Selasa, April 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7

Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, GP Ansor Surjo Tanam Ratusan Bibit Kopi Perdana

0
Foto Bersama PR GP Ansor Surjo dalam Proses Penanaman Bibit Kopi, (26/10/2025).

Surjo, NU Batang

Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan memberdayakan kader, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Surjo, Kecamatan Bawang menggelar kegiatan penanaman perdana ratusan bibit kopi pada Minggu (26/10/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di lahan sebelah barat makam Desa Surjo tersebut diikuti secara antusias oleh puluhan anggota Ansor dan Banser, meskipun cuaca sempat diguyur hujan.

Sekitar 200 bibit kopi jenis robusta berhasil ditanam dalam kegiatan ini. Para peserta tetap berangkat menggunakan mobil rombongan dan bergotong royong menyiapkan lahan hingga proses penanaman selesai. Suasana kebersamaan dan semangat juang kader terlihat jelas di lapangan.

Koordinator Departemen Ekonomi GP Ansor Surjo, Ahmad Ulinuha, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk menciptakan unit usaha produktif dan berkelanjutan bagi organisasi.

“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan untuk masa depan ekonomi kader dan organisasi. Kami memilih kopi jenis robusta karena cocok dengan kontur tanah di wilayah ini dan memiliki prospek pasar yang cerah. Ke depan kami akan merawatnya secara serius melalui pemupukan dan pembersihan rutin,” ujarnya.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan doa bersama, dilanjutkan dengan kerja bakti menyiapkan lahan, mencangkul, dan menanam bibit kopi satu per satu.

Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Surjo, Ali Murtadho, memberikan apresiasi tinggi kepada Departemen Ekonomi atas inisiatif tersebut.

“Ansor harus hadir sebagai solusi. Dengan adanya kebun kopi ini, kami berharap dapat menjadi sumber pendapatan bagi kas ranting dan membuka peluang usaha bagi anggota, mulai dari perawatan, panen, hingga pengolahan pascapanen,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bawang, Asep Awaludin, beserta jajaran pengurus PAC yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi langkah GP Ansor Surjo dalam menggerakkan ekonomi organisasi. Ini bisa menjadi nilai lebih, apalagi saat ini Pimpinan Cabang tengah menjalankan program akreditasi ranting dan PAC se-Kabupaten Batang, yang salah satu indikatornya adalah memiliki bidang usaha,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Surjo, Ustadz Sofiyudin, menyatakan dukungannya terhadap langkah GP Ansor Surjo.

“Kami mendukung penuh usaha sahabat-sahabat Ansor. Sudah seharusnya Ansor menjadi tulang punggung Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Jaga dan rawat kebun ini, insyaallah jika dijalankan dengan serius akan membawa hasil yang diharapkan,” pesannya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Rois Syuriyah PRNU Surjo, jajaran pengurus PAC GP Ansor Bawang, dan pengurus PR GP Ansor Surjo.

Sebagai tindak lanjut, Departemen Ekonomi GP Ansor Surjo berencana mengadakan pelatihan perawatan tanaman kopi dan menjajaki kerja sama dengan pihak terkait untuk pemasaran hasil panen.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, mempererat silaturahmi antaranggota. Program penanaman kopi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi ranting-ranting Ansor lain untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di wilayahnya masing-masing.

Pewarta: Kurniawan

Editor: Solekha

 

Momentum Hari Santri, LAZISNU MWCNU Bawang Salurkan Beasiswa Pendidikan Rp16 Juta untuk Lembaga Ma’arif NU

0
Foto Penyerahan Beasiswa Secara Simbolis Oleh Direktur LAZISNU Bawang, Kepada Ketua LP Ma'arif NU Bawang. Dok. Media NU Bawang.

Bawang, NU Batang

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bawang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pada momentum Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Lapangan Kecamatan Bawang, LAZISNU menyalurkan beasiswa pendidikan sebesar Rp16.000.000 kepada lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Bawang.

Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Direktur LAZISNU MWCNU Bawang, Gus Muhammad Adib Hamdan, kepada Ketua LP Ma’arif NU Bawang, Bapak Kardiman, S.Pd.

