Kamis, April 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 30

Pererat Tali Silaturrahim, Ansor Bawang Kunjungan ke Kantor Pusat Ansor dan PBNU

0
PAC GP Ansor Bawang saat silaturrahim di Kantor PP GP Ansor dan PBNU

NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bawang Kabupaten Batang memperkuat hubungan dengan mengadakan kunjungan ke Kantor Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Ahad (12/5/2024).

Dalam kunjungan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, Asep Awaludin Ketua PAC GP Ansor Bawang menyampaikan tujuan kunjungannya yaitu untuk memperdalam hubungan serta memohon nasehat, arahan, dan bimbingan kepada Pengurus Pusat GP Ansor dan PBNU.

Menurut Asep, kunjungan ini merupakan komitmen Ansor Bawang dalam mempererat tali silaturrahim dengan keluarga besar PP GP Ansor dan PBNU. Kami berharap dapat mengambil manfaat dari pengalaman serta pandangan dari para pengurus pusat dalam menjalankan amanah organisasi ini.

“Kami mengadakan silaturrahim ini sebagai langkah awal menuju peringatan 1 Abad GP Ansor dan untuk memohon arahan dari pihak terkait serta masyayikh yang telah lama berkhidmat di organisasi, agar program kerja kami dapat terarah dan tepat sasaran,” ujar ketua PAC GP Ansor Bawang.

Sementara itu, Gus Rifqi Sekretaris Jenderal PP GP Ansor dalam arahannya mengingatkan kader muda NU untuk tetap konsisten dalam melaksanakan amanah ke-NU-an, baik di bidang keagamaan maupun kemasyarakatan dan kepemudaan.

“Mari kita tetap semangat. Peran media sosial sangat penting saat ini, oleh karena itu, para kader muda NU diharapkan untuk menggunakan media sosial dengan bijak, khususnya dalam menyebarkan kegiatan positif GP Ansor melalui akun resmi organisasi atau akun pribadi. Kita harus berhati-hati agar tidak memberikan dampak negatif kepada masyarakat sehingga peran GP Ansor tetap dikenal dan diakui melalui media sosial,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan ramah tamah dan penyerahan kenang-kenangan dari PAC GP Ansor Bawang kepada PP GP Ansor.

Pewarta: Irfan
Editor: Muhammad Asrofi

Ansor Limpung Siapkan Kaderisasi Intensif, PKD dan Diklatsar Digelar Juni Ini

0
Ketua PAC GP Ansor Limpung Romli saat sambutan di acara Pengajian Rijalul Ansor Kajian Kitab Aswaja

Limpung, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Limpung mengumumkan agenda kaderisasi yang akan berlangsung pada bulan Juni. Pernyataan ini disampaikan oleh Romli, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Limpung dalam acara Pengajian Rijalul Ansor yang berlangsung Sabtu, (4/5/2024) malam.

Menurut Romli dalam rangka kaderisasi Ansor dan Banser Limpung, di bulan depan akan dilaksanakan yang namanya PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) dan Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar).
“Kami mengajak sahabat-sahabat ranting untuk melihat anggotanya, mencari anggotanya, kemudian mendaftarkannya. Bagi yang sudah lulus PKD di Lobang atau kecamatan lain, diharapkan ikut Diklatsar jika ingin menjadi Banser militan,” ujar Romli.

Rencana pelaksanaan PKD dan Diklatsar dijadwalkan pada tanggal 28-29 Juni 2024 di ranting Sidomulyo. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh anggota ranting yang berminat dan diberikan waktu hingga tanggal 10 Mei untuk menginventarisir anggota yang ingin mengikuti pelatihan.

Romli menambahkan masuk PKD dan Diklatasar itu penting untuk mengetahui dasar-dasarnya dan mendapat syahadah di organisasi Ansor Nahdlatul Ulama. “Ini penting agar memiliki bukti formal, semacam ijazah, minimal diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy’ari,” tuturnya.

