Edit

BERANDA

Tarawih Keliling Sebagai Media Edukatif Pelajar NU Limpung

Bagikan :

Limpung, NU Batang
Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Limpung Kabupaten Batang melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) putaran kedua di Masjid Jami’ Nurul Huda Dukuh Babadan Desa Babadan, Sabtu (16/4).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pengurus IPNU dan IPPNU dari jajaran Pimpinan Ranting dan Komisariat yang ada di Kecamatan Limpung.

“Kegiatan Tarawih Keliling ini merupakan sebuah bentuk silaturrahmi antara pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dengan Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK),” ujar Ali Mas’ud selaku Wakil Ketua Bidang Dakwah PAC IPNU Limpung.

Ali menambahkan, Tarling ini juga bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara pelajar IPNU dan IPPNU dengan masyarakat, salah satunya sebagai bentuk syiar kepada remaja-remaja agar lebih mengenal IPNU & PPNU.

Pada kesempatan tersebut, PAC IPNU dan IPPNU Limpung menghadirkan pembicara ustaz Muh. Abdul Mughni. Beliau memberikan pesan kepada pelajar NU agar lebih edukatif.

“Pelajar NU itu harus edukatif artinya harus ada keinginan untuk mau belajar terutama dasar-dasar keislaman. Banyak hal yang harus dipelajari tentang keagamaan di IPNU dan IPPNU, karena itu merupakan pondasi awal untuk menghadapi radikalisme di kalangan para pelajar masa depan. Dan tidak lupa, pola pikir harus disikapi dengan ta’lim muta’alim, antara lahiriah dan batiniah harus seimbang,” tutur Mughni.

Disisi lain, beliau juga menuturkan hikmah puasa, bahwasanya puasa itu dapat melatih kesabaran karena dilakukan dengan menahan lapar ataupun menahan hawa nafsu sampai menunggu waktu maghrib. Kemudian dalam hubungan sosial dapat membangun rasa kasih sayang antar sesama diwujudkan dalam contoh kegiatan, menyempatkan buka bersama dengan orang-orang disekitar kita. Dampak puasa juga bermanfaat untuk kesehatan.

“Sebagai pelajar Islam khususnya Nahdlatul Ulama sebagai wujud dari kutipan mars IPNU (ilmu kucari amal kuberi) itu harus istiqomah dilakukan. Jangan jadi pelajar yang hanya ikut kesana kesini, tetapi isinya kosong. Karena yang terpenting pondasi dasar adalah ilmu terutama akhlak. Jangan salahkan jika adik-adik kita kelak akhlaknya buruk, jika kamu tidak begitu peduli tentang akhlak,” pesan Mughni.

“Sebagai generasi Nahdlatul Ulama, IPNU dan IPPNU harus semangat serta jangan takut dan minder untuk berproses. Karena maju mundurnya  bangsa yang akan datang  itu tergantung pemuda,” kata ustaz Fahruri Wakil Tanfidziyah NU Desa Babadan dalam sambutannya.

Masruri selaku Ketua Pimpinan Ranting IPNU Desa Babadan menanggapi kegiatan tersebut, “semoga dengan kegiatan Tarling ini dapat meningkatkan semangat berIPNU dan IPPNU di tingkat desa sebagai upaya peningkatan kuantitas maupun kualitas di tingkat ranting,” ujarnya.

Pewarta : Zaenal Mustofa
Editor : Muhammad Asrofi