Selasa, April 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 6

LPBH NU Batang Gelar Penyuluhan Hukum Pertanahan

0
Penyuluhan Hukum Pertanahan di Indonesia di Gedung Serbaguna Pimpinan Cabang (PC) Ansor Kabupaten Batang. (Foto: LTN NU Batang)

Batang, NU Batang

Minimnya pemahaman masyarakat terkait legalitas dan sertifikasi tanah masih menjadi persoalan yang cukup serius di berbagai daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Kiai Ahmad Munir Malik dalam Penyuluhan Hukum Pertanahan di Indonesia di Gedung Serbaguna Pimpinan Cabang (PC) Ansor Kabupaten Batang, Ahad (7/12/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Batang ini menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengurus sertifikasi tanah, termasuk tanah wakaf. Banyak masjid, musala, madrasah diniyah, taman pendidikan Al-Qur’an, hingga lembaga pendidikan swasta yang berdiri di atas tanah wakaf namun belum memiliki sertifikat resmi.

“Minimnya pemahaman tentang legalitas tanah membuat banyak warga tidak segera mengurus sertifikasi, terutama tanah wakaf. Banyak tanah wakaf yang statusnya hanya diikrarkan secara lisan, sehingga ketika terjadi konflik, ahli waris kerap mengambilnya kembali karena tidak ada kekuatan hukumnya,” ujar Kiai Munir dalam sambutannya.

Ia juga mengimbau para peserta untuk segera mengecek status sertifikasi tanah masjid maupun lembaga pendidikan di lingkungan masing-masing. Jika tanah wakaf tersebut masih berupa ikrar lisan, maka proses administrasi perlu segera dilakukan melalui prosedur yang benar. Menurutnya, beberapa Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Batang telah memulai penertiban wakaf secara bertahap dan menunjukkan perkembangan positif.

Permasalahan yang kerap muncul di masyarakat adalah ketidaktahuan prosedur pengurusan sertifikat, terutama jika tanah wakaf harus dipisah dari sertifikat induk. Proses pemecahan sertifikat seperti ini umumnya membutuhkan waktu yang cukup panjang, bahkan berbulan-bulan, sehingga warga sering menunda pengurusannya.

“Kerumitan seperti inilah yang membuat banyak orang menunda, padahal dampaknya sangat besar bagi kepastian kepemilikan di masa mendatang. Optimalisasi percepatan sertifikasi tanah harus menjadi prioritas, dimulai dari yang paling dekat dengan kita,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa ikrar wakaf dapat dilakukan melalui Kantor Urusan Agama (KUA), yang selama ini bekerja sama dengan pengurus NU dalam proses pembinaan dan pendampingan. Dengan penguatan edukasi hukum pertanahan seperti ini, LPBH PCNU Batang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya legalitas tanah demi kepastian hukum dan kemaslahatan bersama.

Sementara itu, Ketua LPBH NU Batang, Miqdam Yusria Ahmad mengungkap bahwa masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait legalitas dan prosedur pertanahan. Menurutnya, kurangnya perhatian serius terhadap isu pertanahan kerap memicu berbagai persoalan, mulai dari sengketa perebutan hak hingga kekeliruan dalam transaksi.

“Isu pertanahan memang jarang dibahas secara serius, sehingga berbagai persoalan kerap muncul dan harus saya tangani, mulai dari sengketa perebutan hak hingga kekeliruan dalam transaksi yang sering terjadi karena minimnya pemahaman,” ujar Advokat asal Batang tersebut.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Miqdam menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, di antaranya perwakilan Polres, ulama fikih yang memahami aspek syariah, serta advokat berpengalaman dalam menangani kasus pertanahan. Keberagaman narasumber tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta penyuluhan.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari diarahkan untuk memperluas wawasan peserta terkait potensi konflik pertanahan dan langkah-langkah pencegahannya. Miqdam berharap forum ini tidak hanya memberi manfaat bagi berbagai kalangan, tetapi juga melahirkan para pelaku masyarakat yang mampu menjaga kerukunan dan ketertiban.

“Persoalan pertanahan mungkin tampak sederhana, sekadar urusan tanah, namun dampaknya dapat memicu konflik berkepanjangan bila tidak ditangani dengan tepat. Semoga setiap ikhtiar ini mendapat ridha Allah dan membawa kebaikan bagi semua,” pungkasnya.

