Kamis, April 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 27

Perkuat Pemahaman Kader, Ansor Sembung Diskusi Muqaddimah Qanun Asasi

0
PR GP Ansor Sembung saat Diskusi Muqaddimah Qanun Asasi. Foto: Zarkasy

Banyuputih, NU Batang
Upaya memperkuat pemahaman kader, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Sembung menggelar diskusi mengenai Muqaddimah Qanun Asasi yang disusun oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari. Acara yang diikuti oleh 60 kader Ansor dan Banser dilaksanakan di Pendopo Islamic Centre Desa Sembung, Banyuputih, Batang pada Jumat (6/9/2024).

Diskusi dipimpin oleh KH Sugeng Romadhon, Wakil Ketua PC GP Ansor Batang sekaligus Pengasuh Majelis Santri Ndalan 99. Dalam pembahasannya, KH Sugeng menjelaskan empat poin penting dari Qanun Asasi: pentingnya perkumpulan (al-ijtima’), saling mengenal (at-ta’aruf), persatuan (al-ittihad), dan kekompakan (at-ta’alluf). Keempat asas ini, menurut KH Sugeng menjadi fondasi utama kekuatan NU hingga saat ini.

“Qanun Asasi adalah pemikiran besar Hadratus Syaikh yang melampaui zaman. Setelah satu abad, NU tetap relevan berkat prinsip-prinsip ini,” tegasnya.

KH Sugeng juga berpesan kepada para peserta agar selalu menerapkan ajaran KH Hasyim Asy’ari dalam Qanun Asasi, sehingga Pimpinan Ranting GP Ansor Sembung tetap berada di jalur kebaikan.

Dalam sambutannya, Rofiudin, perwakilan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyuputih, menekankan pentingnya diskusi terkait Muqaddimah Qanun Asasi sebagai pedoman fundamental dalam ber-NU. Ia juga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Ansor Sembung.

“Kami sangat mengapresiasi ranting Sembung yang selalu memberikan inovasi kegiatan positif. Pembahasan Qanun Asasi ini menunjukkan bahwa Ansor Sembung selalu bergerak sesuai pedoman yang tepat,” ujarnya.

Senada dengan itu, H M Untung, Kepala Desa Sembung, juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja sama yang terjalin baik antara Ansor dan pemerintah desa. Ia menambahkan bahwa fasilitas seperti pendopo, kantor NU, dan Markas Banser harus dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan yang positif.

“Alhamdulillah, ini sangat penting karena menjadi dasar pengetahuan dalam ber-NU. Kami hanya bisa menyediakan fasilitas, dan Ansor silakan memanfaatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat,” tutur Mbah Untung sapaan akrabnya.

Mahmud Yunus, Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Sembung dalam sambutannya merasa haru dan bangga melihat antusiasme para kader. Ia juga mengapresiasi strategi kepengurusan yang berhasil menarik anggota baru, sehingga jumlah kader Ansor dan Banser di Desa Sembung terus meningkat.

“Saya haru dan bangga melihat semangat sahabat-sahabat sekalian. Meskipun lelah setelah bekerja seharian, semangat untuk hadir dalam kegiatan ini sangat luar biasa. Semoga kita semua tetap istiqomah dan terus berkembang,” katanya.

Pewarta : Mahmud Yunus Mustofa
Editor : Muhammad Asrofi

Perkuat Organisasi dengan Ngaji Perkum PCNU Batang

0

Tiga hari berturut turut yakni tanggal 2,3,4  September 2024, PCNU Batang mengadakan “NGaji Perkum”  lewat zoo meeting. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua (WAKA) bidang organisasi dan keanggotaan H. Ikwanudin  serta dibantu penuh dari jajaran sekretaris dan wakil sekretaris itu berjalan lancar dan asik. Saking asiknya, jadwal pengajian yang mestinny selesai  pukul 21.00 wib itu sering lewat sampai pukul 22.00 wib. Peserta yang terdiri dari pengurus harian (PH) PCNU, Lembaga, dan Badan otonom tingkat Cabang, MWC NU se kabupaten Batang beserta Lembga dan Banomnya  serta ada beberapa ranting ikut serta berkesan sangat enjoy.   

