Semarak Hari Santri Nasional, MWC NU Subah Gelar Berbagai Acara

Hari santri nasional merupakan hari spesial santri Indonesia yang diberikan oleh pemerintah sejak tahun 2015 melalui presiden Jokowi. Tak perlu diragukan lagi peranan santri dan kyai dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga saat ini kita menikmati hasilnya. 

Jammiyah Nahdhatul Ulama merupakan ormas Islam yang mayoritas adalah santri menyambut dengan penuh suka cita atas ditetapkannya Hari Santri Nasional tersebut. Peringatan Hari Santri Nasional dilakukan oleh jammiyah Nahdhatul Ulama beserta banomnya dari tingkatan pusat sampai dengan ranting (desa), tak terkecuali MWC NU kecamatan Subah.

Tahun 2021 MWC NU Subah menyambut gembira peringatan HSN dengan melakukan berbagai rangkaian kegiatan meliputi lomba Tartil dan tilawah virtual , khoul masal, Semaan Qur’an, istighosah dan pengajian umum.

Rangkaian diawali dengan lomba virtual untuk pelajar dan santri yang berada dibawah naungan LP Ma’arif kecamatan Subah , yang terdiri dari TPQ, Madin, MI, SMP/Mts dan MA/SMK pada tanggal 15 Oktober 2021, dilanjutkan dengan Semaan Qur’an sekaligus pembacaan arwah massal yang dilaksanakan pada hari Sabtu pagi  23 Oktober 2021  di Pondok Pesantren Darussalam Kemiri dan Gedung MWC NU Subah yang diikuti oleh santri-santri Ponpes Darussalam serta pengurus MWC.

Puncak dari rangkaian acara peringatan HSN berlangsung pada malam Ahad, bertempat di Gedung MWC diadakan Istighosah dan  Pengajian umum sekaligus pembagian hadiah bagi pemenang lomba virtual. Acara pengajian di awali dengan pembacaan maulid Simtudhuror oleh Grub Rebana Al Busyro dari Ranting Adinuso, dilanjutkan dengan pembagian hadiah yang di pandu oleh sahabat Eko Agus Budianto mewakili panitia.

Pengajian dibuka oleh Rois Syuriah NU Subah, KH. Ali Mas’ud dengan bacaan surat Al-Fatihah.  Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an menjadi acara ke dua yang dilantunkan oleh Aditya Susilo Widhiarto dari SMK Darussalam yang merupakan Juara 1 Lomba Tilawah dan diteruskan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars NU, dan Mars Syubbanul Wathan oleh sahabat PAC Fatayat,  dilanjutkan  pembacaan istighosah yang dipimpin oleh kyai Mukhayat.

Pada sesi ketiga dengan sambutan, yang di awali oleh Ketua Panitia HSN, Abdurochim. Dalam sambutannya, Rochim sapaan akrabnya, mengatakan bahwasanya kegiatan HSN tahun yang bertema ‘Santri siaga jiwa raga’. “Harapannya tema tersebut dapat dijadikan spirit bagi santri seluruh Indonesia”. Ujarnya.

Disampaikan pula oleh Rochim bahwa perolehan infaq arwah massal sebesar 61 juta. Dari total dana yang terkumpul sebagian digunakan untuk kebutuhan acara dan sisanya akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan halaman gedung MWC. 

Sambutan MWC NU disampaikan oleh ketua Tanfidziah, kyai Muhammad Matin . Dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan ” Santri iku koyo paku Yo iku ngencengi umat artine Yo ngencengi umat. Bahwasannya santri itu seperti halnya paku yang digunakan untuk mengencangkan dalam halnya adalah mengencangkan umat.” Pungkas pak kyai Matin dalam sambutannya.

Penulis : Isrofani dan Maman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga