Selasa, April 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 4

Bersamaan Peringatan Harlah NU ke-100, PAC Fatayat, IPNU, dan IPPNU Warungasem Resmi Dilantik

0
Dokumentasi Pelantikan PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Warungasem Periode 2025 - 2027

Warungasem, NU Batang

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU Kecamatan Warungasem resmi dilantik dalam satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 tahun Masehi. Pelantikan tersebut digelar di Gedung MWC NU Warungasem, Kamis (15/1/2026).

Pelantikan ini menetapkan kepengurusan masa khidmat 2025–2029 untuk PAC Fatayat NU serta 2025–2027 untuk PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Warungasem. Kegiatan tersebut merupakan puncak rangkaian acara yang sebelumnya diawali dengan jalan sehat pada pagi hari.
Prosesi pelantikan dihadiri oleh jajaran kiai, perwakilan Pemerintah Kecamatan Warungasem, pengurus NU, serta ratusan kader dari berbagai badan otonom NU.

Camat Warungasem yang diwakili oleh Suwanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kader muda dan para senior dalam menjalankan roda organisasi.
“Selamat kepada rekan-rekanita IPNU, IPPNU, dan sahabat Fatayat. Bagi pengurus baru, jangan ragu untuk menimba ilmu dari para senior agar organisasi di tingkat kecamatan ini dapat berjalan dengan baik dan solid,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tanfidziyah MWC NU Warungasem, Kuwat, S.Ag., menegaskan bahwa menjadi pengurus NU merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk berkhidmat kepada umat. “Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk bersyukur dan mengabdi. Kami berharap sahabat dan rekan-rekanita pelajar NU dapat terus berkontribusi melalui kegiatan-kegiatan positif di Warungasem,” tuturnya.

Rangkaian acara ditutup dengan mauidah hasanah yang disampaikan oleh Kyai Sukri Maulana dari Blado. Dalam ceramahnya, ia mengajak para kader NU untuk memahami dan mengamalkan nilai tawasuth (moderat) dalam berorganisasi. Menurutnya, pada usia NU yang telah mencapai satu abad, kader diharapkan mampu menyeimbangkan antara khidmat organisasi dan tanggung jawab pribadi. “Berkhidmatlah di NU dengan semangat, namun tetap moderat. Jangan sampai aktivitas organisasi membuat kewajiban terhadap keluarga terabaikan. NU itu indah karena sikapnya yang tidak berlebihan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa NU merupakan jam’iyah yang terus bergerak maju, sehingga para pengurus yang baru dilantik diharapkan segera menjalankan program kerja yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru PAC Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU Kecamatan Warungasem, dengan harapan mampu memperkuat kaderisasi Nahdlatul Ulama dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat ke depan.

Pewarta : Abed, Athi’

Ratusan Warga NU Warungasem Ikuti Jalan Sehat Peringatan Satu Abad NU

0
Dokumentasi Ketua Tanfidziah MWCNU Warungasem Saat Memberikan Sambutan dalam Acara Jalan Sehat Peringatan 1 Abad Harlah NU

Warungasem, NU Batang

Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Warungasem memadati jalan raya dalam kegiatan jalan sehat yang digelar oleh badan otonom (Banom) di bawah naungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Warungasem, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung MWCNU Warungasem tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama dalam kalender Masehi. Sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, hingga masyarakat umum, telah berkumpul sejak pukul 06.00 WIB.

Jalan sehat ini dirancang dengan konsep sederhana namun meriah, menyusuri rute strategis di sekitar Desa Warungasem. Selain jalan sehat, panitia juga menggelar kegiatan sosial berupa donor darah serta pembagian beasiswa dari LAZISNU yang berjalan tertib dan lancar.

Pembagian doorprize menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Beragam hadiah yang disediakan berhasil menambah antusiasme peserta dan memperkuat suasana kebersamaan antarwarga NU.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Ikatan Alumni PAC IPNU dan IPPNU Warungasem angkatan pertama (1993–1995). Kehadiran para alumni tersebut menjadi perhatian tersendiri dalam peringatan harlah NU tahun ini.

Perwakilan alumni, H. Safrudin, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen untuk terus berkhidmah di NU. “Hadirnya kami menjadi bukti bahwa semangat berkhidmah para alumni IPNU dan IPPNU masih membara. Meski usia tidak lagi muda, ikatan persaudaraan tetap solid dan terus terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Warungasem, Kuwat, S.Ag., mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk sponsor dan para donatur. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Ada pembeda pada peringatan Harlah NU tahun ini, yakni keterlibatan alumni IPNU dan IPPNU angkatan pertama yang turut menyumbangkan sebagian besar hadiah doorprize,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin mengenal dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Warungasem.

