berbagai kecamatan pada Ahad, (26/1/2025). Salah satunya ujian yang berlangsung di SMK Ma’arif NU Bawang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai TPQ di Kecamatan Bawang.

Kegiatan ujian bersama ini disambut antusias oleh lembaga-lembaga TPQ di Kecamatan Bawang, termasuk TPQ Hidayatussibyan Candigugur. Selain bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, ujian ini juga menjadi ajang untuk mengukur standarisasi, terutama dalam materi islami.

Beragam materi diujikan, baik secara tertulis maupun praktik. Ujian praktik meliputi tartil, gerakan sholat, wudhu, serta penguasaan tajwid dan gharib dalam membaca Al-Qur’an.

Dalam pembukaan acara yang turut dihadiri Ketua PD Pontren, Kiai Ahmad Munir Malik, mengharapkan agar kegiatan ini dapat memotivasi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sekaligus melatih mental mereka.

“Santri TPQ, adanya ujian ini semoga bisa untuk motivasi kalian untuk melanjutkan ke pesantren, dan untuk menguji mental,” kata Kiai yang juga menjabat Ketua Tanfidziyah PCNU Batang.

Kepala TPQ Hidayatussibyan Candigugur, Ustadz Bakir juga memberikan motivasi kepada para santri sebelum mereka memulai ujian. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana untuk mengukur kemampuan di tingkat kecamatan sekaligus meningkatkan kualitas TPQ.

“Monggo bareng-bareng kita semangat dan uji mental kita di tingkat kecamatan, kita saling belajar antara sesama TPQ di Kecamatan Bawang. Semoga ujian bersama ini bisa memberikan motivasi TPQ menjadi lebih baik,” tambahnya.

Pewarta: Anif Syarifudin