Adapun lembaga penerima beasiswa pendidikan tersebut meliputi:

  1. SMK Ma’arif NU Bawang
  2. MA Sunan Kalijaga Bawang
  3. MA Hasyim Asy’ari Bawang
  4. MTs Sunan Kalijaga Bawang
  5. MTs Hasyim Asy’ari Bawang
  6. SMP NU 01 Bawang
  7. MI Sangubanyu
  8. MI Jambangan
  9. MI Candigugur
  10. MI Soka
  11. MI Pangempon
  12. MI Pasusukan

Program beasiswa pendidikan ini merupakan salah satu langkah nyata NU Care-LAZISNU MWCNU Bawang dalam mewujudkan kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi kemaslahatan umat, khususnya di bidang pendidikan.

Sekretaris NU Care-LAZISNU MWCNU Bawang, Bapak Mukhammad Faqih, menjelaskan bahwa penyaluran beasiswa ini memiliki beberapa tujuan penting yang menjadi dasar pelaksanaannya.

Tujuan penyaluran beasiswa pendidikan, kata Faqih, adalah sebagai bentuk kepedulian NU Care-LAZISNU terhadap dunia pendidikan.

“Kami ingin membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi para siswa dan santri yang membutuhkan, sekaligus memotivasi mereka agar terus semangat belajar dan berprestasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faqih menambahkan bahwa sasaran utama beasiswa ini adalah pelajar di bawah naungan LP Ma’arif NU di wilayah MWCNU Bawang yang memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala secara ekonomi.

“Kami ingin memastikan bahwa semangat mereka untuk menuntut ilmu tidak berhenti hanya karena keterbatasan biaya,” ungkapnya.

Selain itu, Faqih juga menyampaikan harapan besar agar program ini membawa dampak positif bagi penerimanya.

“Harapan kami, semoga para penerima beasiswa ini bisa semakin termotivasi, memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya, dan nantinya menjadi pribadi yang berprestasi, bermanfaat bagi masyarakat, serta ikut berkontribusi dalam perjuangan dan pengembangan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Penyerahan beasiswa tersebut turut disaksikan oleh jajaran pengurus MWCNU Bawang, para pengasuh pondok pesantren, serta para santri dan pelajar peserta upacara Hari Santri Nasional 2025.

Pewarta: Solekha

 

“Santri Milik Semua!” : Pesan Kiai Nurhadi di Hari Santri 2025

0
Prosesi Upacara Hari Santri di Halaman Pesantren Nurul Huda, Pandansari, Warungasem. Dok. Media MWC NU Warungasem.

Warungasem, NU Batang

Pondok Pesantren Nurul Huda Pandansari bekerja sama dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Pandansari menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Rabu (22/10) pagi.

Kegiatan berlangsung khidmat di halaman pesantren dan diikuti oleh seluruh santri, dewan asatidz, serta sejumlah tokoh masyarakat sekitar.

Bertindak sebagai pembina upacara, K.H. Nurhadi C.H., pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Pandansari, menyampaikan pesan penting tentang peran besar santri dalam perjuangan bangsa.

“Pada masa perjuangan melawan penjajah, para santri turut mengambil peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan semangat jihad dan senjata sederhana seperti bambu runcing, para santri tidak gentar menghadapi musuh,” tutur Kiai Nurhadi di hadapan peserta upacara.

Beliau menambahkan, bambu runcing yang digunakan para santri pada masa perjuangan bukan sekadar alat perang, melainkan memiliki makna spiritual karena selalu didoakan oleh para kiai.

“Sebelum digunakan, bambu tersebut dibacakan doa oleh para kiai. Seperti halnya yang dilakukan oleh Kiai Subchi Parakan, yang dikenal sebagai Kiai Bambu Runcing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kiai Nurhadi menjelaskan bahwa peran santri tidak berhenti setelah Indonesia meraih kemerdekaan. Santri terus berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

“K.H. Wahid Hasyim adalah salah seorang santri yang terlibat aktif dalam pemerintahan pada masa awal kemerdekaan. Santri juga berperan di bidang politik, sosial, ekonomi, dan ilmu pengetahuan, di samping ilmu agama. Ini menunjukkan bahwa santri dengan segala kemampuannya dapat mengisi berbagai bidang kehidupan,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda itu menyampaikan harapan agar momen Hari Santri menjadi penguat karakter para santri untuk terus berilmu dan berakhlak mulia.