Pewarta : Athi’, Abed

Pembangunan Gedung NU Candirejo Simbol Kemandirian Ranting

0
Ketua Tanfidziyah PCNU Batang Kiai Ahmad Munir Malik saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung NU Candirejo Bawang. (Foto: LTN NU Batang)

Bawang, NU Batang
Nahdlatul Ulama kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat basis organisasi dari tingkat bawah. Hal tersebut ditandai dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan Gedung NU Ranting Candirejo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada Jumat, (16/01/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU Kabupaten Batang, pengurus MWCNU Kecamatan Bawang, pengurus ranting NU Candirejo, Camat Bawang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin setempat.

Ketua PCNU Kabupaten Batang, Kiai Ahmad Munir Malik dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan gedung NU di tingkat ranting merupakan simbol nyata kemandirian organisasi. Menurutnya, ranting adalah fondasi utama jam’iyah Nahdlatul Ulama, sehingga penguatan sarana dan prasarana di tingkat ini menjadi sangat penting.

“Gedung NU di tingkat ranting bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kemandirian, kesadaran berorganisasi, dan kesungguhan warga NU dalam merawat jam’iyah. Kekuatan NU sejatinya berada di ranting,” tegas Ketua PCNU Batang.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan warga NU Candirejo yang mampu menginisiasi pembangunan gedung secara mandiri. Hal tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai dasar NU yang menjunjung tinggi kebersamaan, kemandirian, dan khidmah.

Sementara itu, Ketua Ranting NU Candirejo, Kiai Faturrokhman menyampaikan bahwa pembangunan gedung NU ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ke-NU-an, dari Banom Ansor Fatayat Muslimat IPNU IPPNU dan baik untuk kegiatan keagamaan, organisasi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.

“Gedung ini nantinya akan menjadi rumah bersama warga NU Candirejo, tempat bermusyawarah, kaderisasi, serta penguatan amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat, diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan peletakan batu oleh Ketua PCNU Batang, perwakilan MWCNU, Camat Bawang serta tokoh masyarakat setempat. Momentum ini menjadi penanda dimulainya pembangunan gedung yang diharapkan dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh warga NU.

Dengan dimulainya pembangunan Gedung NU Ranting Candirejo, diharapkan dapat semakin memperkuat peran NU di tingkat akar rumput serta menjadi pusat konsolidasi umat dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Pewarta: Irfan

Tingkatkan Pelayanan Korban Bencana, PCNU Batang Bentuk Tim NU Peduli Batang

0
Tim Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Batang ikut membantu evakuasi barang korban bencana longsor di Banjarnegara pada November 2025 (Foto: Tim Peduli NU Jawa Tengah)

Batang, NU BATANG
Melihat kondisi saat ini yang sering terjadi bencana di Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang rapatkan barisan guna pembentukan tim NU Peduli Batang, Senin malam (12/1/2026).

Dalam forum daring yang diikuti oleh pengurus harian PCNU bersama lembaga dan badan otonom, pembentukkan tim NU Peduli Batang diharapkan dapat menambah peran jam’iyyah kepada masyarakat khususnya mereka yang terdampak bencana, “Dengan dibentuknya Tim NU Peduli Batang diharapkan dapat  menambah peran organisasi ini dalam melayani umat khususnya dalam hal kebencana-an” kata Ahmad Munir Malik Ketua Tanfidziyah PCNU Batang.

Menurut Kiai Munir, Tim NU Peduli Batang merupakan payung bagi seluruh elemen yang ada di keluarga besar NU Kabupaten Batang yang dikumpulkan dalam satu wadah untuk melakukan kerja-kerja kemanusiaan, terutama dalam memberikan pertolongan dan pelayanan saat terjadi bencana.

“Dengan mengumpulkan seluruh elemen dalam keluarga besar NU dalam satu wadah, program utama dari Tim NU Peduli Batang adalah melakukan pertolongan dan pelayanan terhadap masyarakat yang terkena musibah bencana” katanya.