Peraturan perkumpulan yang relatif baru dan belum banyak diketahui itu, bisa selesai disampaikan dalam waktu tiga malam. Secara bergantian para wakil sekretaris menyampaikan materi demi materi sehingga tidak terkesan monoton. Banyak hal hal baru yang ada dalam Perkum bisa dipahami dan dimengerti untuk selanjutnya diterapkan dalam mengelola organisasi.

Banyaknya Perkum yang ada di NU saat ini menandakan bahwa organisasi ini tidak asal asalan. Semua hal yang terkait dengan organisasi mulai dari sistem pengkaderan, syarat syarat menjadi pengurus, tata cara membentuk pengurus, Lembaga, Banom, MWC, Ranting dan Anak Ranting diatur secara rinci. Begitu juga sistem administrasi ,penggunaan lambing NU dan tidak kalah penting sistem pengukuran kinerja. Secara umum organisasi NU dikelompokan menjadi tiga  (A,B,C). Apa saja yang harus dipenuhi bila masuk kategori A, B,C mulai dari PCNU, MWCNU dan Ranting. Kinerja itu akan terus diukur di semua tingkatan  dalam waktu yang telah ditentukan dalam Perkum.

 “kita perlu mengawali kerja kerja organisasi dengan terlebih dahulu memahami peraturan organisasi mulai AD/Art, Perkum, Keputusan Keputusan PBNU, PWNU dan PCNU agar acuannya jelas, ukurannya jelas”, demikian kata sambut ketua PCNU  Ahmad Munir Malik dalam pembukaan Ngaji Perkum.m

Rata-rata peserta merasa tercerahkan dengan kegiatan Ngaji Perkum ini. Para peserta mengusulkan agar ada ngaji rutin tiap bulan tentang hal hal penting yang terkait dengan organisasi.

”kita akan adakan kegiatan Ngaji ini secara rutin setiap bulan” demikian respon sekretaris Nur Tofan menjawab permintaan para peserta. Kita akan mengadakan rapat rapat dan koordinasi organisasi disamping yang of line (pertemuan tatap muka) juga lewat on line. Dengan demikian dihapkan NU ke depan akan terus dinamis.

“ini baru satu WAKA bidang organisasi dan Keanggotaan, WAKA WAKA yang lain juga banyak membikin program yang nantinya secara bergantian akan disampaikan lewat zoo meeting”, sahut H. Ikwan sebelum menutup kegiatan Ngaji Perkum.

Antusiasme peserta zoom meeting bisa kita lihat di mana setiap MWCNU mengadakan Nonton Bareng (Nobar) Ngaji Perkumpulan. Semoga program program yang lain bisa berjalan lancar dan bisa dilaksanakan secara baik dan benar oleh pengurus NU di semua tingkatan.   

Pewarta : Jabir Alfaruqi

Tugas Berat PCNU di Arus Besar Industrialisasi Batang

0

Industrialisasi di Batang direspon serius oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulam (PCNU) . Keseriusan  itu dibuktikan dengan digelarnya, diskusi panel “Kebudayaan Lokal di Tengah Arus Indutrialisasi”, Senin, 2 September 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pendopo Kabupaten Batang.

“  Batang yang ditempati Program Strategis Nasional (PSN) berupa Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), bisa menjadi berkah atau musibah bagi warga Batang” demikian sambutan Ketua PCNU Batang. Karena itu kita bekerja keras agar berkah yang diterima warga Batang.

Warga Batang yang mayoritas adalah warga NU menjadikan PCNU tidak bisa tinggal diam. NU harus pro aktif mulai dari persoalan keagamaan, kebudayaan, social ekonomi , lingkungan hidup, peluang tenaga kerja, Pendidikan dan sebagainya. Untuk kepentingan kebudayaan, Lembaga Seni, dan Budaya Muslimin Indonesia ( LESBUMI) PCNU memiliki tanggungjawab yang besar mengingat Tagline PCNU “Bergerak Memuliakan Umat” harus diwujudkan.