“Peringatan Hari Santri Nasional bukan hanya milik para santri semata, tetapi milik seluruh komponen bangsa yang mencintai tanah air dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Mari kita rayakan Hari Santri dengan meneladani perjuangan santri untuk Indonesia,” pungkasnya.

Pewarta: Abed, Athi Diana Nasikha

 

Peringati Hari Santri, 800 Peserta Didik Yayasan Wahid Hasyim Warungasem Ikuti Upacara: Kiai Kuwat, “Santri Sejati Tak Dilihat dari Sarung dan Peci”

0
Foto Kiai Kuwat Saat Menjadi Pembina Upacara. Dok. Media MWC NU Warungasem

Warungasem, NU Batang

Sebanyak 800 peserta didik dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Wahid Hasyim Warungasem mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di halaman Madrasah Tsanawiyah (MTs) Wahid Hasyim Warungasem, Kabupaten Batang, Selasa (22/10).

Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Warungasem, Kiai Kuwat, menyampaikan amanat tentang makna dan semangat Hari Santri.

Dalam arahannya, Kiai Kuwat menegaskan bahwa jihad santri di masa kini bukan lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan berjuang melalui ilmu, akhlak, dan pengabdian.

“Makna Resolusi Jihad bagi kita hari ini bukanlah lagi mengangkat senjata. Jihad kita adalah jihad intelektual melawan kebodohan, jihad moral melawan kemaksiatan, dan jihad sosial melawan ketidakadilan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa identitas santri tidak ditentukan oleh tempat belajar atau pakaian yang dikenakan, melainkan oleh semangat dan pengabdian dalam meneladani nilai-nilai perjuangan ulama.

“Mari kita jadikan sarung dan peci ini bukan sekadar identitas, tetapi simbol kesiapsiagaan jiwa dan raga. Jadilah siswa yang kuat akidahnya, luas ilmunya, dan tulus pengabdiannya,” pesannya.

Lebih lanjut, Kiai Kuwat menjelaskan bahwa penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional berakar pada Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari. Fatwa tersebut menegaskan kewajiban umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Tahun ini menandai sepuluh tahun peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan pemerintah pada tahun 2015. Tema yang diusung, ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, sangat tepat karena mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan,” jelasnya.

Kiai Kuwat menutup amanatnya dengan ajakan untuk terus meneladani perjuangan para ulama dan santri terdahulu.

“Semoga semangat ulama seperti K.H. Hasyim Asy’ari senantiasa mengalir dalam diri kita. Aamiin,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam salah satu pendiri Yayasan Wahid Hasyim, K.H. Umar Khamdan bin K.H. Ahmad, sebagai bentuk penghormatan dan doa atas jasa-jasa beliau dalam mendirikan lembaga pendidikan Islam di Warungasem.

Pewarta: Abed

 

 

Upacara Hari Santri Nasional 2025 Banyuputih, Santri didorong Melek Teknologi

0
Proses Pemotongan Tumpeng Peringatan Hari Santri

Banyuputih, NU Batang
Ribuan santri dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Lapangan Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (22/10/2025). Dalam amanatnya, H Tuhri selaku ketua Ketua Tanfidziyah MWCNU Banyuputih menekankan pentingnya santri untuk melek teknologi dan ilmu pengetahuan agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Santri tidak boleh berhenti belajar. Di era modern ini, santri harus menguasai kitab kuning sekaligus teknologi. Teruslah mengaji dan belajar karena itulah identitas santri,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.

Turut hadir dalam acara tersebut, Abdul Hamid selaku anggota DPRD Jateng menyampaikan agar santri tetap menjaga Ukhuwah Basyariyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Islamiyah ditengah framing negatif terhadap dunia pesantren.

“Sebagai santri kita harus senantiasa menjaga trilogi ukhuwah yaitu Ukhuwah Basyariyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Islamiyah agar santri tetap dalam satu garis khittoh persatuan untuk bangsa dan negara” tegasnya.

Acara berlangsung meriah diwarnai semangat kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, pondok pesantren, serta para pengurus Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya seperti GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, dan Banser.

