Kamis, April 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 35

Didik Kader Militan, DKAC CBP KPP Limpung Adakan Diklatama ke-5

0
Suasana Pembukaan Diklatama ke-5 DKAC CBP KPP Limpung (foto: Rizal)

Limpung, NU Batang
Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Limpung menggelar Diklatama (Pendidikan dan Latihan Dasar) ke-5 di Desa Kepuh, Kecamatan Limpung. Badan semi otonom dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) itu mengawali kegiatan dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di halaman SDN 01 Kepuh, Jumat (30/6/2023).

Ahmad Irfan Maulana, selaku ketua panitia kegiatan Diklatama ke-5, bertugas untuk menyampaikan laporan pada rangkaian upacara pembukaan. Dalam laporan tersebut, ia mengungkapkan bahwa Diklatama ke-5 kali ini mengangkat tema yang menarik, yaitu “Noto Generasi Organisasi Pelajar Islam Nahdlatul Ulama”. Tema ini dipilih dengan tujuan untuk memperkuat pemahaman dan pengabdian generasi muda dalam organisasi pelajar Islam Nahdlatul Ulama.

Kegiatan Diklatama ke-5 yang dijadwalkan selama tiga hari ini diikuti oleh 54 peserta dari IPNU dan 29 peserta dari IPPNU, yang merupakan anggota aktif dari organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Limpung. Mereka akan mengikuti serangkaian kegiatan pembinaan dan pelatihan selama beberapa hari ke depan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan dalam membangun organisasi pelajar yang kuat dan berperan aktif dalam masyarakat.

Peserta Diklatama ke-5 tampak antusias dalam mengikuti acara

Upacara pembukaan dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Akhmad Mubarok, S.E., selaku Kepala Desa Kepuh, hadir sebagai pembina upacara yang memberikan arahan dan semangat kepada para peserta Diklatama. Selain itu, beberapa tamu kehormatan juga turut hadir, antara lain Haryanto perwakilan dari Muspika Kecamatan Limpung, KH Abdul Kholiq Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Limpung, Muslimat, Fatayat, Romli Ketua PAC GP Ansor Limpung, Heri Artanto Kasatkoryon Banser Limpung, Banom NU Anak Cabang Limpung, Banom NU Ranting Kepuh, serta mantan ketua PAC dan Komandan DKAC tiga periode sebelumnya.

Dalam sambutannya, Akhmad Mubarok mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Diklatama ke-5 ini di Desa Kepuh. Ia berharap melalui kegiatan ini, peserta dapat mengembangkan potensi diri dan semakin berkontribusi dalam memajukan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama serta masyarakat di sekitar mereka.

Diklatama ke-5 ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi peserta dan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Limpung. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, Acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara anggota IPNU dan IPPNU serta membangun jaringan kerjasama yang kuat antara anggota pelajar Nahdlatul Ulama di wilayah tersebut.

Peserta Diklatama ke-5 tampak antusias dan siap untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang telah dirancang dengan baik oleh panitia. Materi-materi yang akan disampaikan selama Diklatama meliputi pemahaman ke-Aswajaan, ke-NU-an, materi IPNU IPPNU, materi CBP KPP, Leadership, Komunikasi dan Kerja Sama Tim, materi PBB, Dalmas dan Lalulintas, Beladiri, Wawasan Kebangsaan serta Managemen Konflik.

Ketua PAC IPPNU Limpung, Iqlimatul Azka berharap Diklatama ke-5 ini dapat menjadi momen yang berarti bagi peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi generasi muda untuk aktif berperan dalam organisasi serta mampu menjawab tantangan zaman dengan pemahaman yang kokoh akan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dengan hal itu kegiatan ini dapat menghasilkan kader-kader yang militan sehingga membawa kemafaatan bagi organisasi dan masyarakat sekitar.

Pewarta : Cressida
Editor : Asrofi

Gelar Halalbihalal, RMI PWNU Jateng Susun Modul Pesantren Ramah Anak

0
Halalbihalal RMI PWNU Jateng

Semarang, NU Batang
Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah bidang keputrian mengadakan halalbihalal dengan pengasuh pondok pesantren putri se-Jawa Tengah di Balai Sasana Widya Praja (SWP) Badan Diklat Provinsi Jateng, Banyumanik, Semarang, Senin (29/5/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH M Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Kasepuhan Ibu Nyai ada Ibu Nyai Hj Hajar, Ibu Nyai Hj Izzah dan Ibu Nyai Hj Maria Ulfa, serta 450 para Ibu Nyai dari berbagai kabupaten se-Jawa Tengah.

Dalam kesempatan ini, Ketua RMI PWNU Jateng KH Nur Machin Chudlori menyampaikan ucapan halalbihalal untuk semua peserta yang hadir. Walaupun Syawal sudah telat tidak apa-apa baru habis beberapa hari.

“Silaturahim antar Bu Nyai ini penting dijalin. Akan ada banyak hal yang bisa dibicarakan nanti. Apalagi nanti akan ada pembahasan tentang pesantren ramah anak,” ujar Gus Machin sapaan akrabnya.

Ia juga meminta dalam acara ini dibahas bagaimana peran Bu Nyai Pesantren dalam menguatkan lingkungan masyarakat dan lembaga pendidikan anak usia dini di sekitar pesantren. Menurutnya masih banyak anak-anak yang tidak mengaji dan keberadaan PAUD dan Raudlatul Athfal NU perlu disinergikan dengan Pesantren. Maka selain penguatan Pondok Pesantren, perlu juga dikuatkan lingkungan sekitarnya di masing-masing daerah.

Kegiatan ini merupakan program lanjutan dari 9 rekomendasi Silaturahim Nasional Ketiga Bunyai Nusantara yang diselenggarakan pada 7-8 November 2022. Yaitu butir mewujudkan pesantren ramah anak dan perempuan dengan pendekatan yang komprehensif mulai dari sosialisasi, edukasi sampai dengan advokasi. Serta membentuk tim ad hoc sebagai penanggung jawab terwujudanya pesantren ramah anak dan perempuan.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen merasa bersyukur dengan kegiatan yang dilakukan Ibu-ibu Nyai ini. Permasalahan sekarang ini ada perundungan anak, stress anak, hingga pelecehan seksual semakin marak terjadi. Pengaruh internet seperti paparan pornografi banyak disinyalir menjadi pintu masuk berbagai persoalan tersebut. Sementara itu diantara mereka para penyintas atau pelaku justru oleh orang tuanya dimasukkan pondok pesantren atau dipindahkan dari satu pondok pesantren ke pondok pesantren yang lain (tidak jujur menyampaikan kepada Pak Kyai/Bu Nyai). Tentu Ibu Nyai diharapkan mempunyai punya strategi untuk menghadapi perkembangan persoalan nyata ini.

“Kami dalam hal ini Pemprov dibantu para nawaning mendorong pesantren ikut andil dalam pengembangan program pondok pesantren ramah anak dan perempuan,” terang Gus Yasin.

Ia juga berharap, RMI ke depan lebih hebat dan bermanfaat lebih banyak. Pihaknya pun mengaku siap jika dibutuhkan untuk membantu.

Sementara itu, Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh berpesan bahwa kyai atau pengasuh pesantren memang tak bisa hidup sendiri. Butuh dukungan dari Ibu Nyai dalam mengelola pesantren dengan baik.

Dalam halaqah yang digelar, Ning Nawal Nur Arafah membeberkan terkait nilai-nilai yang harus ditanamkan pesantren ramah anak. Terdapat mahabbah berupa cinta dan kasih sayang yang diberikan baik dari pengasuh hingga pengurus. Nilai kedua, mujahadah diartikan dengan rajin, ulet dan kerja keras. Ketiga, amanah bisa diterjemahkan dengan tanggung jawab, jujur dan dapat dipercaya. Keempat, nilai ta’awun dapat diartikan tolong menolong dan saling peduli. Terakhir, tawadhu’ diartikan dengan rendah hati dan sederhana.

Hadir sebagai narasumber halaqah Nyai Hj Arikhah, Nyai Umdatul Baroroh dan Nyai Hj Tutik Nurul Jannah.

Selain nilai-nilai yang harus dikembangkan struktur kepengasuhan memperhatikan tumbuh kembang anak. Dalam hal kurikulum tidak ada kekerasan pada anak saat pembelajaran. Serta sarana dan prasarana yang menunjang untuk kebutuhan anak.

Koordinator Pengurus RMI PWNU Jateng bidang keputrian, Nyai Hj Royannach Ahal berharap dari kegiatan ini akan ada modul Pesantren Ramah Anak agar bisa dijadikan pedoman bagi pesantren se-Jawa Tengah.