Ranting GP Ansor Surjo Resmi Dilantik, Ketua PAC Dorong Laksanakan Program Kerja

0
Suasana saat pelantikan PR GP Ansor Surjo Bawang. (foto: Infokom PC GP Ansor Batang)

Bawang, NU Batang
Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Surjo Kecamatan Bawang resmi dilantik pada Ahad (29/11/2025) di Gedung Serbaguna Desa Surjo. Kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Bawang yang bertempat di ranting Surjo.

Acara di awali dengan kegiatan Khaul massal dan tahlil yang dipimpin oleh Pengurus Ranting NU Desa Surjo kemudian dilanjutkan dengan pembacaan maulid Ad Diba’i yang dipimpin oleh Ustadz Iqbal Al Munsyidin Pekalongan kemudian di lanjutkan dengan prosesi pelantikan yang dipandu oleh Pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Bawang.

Setelah prosesi pengucapan sumpah janji, Asep Awaludin Ketua PAC GP Ansor Bawang memberikan pengarahan serta mendorong kepada Pengurus PR GP Ansor Surjo Masa Khidmah 2025 – 2027 untuk melaksanakan program kerja.

“Setelah dilantik silahkan sahabat-sahabat bisa memulai melaksanakan kegiatan. Jangan sampai vakum berkegiatan, laksanakan program kerja yang telah disusun bersama pengurus. Entah program yang bersifat rutinan atau program sosial kemasyarakatan,” kata Asep.

“Sahabat-sahabat adalah pemuda yang artinya jiwa semangat itu masih membara kita adalah tulang punggung Nahdatul Ulama jadi jika nanti dari Ranting NU membutuhkan sahabat-sahabat semua kalian harus siap,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PR GP Ansor Desa Surjo Akhmad Ulinuha mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Ranting NU Desa Surjo yang telah mendukung kami dan memberikan semangat kepada kami untuk menyelenggarakan acara ini.

“Terima kasih kepada semua stakeholder yang telah mendukung dan mensukseskan acara ini Bapak Kepala Desa, Sahabat-sahabat Fatayat, Rekan dan Rekanita IPNU-IPPNU Ranting Surjo,” ujar Ulin.

“InsyaAllah kami dari pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Surjo akan melaksanakan beberapa program yang telah kami susun beberapa hari yang lalu sesuai dengan amanat sahabat ketua PAC dari program tersebut kami menyasar kepada seluruh Pemuda Desa Surjo, di Bidang Organisasi dan Rijalul Ansor,” sambung Ulin.

Ulin juga menyampaikan bahwa akan menyelenggarakan kegiatan rutinan keliling se-Desa Surjo sekaligus melakukan sosialisasi kepada seluruh pemuda serta mengenalkan Organisasi Gerakan Pemuda Ansor. Ia juga menjelaskan bahwa di bidang dakwah akan dilaksanakan program pelatihan pemula tata cara pengurusan jenazah.

Di bidang sosial, menurut Ulin telah melaksanakan program santunan untuk keluarga sahabat Ansor Surjo yang mengalami musibah. Sementara itu, di bidang ekonomi, mereka telah memiliki aset kebun kopi yang ditanam bersama dan meskipun masih berstatus hak guna usaha, Ulin menegaskan akan serius menggarap bidang tersebut.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting NU Surjo Ustadz Sofiyudin menyampaikan selamat dan sukses atas terlantiknya sahabat-sahabat pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Surjo Masa Khidmah 2025-2027.

“Kami dari kepengurusan Ranting NU akan mendukung penuh langkah kepengurusan PR GP Ansor Surjo untuk melaksanakan beberapa program yang telah disusun, sebagai organisasi pemuda kalian semua sudah semestinya harus mempunyai semangat yang tinggi dan terus berkobar, jangan sampai semangat itu hilang karena sesuatu hal kecil yang kemudian semua program itu tidak berjalan sesuai dengan yang telah sahabat-sahabat buat,” pesan Ustadz Sofiyudin.

Pada kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat PAC Rijalul Ansor Kecamatan Bawang dan Pelantikan PR GP Ansor Surjo ini dihadiri oleh Sesepuh Desa Surjo, Bapak Kepala Desa Surjo, Pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Bawang, Pengurus Ranting NU Surjo 01,02,03 Jajaran Pembina Ansor Surjo, Sahabat-sahabat Ansor se-Kecamatan Bawang.

Pewarta: Kurniawan

Menuju Kepengurusan 2025–2027, PAC IPNU & IPPNU Warungasem Terapkan Sistem Screening Terbuka

0
screening calon pengurus masa khidmat 2025-2027 di Gedung NU Ranting Lebo.