Ia menyatakan bahwa, dalam satu periode terakhir PCNU telah melakukan program bantuan kebencana-an antara lain, menggalang donasi korban bencana saat terjadi bencana longsor di  beberapa daerah di Jawa Tengah bulan lalu, mengirim relawan ke lokasi bencana di Aceh bersama Tim NU Peduli Jawa Tengah, hingga memberikan bantuan pada bencana lokal Batang yang terjadi di Bawang dan Reban awal tahun 2025 lalu.

“Sebelum Tim NU Peduli ini dibentuk, kita di PCNU juga sudah menjalankan beberapa program kemanusiaan kepada para korban bencana, antara lain pengiriman relawan ke lokasi bencana longsor di Banjarnegara dan Purbalingga Jawa Tengah, Mengirim relawan yang bergabung di Tim NU Peduli Jateng di lokasi bencana Aceh, hingga awal tahun lalu kita juga mengirim relawan ke masyarakat batang yang terdampak longsor di Kecamatan Reban dan Bawang” tambahnya.

Tim NU Peduli Batang nantinya akan diisi oleh berbagai elemen, meliputi Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Lazisnu), Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU, Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK NU), dan Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN NU). Di samping Lembaga, juga melibatkan badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU/Garfa, GP Ansor/Banser, IPNU/CBP, IPPNU/KPP, dan Pagar Nusa.

Kiai Munir mengatakan bahwa peran tiap elemen yang masuk di Tim nanti akan disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing, “Peran berbagai elemen yang ada di Tim NU Peduli Batang nanti akan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing, karena ketika bencana terjadi banyak hal yang harus dilakukan, misalnya pertolongan terhadap korban, menyiapkan dapur umum, memperbaiki rumah dan sarana fisik yang rusak, melakukan pendampingan korban pasca bencana/trauma healing, dan sebagainya” katanya.

Dari rapat tersebut diputuskan struktur kepengurusan Tim Peduli NU Batang dan akan segera dilakukan pengecekkan kelengkapan personalia maksimal jum’at (16/1), serta akan diadakkan pertemuan seluruh anggota tim dalam waktu dekat guna menguatkan dan meningkatkan solidaritas internal.

“Karena bencana tidak dapat diprediksi datangnya, dan banyak hal yang harus dilakukan untuk memberikan pertolongan, maka keberadaan Tim NU Peduli ini sangat vital dan harus terus ditingkatkan kapasitas para personilnya agar siap setiap saat dibutuhkan” tutup Kiai Munir.

Tim NU Peduli Batang juga sebagai wujud konsolidasi dan koherensi gerakan seluruh elemen dan kekuatan yang ada di keluarga besar NU Batang untuk melakukan optimalisasi realisasi program PCNU Batang yang mengemban misi; Bergerak Memuliakan Umat.

Pewarta: LTN PCNU Batang
Editor: Erfan Hafidz Ahmad

Harlah NU di Limpung Batang, Kiai Izuddin Tekankan Pentingnya Kekompakan Warga Nahdliyin

0

Limpung, NU Batang

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Limpung, Kabupaten Batang, menggelar Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama di Gedung MWC NU Limpung, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh NU Jawa Tengah, KH Izuddin, Pengasuh Pondok Pesantren API Subbanul Wathon Tegalrejo Magelang.

Dalam mauidlah hasanahnya, Kiai Izuddin menekankan pentingnya kekompakan pengurus dan warga NU sebagai kunci utama untuk meraih keberkahan dalam berkhidmah. Menurutnya, kekompakan bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan nyata yang mampu melahirkan berbagai kemaslahatan bagi umat.

“Pengurus dan warga NU harus kompak. Kalau kompak, insya Allah berkahnya akan maksimal,” tutur Ketua Tanfidziyah PCNU Magelang tersebut.

Beliau mencontohkan gerakan kotak koin NU yang berjalan dari rumah ke rumah sebagai bentuk kebersamaan warga Nahdliyin. Dana yang terkumpul dari nominal kecil, kata beliau, akan menjadi kekuatan besar apabila dihimpun secara kolektif.

“Kalau sendiri-sendiri mungkin tidak begitu berarti. Tapi kalau bersama, hasilnya luar biasa. Dari kekompakan itu NU bisa membeli ambulans, mobil jenazah, dan lain sebagainya,” terang beliau.