Selaku Ketua PAC GP Ansor Limpung Romli berharap program kaderisasi ini dapat menguatkan struktur organisasi GP Ansor dan meningkatkan kualitas anggota Banser dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka di organisasi dan masyarakat. Acara ini juga menjadi kesempatan bagi anggota GP Ansor untuk lebih mengenal dan memahami lebih mendalam tentang Nahdlatul Ulama.

Pewarta: Muhammad Asrofi

Pimpinan Ranting GP Ansor Rowosari Gelar Selapanan Rutin

0
Selapanan Rutin PR GP Ansor Rowosari

Limpung, NU Batang
Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rowosari kembali menyelenggarakan kegiatan Selapanan rutin Rabu Pon, kali ini berlangsung di Musala Baitussalam Dukuh Paten Desa Rowosari. Acara yang diadakan pada Selasa, 30 April 2024, ini diikuti oleh para anggota Ansor.

Menurut Ahmad Mustofa Ketua PR GP Ansor Rowosari selapanan ini merupakan sebuah tradisi Gerakan Pemuda Ansor Rowosari, salah satu bentuk kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan.
“Kegiatan selapanan yang pertama ini sekaligus halal bihalal pengurus Ansor Rowosari serta untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan,” katanya.

Ketua PAC GP Ansor Limpung, Romli yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan dalam satu tahun terakhir, kami mohon maaf lahir batin atas segala kelalaian dan ketidaksempurnaan kami, baik secara pribadi maupun sebagai pimpinan anak cabang.
“Kadang kami memberikan instruksi tanpa memadai komunikasi, atau terkadang kurang dalam mendengarkan. Kami mohon maaf sebesar-besarnya dan berharap ke depannya bisa lebih baik,” ungkap Romli.

Romli juga mengumumkan bahwa malam Minggu besok akan diadakan selapanan pimpinan anak cabang bertempat di Gedung MWC NU Limpung, mengundang seluruh anggota untuk hadir. “Monggo sahabat-sahabat, jangan sampai yang datang sedikit. InsyaAllah, semakin banyak yang ikut, semakin berkah,” tambahnya.

Selain itu, Romli juga menginformasikan tentang kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang akan diselenggarakan di Ranting Sidomulyo pada 28-29 Juni 2024 mendatang. “Dengan mengikuti kegiatan tersebut, kita dapat menjadi kader Ansor struktural, bukan hanya kultural. Mari sahabat-sahabat, daftarkan diri untuk ikut serta,” ajaknya.

Sementara itu, H Casmudi, Kepala Desa Rowosari, juga memberikan pesan kepada semua peserta kegiatan. “Sebaik-baiknya umat adalah mereka yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Ilmu yang kita miliki haruslah bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain,” tuturnya.

Pewarta: Muhammad Asrofi

Pelantikan Bersama, NU Bawang Siap Menjalankan Program Memuliakan Umat

0
Pelantikan Pengurus MWC NU Bawang

Bawang, NU Batang
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan badan otonom (banom) NU Kecamatan Bawang mengadakan kegiatan pelantikan bersama di komplek Aswaja Center Bawang, Selasa (30/4/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh pengurus MWC NU Bawang dari jajaran Syuriyah, Tanfidziyah dan Lembaga. Hadir pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, PAC Fatayat NU, dan pengurus Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat NU se Kecamatan Bawang. Rais Syuriyah PCNU Batang terpilih KH Muhammad Lutfi, Ketua Tanfidziyah PCNU terpilih Ahmad Munir Malik, Muspika Kecamatan Bawang, dan Mustasyar MWC NU Kecamatan Bawang turut hadir.

Kiai Abdul Haris Hamdan menyampaikan pentingnya kesediaan pengurus untuk menjalankan program kerja, khususnya dalam program memuliakan umat persiapan program musyawarah kerja (musker) mendatang. Beliau juga menekankan kesetiaan Nahdlatul Ulama terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semua pengurus harus siap menjalankan program kerja sesuai dengan kebutuhan di Abad kedua Nahdlatul Ulama yaitu memuliakan umat,” tutur Kiai Haris.