Bukan hanya kekawatiran terhadap budaya lokal yang akan  digerus budaya global, tetapi  lebih jauh eksistensi kehidupan berkeluarga, beragama, dan relasi social l akan hilang diganti dengan pragmatism budaya yang baru dan tidak berakar pada budaya local.

Diskusi yang menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya itu berjalan gayeng walaupun materi yang disampaikan adalah cukup serius. Mereka adalah KH.  Shodikin (pemerhati , peneliti dan penulis  sejarah ) Batang. Beka Ulung Hapsara Mantan Komisioner Hak Asasi Manusia  (KOMNAS HAM), KH. Safie Alaiha  (Ketua PBNU) bidang IT dan NU Online, Ari Yudianto Kepala Bapelitbang dan Pj Sekda Batang.

“Batang adalah singkatan Bangsa Tangguh”, demikian kesimpulan KH Shodikin dari kajian sejarah. Di Batang ditemukan banyak situs situs sejarah, peninggalan peninggalan kuna yang melambangkan di daerah Batang sejak zaman purba kala sudah memiliki budaya tinggi. Tinngal nilai nilai sebagai Bangsa Tangguh itu diaktulisasi  kembali dalam menghadapi arus globalisasi sehingga warga Batang tidak jadi korban industrialisasi.

Sedangkan KH. Safie Alaiha mengingatkan bahwa ada atau tidaak adanya KITB, masyarakat kita akan mengalami indutrialisasi teknologi dan informasi. Itu sudah hidup Bersama kita saat ini. Apalagi seperti daerah Batang yang ada Kawasan Indutri Terpadu Batang (KITB). “Ini adalah tugas berat PCNU hari ini dan ke depan”, ucap ketua PBNU itu.

Sedangkan Pj Sekda Batang Bapak Ari Yudianto menyoroti masalah masih rendahnya SDM Batang. Di mana mayoritas warga Batang adalah lulusan SMP. Dari sisi ini mau tidak mau sektor Pendidikan harus terus ditingkatkan agar warga Batang tidak jadi korban industrialisasi.

Sedangkan Beka Ulung Hapsara menekankaan  perlunya  jaminan negara terhadap pelestarian dan kemajuan kebudayaan daerah. Negara tidak boleh abai terhadap masalah itu.  Bila negara abai,  maka akan  menimbulkan dampak negatif yang besar bagi masyarakat batang.

Dari semua materi yang disampaikan itu, mengamanatkna tugas yang berat kepada PCNU untuk mengawal budaya local dan beserta perangkat kemasyarakatan lainya  masa kini dan masa depan.