Pewarta : Zulfa
Editor : Muhammad Asrofi

Gelar Halalbihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda Kuatkan Pesantren dan Madin

0
Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh saat memberikan sambutan

Magelang, NU Batang
Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah mengadakan halalbihalal dengan seluruh jajaran pengurus RMI kab/kota se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Asri Giri, Magelang, Sabtu (20/5/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Ketua dan Rois Syuriyah PCNU kabupaten Magelang serta sejumlah pengasuh pondok pesantren, dan guru madrasah diniyyah se-Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RMI PWNU Jateng KH Nur Machin Chudlori menyampaikan ucapan halalbihalal untuk semua peserta yang hadir. Terlebih, waktu ini masih momen Syawal.

Ia juga meminta dalam acara ini dibahas agenda-agenda untuk memperkuat pesantren dan madin. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan.

“Nanti Bapak Kapolri juga akan segera hadir. Manfaatkanlah kesempatan tersebut untuk menanyakan perihal peran pesantren dan madin untuk NKRI,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengapresiasi sejumlah capaian yang telah dilakukan oleh RMI PWNU Jateng. Ia berharap RMI mampu menjadi pengawal pesantren dan madin. Sebab, akhir-akhir ini pertumbuhan dan perkembangan pesantren begitu pesat.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, tak menampik bahwa terdapat sejumlah permasalahan yang ada di pesantren. Seperti soal kekerasan dan stunting. Oleh sebab itu, perlu ada pembahasan upaya-upaya untuk menanganinya.

“Kalau kita yang menangani sendiri, kita akan lebih paham terkait seluk-beluknya,” ucap Gus Yasin.

Ia juga berharap, RMI ke depan mampu berkontribusi lebih banyak. Pihaknya pun mengaku siap jika dibutuhkan untuk membantu.

Sementara itu, Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh mengakui bahwa tugas RMI memang berat. Karena pesantren merupakan pilar utama Nahdlatul Ulama.

“Sejatinya Kader asli Nahdlatul Ulama adalah dari pondok pesantren,” papar pengasuh pondok pesantren Al-Itqon Semarang ini.

Ada banyak model pengkaderan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama, Madrasah Kader Nahdlatul Ulama, Pendidikan Kader Dasar dan masih banyak lainnya. Namun, hampir tidak pernah ada pertanyaan bahwa peserta pengkaderan itu alumni pesantren mana.

Kiai Ubaid juga mengakui bahwa akhir-akhir ini banyak pesantren yang tidak jelas keilmuannya. Di sinilah salah satu peran RMI untuk memetakannya, agar pesantren itu benar-benar untuk tafaqquh fiddin.

“Ada banyak pesantren yang lahir setelah adanya UU Pesantren. Ada pondok tahfidz tapi pengasuhnya tidak hafal Al Quran,” ujarnya.

Pondok pesantren, lanjutnya, juga tidak bisa dilepaskan dari madin. Menurut Kiai Ubaid, dulu sebelum santri-santri mondok di Lirboyo atau Sarang, mereka sebelumnya sudah di madin. Sehingga punya modal untuk melanjutkan di pesantren.

“Sekarang yang mondok banyak yang baca Arab saja tidak bisa,” ucapnya, karena itu pengawalan terhadap madin sangat penting.

Kapolri Ajak Tangkal Radikalisme dan Persilahkan Santri Daftar Polisi

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa negara Indonesia dibangun atas beragam perbedaan, termasuk perbedaan agama. Sehingga nilai-nilai persatuan menjadi sangat penting.

“Kita berharap RMI bisa menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan itu,” katanya.

Ia juga menyampaikan pentingnya peran pesantren dalam menangkal gerakan radikalisme yang ada di Indonesia. Sebab akhir-akhir ini pihaknya dihadapkan dengan adanya peristiwa-peristiwa gerakan radikalisme, terorisme, dan gerakan gerakan yang mengarah ke anti NKRI. Maka butuh peran dari berbagai sektor. Mulai dari pihak kepolisian, BNPT, hingga para ulama.

“Harapan kita pesantren menjadi basis utama agar kelompok tersebut tidak berkembang,” ucap Sigit.