Upacara peringatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pengibaran bendera merah putih dan pembacaan resolusi jihad santri. Tampak para peserta mengenakan busana khas santri sarung, baju koko, dan peci bagi laki-laki serta gamis putih bagi perempuan menambah nuansa religius dan penuh makna.

Selain upacara, rangkaian kegiatan Hari Santri di Banyuputih juga dimeriahkan dengan pawai santri, lomba hadrah, khitobah, dan bazar produk pesantren. Masyarakat sekitar tampak antusias menyaksikan jalannya acara.

Peringatan HSN 2025 ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan di Kecamatan Banyuputih. Semangat “Mengawal Indonesia Menuju Perdaban Dunia” benar-benar terasa di setiap sudut lapangan.

Pewarta: Mahmud Yunus Mustofa

GP Ansor Desa Sijono Dilantik, Kiai Lukman Hakim Soroti Berita Negatif tentang Pesantren

0

Warungasem, NU Batang.

Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Sijono-Warungasem resmi dilantik. Acara yang bertema pelantikan dan peringatan Hari Santri Nasional ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Baiturrohman Desa Sijono, pada Selasa, (21/10/2025).

Dalam sambutannya K.H. Lukman Hakim selaku Tadzfidiah NU Ranting Sijono mengucapkan selamat kepada Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Sijono yang baru dilantik. Beliau juga menyampaikan pesan terkait pentingnya peran santri dalam memajukan bangsa dan negara.

“Santri memiliki peranan penting dalam memajukan Bangsa dan Negara, hal ini mencakup penjagaan moralitas dan persatuan serta menjadi agen perubahan yang inovatif dengan mengedepankan sikap toleransi terhadap sesama”, ucapnya.

K.H. Lukman hakim juga menyampaikan penyesalan yang mendalam terhadap TRANS7 yang menayangkan berita negatif tentang pesantren. Beliau menyatakan bahwa tayangan tersebut sangat menyakiti dan tidak seharusnya dilakukan oleh sebuah stasiun televisi yang seharusnya membawa manfaat dan pencerahan bagi masyarakat.

“Sebagian besar dari kita pasti sudah mengetahui atas berita berkaitan dengan santri dan pondok pesantren yang viral akhir-akhir ini, terutama atas video yang di tayangkan oleh Trans 7. Hal tersebut sangat disayangkan dan tidak seharusnya dilakukan oleh sebuah stasiun televisi yang semestinya membawa manfaat dan pencerahan bagi masyarakat malah menggiring isu dan berita yang melanggar norma serta aturan penyiaran”, tambahnya.

Kepala Desa Sijono turut menyampaikan pesan kepada segenap pengurus yang baru saja dilantik agar senantiasa bersinergi dengan Banon NU dan seluruh elemen masyarakat.

“Kebersamaan dan sinergitas antar Pimpinan Ranting NU beserta banomnya, takmir masjid beserta anggota, dan pemdes beserta lembaganya harus selalu harmonis agar terciptanya Desa Sijono yang maju dan berkah”, ucap Bastomi yang sekaligus ketua PR GP Ansor Desa Sijono.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan komitmen para Anggota GP Ansor Sijono dan masyarakat Desa Sijono dalam memajukan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat”, pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kec. Warungasem, Ketua Tanfidziyah dan Syuriah Desa Sijono, Takmir Masjid Desa Sijono, Kepala Desa Sijono bersama Perangkat, BPD, PKK Desa Sijono, serta ketua banom-banom NU Desa Sijono.

Pewarta : Abed

MWCNU Bawang Gelar Rangkaian Hari Santri Nasional 2025, Hadirkan Gus Kautsar dalam Ngaji Teras

0
Foto Gus Kautsar Saat Memberikan Tausiyah di Alun-Alum Bawang. Dok. Media NU Bawang.

Bawang – NU Batang

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 18 hingga 22 Oktober 2025 di berbagai titik wilayah Kecamatan Bawang.

Mengusung tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” peringatan ini menjadi momentum bagi warga Nahdlatul Ulama, khususnya kalangan santri, untuk meneguhkan komitmen kebangsaan sekaligus melestarikan tradisi keilmuan pesantren.