Pewarta : Jabir Alfaruqi      

GEBRAKAN AWAL PCNU BATANG MEMULIAKAN UMAT

0

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang terus bergerak mewujudkan tagline nya “Bergerak Memuliakan Umat”. Langkah demi langkah, isu isu stretegis, program program prioritas , penguatan struktur dan irama Gerakan sudah tuntas dirumuskan. Genderang dan orkestrasi telah selesai dipadukan.
Gebrakan demi gebrakan sudah dimulai. Salah satunya, baru baru ini, tanggal 1 September 2024 bertempat di Mejelis Wakil Cabang (MWC NU) Subah, atas nama PCNU Batang, sekretaris Nur Tofan SH, MH menyerahkan 480 sertifikat hasil uji Kompetensi di bidang Garmen Dasar. Sertifikat dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah para peserta pencari kerja dinyatakan lulus uji kompetensi.
“Dari 480 pencari kerja lokal Baang ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), 90 persen yang bersertifikat di terima kerja di kawasan terbesar di Indonesia itu”, demikian sambutan Nur Tofan saat menyerahkan sertifikat kepada para pencari kerja.
Para pencari kerja yang merupakan para lulusan SMK, SMA, MA itu mengikuti pelatihan di berbagai tempat yang diselenggarakan oleh PCNU Batang bekerjasama dengan Kementrian tenaga Kerja (Kemenaker) RI, dan Balai Besar Pelatihan Vocasi dan Produktifitas ( BBPVP) Jawa Tengah. Tempat pelatihan itu menyebar di berbagai tempat. Ada yang bertempat di BLKK PCNU, Gedung MWC NU Gringsing, Gedung MWC NU Banyuputih, Gedung MWC NU Subah, BLKK Al Munawir Gringsing, BLKK Mambaul Ulum Krengseng dan Kantor Anjungan Siap Kerja KITB. Pelatihan dilaksanakan dalam 3 gelombang sejak Februari 2024.
Peranan langsung PCNU dalam memperjuangkan warga lokal Batang agar bisa bekerja di KITB dan tidak sekedar menjadi penonton serta korban industrialisasi adalah bentuk nyata bahwa kepengurusan PCNU sekarang tidak main main dalam mewujudkan tagline nya. Disamping pembedayaan masyarakat terutama pencari kerja, PCNU juga melakukan upaya upaya serius di bidang pelestarian dan pengembangan budaya lokal di tengah arus besar industrialisasi, mengawal kehidupan beragama, memupuk pertumbuhan ekonomi lokal, dan sebagainya. Semoga PCNU Batang ke depan selalu dimudahkan dalam bergerak memuliakan umat.

Kontributor : Jabir Al Faruqi

LP Maarif NU Bantul Kunjungi MII Subah

0
LP Maarif NU Bantul kunjungi MII Subah, Batang Dok. NU Batang/MSujud
LP Maarif NU Bantul kunjungi MII Subah, Batang Dok. NU Batang/MSujud

Subah, NU Batang

Pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bantul, Yogyakarta gelar Studi Banding ke Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah (MII) Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Sabtu (31/8/2024).

Kepala MII Subah, Muhammad Sujud memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh MII Subah baik secara aspek pendidikan, keagamaan, maupun kegiatan ekstrakurikuler. Ia menjelaskan bahwa MII Subah telah menerapkan metode pembelajaran yang aktif dan inovatif melalui fokus pendekatan pengembangan karakter serta keterampilan siswa, bukan hanya segi kuantitas tapi kualitas yang baik.

“Pendidikan agama sebagai pondasi utama dalam membentuk akhlak mulia para siswa,” ujarnya.

Menurut Sujud, kegiatan keagamaan seperti hafalan al-Qur’an, pengajian rutin, kajian kitab kuning dan pembiasaan ibadah menjadi bagian integral dari kurikulum di MII Subah. Ia menyebutkan ekstrakurikuler di MII Subah, seperti pramuka, drumband, seni tari dan olahraga guna mendukung pengembangan bakat dan minat siswa.

Dalam rangkaian kunjungan studi banding ke Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah (MII) Subah, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Bantul, H Nadhif menyatakan keinginan mereka untuk mengadopsi keberhasilan yang telah dicapai oleh MII Subah. Mereka berharap dapat belajar tentang pengelolaan dan memanajemen madrasah dengan baik, demi meningkatkan kualitas sekolah, guru, dan siswa di madrasah-madrasah yang ada di Bantul.

“Saya kagum terhadap berbagai program unggulan yang diterapkan di MII Subah, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun kegiatan ekstrakurikuler,” ujar H Nadhif.

Ia menyebut, keberhasilan MII Subah dalam membentuk karakter siswa religius dan berprestasi merupakan contoh nyata manajemen pendidikan yang baik dan efektif. Ia terinspirasi oleh MII Subah dalam mengelola pendidikan, mulai penguatan karakter keagamaan hingga kegiatan ekstrakurikuler.