Di akhir kesempatan, Kapolri mempersilahkan para santri untuk bisa menjadi bagian dari Polri. Ia menyebut, para santri bisa mendaftar jadi polisi melalui dua jalur. Jalur pertama, dengan cara regular seperti pendaftaran pada umumnya. Sedang jalur kedua, pihaknya ada penjaringan khusus untuk kalangan pesantren.

“Kita punya program untuk mendatangi pesantren, kemudian kita pilih apakah sesuai syarat. Kita juga siapkan pendampingannya,” jelasnya.

Pewarta : Zulfa
Editor : Muhammad Asrofi

Puluhan Pelajar NU Limpung Ikuti Pelatihan Jurnalistik

0
Peserta Pelatihan Jurnalistik PAC IPNU dan IPPNU Limpung (foto: Rizal)

Limpung, NU Batang
Sebanyak 31 anggota Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) se-Kecamatan Limpung mengikuti Pelatihan Jurnalistik (PLASTIK) pada Ahad (21/5/2023).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Limpung di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Limpung.

Acara ini menghadirkan narasumber mantan Ketua PAC IPNU Limpung periode 2018-2020 yaitu Muhammad Asrofi. Dalam paparannya, ia mengatakan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis diharapkan memiliki kemampuan intelektual yang diperoleh dengan cara banyak membaca, serta memiliki kemahiran melihat persoalan secara tajam.

Tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk melatih para peserta dalam belajar menulis berita dengan baik dan terstruktur sehingga mereka mampu menerapkannya dalam lingkup ranting maupun komisariat.
“Harapannya setelah acara ini dilakukan bisa dikembangkan di ranting maupun komisariat masing-masing,” ujar Ketua PAC IPPNU Kecamatan Limpung, Iqlimatul Azka.

Acara tersebut berlangsung lancar, para peserta mengikuti dengan baik dan tertib. Setelah sesi materi selesai seluruh peserta dibentuk beberapa kelompok untuk praktik menulis berita.

Pewarta : Aisya Wulan Kamila dan Elina Nur Fitria
Editor : Al Dita Dwi Setia Ningsih dan Nindia Fitriani

Jalan Sehat Warnai Peringatan Harlah Ansor dan Fatayat Batang

0
Pembukaan Jalan Sehat peringatan harlah Ansor ke 89 dan Fatayat ke 73 di depan Gor Abirawa Batang

Batang, NU Batang
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Batang merayakan peringatan hari lahir (Harlah) secara berbarengan. Diantara giat yang dilaksanakan adalah Jalan Sehat dan Apel kader. Mereka menjadikan peringatan Harlah sebagai momentum untuk spirit kerukunan di Kabupaten Batang menjelang memasuki tahun politik. Peringatan dilaksanakan dengan menggelar rangkaian kegiatan yang bertujuan membangun masyarakat, baik dari sisi jasmani maupun rohani, salah satunya melalui kegiatan jalan sehat, Kamis (18/5).

“Mari bersama-sama kita jaga kondusivitas di Batang yang kita cintai ini, saya harap anggota Ansor maupun Fatayat mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan umat diantaranya dengan menebar kedamaian dan melawan hoaks melalui platform medsos,” tutur penjabat Bupati yang akrab dipanggil Bu Lani, dalam sambutannya saat melepas peserta Jalan Sehat siang tadi.

Dilepas langsung oleh PJ Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, jalan sehat tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang hadir tidak kurang dari 3000 peserta yang terdiri dari Ansor, Fatayat dan masyarakat umum.

Jalan Sehat ini menempuh Jarak 2,8 km dengan rute start di GOR Abirawa – Jl. Dr Sutomo – RSUD – kebarat Jl. Perintis Kemerdekaan – AB Jok Ke Utara – Jl. Mataram – sampai depot material – ke timur masuk gang Randu Watesalit – kembali ke Jl. Dr. Sutomo – dan finish di GOR Abirawa lagi.

“Jalan sehat ini adalah salah satu rangkaian kegiatan untuk memperingati Harlah GP Ansor ke 89 dan Fatayat NU ke 73. Ahad lalu kita sudah menyelenggarakan Haul massal dan Maulid Nabi, dilanjutkan rehab rumah, hari ini jalan sehat, dan puncaknya nanti adalah apel kader,” jelas Ketua GP Ansor yang sekaligus juga Ketua DPRD Kabupaten Batang, H Maulana Yusup.