Kiai Izuddin juga mengutip dawuh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi yang menekankan pentingnya silaturahim, kekompakan, dan kebersamaan. Menurut beliau, banyaknya sekolah, klinik, dan berbagai lembaga pelayanan umat yang dimiliki NU saat ini merupakan wujud nyata dari kekuatan kebersamaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan pondasi kebaikan (mabadi) yang harus dipegang teguh oleh warga NU. Setidaknya ada tiga prinsip utama, yakni kejujuran (shiddiq), amanah dalam menepati janji, serta ta’awun atau tolong-menolong antarsesama. Prinsip-prinsip tersebut kemudian dilengkapi dengan istiqamah dan keadilan sebagai penguat gerakan jam’iyah.

Selain itu, Kiai Izuddin mengingatkan bahwa NU memiliki hubungan batiniah dengan para muassis dan masyayikh terdahulu. Oleh karena itu, tradisi tahlil dalam setiap kegiatan NU harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para pendiri.

“Di NU ada hubungan batin dengan para pendahulu. Maka tradisi tahlil harus kita rawat. Jangan sampai kita lupa jasa para muassis,” tegas beliau.

Upgrading dan Raker Jadi Tonggak Awal Kepengurusan PAC IPNU & IPPNU Warungasem

0
Dok. Foto Bersama Calon Pengurus PAC IPNU & IPPNU Warungasem

Warungasem, NU Batang

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Warungasem sukses menggelar kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker). Acara yang menjadi tonggak penting dalam kepengurusan baru ini dilaksanakan dengan penuh semangat pada Sabtu, (03/01/2026), bertempat di Gedung MWC NU Warungasem.

Mengangkat tema : “Nyawiji ing karep” , kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas kader, menyusun program kerja yang akan dilaksanakan selama dua tahun ke depan, memperkuat kebersamaan antar pengurus, dan menyusun strategi kaderisasi yang efektif untuk menciptakan kader yang militan dan loyal terhadap organisasi.

Dalam acara ini terdapat dua sesi kegiatan, yang pertama sesi upgrading dan yang kedua pemaparann program kerja.
Pada sesi upgrading, materi disampaikan oleh Bapak Imam Santosa, yang memberikan penguatan mengenai peran dan tanggung jawab pengurus, manajemen organisasi, serta pentingnya kolaborasi dalam menjalankan program kerja. Penyampaian materi berlangsung interaktif sehingga para peserta dapat berdiskusi terkait dinamika organisasi dan strategi pengembangan kader di tingkat kecamatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Rapat Kerja (Raker) yang diisi dengan pemaparan program kerja dari masing-masing divisi PAC IPNU DAN IPPNU Warungasem untuk masa khidmat 2025-2027.

Agenda ini menjadi wadah bagi pengurus untuk menyusun rencana strategis dan target pencapaian selama dua tahun ke depan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diakhiri dengan sesi refleksi bersama seluruh peserta. Melalui Upgrading dan Raker ini, PAC IPNU DAN IPPNU Warungasem berharap seluruh anggota dapat menjalankan program kerja dengan lebih efektif, terarah, dan berintegritas tinggi.

Pewarta : Nasikha

Harlah Ke-103 PCNU Batang Kumpulkan 1000 Kader Perkuat Barisan

0
Instruktur Nasional KH. Hudallah Ridwan saat memberikan amanat kepada para peserta Apel 1000 Kader Penggerak NU Kabupaten Batang, Ahad (4/1/2026)

Bawang, NU BATANG

Dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama ke 103, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang kumpulkan 1000 Kader Penggerak tuk kuatkan barisan organisasi, ahad pagi (4/1).

Bertempat di lapangan olahraga Desa Candirejo, Kecamatan Bawang, apel kader penggerak dipimpin langsung oleh salah satu instruktur nasional kader penggerak NU, KH. Hudallah Ridwan, LC. selaku pembina apel. Dalam amanatnya ia menyampaikan bahwasanya harlah ke 103 bukanlah hanya sekedar angka yang besar, namun merupakan saksi bisu perjuangan dan perjalanan NU yang tidak mudah, “103 ini bukan tanpa nama, 103 ini adalah bakti dan saksi bahwa NU tak pernah sunyi dalam perjalanannya” katanya.

Ia bercerita bahwa walaupun sudah mendapat sikut-tan dan fitnah dari berbagai sisi, NU akan tetap eksis bahkan semakin berkobar, “Walaupun kita (NU) dihantam fitnah dari berbagai sisi tapi kita terus eksis! Bahkan semakin besar!” tegas Gus Huda sapaan akrabnya.