“Kami ingin mempelajari strategi pengelolaan madrasah kemudian diterapkan di Bantul,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas guru menjadi salah satu prioritas utama. Melalui pembelajaran sistem pelatihan dan pengembangan guru, LP Ma’arif NU Bantul berharap dapat membangun tenaga pendidik yang lebih profesional dan berkompeten.

“Kami berkomitmen terus berkolaborasi dan menjalin komunikasi dengan MII Subah guna menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Bantul. Studi banding ini menjadi langkah awal penting menuju perubahan lebih baik,” pungkasnya.

Pewarta Radiant Vagari

Ribuan Masyarakat Batang Meriahkan Harlah KOPSIMNU ke-24

0
Suasana jalan sehat harlah KOPSIMNU Batang

Batang, NU Batang
Ribuan masyarakat Kota Batang dan sekitarnya memadati acara senam dan jalan sehat yang diselenggarakan oleh Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Ulama (KOPSIMNU) Batang pada Ahad (1/9/2024) pagi. Kegiatan ini digelar untuk memperingati hari ulang tahun ke-24 koperasi yang menjadi kebanggaan warga NU Batang.

Acara ini dimeriahkan oleh berbagai kelompok, termasuk grup drumband, kelompok senam, serta para anggota koperasi. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai lembaga keuangan, baik syariah maupun konvensional. Ratusan doorprize, mulai dari televisi, kulkas, kipas angin, kompor gas, dan hadiah-hadiah menarik lainnya, semakin menambah semangat para peserta senam dan jalan sehat. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai undian.

Harlah KOPSIMNU ke-24 yang mengusung tema Fun and Happy ini dihadiri oleh seluruh pengurus koperasi, karyawan, pengurus harian (PH) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)Batang, perwakilan lembaga perbankan, tokoh masyarakat termasuk H Fauzi Fallas beserta istri, serta masyarakat Batang. Tak ketinggalan, grup musik turut menyemarakkan acara dari awal hingga akhir.

“Kami mengajak masyarakat Batang untuk selalu bergembira, maka dari itu Harlah KOPSIMNU ke-24 ini kami angkat tema Fun and Happy. Semua senang, semua sehat,” ujar Muhammad Busro dalam sambutannya saat melepas peserta senam dan jalan sehat.

Tingginya animo masyarakat yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan publik terhadap KOPSIMNU. “Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti senam dan jalan sehat ini merupakan bukti semakin kuatnya kepercayaan terhadap KOPSIMNU,” ujar Saefudin pengurus PCNU Batang.

Kontributor : Jabir Alfaruqi

Manuver DPR Menganulir Putusan MK, Lakpesdam PCNU Batang Adakan Refleksi Demokrasi

0
Tangkap layar saat Refleksi Demokrasi Lakpesdam PCNU Batang

Batang, NU Batang
Di akhir-akhir ini, kita menyaksikan tanda-tanda kemerosotan demokrasi di negara kita. Demokrasi yang sejatinya adalah pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat, mulai kehilangan esensinya ketika kekuasaan lebih banyak berpihak kepada segelintir elite daripada kepentingan rakyat banyak. Manuver DPR soal anulir putusan MK juga menjadi perhatian publik soal bagaimana demokrasi itu dimaknai. Dengan beredarnya isu politik tersebut yang akhirnya membuat sebuah tagar Indonesia Darurat Demokrasi, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang adakan kajian refleksi demokrasi melalui zoom meeting, pada Kamis sore, (22/8/2024).

Waka Bidang Hukum dan Politik PCNU Batang, M. Jabir Al-Faruqi menyampaikan bahwa bukan pilkadanya yang menarik, tetapi tentang bagaimana para penguasa sekarang ini yang menyiasati konstitusi. “Penguasa mampu mengendalikan kekuatan-kekuatan politik, sehingga yang diharapkan partai politik sebagai agen demokrasi itu sampai hari ini tidak mampu berbuat apa-apa. Mereka hanya mengikuti maunya penguasa. Tidak mampu melakukan upaya-upaya untuk menjaga konstitusi dan untuk menerapkan undang-undang. Sehingga yang bisa kita harapkan adalah publik, yaitu masyarakat,” tuturnya sebagai narasumber diskusi.