Rangkaian kegiatan dibuka pada Sabtu (18/10) dengan Lomba Paduan Suara Santri Putri dan Lomba Rebana Banjari Santri Putra di Alun-Alun Bawang. Malam harinya, ribuan masyarakat memadati lokasi yang sama untuk mengikuti Ngaji Teras, pengajian akbar yang menghadirkan penceramah nasional KH. Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) dari Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso Kediri, Jawa Timur.

Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar mengingatkan para santri agar senantiasa menjadi cerminan akhlak dan ajaran para masyayikh.

“Kita para santri sering kali belum mampu menunjukkan ketulusan dan keikhlasan guru-guru kita dalam mendidik. Akibatnya, ada yang berani mengolok-olok para kiai. Padahal, kitalah yang seharusnya mencerminkan kemuliaan ajaran dan tarbiyah masyayikh kita,” tutur Gus Kautsar di hadapan jamaah yang memadati Alun-Alun Bawang, Sabtu malam (18/10/2025).

Kegiatan berlanjut pada Ahad (19/10) dengan Lomba Tingkat Madrasah Diniyah dan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) di Kompleks MA Sunan Kalijaga Bawang. Sementara pada Senin (20/10) digelar Lomba Antarpondok Pesantren se-Kecamatan Bawang di Kompleks MWCNU dan SMK Ma’arif NU Bawang.

Puncak peringatan akan dilaksanakan pada Rabu (22/10) di Lapangan Olahraga Kecamatan Bawang, meliputi Upacara Hari Santri Nasional 2025 dan Jalan Sehat Santri yang akan diikuti ribuan peserta dari berbagai lembaga pendidikan serta masyarakat umum. Panitia juga menyiapkan beragam doorprize sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi warga.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Bawang, dalam sambutannya pada acara Ngaji Teras, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam suksesnya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kami sampaikan kepada jajaran Forkopimcam, Camat, Kapolsek, dan Danramil atas dukungannya dalam mempersiapkan acara ini. Kegiatan Ngaji Teras dapat terlaksana berkat kerja sama MWCNU Bawang, IMAP Batang, serta seluruh Banom dan Lembaga NU di Kecamatan Bawang, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para santri dan pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Bawang, para ulama dan kiai, serta jajaran Mustasyar PCNU Kabupaten Batang, Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Batang, MWCNU se-Kabupaten Batang, Banom NU (Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, Muslimat NU), Lembaga-lembaga NU, santri alumni Ittihadul Mutakhorijin Al-falah Ploso (IMAP) Batang, serta masyarakat umum.

Pewarta : Solekha

 

Ngaji Teras Bersama Gus Kautsar, Ketua PCNU Batang Tegaskan Komitmen Santri Jaga NKRI

0
Ketua PCNU Batang saat memberikan sambutan dalam Ngaji Teras (18/10). Dok. Media NU Bawang

Bawang – NU Batang

Ketua Tanfidziyah Pimpunan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Ahmad Munir Malik, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa santri dan pesantren memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan bangsa. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pengajian Peringatan Hari Santri Nasional 2025 bertajuk “Ngaji Teras” yang digelar oleh Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bawang, Sabtu malam (18/10/2025) di Alun-alun Bawang.

Acara tersebut menghadirkan penceramah kondang KH. Abdurrahman Al-Kautsar, atau biasa disapa dengan “Gus Kautsar”, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Jawa Timur, yang dikenal dengan jamaah “Teras Gubuk”-nya. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 MWCNU Bawang, yang digelar sejak 18 hingga 22 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Ahmad Munir Malik menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus MWCNU di Kabupaten Batang, terutama panitia MWCNU Bawang yang telah sukses menggelar berbagai kegiatan bernuansa ke-NU-an dan ke-santrian.

“Saya menghaturkan terima kasih khususnya kepada pengurus MWCNU Kecamatan Bawang yang telah melaksanakan rangkaian Hari Santri Nasional tahun 2025 mulai malam hari ini sampai nanti tanggal 22 Oktober dengan jalan sehat. Dan juga berterima kasih kepada seluruh MWC se-Kabupaten Batang, dari 15 MWC Alhamdulillah semuanya turut melaksanakan rangkaian Hari Santri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Munir menegaskan bahwa peringatan Hari Santri merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran besar pesantren, kyai, dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Hari Santri Nasional yang kita rayakan sampai puncaknya nanti pada 22 Oktober adalah bagian dari pengakuan negara terhadap keberadaan pesantren, keberadaan para kyai dan santri yang telah berjuang ikut merebut kemerdekaan Indonesia. Negara sudah mengakui bahwa peran beliau-beliau sangat besar,” ujarnya.