“Hampir seluruh pemuda Ansor dan Fatayat sudah diberikan pelatihan teknologi informasi untuk membantu mencegah dan melawan berita – berita hoaks dan hate speech. Untuk itu anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat diminta untuk berkontribusi sesuai kompetensinya masing – masing, dalam mendukung pembangunan dan menjaga kerukunan di Kabupaten Batang ini, yang pasti semua orang pasti berpolitik, tapi yang dikedepankan oleh kita adalah politik kebangsaan,” tegasnya.

Pewarta : Ali Rohcman
Editor : Muhammad Asrofi

Harlah ke 89, Ansor Batang Serahkan Bantuan Bedah Rumah Senilai Rp10 Juta

0
Penyerahan Secara Simbolis Bantuan Bedah Rumah

Bandar, NU Batang
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang melangsungkan penyerahan secara simbolis bantuan bedah rumah layak huni di kediaman Supriyadi yang berlokasi di Dukuh Silesung Rt 02/02 Desa Tambahrejo Kecamatan Bandar, Rabu (17/05).

Program bedah rumah ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-89 Gerakan Pemuda Ansor yang dilaksanakan oleh PC GP Ansor Kabupaten Batang.

Dalam peringatan Harlah ke-89 ini, PC GP Ansor Kabupaten Batang memberikan bantuan bedah rumah layak huni kepada dua anggota Ansor / Banser di Kabupaten Batang. Sahabat Supriyadi merupakan anggota yang sudah cukup usia, akan tetapi beliau termasuk salah satu anggota yang sangat aktif di berbagai kegiatan NU dan Banomnya.

“Dari hasil survei dan berdasarkan rapat panitia, beliau yang terpilih untuk menerima bantuan bedah rumah. Dari Ansor sebesar 10 juta, dan dari PMI Kabupaten Batang sebesar 6,5 juta, dan beberapa donatur lain.

Sedangkan pembangunannya dibantu oleh Departemen Penanggulangan Bencana PC GP Ansor dan Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Satkorcab Banser Kabupaten Batang,” tutur Imam Prabowo, ketua pelaksana program bedah rumah PC GP Ansor Batang.

Sebelumnya, tim bedah rumah Ansor dan team PAC melakukan survei ke beberapa rumah anggota yang diajukan untuk mendapatkan manfaat program ini. Setelah melalui berbagai pertimbangan, diputuskan rumah sahabat Supriyadi inilah sebagai penerima yang dinilai layak untuk diberikan bantuan.

Di tempat terpisah Sekretaris PMI Kabupaten Batang, H Karyono, S.H menyatakan, bahwa tahun 2023 ini PMI Kabupaten Batang menyalurkan bantuan untuk bedah rumah di 30 titik, atau 2 titik per kecamatan.

Hari ini, tim panitia bedah rumah Ansor Banser, PMI, Camat Bandar, datang ke kediaman Sahabat Supriyadi untuk penyerahan bantuan secara simbolis. Turut hadir Sekretaris PMI Kab. Batang H Karyono, S.H beserta tim, Ketua PMI Kecamatan Bandar Joko Utomo, S.KM., Camat Bandar M Nashrudin, S.H M.H., Kades Tambahrejo Ghofar Ismail, Ketua Rijalul Ansor PC Ansor Batang Abdus Syakur beserta jajaran, Ketua PAC Ansor Bandar Taufiqurrohman beserta jajaran, Ketua PR Ansor Tambahrejo Nachi Tandidy beserta jajaran.

Ghofar Ismail, Kepala Desa Tambahrejo bersyukur atas pelaksanaan program bedah rumah ini. “Kami sangat berterima kasih atas diadakannya bedah rumah ini. Semoga melalui program yang diadakan Ansor ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga kami, pak Supriyadi,” ucapnya.

Sedangkan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang H Maulana Yusup, S. IP.,M.AP. menyampaikan bahwa program bedah rumah ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Lahir GP Ansor yang ke-89. “Ini merupakan wujud bakti seluruh anggota Ansor Banser Kabupaten Batang yang biayanya dihimpun dari anggota untuk perhelatan ini,” jelasnya.

“Semoga melalui kegiatan ini, semakin meningkat dan semakin memberi manfaat. Bukan hanya untuk penerima bantuan saja, tetapi masyarakat di sekitarnya juga turut merasakan manfaatnya,” tambah Maulana Yusup.