Muspika Kecamatan Bawang, Rini Diana Anggraeni dalam sambutannya mengapresiasi kinerja pengurus MWC NU dan Badan Otonomnya. Ia menyoroti jumlah anggota NU yang besar di Kecamatan Bawang, yang menjadi yang terbesar di Kabupaten Batang, dan percaya bahwa NU dapat menjaga keamanan dan kondusifitas serta mengawal program pembangunan di bidang fisik dan Sumber Daya Manusia di Kecamatan Bawang.

Ketua PCNU Kabupaten Batang terpilih, Ahmad Munir Malik menggaris bawahi peran Kecamatan Bawang sebagai barometer NU di Kabupaten Batang. Ia berkomitmen untuk mensukseskan program-program PCNU di masa depan dan mengadakan PCNU Awards sebagai tolak ukur kinerja MWC NU se-Kabupaten Batang. Selain itu, ia mengajak Muslimat dan Fatayat untuk membuat program langsung berinteraksi dengan masyarakat, seperti program parenting untuk anak-anak di bawah usia balita agar terhindar dari kecanduan gadget.

Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Lutfi menegaskan pentingnya NU dalam mengikuti prinsip memelihara program terdahulu yang baik dan mengambil program baru yang lebih baik.
“al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga NKRI dan kemurnian ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pewarta: Kurniawan Santoso

Dokumentasi Konfercab XVIII NU Batang

0

Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII NU Batang menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan NU Batang yang telah mengukir jejaknya dalam rentang sejarah yang panjang. Momen ini tidak hanya menjadi sebuah acara biasa, namun juga menjadi momentum penting yang layak untuk diabadikan sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang NU Batang.

Dokumentasi dari momen bersejarah ini merupakan bukti konkret dari perjalanan NU Batang yang penuh dengan dedikasi, pengabdian, dan semangat kebersamaan dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Melalui dokumentasi tersebut, setiap detail, keceriaan, keharuan, dan kebersamaan dalam Konfercab XVIII NU Batang dapat tersaji dengan jelas, menjadi saksi bisu dari keberhasilan dan semangat yang membara dari para pengurus dan anggota NU Batang.

Dokumentasi ini juga menjadi jendela yang membuka wawasan bagi generasi mendatang untuk mengenali perjalanan NU Batang, memahami nilai-nilai yang dijunjung tinggi, serta mengambil inspirasi dan motivasi untuk terus berkontribusi dalam memajukan NU dan bangsa. Dengan menyimpan dan menyebarkan dokumentasi ini, kita tidak hanya mengabadikan sejarah, tetapi juga meneruskan semangat dan legacy yang telah dibangun oleh para pendahulu kita.

Silakan download dokumentasi dari momen bersejarah ini melalui tautan yang tersedia, dan mari bersama-sama merayakan dan mengapresiasi perjalanan gemilang NU Batang dalam Konfercab XVIII ini.

Link foto: https://drive.google.com/drive/folders/1yOhH80xiCzqePhNh8NYe_74koenX5Slb?usp=sharing

PK PMII SHS Batang Resmi Dilantik, NU Batang Dukung Dirikan PC PMII Batang

0
Pelantikan PK PMII Syech Hasan Surgi UNIS
Pelantikan PK PMII Syech Hasan Surgi UNIS

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Syekh Hasan Surgi Universitas Selamat Sri (UNISS) Kampus 2 Batang masa khidmah 2023/2024 resmi dilantik bertempat di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU( Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada hari Jum’at (26/4/2024)

Dalam sambutannya, Ahmad Munir Malik, Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, mengeluhkan bahwa PMII di Kabupaten Batang masih mengikuti dengan Cabang Pekalongan.

“Masih cabang Pekalongan ya? Orapopo wes, saiki cabang Pekalongan, tahun ngarep cabang Batang,” ujarnya. Baca: Masih cabang Pekalongan ya? Tidak apa-apa, sekarang cabang Pekalongan tahun depan cabang Batang.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil dari Muktamar ke-33 di Jombang yaitu PMII sudah resmi menjadi Badan Otonom (Banom) NU lagi.

“Dalam muktamar di Jombang tahun 2015 kemarin, PMII sudah sah masuk Banom NU lagi, dulu pernah keluar dari NU, namun sekarang sudah menjadi Banom NU kembali,” jelasnya.