Namun, di tengah suasana perayaan Hari Santri, Ahmad Munir juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang melecehkan martabat kyai dan santri.

“Ironinya, di tengah kita akan merayakan Hari Santri yang merupakan penghargaan kepada para kyai dan santri, ada sekelompok orang yang telah menghina dan melecehkan kyai dan santri. Saya tidak bisa membayangkan seandainya yang dihina itu bukan para santri, mungkin gedung Trans 7 di Jakarta sudah dibakar. Tapi karena yang dihina ini para kyai dan santri yang merupakan benteng adab, etika, akhlak bagi bangsa Indonesia, meskipun sudah protes, mereka tetap melakukannya dengan cara yang beradab,” tuturnya.

Ia juga menegaskan dukungannya terhadap langkah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah menyampaikan protes keras atas kasus penghinaan tersebut.

“PBNU melalui Ketua Umumnya telah menyampaikan protes keras dan mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama serta para santri untuk memberikan pelajaran kepada Trans 7 yang telah jelas menghina kyai dan dunia pesantren. Para kyai dan santri konsisten menjaga NKRI. Karenanya, bila ada yang tidak senang dengan dunia pesantren, apalagi dengan NU, maka dia juga tidak senang dengan keutuhan Republik tercinta ini,” tegasnya.

Rangkaian Hari Santri Nasional 2025 di Kecamatan Bawang diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari lomba banjari dan paduan suara santri, lomba antar-madrasah diniyah, lomba tingkat pesantren, hingga puncak upacara dan jalan sehat santri pada 22 Oktober.

Pewarta : Solekha

Digital Itu Pedang Bermata Dua, Ansor Warungasem Ajak Kader Kuasai Media Lewat “Ngaji Digital”

0
Foto Kegiatan Ngaji Digital PAC Ansor Kecamatan Warungasem, (11/10/2025).

Warungasem, NU Batang

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Warungasem menggelar kegiatan Ngaji Digital sebagai upaya meningkatkan literasi media dan kemampuan kader di bidang teknologi informasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 11 Oktober 2025, di MTs Wahid Hasyim Warungasem, diikuti oleh para pimpinan ranting, sekretaris, serta departemen Infokom Se-Kecamatan Warungasem.

Salah satu pemateri, Sahabat Ali Rohman, selaku waka Bidang Infokom PC GP Ansor Batang, menekankan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media digital. Ia mengingatkan peserta bahwa dunia digital dapat memberikan manfaat besar sekaligus membawa dampak negatif bila tidak digunakan dengan tepat.

“Digital itu ibarat pedang bermata dua,” ujar Sahabat Ali di hadapan peserta. Ia menjelaskan, sisi positif dari media digital adalah kemampuannya dalam membangun branding dan citra positif, baik untuk pribadi maupun organisasi. Melalui media sosial, kegiatan-kegiatan positif bisa dipublikasikan dengan framing yang baik sehingga memperkuat peran Ansor di masyarakat. Namun demikian, sisi negatifnya, media digital juga kerap digunakan untuk menyebarkan berita bohong dan isu yang menyesatkan. “Kita harus lebih bijak dalam mencerna informasi. Cek dulu kelengkapan isi beritanya sebelum percaya,” tegasnya.

Sahabat Ali juga menambahkan bahwa bidang Infokom (Informasi dan Komunikasi) memiliki peran strategis sebagai media dakwah di era digital. Publikasi kegiatan hanyalah bagian kecil dari tanggung jawab tersebut. “Kita harus menjadikan Infokom sebagai media dakwah yang produktif, karena berita dan konten yang diangkat saat ini sangat mudah viral. Maka dari itu, gunakan media untuk menyebarkan kebaikan,” jelasnya