Dilanjutkan dengan pemugaran rumah sebagai tanda dimulainya penggarapan.

Pewarta : Ali Rochman
Editor : Muhammad Asrofi

Peringati Harlah GP Ansor ke 89, PC GP Ansor Batang Gelar Haul Massal

0
Al-Maghfurlah Kiai Masroh (tengah) saat memimpin Tasmi' al-Qur'an, di Harlah Ansor ke 89, di gedung PC Ansor Batang

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang gelar melalui Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor menggelar acara Haul Massal dan Maulid Nabi Muhammad, pada Minggu (14/5). Kegiatan tahunan PC GP Ansor Batang ini dilaksanakan di sebuah gedung pertemuan yang beralamat di Desa Cepokokuning Kecamatan Batang.

“Usia 89 adalah usia yang sangat matang, semoga GP Ansor akan lebih bermanfaat bagi agama dan negara ini. Tak henti-hentinya kita mengharap kepada Allah atas limpahan ridha dan rahmat-Nya agar selalu menyertai di setiap gerak langkah kita,” ujar Skretaris PC GP Ansor Batang Suwandi dalam sambutannya.

Selain itu, digelarnya bertujuan untuk mendoakan para orang tua dan guru dari warga nahdliyin yang telah wafat hingga Rasulullah SAW.

Kegiatan yang berisikan tasmi’ (semaan) Al-Qur’an 30 Juz bil hifdzi, pembacaan tahlil bersama, dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan kegiatan pembuka dari empat agenda kegiatan dalam rangkaian peringatan Harlah Ansor ke-89 oleh PC GP Ansor Kabupaten Batang yang puncaknya akan diadakan Apel Ansor Banser pada 21 Mei mendatang.

Acara Tasmi’ Al Qur’an ini dipimpin oleh KH. Masroh Abdul Qodir al-Hafidz, Pengasuh Ponpes Hamalatul Qur’an an-Nuriyah Kauman Bawang, dan diikuti oleh pengurus PC GP Ansor Batang beserta perwakilan dari pengurus Pimmpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se Kabupaten Batang.

Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh pengurus PC Muslimat Kabupaten Batang dan diberikan kepada Kasatkorcab Banser Kabupaten Batang, Sahabat Danang Aji Saputra, sebagai bentuk rasa syukur atas capaian usia yang ke-89 ini, dengan besar harap segala sesuatu yang telah dimaksudkan lantaran kegiatan ini bisa diijabah oleh Allah SWT.

Pewarta: Ali Rochman
Editor : Krisna Hadiwijaya

PAC GP Ansor Limpung Perkuat Organisasi melalui Silaturahim

0
Silaturahim saat di kediaman KH Abdul Manaf Syair Plumbon (foto: Miftakhul Huda)

Limpung, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Limpung melaksanakan halalbihalal dengan silaturahim ke tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama di Kecamatan Limpung. Hal ini dimaksudkan untuk menjalin komunikasi secara struktural sehingga organisasi menjadi kokoh. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota Ansor serta Banser.

Tokoh-tokoh yang didatangi yaitu KH Abdul Manaf Syair Plumbon, KH Sulton Syair, Nyai Hj Faridatul Bahiya, KH Ali Sodiqin Sukorejo, KH Zaenal Arifin Tembok, Hj Kholisah, KH Abdul Syakur, KH Soleh Ma’sum Babadan, KH Abdul Kholiq Dlisen.

Ketua PAC GP Ansor Limpung, Romli mengatakan silaturahim ini kita gunakan sebagai sarana untuk saling bermaaf-maafan dengan sesama pengurus sekaligus meminta arahan dan doa dari para tokoh NU.
“Mohon maaf lahir bathin, atas nama organisasi, pribadi dan kami minta dukungan bimbingan, bombongan untuk seluruh Ansor Banser agar tetap semangat,” kata Romli.