Kemudian, Miqdam Yusria Ahmad selaku Ketua LBH PCNU Batang juga turut menyampaikan, sejak beberapa waktu lalu kita dikhawatirkan dengan berbagai isu yang di muat di media. Sebenernya belum ada masalah apa-apa, dan belum ada perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. Tetapi sudah ada potensi pelanggaran hukum seperti yang dilakukan oleh badan legislasi. “Sebenarnya, DPR sah-sah saja untuk membahas dan merubah aturan perundang-undangan sebelumnya tetapi harus dipedomani dan merujuk kepada undang-undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan atau yang biasa disebut dengan UU P3. Sebenarnya perbuatan DPR sekarang ini cenderung sudah ingin melanggar aturan perundang-undangan, yang dimaksud salah satunya adalah undang-undang pembentukan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Miqdam menjelaskan, jika kita membiarkan semuanya maka akan terjadi kekacauan sistem hukum di Indonesia mengenai pembentukan aturan perundang-undangan dan kekacauan hukum tata negara. “Sikap pernyataan harus tegas yaitu kita harus melawan perbuatan-perbuatan yang merusak hukum tata negara atau istilah sosialnya adalah merusak situasi kondisi demokrasi di Indonesia yang akan berjalan otoritas kekuasaan minimal kekuasaan orang-orang tertentu yang sangat sedikit, kita jangan sampai mengalah begitu saja, kalau tidak kita sama saja akan melanggengkan negara kekuasaan bukan negara hukum,” tandasnya.

Selanjutnya, M. Aminudin selaku Ketua Lakpesdam PCNU Batang menjelaskan bahwasannya partai politik adalah pilar demokrasi, tentu karena sebuah pilar, maka seyogyanya hukum dijadikan sebagai panglima di mana kepentingan yang begitu banyak dipayungi oleh partai politik untuk memastikan bahwa konsolidasi kepentingan itu terakomodir dalam sebuah kepentingan kelompok besar dari partai politik yang kemudian itu merepresentasikan kepentingan publik.

“Rancangan undang-undang ini sebenarnya sudah dirancang jauh-jauh hari sebelumnya, nah baru saat MK memutuskan dalam kurun waktu 2 hari kemudian didorong pembuat baleg tadi. Yang menarik lagi, bahwa UUD kita itu sebenarnya tidak menganulir keputusan MK seperti itu, tetapi apa yang dilakukan oleh Baleg (Badan Legislasi) DPR itu yang mencederai keputusan itu. Karena mereka tahu dan saya menduga jika itu memang sengaja, karena ada kepentingan,” ungkapnya.

Selanjutnya di sesi akhir diskusi, dalam Closing Statement nya, Miqdam menyimpulkan, “Jika bertentangan dengan aturan-aturan yang ada di atasnya jelas bahwa orang awampun tahu, tidak sah perbuatan itu. Nah, sikap kita kedepan bersama-sama melakukan sesuatu melalui gerakan masyarakat atau kelembagaan struktural NU, misalnya pernyataan sikap/himbauan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kedaruratan demokrasi negara kita, amanat dari konstitusi kita telah sepakati bersama aturan perundang-undangan di bawahnya, dan pendiri-pendiri kita punya keluhuran misi untuk membentuk misi negara baldatun toyyibatun warobbun ghofur harus kita jaga. Tetapi kedaruratan ini sudah sejak lama terjadi karena kita memilih orang-orang yang salah, orang-orang yang dalilnya ingin mewakili kita tetapi justru mewakili kepentingan penguasa saja. Sehingga, kita harus merubah sikap kita kedepan,” harapnya.

Aminudin selaku Ketua Lakpesdam PCNU Batang dalam closing statement nya menyampaikan, “Tentu, untuk mengawal itu saya sepakat bahwa negara ini negara hukum. Jadi ketika DPR sebagai pilar demokrasi sudah tidak bisa berfungsi sebagai legislasi secara maksimal dan justru menjadi kepentingan elit tertentu, maka salah satunya adalah civil society. Karena itu yang menjadi jalan terakhir untuk menjaga demokrasi agar tetap eksis,” jelasnya.