Ketua Umum (Ketum) PMII Cabang Pekalongan, Muhammad Izzul Haq harapkan tumbuh PC PMII di Kabupaten Batang.

“Saya mengharap dikemudian hari akan tumbuh PC PMII Cabang Batang,” ucap ketua Izzul.

Ia juga mengarahkan bahwa kaderisasi bukan hanya formal saja, namun kaderisasi informal harus dilakukan.

“Kaderisasi tidak hanya pada kaderisasi formal saja, namun informal harus terus berjalan seperti silaturahmi kepada senior-senior PMII.” ujarnya.

Setelah pelantikan pengurus PMII, dilanjutkan kegiatan Bedah buku “Muda Maslahat” oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PC NU Kabupaten Batang.

Pengirim: Bagas Adiakso

Editor: Septy Aisah

Kiai Muhammad Luthfi dan Ahmad Munir Malik Terpilih Pimpin PCNU Batang 2024-2029

0
KH Muhammad Luthfi (kanan) dan Ahmad Munir Malik (kiri)

Bawang, NU Batang

KH Muhammad Luthfi dan Ahmad Munir Malik terpilih untuk memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang masa khidmah 2024-2029, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII NU Batang, pada Sabtu (27/04/2024).

Sebelumnya, ada 17 nama yang muncul sebagai Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dalam sidang pleno IV yang dipimpin oleh Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sarmidi Husna sebagai ketua sidang dan Wakil Sekretaris Jendral PBNU Korwil Jateng KH Shilahuddin sebagai sekretaris sidang.

Sesuai tata tertib, maka dipilih sebagai tim Ahwa lima dari lima suara terbanyak, yakni KH Muhammad Luthfi (13 suara), Kiai Muhammad Matin (11 suara), KH Nur Hadi (9 suara), Kiai Mahmud (9 suara) dan KH Abdul Ghafar (8 suara).

Hasil musyawarah tim Ahwa secara mufakat menetapkan KH Muhammad Luthfi sebagai Rais Syuriah PCNU Batang masa khidmah 2024-2029.

Penetepan KH Muhammad Luthfi sebagai Rais Syuriah dibacakan oleh Ketua Sidang Pleno IV KH Sarmidi Husna.

Sedangkan pada agenda pemilihan ketua tanfidziyah, yang dilaksanakan setelah penetapan rais syuriah, memunculkan dua nama, yakni Ahmad Munir Malik (14 suara) dan Muhtarom (1 suara).

Mengikuti tata tertib, akhirnya, Sidang Pleno Pleno IV menetapkan Ahmad Munir Malik sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Batang masa khidmah 2024-2029.

Dalam sambutannya, Kiai Luthfi mengatakan bahwa terpilih menjadi Rais Syuriah PCNU Batang merupakan tanggung jawab yang besar. Beliau pun meminta doa restu kepada para sesepuh dan para kiai yang hadir di Konfercab XVIII NU Batang.

“Saya minta doa restu dan ridha kepada Kiai Manaf, Kiai Taufiq dan para kiai pendahulu,” tutur Kiai Luthfi.

Menurut Kiai Lutfi, pengalaman kaidah al-mukhafadzah alal qadimis shalih waal akhdzu bil jadidil ashlah tidak bisa terealisasi tanpa ada ridha dan restu dari pendahulu.

“Mohon nanti saya dislentik, diingatkan dalam menjalankan amanat ini,” terang Kia Luthfi.

Sementara itu, Munir Malik dalam sambutannya, memohon untuk diingatkan jika nanti dalam menjalankan amanat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Batang belum melaksanakan keputusan-keputusan yang telah dimandatkan pada Konfercab XVIII NU Batang.

“Saya mohon diingatkan dan saya juga memohon doa supaya diberi kemudahan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam menjalankan amanat ini, pungkas Munir Malik.