KH Abdul Syakur memotivasi kepada pengurus Ansor dan Banser untuk semangat menghidupi organisasi.
“Yang jelas NU wajib di uri-uri. Misi NU melestarikan islam Ahlussunnah wal Jama’ah. NU semakin membesar karena didasari dari rasa tulus dan ikhlas dan semangat warga NU, yakin karena kalau mati gondelan dengan kiai. Tidak ada yang bayaran tapi korban, mugo-mugo langgeng ora sayah ora termakan isu. Ora usah NU NU an jangan termakan isu seperti ini,”

Kontributor : Muhammad Asrofi

Peringati Harlah Ansor dan Fatayat, NU Bandar Adakan Halalbihalal

0
Suasana Halalbihalal Keluarga Besar NU Bandar sekaligus Peringatan Harlah Ansor dan Fatayat

Bandar, NU Batang
Keluarga Besar Nahdlatul Ulama ( KBNU) Kecamatan Bandar mengadakan acara halalbihalal sekaligus memperingati hari lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor ke-89 dan Fatayat yang ke-72 di rumah ketua Tanfidziyah MWC NU bandar pada Ahad, (30/4).

Dalam sambutannya, KH Nur Hamid selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bandar menyampaikan harapannya supaya ke depan NU di Bandar bisa lebih baik lagi. “Saya berharap agar kedepan NU di Bandar bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menghimbau agar warga Nahdliyyin menjaga Marwah NU dengan tidak melakukan tindakan yang tidak pantas. “Kita harus menjaga nama baik NU, jangan sampai kita mencoreng marwah NU dengan melakukan perbuatan yang tidak etis,” imbuhnya.

Pada kesempatan lain, sahabat Taufik sebagai Ketua GP Ansor Bandar menyampaikan program kerja pada periode kepemimpinannya. “Program kerja kami mendatang, kami akan membuat toko online yang bekerja sama dengan toko Aswaja, membuat chanel Youtube dengan nama akun Sahabat Ansor Bandar dan akan membuat kalender KBNU Bandar,” jelas sahabat Taufiq.

Sementara itu, sahabati Sulis yang menjabat ketua Fatayat juga ikut menjelaskan program kerjanya.
“Kami tidak mau kalah dengan Ansor, kami sudah membuat lembaga baru yaitu Garfa atau Garda Fatayat yang tugasnya hampir mirip dengan Banser tapi tugasnyya lebih ringan seperti menjaga Bu Nyai saat mauidzoh khasanah dan sebagainya,” jelasnya.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan kitab maulid Al Barzanji oleh pengurus GP Ansor Kecamatan Bandar dilanjut dengan pemotongan tumpeng dan di tutup dengan tausiyah dari Rois Syuriah yaitu Mbah Yai Fathoni pembacaan doa oleh KH M Khusnan Musytasyar MWC NU Bandar.

Kegiatan diikuti oleh seluruh perwakilan Pimpinan Ranting NU, Banom-Banom NU baik tingkat anak cabang maupun ranting seperti Muslimat, IPNU IPPNU, Pergunu, dan Pagar Nusa Kecamatan Bandar.

Pewarta: Misbachul Munir
Editor : Slamet Nurohim

Hari Pendidikan Nasional, Kepala MA NU 01 Banyuputih Dorong Semangat Belajar

0
Apel pagi MA NU 01 Banyuputih di halaman

Banyuputih, NU Batang
Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, Mukhsin Kepala Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih mendorong semangat belajar kepada peserta didik saat Apel pagi pada Selasa (2/5).

“Setelah menikmati libur Idul Fitri kita masuk sekolah lagi dan mari kita tingkatkan semangat belajar dan tingkatkan kedisiplinan di sekolah,” kata Mukhsin saat sambutan dihadapan peserta didik.

Menurutnya, meningkatkan semangat belajar sangatlah penting karena semangat belajar merupakan faktor kunci untuk mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang, termasuk di dalam dunia pendidikan.

Hari pertama masuk sekolah ini, sebelum dimulai kegiatan belajar mengajar MA NU 01 Banyuputih mengisinya dengan kegiatan halalbihalal yang diikuti oleh seluruh siswa, guru dan karyawan. “Halalbihalal ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menjaga tali silaturahmi, serta mempererat hubungan antar sesama manusia dengan saling memaafkan segala kesalahan yang pernah dilakukan antara siswa, guru, dan karyawan,” tutur Mukhsin.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas XI MA NU 01 Banyuputih, Annisa Tri Andayani mengaku termotivasi untuk semangat dalam menjalani kegiatan belajar mengajar.
“Saya mewakili teman-teman sekalian, memohon doa kepada bapak ibu guru supaya kami dimudahkan dalam mencari ilmu sehingga kami semua menjadi siswa siswi yang dapat membanggakan bagi negeri ini kelak amin,” harapnya.

Kontributor : Muhammad Asrofi