Wakil katib syuriah Pengurus Wilayah NU tersebut kembali menambahkan bahwa kehadiran jam’iyah harus terus memberi manfaat dan terus dicintai bangsa, “Kehadiran NU harus kita jaga supaya dapar memberikan maslahat pada umat, dan semakin dicintai oleh bangsa indonesia ini” katanya.

Selain itu, ia memperingatkan kepada 1000 alumni Pendidikan Dasar Pelatihan Kader Penggerak NU (PD-PKPNU) PCNU Kabupaten Batang untuk terus berjaga, supaya generasi penerus NU tidak dimasuki oleh kelompok dan ideologi yang radikal, “Jangan biarkan kelompok radikal, ideologi ekstrim manapun yang boleh masuk dan merusak NU dan generasinya” tegasnya.

Senada dengannya Ketua Tanfidziyah PCNU Batang Kiai Ahmad Munir Malik mengatakan bahwa, Jam’iyyah Nahdlatul Ulama adalah organisasi masyarakat islam terbesar di Indonesia dan dunia, ia menyampaikan bahwa kebesaran NU terletak di jumlah warganya khususnya ditingkat ranting, “NU ini organisasi terbesar di Indonesia bahkan di dunia, kebesaran NU salah satunya terletak di jumlah warganya yang mereka ada di ranting” katanya saat dimintai keterangan secara terpisah.

Ia menambahkan kegiatan apel yang diletakkan di wilayah Pengurus Ranting NU Candirejo ini supaya mengingatkan kepada pengurus untuk melayani dan memperjuangkan umat yang berada di ranting, “Pada momentum Harlah kali ini untuk mengingatkan kepada jajaran pengurus di semua tingkatan bahwa misi NU adalah memperjuangkan dan melayani warga yang keberadaannya ada di ranting” tambahnya.

Ia juga berkata dengan dikumpulkannya kader penggerak nu Se-Kabupaten Batang ini sebagai media konsolidasi, me-refresh kembali, serta meneguhkan komitmen dalam berkhidmat untuk terus bergerak memuliakan umat, “Kegiatan pagi hari ini kita lagelar sebagai media konsolidasi kader penggerak NU agar tetap solid dalam berkhidmat dan menyegarkan kembali semangat berkhidmat kader penggerak NU dalam menyukseskan agenda-agenda jam’iyyah, serta meneguhkan komitmen berkhidmat untuk terus bergerak memuliakan umat” imbuhnya.

Suasana Apel 1000 Kader Penggerak NU Kabupaten Batang di Lapangan Desa Candirejo, Kecamatan Bawang, Batang (4/1).

Acara yang dihadiri oleh kader penggerak dari masing-masing Majelis Wakil Cabang NU Se-Kabupaten Batang tersebut tampak tumpah, PCNU Batang juga memberikan apresiasi kepada tiga MWCNU yang telah mengerahkan kader penggerak terbanyak antara lain MWCNU Kandeman, MWCNU Subah, dan MWCNU Tulis.

Acara dilanjutkan dengan Napak Tilas acara harlah di masjid Candirejo kader penggerak nu dari lapangan ke masjid Candirejo, dimeriahkan oleh grup Marching Band Gema Pandu Nusantara dari Sigemplong, Ranting Pranten Bawang. Selain itu rangkaian harlah kali ini juga diikuti dengan acara Khotmil Qur’an oleh 100 Hafidz-Hafidzah dari Jam’iyyah Qura’ Wal Huffadz NU (JQH-NU), Peresmian Masjid Baitul Muttaqin Candirejo, Penyerahan SK Satuan Pendidikan Formal NU jenjang usia dini, menengah pertama, dan atas, dan ditutup dengan Pengajian Akbar yang diisi oleh KH. Arja Imroni.

Warta : Erfan Hafidz
Editor : LTN PCNU Batang

Gus Yahya Resmikan 69 SPPG TKA PBNU, 150 Ribu Paket MBG Disalurkan untuk Santri

0
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf meresmikan peluncuran 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) TKA PBNU Selasa pagi (30/12/2025). (Foto: LTN PCNU Batang)

Limpung, NU Batang
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf meresmikan peluncuran 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) TKA PBNU sekaligus menyerahkan 150 ribu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada santri. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Pondok Pesantren Al-Hasani, Sikebo, Limpung, Kabupaten Batang, Selasa pagi (30/12/2025).

Dalam sambutannya, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi santri, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar pesantren.