Sidang Pleno IV juga menetapkan tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan PCNU Batang masa khidmah 2024-2029. Ada lima nama yang ditetapkan, yakni KH Muhammad Luthfi (Rais Syuriah terpilih), Ahmad Munir Malik (Ketua Tanfidziyah terpilih, H Ahmad Taufiq (Demisior), H Nur Hamid (MWC NU Bandar), Abdul Khoir (MWC NU Subah), H Muslih (MWC NU Gringsing), A Soleh (MWC NU Reban).

Pewarta: Zaim Ahya

LPJ PCNU Batang Masa Khidmah 2018-2023 Resmi Diterima

0
Sidang Pleno II tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PCNU Batang periode 2018-2023

Bawang, NU Batang

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang masa khidmah 2018-2023 telah diterima secara resmi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Sidang Pleno II H Suwandi pada Sidang Pleno II di Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII NU BATANG pada Sabtu (27/04/2024).

“Setelah mendengar padangan dari beberapa perwakilan seluruh pengurus MWCNU se Kabupaten Batang yang hadir, kita putuskan bahwa Laporan Pertanggung Jawaban PCNU masa khidmah 2018-2023 secara resmi diterima,” tegas H Suwandi sambil mengetok palu sidang.

Sebelumnya, LPJ PCNU masa khidmah 2018-2023 telah dibacakan di depan seluruh peserta Konfercab XVIII Batang. Tampak beberapa ketua lembaga juga memberikan tambahan penjelasan terkait program kerja yang telah dijalankan.

Ketua Tanfidziyah PCNU Batang masa khidmah 2018-2023 H Ahmad Taufiq berharap pada Konfercab XVIII NU Batang ini akan terpilih pengurus yang lebih baik dan lebih maksimal dalam memuliakan umat.

“Harapannya, pengurus yang baru akan lebih maksimal dalam memuliakan umat, termasuk dalam ikhiyar pendirian rumah sakit kita yang masih dalam proses pembangunan,” jelas H Ahmad Taufiq.

Perlu diketahui, masa khidmah kepengurusan PCNU Batang ini dimulai pada tahun 2018 dan berakhir pada tahun 2023. Namun karena ada beberapa alasan, oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah diperpanjang sampai awal 2024.

Pewarta: Zaim Ahya

Khutbah Iftitah Rais Syuriyah PCNU Batang Tekankan Pentingnya Ketaatan Kepada Pemimpin

0
Rais Syuriyah PCNU Batang KH Abdul Manaf Syair saat Khutbah Iftitah pada Konfercab XVIII di MWCNU Bawang

Bawang, NU Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang mengadakan Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII yang berlangsung di Gedung MWCNU Bawang, Sabtu (27/4/2024). Dalam acara tersebut, Rais Syuriyah PCNU Batang, KH Abdul Manaf Syair dalam khutbah iftitahnya menekankan pentingnya ketaatan kepada pemimpin.

KH Abdul Manaf Syair mengungkapkan bahwa ketaatan kepada pemimpin merupakan hal yang penting dalam konteks bernegara dan berorganisasi untuk mencapai kesejahteraan dan keamanan. “Ketaatan kepada pemimpin yang adil dan tidak mengarah kepada kemaksiatan adalah perintah Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wassalam,” ujarnya, mengutip sebuah hadis dari HR. Bukhori yang menyatakan bahwa wajib bagi seorang muslim untuk mendengarkan dan menaati pemimpinnya dalam kondisi apapun, kecuali diperintahkan untuk berbuat durhaka.

Kiai Manaf juga menambahkan bahwa kesepakatan yang dicapai dalam Konfercab, serta yang akan dibahas dalam musyawarah kerja mendatang, harus diikuti. Beliau menekankan bahwa kepentingan pribadi atau sentimen tidak boleh menghalangi ketaatan kepada pemimpin.

Konfercab kali ini juga menjadi momen pergantian kepengurusan PCNU Kabupaten Batang. KH Abdul Manaf Syair berharap agar kepengurusan baru dapat melanjutkan program kerja yang telah terbukti maslahat dan relevan.