Hadir sebagai moderator dalam diskusi refleksi demokrasi yaitu Hazmi. Kemudian hadir sebagai narasumber yaitu M. Aminudin (Ketua Lakpesdam PCNU Batang), M. Jabir Al-Faruqi (Waka Bidang Hukum dan Politik PCNU Batang), dan Miqdam Yusria Ahmad (Ketua LBH PCNU Batang).

Pewarta : Solekha
Editor : Muhammad Asrofi

Kabar Duka, KH Saefudin Zuhri Meninggal Dunia

0
Wakil Katib Syuriyah PCNU Batang masa khidmah 2024-2029, KH M Saefudin Zuhri bin KH Ahmad Nawawi meninggal dunia pada Ahad, 25 Agustus 2024. Dok.NU Batang/Ponpes Roudhatul Mutaalimin
Wakil Katib Syuriyah PCNU Batang masa khidmah 2024-2029, KH M Saefudin Zuhri bin KH Ahmad Nawawi meninggal dunia pada Ahad, 25 Agustus 2024. Dok.NU Batang/Ponpes Roudhatul Mutaalimin

Batang, NU Batang

Innalilahi wa innailaihi roojiun. Wakil Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang masa khidmah 2024-2029, KH Muhammad Saefudin Zuhri bin KH Ahmad Nawawi meninggal dunia pukul 04.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) di Semarang, Jawa Tengah pada Ahad (25/8/2024).

Ketua Tanfidzyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Munir Malik turut merasa kehilangan dan berbela sungkawa atas kabar duka meninggalnya KH Saifuddin Zuhri, pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Mutaalimin Batang. Baginya, beliau merupakan salah satu kader terbaik di NU bahkan sejak masa Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

“Beliau tetap masih aktif khidmah sampai sekarang di jajaran wakil katib syuriyah PCNU Batang,” ucapnya kepada NU Batang.

Berdasarkan laporan kronologi, Kiai Saefudin mengalami kecelakaan di jalan tol KM 438.900 Semarang pada 03.45 WIB kemudian dilaporkan pukul 04.30 WIB. Mobil dengan penumpang Kiai Saefudin berserta istrinya, Umi Ani Nisfu Laili dan H Zainal Abidin melaju dari arah Tol Bawen menuju ke Ungaran.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di KM 438.900 Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mobil tersebut diduga menabrak bagian belakang truk yang melaju searah di depannya. Akan tetapi, truk tersebut meninggalkan lokasi kecelakaan lalulintas. Dikarenakan jarak yang terlalu dekat dan tidak dapat menghindar, hingga akhirnya terjadi kecelakaan lalulintas.

Kiai Munir menambahkan, hidup KH Saefudin Zuhri banyak diabadikan untuk kepentingan masyarakat. Selain menjadi pengasuh ponpes, beliau juga memiliki lembaga pendidikan formal Sekolah Dasar Islam Takhassus (SDIT) Ar-Roudloh Batang dan diberi amanah menjadi Ketua Dewan Masjid Kabupaten Batang. Begitu banyaknya khidmah di organisasi sosial. Maka dari itu, sudah seharusnya KH Saefudin Zuhri menjadi tokoh keagamaan dan sosial dengan jiwa perjuangan yang patut kita contoh.

“Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga selalu diberi kekuatan serta ketabahan,” harap Kiai Munir.

Sebagai informasi, jenazah akan dimakamkan pukul 20.00 WIB pada Ahad, 25 Agustus 2024 bertempat di komplek Ponpes Roudhotul Mutaalimin, Diracik, Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang.

Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk, LPPNU dan Mahasiswa UIN Walisongo Edukasi Warga Banteng

0
Lembaga Pertanian Peternakan NU Batang dan Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang

Tersono, NU Batang
Sebagai upaya kemadirian pupuk warga Desa Banteng, Lembaga Pertanian Peternakan Nahdatul Ulama (LPPNU) PCNU Kabupaten Batang berhasil mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair di Desa Banteng, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang. Pemanfaatan limbah rumah tangga ini berkolaborasi dengan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Jumat (19/7).

Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) merupakan salah satu badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) yang membidangi pengembangan pertanian dalam arti luas yaitu, pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, manajemen sumber daya alam, pengembangan pedesaan serta lingkungan hidup.

Dalam pelaksanaan kegiatan Arif Hardoyo selaku pemateri sekaligus pengurus LPPNU PCNU Kabupaten Batang menjelaskan bahwa pupuk organik cair (POC) merupakan pupuk berwujud cair yang terbuat dari bahan-bahan organik melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari bahan organik seperti sisa tanaman maupun kotoran hewan.

Selain itu, ia memaparkan manfaat dari POC yang cukup beragam, “Bisa untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit serta ramah untuk lingkungan karena menggunakan bahan bahan alami dan tidak menggunakan bahan kimia atau sintetis,” tambahnya.

Menurut Iqbal Koordinator Desa alasan yang mendorong diadakannya kolaborasi pelatihan ini adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga secara tepat.
“Proker pembuatan POC didasarkan pada kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah hasil rumah tangga sehingga jika dibiarkan dapat mencemari lingkungan, maka salah satu cara agar limbah rumah tangga bisa bermanfaat adalah mengolahnya menjadi pupuk organik cair yang berguna bagi tanaman,” ujar Iqbal.

“Harapannya, program kerja yang kami jalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menginspirasi mereka tentang pentingnya pemanfaatan limbah organik dan anorganik. Kami ingin menunjukkan bahwa limbah bukan hanya masalah, tetapi juga peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan”, tambahnya.

Dalam penerapannya, kegiatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar karena harga pupuk yang terus meningkat dan kelangkaan pupuk kimia. Dengan alternatif POC dapat mengurangi pengeluaran masyarakat. Selain itu, penggunaan bahan organik sisa rumah tangga dan sisa tanaman dalam pembuatan POC dapat mengurangi limbah di sekitar desa.

Kepala Desa Banteng Dawam menyampaikan bahwa Pemerintah Desa sangat mengapresiasi program tersebut.
“Saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi terselenggaranya program ini, selain menambah wawasan masyarakat limbah yang selama ini hanya dibuang dan dibiarkan begitu saja, akhirnya dapat dimanfaatkan kembali nilai gunanya,” jelasnya.

Pewarta : A. Rizal Fikri
Editor : Muhammad Asrofi

Dokumentasi Pelantikan PCNU Batang Masa Khidmah 2024 – 2029

0
Pelantikan PCNU Batang di Kantor PCNU Batang, Jalan KH Achmad Dahlan No 9, Bogoran Kauman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Ahad (11/8/2024). (Foto: Dok. LTNU Batang)

Batang, NU Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang masa khidmah 2024-2029 telah melaksanakan pelantikan dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I yang berlangsung dengan khidmat. Dengan tema “Menyatukan Pikiran, Hati, dan Tindakan untuk Kemandirian Organisasi dalam Rangka Memuliakan Umat,” acara ini menandai dimulainya komitmen baru PCNU Batang untuk meningkatkan kemandirian organisasi serta memuliakan umat.

Acara tersebut diadakan di Kantor PCNU Batang, Jalan KH Achmad Dahlan No 9, Bogoran Kauman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Ahad (11/8/2024). Dalam kesempatan ini, para pengurus yang baru dilantik bersumpah untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, berfokus pada kemandirian organisasi dan kesejahteraan masyarakat.

Dokumentasi lengkap dari acara pelantikan dapat di unduh pada link berikut: https://drive.google.com/drive/folders/1QMQnErVGgQ6tTrWnH43Les-p9YWmJ1PW?usp=sharing