“Selain memenuhi gizi santri, MBG juga merestrukturisasi ekonomi masyarakat, karena banyak petani dan peternak lokal kita yang ikut terlibat menjadi supliyer dari SPPG setempat,” ujar Gus Yahya.

Menurutnya, pesantren merupakan ekosistem strategis yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Karena itu, keberadaan SPPG di lingkungan pesantren diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PCNU Kabupaten Batang Ahmad Munir Malik, Wakil Bupati Batang Suyono, jajaran PBNU, para pimpinan 69 SPPG TKA PBNU, serta ribuan santri.

Sebelumnya, tuan rumah sekaligus pengasuh PP Al-Hasani, KH Abdus Syakur, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan PBNU menjadikan pesantrennya sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut. Ia juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara.

Koordinator Harian TKA PBNU Gus Ulun Nuha dalam laporannya mengulas kembali nota kesepahaman (MoU) antara PBNU dan BGN yang ditandatangani pada 5 Februari 2025 bertepatan dengan Muktamar Luar Biasa PBNU. MoU tersebut memuat komitmen PBNU untuk membangun 1.000 SPPG yang ditujukan bagi santri di seluruh Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Sekretaris RMI PBNU itu memaparkan perkembangan realisasi program tersebut. Hingga saat ini, tercatat 78 SPPG TKA PBNU telah beroperasi, 253 SPPG masih dalam tahap persiapan, 287 calon SPPG dalam proses pemenuhan persyaratan, serta 381 pesantren yang mengajukan pembangunan SPPG namun belum lolos tahap pendaftaran.

“Atas nama pesantren dan santri, kami mengucapkan terima kasih kepada BGN. Program MBG ini sangat membantu pemenuhan gizi santri,” ujar Gus Ulun.

Ia menuturkan, sebelum adanya program MBG, banyak santri yang harus makan dengan keterbatasan. Bahkan, tidak jarang santri saling berbagi lauk demi keadilan dan kebersamaan.

“Dulu santri sering berbagi lauk karena keterbatasan. Sekarang, kebutuhan gizi mereka terpenuhi secara utuh dan seimbang. Dampaknya, santri lebih nyaman tinggal di pesantren dan semakin bersemangat dalam belajar mengaji,” katanya.

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menilai program MBG membawa keberkahan besar bagi pesantren. Berdasarkan data Sistem Informasi Geografis (SIG), Jawa Tengah memiliki 4.119 pesantren dengan jumlah santri lebih dari 520 ribu orang.

“Dengan jumlah pesantren sebesar itu, Jawa Tengah sangat potensial menjadi penerima program MBG. Kami berharap pesantren mendapat prioritas karena masih banyak santri yang belum merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program MBG memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas.

“Tanggung jawab kita melalui MBG adalah menyiapkan generasi masa depan bangsa. Karena itu, kami berharap program ini dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BGN Prof Dadan Hindayana mengungkapkan pengalamannya saat mengunjungi salah satu pesantren di Bandung. Dari hasil pengamatannya, sembilan dari sepuluh santri mengalami kekurangan asupan protein harian karena keterbatasan makanan.

“Dulu, santri makan seadanya, yang penting kenyang. Namun setelah MBG masuk ke pesantren, Alhamdulillah kebutuhan protein harian mereka bisa terpenuhi dan semangat belajar pun meningkat,” jelasnya.

Pewarta: Erfan Hafedz
Editor: Asrofi

Gus Yahya: Makanan Bergizi Gratis Menjadi Demokratisasi Ekonomi Rakyat

0
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saaat meluncurkan 69 SPPG, Selasa (30/12/2025) di Pondok Pesantren Al Hasani Sikebo, Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. (Foto: LTN PCNU Batang)
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saaat meluncurkan 69 SPPG, Selasa (30/12/2025) di Pondok Pesantren Al Hasani Sikebo, Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. (Foto: LTN PCNU Batang)

Batang, NU Batang

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus diposisikan sebagai kebijakan nasional yang berdampak luas, karena tidak hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi juga menyentuh persoalan mendasar bangsa, mulai dari ketahanan sosial hingga pembentukan fondasi demokrasi ekonomi di masa depan.

Hal tersebut disampaikan pada saat peresmian 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tim Koordinasi dan Akselerasi (TKA) PBNU, sekaligus menyerahkan paket MBg kepada sekitar 150.000 santri. Peresmian digelar di Pesantren Al-Hasani Sikebo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, program MBG harus diupayakan supaya tidak jatuh ke tangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semata, melainkan didorong menjadi ruang ekonomi seluas-luasnya bagi masyarakat. Hal ini merupakan strategi mentransformasikan struktur ekonomi nasional.