Warungasem – NU Batang

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar screening calon pengurus masa khidmat 2025-2027 di Gedung NU Ranting Lebo. Screening dilaksanakan pada hari Kamis-Jum’at (20-21 November 2025 ) pukul 19.30 WIB s.d selesai.

Screening dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan bahwa para calon pengurus memiliki komitmen, kesiapan mental, dan motivasi yang kuat dalam mengemban amanah organisasi. Berbeda dari kepengurusan sebelumnya, proses open recruitment dan screening dilaksanakan dengan konsep terbuka dan transparan.

“Dengan sistem ini, kami segenap jajaran tim formatur berharap calon pengurus dapat memilih departemen ataupun lembaga sesuai dengan passion dan keinginan mereka”, ucap ketua mandataris PAC IPPNU Warungasem Naura Laksalsabila.

“Open recruitment dengan screening terbuka memang sudah terbiasa jika di organisasi kampus, namun jika di organisasi masyarakat khususnya di lingkup IPNU dan IPPNU warungasem sendiri sepertinya masih asing”, ucap perempuan yang biasa dipanggil Naura itu.

Ketua mandataris PAC IPNU Kecamatan Warungasem turut menyampaikan bahwa melalui penerapan screening dan open recruitment terbuka ini, PAC IPNU DAN IPPNU Warungasem berharap bisa melahirkan kepengurusan baru yang lebih tertata, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan generasi pelajar NU di tingkat kecamatan.

“Dengan hadir langsung harapannya dapat menjadi awal yang lebih baik untuk menjaga komitmen calon pengurus PAC. Kedepannya kader dari ranting bisa lebih terkontrol dan terdistribusi dengan baik”, tuturnya.

Proses ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk membangun tradisi organisasi yang transparan, akuntabel, dan penuh semangat pengabdian. “Kami menaruh harapan besar bahwa formasi kepengurusan ini akan menghadirkan semangat optimis yang menyatukan energi kolektif, menggerakkan langkah progresif yang mendorong perubahan nyata, serta melahirkan inovasi-inovasi segaryang mampu membawa organisasi pelajat NU Warungasem melampaui batas pencapaian sebelumnya”, pungkasnya.

Dengan demikian, kegiatan screening ini tidak hanya berfungsi sebagai seleksi administrasi, tetapi juga sebagai momentum awal dalam rangka memperkuat pondasi kader di lingkungan pelajar NU Warungasem menjelang masa khidmat 2025–2027.

Pewarta : Abed, Athi Diana Nasikha

PAC GP Ansor Warungasem Torehkan Nilai A dalam Penilaian Akreditasi Oleh PC Ansor Batang

0

Warungasem, NU Batang

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Warungasem ikut memeriahkan gelaran Pra Konferensi Cabang (Konfercab) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batang yang bertempat di SMK Ma’arif NU Limpung pada (9/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari masing masing PAC yang tersebar dalam 15 kecamatan yang berada dalam wilayah kabupaten Batang.

Salah satu dari tim asesor akreditasi sekaligus Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah, Muhammad Masruri menuturkan pentingnya akreditasi bagi kelangsungan dan eksistensi organisasi saat ini.

“Dalam hal ini kami mengajak seluruh kader Ansor Jawa Tengah agar mampu memahami betapa pentingnya akreditasi dalam organisasi. Karena kami yakin dan percaya bahwa di setiap wilayah pasti sudah memasifkan dalam menjalankan kegiatannya, namun masih lemah dalam pencatatan dan publikasi,” ujarnya dalam salah satu sesi wawancara dengan perwakilan PAC GP Ansor Warungasem.

Beliau juga menambahkan bahwa komponen penilaian dalam borang akreditasi ini mengacu pada Peraturan Organisasi (PO) yang telah disusun dan disahkan bersama oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor.

“Diantara komponen penilaian akreditasi PAC GP Ansor adalah kaderisasi, pembentukan kepengurusan, rijalul ansor, digitalisasi, rapat kerja pengurus dan kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan oleh kader-kader ansor. Semua komponen tersebut telah termaktub dalam PO GP Ansor”, ungkapnya.

Selain itu, ketua PAC GP Ansor Warungasem Muhammad Sofan menyampaikan pesan atas capaian nilai akreditasi yang di raih oleh PAC GP Ansor Warungasem.

“Mewakili seluruh pengurus PAC Ansor Warungasem menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian nilai akreditasi A kepada semua pihak yang turut membantu, bekerja sama dan menyukseskannya,” ucapnya saat diwawacarai oleh tim LTN NU Warungasem.

