Edit

BERANDA

Pergantian Ketua, Ini Pesan Ketua NU Rowosari Kepada IPNU dan IPPNU

Dua orang ditengah ketua terpilih didampingi oleh ketua PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Limpung, Foto : Istimewa
Dua orang ditengah ketua terpilih didampingi oleh ketua PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Limpung, Foto : Istimewa

Bagikan :

Limpung, π˜•π˜œ π˜‰π˜’π˜΅π˜’π˜―π˜¨
Kita hidup di zaman yang tidak pasti, semuanya berkembang dengan cepat. Maka kamu harus berfikir kreatif dan memiliki skill atau kemampuan. Hal itu disampaikan oleh Winarno Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Rowosari Kecamatan Limpung Kabupaten Batang pada Rapat Anggota dan Konferensi Ranting ke-6 di Musala Miftakhul Huda Rowosari, Selasa (8/3/2022).

Acara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Rowosari itu membahas tentang pergantian ketua. Melalui sistem voting acara tersebut menghasilkan ketua baru untuk masa khidmat 2022-2024. Irfan Maulana terpilih menjadi ketua IPNU menggantikan Aditia Irfan Mualana, sedangkan Halimah terpilih menjadi ketua IPPNU Desa Rowosari menggantikan Siti Zulaikha.

Winarno selaku Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Rowosari Kecamatan Limpung yang hadir di acara tersebut memberikan tiga pesan untuk ketua terpilih serta anggota IPNU dan IPPNU.

“Pertama, komitmen menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah,” kata Winarno.

Menurut Winarno komitmen menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah ini penting dan perlu ditanamkan sejak usia IPNU dan IPPNU. Ia berharap kepada generasi muda Nahdlatul Ulama dapat menjaga aqidah tersebut hingga usia tua nanti.

“Jangan sampai di usia IPNU IPPNU kalian menjaga aqidah aswaja, namun di usia tua kalah dengan kebutuhan, lupa dan pindah aqidah,” ujar Winarno.

Pesan kedua yang disampaikan yaitu IPNU dan IPPNU adalah tempatnya belajar untuk mengasah skill atau kemampuan. Ia berpesan kepada pengurus yang akan datang, untuk mengadakan program-program yang meningkatkan kemampuan para anggotanya.

“Misalnya belajar ilmu masak, jualan online atau menjadi pengusaha. Dengan memiliki skill, kita akan siap untuk mengarungi kehidupan kedepan,” tuturnya.

Winarno menegaskan bahwa mencari ilmu tidak hanya di bangku sekolah, akan tetapi bisa cari diluar sekolah.

Pesan ketiga yang ia sampaikan adalah IPNU dan IPPNU harus mengembangkan akalnya. Setelah mendapatkan ilmu serta kemampuan, diharapkan bisa menghasilkan kreativitas.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Ketua PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Limpung, Shaiful Bahri dan Laili Atiqoh serta didampingi pengurus. Acara tersebut ditutup dengan do’a oleh Kiai Faiz.

Pewarta: Muhammad Asrofi