Edit

BERANDA

Innalillahi, Pelindung JQH NU Batang KH Masroh Abdul Qodir Wafat

Al-Maghfurlah Kiai Masroh (tengah) saat memimpin Tasmi' al-Qur'an, di Harlah Ansor ke 89, di gedung PC Ansor Batang

Bagikan :

Batang,

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, kabar duka datang dari Kabupaten Batang Pembina Jam’iyatul Qurro’ Walhuffadz (JQH) Nahdlatul Ulama (NU) Batang KH Masroh Abdul Qodir Wafat dalam usia 68, pada Selasa pagi (23/07/2023).

Kabar wafat kiai yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nuriah Bawang Batang ini tersebar di grup WhatsApp dan media sosial lainnya, yang diunggah oleh warga nahdliyin Batang.

Banyak para tokoh yang bersaksi kebaikan beliau selama hidup dan mendoakan. Diantaranya adalah Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang (PC) NU Batang, H Ahmad Taufiq dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang KH Zainal Iroqi.

“Inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun.Turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Bp Kyai Masroh Abdul Qodir, teriring do’a semoga almarhum diampuni dosanya diterima amal shalihnya dan ditempatkan di Surga… Lahulfaatihah,” tulis H Ahmad Taufiq di grup KBNU Batang.

“Saya bersaksi bahwa Beliau insya Allah min ahlil Khoir 3 x….,” tulis Kiai Iroqi.

Kendati punya keterbatasn, Kiai Masroh semasa hidupnya dikenal sebagai kiai penghafal al-Qur’an yang tekun dan iatiqomah. Bahkan, dua bulan yang lalu (14/05/23), beliau masih semangat memimpin Tasmi’ (semaan) Al-Qur’an 30 Juz bil hifdzi, dalam rangka harlah Ansor ke 89, di Gedung Pimpinan Cabang (PC) Ansor Batang.

Menurut beberapa sumber, Kiai Masroh dulu belajar dan menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Al Hidayat Lasem Rembang, di bawah asuhan Al-Maghfurlah Mbah Kiai Haji Ma’shoem Ahmad dan Al-Magfurlaha Nyai Hajah Nurriyah Ma’shoem.

Terkait kegigihan Kiai Masroh dalam proses menghafal al-Qur’an juga pernah dituturkan oleh Rais Syuriah PCNU Batang KH Abdul Manaf Syair, yang dulu juga belajar di Pondok Pesantren Al Hidayat Lasem.

Pewarta: Zaim Ahya