“Program MBG didorong untuk menjadi ruang ekonomi yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Ini berarti adalah strategi untuk mentransformasikan struktur ekonomi masyarakat,” tegas Gus Yahya.

Ia menjelaskan, PBNU mendorong demokratisasi ekonomi di mana manfaat pembangunan tidak lagi didominasi oleh aktor-aktor besar, tapi juga memberikan ruang adil bagi pelaku ekonomi menengah dan bawah. Maka dari itu, program-program strategis seperti MBG bukan sekadar fasilitas, melainkan agenda strategis yang harus diperjuangkan.

“Kita mendorong demokratisasi ekonomi dengan memberikan ruang adil bagi pelaku ekonomi menengah dan bawah. Ini adalah agenda agenda strategis yang harus kita perjuangkan bersama-sama,” ucapnya.

Gus Yahya juga menuturkan peran strategis pesantren dalam pelaksanaan MBG tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan generasi muda, tetapi juga sebagai pusat penggerak ekonomi berbasis komunitas.

“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat peradaban. Ketika pesantren terlibat, manfaat program ini akan jauh lebih luas. Terutama sebagai pusat penggerak ekonomi komunitas,” terangnya.

Baginya, hal terpenting dari program ini merupakan hikmah dan manfaat. Ia berharap komitmen yang dijunjung dapat terus terjaga, sehingga kehadiran Nahdlatul Ulama sebagai pengusung barokah tuntunan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam dirasakan oleh masyarakat, bangsa, dan negara.

“Semoga kehadiran NU sebagai pengusung barokah tuntunan Nabi Muhammad SAW benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (SA)

Profil Gus H Muhammad Tolkhah Danial, Ketua Terpilih PC GP Ansor Batang 2026–2030

0
Gus H Muhammad Tolkhah Danial saat sambutan usai terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Batang masa khidmah 2026–2030. (foto: Infokom PC GP Ansor Batang)

Batang, NU Batang
Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang yang digelar pada Kamis (25/12/25) menetapkan Gus H Muhammad Tolkhah Danial sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Batang masa khidmah 2026–2030. Ia terpilih melalui mekanisme organisasi dan mendapat dukungan penuh dari peserta Konfercab.

Gus Tolkhah lahir di Plumbon, Kabupaten Batang, 13 Juni 1991. Ia merupakan putra sulung dari KH Abdul Manaf Sya’ir dan Nyai Hj Uswatun Hasanah, pengasuh Pondok Pesantren TPI Al Hidayah, Al Ishlah, Al Amanah Plumbon. Ayahandanya juga dikenal sebagai tokoh NU Batang yang pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Batang periode 2013–2018 dan 2018-2024.

Latar pendidikan Gus Tolkhah berakar kuat pada pesantren. Ia menempuh pendidikan di PP TPI Al Hidayah Plumbon, PP Darul Falah Amtsilati Jepara, dan PP Al Fadllu Kaliwungu Kendal. Pada jenjang perguruan tinggi, ia sempat menempuh studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Walisongo Semarang selama tiga semester, sebelum melanjutkan pendidikan Ekonomi Syariah di Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK).

Aktivitas organisasinya dimulai sejak pelajar melalui IPNU Ranting Plumbon. Ia juga pernah aktif di PMII Rayon Ushuluddin Komisariat Walisongo Semarang. Dalam struktur NU, Gus Tolkhah tercatat sebagai Pengurus RMI PCNU Kabupaten Batang periode 2018–2024. Di GP Ansor, ia mulai aktif sebagai Pengurus Ranting Plumbon sejak 2018, kemudian Pengurus PAC GP Ansor Limpung (2023–2025).

Selain berorganisasi, Gus Tolkhah aktif mengajar di PP TPI Al Hidayah, PP Al Ishlah, dan PP Al Aamanah Plumbon. Ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Pengasuh serta Wakil Ketua Yayasan Islam Al Syairiyah.

Dengan latar pesantren, pengalaman organisasi yang berjenjang, serta keterlibatan aktif dalam dunia pendidikan dan dakwah, Gus H Tolkhah Danial diharapkan mampu membawa GP Ansor Batang semakin solid dan berdaya dalam mengawal khidmah keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Pewarta: Zaim Ahya