Edit

BERANDA

Perjalanan Pondok Pesantren

Bagikan :

Menurut catatan sejarah tahun 674 M atau awal abad pertama hijriah sudah ada saudagar Arab yang datang ke Nusantara selain untuk berdagang juga mendakwahkan agama Islam. Islam masuk ke Nusantara melalui dakwah ulama / para wali mulai dari Malaka kemudian ke Pasai hingga ke Ampel. Walisongo menyebarkan agama Islam di Nusantara dalam kurun waktu 50 tahun, tanpa peperangan dan tanpa pertumpahan darah. Hanya dengan pendekatan budaya serta pendekatan kepribadian yang unggul, sebelum Islam masuk di Nusantara sudah ada empat macam pendidikan, diantaranya yaitu:


1. Padepokan
Merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh agama Kapitaiyan, yang mana Belanda menyebutnya dengan istilah Animisme dan Dinamisme. Kapitaiyan merupakan agama asli nusantara.


2. Dukuh
Yaitu lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh agama Hindu.


3. Asrama
Merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh agama Budha.


4. Peguron
Merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh agama Tangkrayana.


Islam masuk dan mengambil alih pendidikan yang sudah ada maka para wali seperti sunan Ampel membangun yang namanya dukuh, karena dukuh ini jika dipelajari sistemnya lebih banyak mempelajari ajaran Islam. Berbeda dengan dukuh yang dimiliki oleh agama Hindu yang mana diajarkan kitab suci. Kitab suci dalam bahasa sansekerta yang kemudian dibahasa kawi kan disebut dengan sastra. Orang yang mempelajari sastra disebut sastri, akan tetapi sastri saja tidak cukup dia harus seperti murid di padepokan, muridnya disebut dengan istilah cantrik mereka setia dan patuh terhadap guru. Istilah sastri dan cantrik kemudian dijadikan satu hingga muncul istilah santri kemudian muncul istilah tempatnya santri yaitu pesantren.

Kedudukan pondok pesantren tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat Islam Indonesia. Lembaga pendidikan Islam tertua ini sudah dikenal semenjak agama Islam masuk ke wilayah nusantara. Oleh karena itu, sejarah pondok pesantren merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah pertumbuhan masyarakat Islam Indonesia. Buktinya, semenjak era kerajaan Islam pertama di Aceh pada abad-abad pertama Hijriah, era Wali Songo, sampai sekarang, peran para wali, ulama dan kyai pondok pesantren sangat besar dalam merintistumbuh kembangnya desa, bahkan kota baru.


Demikian juga sejarah perjuangan mengusir penjajah di Indonesia, andil pondok pesantren sangat besar dan tidak bisa dinafikan. Dimulai dari pangeran Sabrang Lor (Pati Unus), Trenggono,Fatahillah (zaman kerajaan Demak) yang berjuang mengusir Portugis (abad ke 15), kemudian dilanjutkan para era Cik Ditiro, Imam Bonjol, Hasanuddin, Pangera Antasari, Pangeran Diponegoro dan pahlawan Islam Indonesia lainnya sampai masa revolusi fisik tahun 1945.

Penulis : Ahmad Wahib Maulana

Sumber :
Video Jalan Dakwah Pesantren, hamzah sahal dkk 2016.
Drs. H. Mahmud, MM. Model-model kegiatan di Pesantren. (Tangerang : Media Nusantara, 2006) hal. 1-2