“Harapan kami, program kerja yang maslahat dan relevan tetap dilanjutkan. Begitu pula program kerja jangka panjang yang realisasinya tidak cukup di satu periode kepengurusan, harus dilanjutkan. Seperti hajat kita bersama dalam mengupayakan kemajuan warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Batang dalam bidang kesehatan, dengan ikhityar membangun rumah sakit, perlu menjadi prioritas kepengurusan yang baru,” pungkasnya.

Pewarta: Muhammad Asrofi
Editor: Zaim Ahya

NU yang Lupa Rantingnya

0
Gedung PCNU Batang

Oleh: Jabir Al Faruqi

Setiap perhelatan besar di NU (Konfercab, Konferwil, dan Muktamar) selalu membahas program-program besar yang strategis. Bahkan isu-isu nasional dan internasional selalu menjadi materi utama dalam pembahasan komisi-komisi. Sedangkan desa, berdesa, ranting, beranting, sebutan untuk pengurus NU paling bawah hampir tidak masuk pembicaraan dari waktu ke waktu, dari momen penting satu ke momen penting yang lain.

Padahal kalau mau jujur, akar rumput NU itu ada di desa (Ranting), sumber daya manusia dan sumber daya alam NU ada di ranting. Warga NU paling banyak ada di ranting, amaliyah, dan kultur NU paling banyak dianut orang desa. Pejabat, perangkat, dan aparat desa sejatinya mayoritas pengikut ritual NU.

Di saat ada program Gerakan Koin NU di bawah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), maka ranting menjadi tumpuannya. Berasal dari rantinglah berjuta-juta rupiah dana dikumpulkan.

Namun mengapa nasib ranting tidak sebaik kabupaten, wilayah, dan PBNU? Atau sebaliknya, sejauh mana kepedulian Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) terhadap ranting?

Pertanyaan ini layak diajukan dengan dua asumsi dan fakta di lapangan. Pertama, apabila NU ingin maju dan kuat, maka akan bisa terwujud apabila ranting-rantingnya kuat dan berdaya. Dari ranting yang kuat akan melahirkan peningkatan ekonomi dan aset yang besar buat NU. Dari ranting yang berdaya, kenaikan koin NU akan semakin besar, dan itu artinya NU secara keseluruhan semakin besar pula.

Kedua, pemerintah Indonesia sejak lahirnya UU desa No 6 tahun 2014 secara bertahap dan pasti melakukan perubahan fundamental terhadap desa. Desa yang awalnya hanya menjadi objek pembangunan (seperti ranting NU jadi objek pengumpulan koin), kini desa menjadi berdaulat. Desa dan pemerintahan desa memiliki otoritas seperti pemerintahan Kabupaten, Provinsi, bahkan seperti presiden kecil. Desa memiliki otoritas untuk merencanakan pembangunan, penyusunan anggaran, dan menetapkan prioritas pembangunan. Dan dengan UU Desa yang ada, desa diberi dana langsung dari pemerintah pusat.

Pembangunan di desa menyertakan semua komponen masyarakat desa. Seandainya ranting-ranting NU memiliki kompetensi, skill, dan pengetahuan yang cukup, maka sangat mudah mengakses, bermitra, dan mendorong pemanfaatan dana desa untuk kepentingan warga desa yang notabene warga NU.

Namun sayang, ranting-ranting NU banyak yang tidak bertuan. Jangankan berdaya dan kompeten, pengurusnya saja masih banyak yang belum beres. Buktinya Aturan Dasar (AD) dan Aturan Rumah Tangga (ART) dalam pemilihan ketua Tanfidziyah Cabang NU tidak memiliki suara karena tidak lulus akreditasi. Demikian juga dalam pemilihan ketua Tanfidziyah NU Wilayah, Majelis Wakil Cabang (MWC) tidak memiliki hak pilih karena alasan yang sama dengan ranting.

Di sinilah menurut penulis, NU jangan lupa ranting atau bahasa tepatnya akar apabila ingin kuat dan berdaya. Tanpa mengurangi rasa hormat, kiranya perlu untuk menjadi perhatian para pemimpin NU di semua tingkatan tentang pentingnya kepedulian, pendampingan, pelatihan, dan pemberdayaan pengurus NU di tingkat ranting. Semoga bermanfaat, aamiin.