Pemateri kedua, Gus H. Zaimudin Ahya’, M.Ag sekretaris bidang infokom cabang membagikan teknik dasar menulis berita agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh pembaca. Menurutnya, kemampuan menulis berita bukan hal sulit jika memahami struktur dan elemen pentingnya. “Menulis berita itu mudah kalau tahu elemennya dan apa yang perlu ditekan. Cukup dengan membaca, mengamati, dan meniru pola penulisan yang baik,” ujar Gus Zaim. Ia memberikan beberapa langkah praktis agar kader muda Ansor mampu menghasilkan berita yang cepat dan tepat, di antaranya :

1. Menyiapkan data 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How) sebagai dasar berita.

2. Memanfaatkan teknologi AI seperti ChatGPT untuk membantu penyusunan draf berita.

3. Melakukan pengecekan ulang agar isi berita tetap sesuai dengan fakta di lapangan.

Melalui kegiatan Ngaji Digital ini, GP Ansor Warungasem berharap kader-kader mudanya dapat menjadi pionir dakwah digital yang cerdas, kritis, dan produktif. Dunia digital bukan lagi sekadar ruang hiburan, melainkan wadah strategis untuk menyebarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah secara kreatif dan inspiratif.

Pewarta : Athi Diana Nasikha

Songsong HSN 2025, Ansor Bawang Gelar “Ngopi Jurnalistik” untuk Pengembangan Media Sosial yang Beretika

0
Gus Zaimudin Ahya sedang memaparkan tentang pentingnya literasi pada kegiatan Bedah Administrasi dan Ngopi Jurnalistik PAC Ansor Bawang, jum'at malam (17/10)

Bawang, NU Batang
Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2025, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bawang menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Jurnalistik: Pengembangan Media Sosial yang Beretika”, Jum’at malam (17/10).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aswaja Center Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bawang ini dihadiri oleh jajaran pengurus ranting, kader Ansor-Banser, serta perwakilan dari Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Batang.

Acara yang dirancang sebagai ruang belajar santai namun berbobot ini digelar untuk memperkuat kemampuan kader Ansor dalam mengelola media sosial secara produktif, kreatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika digital. Melalui diskusi dan praktik langsung, peserta mendapatkan pemahaman tentang dasar-dasar jurnalistik, penulisan berita, serta strategi membangun citra positif organisasi di dunia maya.

Sambutan Ketua PAC GP Ansor Bawang, yang dalam hal ini diwakili oleh sekretaris PAC sahabat Vandi, mengatakan dan menekankan pentingnya literasi digital bagi para kader muda Ansor di tengah derasnya arus informasi.

“Kader Ansor harus mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang beradab. Kita tidak boleh kalah dengan narasi-narasi negatif yang beredar di media sosial. Dengan memahami etika jurnalistik dan cara menyebarkan informasi secara benar, kita bisa menebar nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang ramah dan menyejukkan,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Zaimudin Ahya selaku perwakilan dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang sekaligus narasunber mengapresiasi langkah progresif yang diambil PAC Bawang. Ia menilai kegiatan ini selaras dengan semangat Hari Santri yang menuntut santri dan kader muda untuk adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Dakwah dan perjuangan hari ini tidak cukup dilakukan di mimbar atau majelis saja, tapi juga di dunia digital. Kader Ansor harus bisa menjadi digital influencer yang menyebarkan kebaikan, menjaga kebangsaan, dan membentengi umat dari hoaks serta ujaran kebencian,” ungkapnya.

Gus Zaim sapaan akrabnya, yang juga seorang praktisi media membahas pentingnya kejujuran, akurasi, dan tanggung jawab dalam setiap konten yang dipublikasikan, “Jurnalistik bukan hanya soal menulis berita, tapi juga tentang tanggung jawab moral. Kader Ansor harus memahami bahwa setiap kata yang kita tulis bisa berdampak luas. Maka, bermedialah dengan etika dan niat untuk kemaslahatan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, GP Ansor Bawang berharap dapat menumbuhkan kesadaran digital di kalangan kader muda agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan konsolidasi antar pengurus ranting di Kecamatan Bawang menjelang peringatan Hari Santri Nasional.

Menutup kegiatan, para peserta bersepakat untuk terus mengembangkan media sosial Ansor sebagai sarana dakwah kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat santri yang cinta tanah air dan berkomitmen menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, GP Ansor Bawang bertekad untuk terus berkhidmah melalui dunia nyata dan dunia maya.

Pewarta : Infokom PAC GP Ansor Kecamatan Bawang