Edit

BERANDA

Mbah Dim, Imam Ghozalinya Tanah Jawa

Ilustrasi: KH. Dimyati Ro'is Pengasuh PP Alfadllu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal

Bagikan :

Guru selamanya adalah guru, tidak ada mantan guru. Mbah Dimyati Ro’is adalah sosok guru bagi siapa saja yang pernah belajar dan nyantri kepada beliau, baik secara langsung, santri kalong maupun hanya ngaji pasaran saja. Beliau diakui sebagai pribadi yang ulung dalam ilmu pengetahuan, bertani maupun berpolitik.

Pernah suatu ketika, saya bertemu dengan salah satu Doktor Muhammadiyah di salah satu Universitas Islam di Semarang, beliau mengakui kealiman dan keilmuan Mbah Dim. “Mbah Dim itu adalah Imam Ghozalinya Tanah Jawa”. Memang demikian kenyataannya, bahwa Al-Maghfurlah selalu ngopeni santri beliau, salah satunya ialah dengan istiqamah ngaji Ihya’ Ulumiddin karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, setiap Minggu siang di kediaman beliau (ndalem lawas).

Terhadap santri juga demikian, tidak pernah ada waktu kosong (ninggal santri) sedikitpun. Beberapa contohnya misalnya, jika Mbah Dim tindakan (pergi), mau pulang jam berapa pun beliau tetap ngaji. Bahkan ketika santri sudah menunggu lama karena beliau tidak kunjung keluar ndalem, dan banyak santri mengira bahwa ngaji waktu itu diliburkan, Mbah Dim tetap datang meski santri sudah banyak yang bubar.

Hanya sedikit yang bisa saya tuliskan untuk mengenang jasa dan perjuangan beliau semasa hidup. Dan saya yakin setiap santri, alumni dan orang-orang yang pernah berjumpa dengan beliau memiliki pengalaman masing-masing, baik dari sudut pandang akhlak, ilmu, maupun yang lainnya.

Al-Maghfurlah KH. Dimyati Ro’is, gurunda kita semua. Lahu Al-Fatihah‚Ķ.

Penulis : Choirul Anam Zaenal Alumni PP Alfadllu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal 2015