Kandeman, NU Batang
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Muchammad Shidqon Prabowo menegaskan bahwa kader GP Ansor harus mampu menjadi khodimul ummah atau pelayan umat yang senantiasa hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN) PW GP Ansor Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jumat (7/8/2026).
Menurut Gus Shidqon bahwa proses kaderisasi merupakan ruh organisasi yang harus terus dijaga agar melahirkan kader-kader yang memiliki keseimbangan spiritual, sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pengkaderan adalah ruh organisasi. Kader Ansor dan Banser harus mampu menjaga keseimbangan antara hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam. Ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi dalam membangun hubungan yang harmonis dengan Allah SWT, sesama manusia, serta lingkungan,” tegasnya.
Kegiatan kaderisasi tingkat lanjut yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 itu diselenggarakan oleh PW GP Ansor Jawa Tengah dengan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Batang sebagai panitia pelaksana. PKL dan SUSBALAN menjadi bagian dari agenda strategis organisasi dalam menyiapkan kader pemimpin yang berkapasitas, berintegritas, militan, dan profesional dalam mengemban amanah organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap, melalui PKL dan SUSBALAN, lahir kader-kader Ansor dan Banser yang visioner, tangguh, berkarakter, serta siap mengabdikan diri untuk agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
Ketua Panitia Pelaksana, Srawono, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah menjalani tahapan screening sepekan sebelum kegiatan dimulai, meliputi pemeriksaan kesehatan, penilaian kesiapan fisik dan mental, uji kompetensi dasar, hingga verifikasi administrasi.
“Tujuan utama penyelenggaraan PKL dan SUSBALAN adalah memperkuat kaderisasi kepemimpinan organisasi. Melalui kegiatan ini kami ingin menyiapkan kader-kader Ansor dan Banser yang memiliki kapasitas kepemimpinan, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta profesional dalam menjalankan tugas dan amanah organisasi,” katanya.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati Batang H. M. Faiz Kurniawan beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PCNU Kabupaten Batang bersama para Ketua Badan Otonom NU tingkat kabupaten, Ketua MWCNU Kandeman beserta jajaran Banom tingkat kecamatan, serta Camat Kandeman bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Pembukaan dilakukan oleh Gus Shidqon didampingi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, H. Mochammad Tolkhah Danial, S.E.
Sebanyak 150 peserta mengikuti PKL dan SUSBALAN tahun ini setelah dinyatakan lolos melalui proses seleksi yang ketat. Mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, bahkan diikuti seorang peserta dari Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, panitia juga mulai menerapkan sistem absensi digital berbasis QR Code pada setiap sesi pembelajaran. Sistem tersebut menjadi pilot project transformasi digital dalam pengelolaan administrasi pendidikan dan pelatihan GP Ansor dan Banser agar proses pencatatan kehadiran lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi secara sistematis.
Pewarta: M Nasrul Fajar

