Limpung, NU Batang

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang, Gus H Moch Tolkhah Danial, menegaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di Limpung menjadi bagian dari upaya mencetak kader GP Ansor yang tangguh, kuat, dan siap berkhidmah di Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Kegiatan yang digelar PC GP Ansor Batang di MA NU 01 Limpung berlangsung selama dua hari, Sabtu – Ahad (10-11/10/2026), dengan diikuti 107 peserta, terdiri atas 87 peserta PKD dan 20 peserta Diklatsar Banser

Gus Tolkhah menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan proses penting dalam menyiapkan generasi penerus perjuangan Nahdlatul Ulama. Melalui PKD dan Diklatsar, para kader diharapkan memiliki kemampuan kepemimpinan sekaligus komitmen kuat dalam menjalankan amanah organisasi.

“Setelah pengkaderan ini selesai, sahabat-sahabat semua langsung memimpin baik di ranting maupun di anak cabang, sehingga nanti betul-betul menjadi kader yang tangguh, menjadi kader yang kuat, dan betul-betul berkhidmah di Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ujarnya saat upacara pembukaan PKD dan Diklatsar.

Sebelum membuka kegiatan, Gus Tolkhah juga meminta komitmen peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pengkaderan hingga selesai. Menurutnya, kesungguhan mengikuti proses menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter kader Ansor.

“Saya tanya sekali lagi sebelum nanti dibuka, apakah sahabat-sahabat semua ini bersedia mengikuti kegiatan sampai selesai?” tegasnya.

“Bersedia,” jawab peserta secara kompak.

Ia kemudian mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan niat yang tulus dan ikhlas. Sebab, menurutnya, perjuangan di Jam’iyah Nahdlatul Ulama membutuhkan kader yang memiliki semangat pengabdian.

“Maka harus diniatkan dengan ikhlas dan tulus, bahwa kita membutuhkan orang-orang yang tulus di Jam’iyah Nahdlatul Ulama melalui Ansor. Siap ya sahabat-sahabat? Siap niat bismillah, niat yang tulus dalam berkhidmah,” katanya.

Gus Tolkhah juga berpesan agar peserta tidak meninggalkan kegiatan sebelum selesai serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan selama proses kaderisasi berlangsung.

“Kami berharap tidak ada yang bolos di pertengahan jalan. Yang terpenting ikuti aturan yang ada dan nikmati prosesnya, karena panjenengan semua akan meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama baik di ranting maupun anak cabang,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap kader yang telah mengikuti PKD dan Diklatsar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan kader Ansor akan semakin diterima apabila mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang baik.

“Setelah sahabat-sahabat selesai dalam pengkaderan, maksimal harapannya bisa menjadi uswah tauladan di masing-masing ranting. Ketika panjenengan punya tauladan yang baik, insyaallah GP Ansor ranting maupun PAC bisa diterima di semua kalangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengabdian kader tidak berhenti setelah kegiatan pengkaderan selesai. Para peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata untuk memperkuat organisasi di wilayah masing-masing.

“Setelah kegiatan ini sahabat-sahabat semua kami tunggu kontribusinya baik di ranting maupun anak cabang,” pungkasnya.