“Meskipun akreditasi ini tidak dilombakan, namun kami selaku pengurus tetap merasa bangga atas capaian ini. Semoga dapat menjadi bekal  untuk kita berbenah lebih baik lagi. Terutama lebih memperhatikan dan mematuhi AD/ ART dan PO yang berlaku serta melakukan pencatatan secara berkala,” imbuh pria yang kerap dipanggil Sofan.

Pewarta :  Abed

Akreditasi Ranting dan PAC Jadi Syarat Hak Suara di Konfercab X GP Ansor Batang

0
Akreditasi Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang. Foto: Infokom GP Ansor Batang

Limpung, NU Batang
Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) X, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang menertibkan administrasi organisasi dengan menggelar akreditasi bagi seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting.

Kegiatan yang berlangsung di SMK Ma’arif NU Limpung pada Ahad (9/11/2025) ini menjadi bagian penting dari rangkaian pra-Konfercab untuk memastikan setiap struktur siap secara kelembagaan.

Ketua PC GP Ansor Batang, H Abdus Syakur, mengatakan bahwa akreditasi ini bukan sekadar rutinitas menjelang konferensi, melainkan upaya nyata untuk menilai dan memperkuat kinerja organisasi di semua tingkatan.

“Akreditasi ini untuk mengukur dan menilai kinerja ranting dan PAC. Selama ini kegiatan mereka sudah berjalan rutin, hanya saja kelemahannya di bidang administrasi. Jadi akreditasi menjadi momen untuk menertibkan administrasi di semua tempat,” ujarnya.

Ia menegaskan, hasil akreditasi akan menjadi dasar penentuan hak suara dalam pelaksanaan Konfercab X mendatang. “Kalau nilainya A mendapat dua suara, B satu suara, sedangkan yang tidak terakreditasi atau nilainya C tidak memiliki hak suara saat konferensi,” terangnya.

Penilaian terhadap PAC dilakukan oleh tim asesor dari Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah yang terdiri dari M. Masruri, M. Khafidlin, Ahadun Maftuji, dan A. Supriyono. Keempat asesor tersebut menilai berbagai aspek, mulai dari administrasi, kegiatan kaderisasi, pelaporan program, hingga kegiatan Ansor masing-masing.

Sementara itu, untuk akreditasi Pimpinan Ranting, proses penilaian dilakukan oleh tim dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang. Langkah ini diambil untuk memperkuat pembinaan langsung terhadap struktur organisasi di tingkat paling bawah.

H Syakur menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan seluruh PAC dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, antusiasme kader menjadi tanda bahwa semangat penguatan kelembagaan Ansor di Batang terus tumbuh dari bawah.

“Alhamdulillah semua PAC ikut. Kami berharap hasil akreditasi ini bisa menjadi cermin bagi setiap pimpinan untuk terus memperbaiki diri, memperkuat administrasi, dan menjaga tradisi gerakan Ansor yang tertib serta terarah,” pungkasnya.

Jadi Ajang Silaturahmi, PC GP Ansor Batang Hidupkan Pra Konfercab X lewat Lomba Voli

0
Ketua PC GP Ansor Batang, H Abdus Syakur saat membuka lomba voli di SMK Ma'arif NU Limpung. Foto: Infokom GP Ansor Batang

Limpung, NU Batang
Suara sorak dan tepuk tangan riuh terdengar di lapangan SMK Ma’arif NU Limpung, Ahad (9/11/2025). Di bawah terik matahari pagi, para kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari berbagai kecamatan di Kabupaten Batang tampak bersemangat bertanding dalam lomba voli antar Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Ajang ini menjadi bagian dari menghidupkan Pra Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Batang. Kegiatan olahraga ini diikuti oleh seluruh PAC se-Kabupaten Batang. Masing-masing tim datang dengan semangat kebersamaan dan membawa dukungan dari rekan-rekan satu daerah. Sorak penonton, peluit wasit, dan tawa para peserta mewarnai suasana di lokasi kegiatan.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, H Abdus Syakur, mengatakan bahwa kegiatan voli ini merupakan salah satu upaya mempererat persaudaraan antar kader melalui kegiatan yang sehat dan menyenangkan. Menurutnya, olahraga menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat silaturahmi.

“Voli ini adalah ajang silaturahmi. Sahabat-sahabat Ansor banyak yang memiliki hobi olahraga, dan melalui kegiatan ini mereka bisa saling mengenal satu sama lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat yang dibangun dalam kegiatan ini bukan sekadar mencari kemenangan, melainkan menanamkan nilai sportivitas dan menjaga ukhuwah antarsesama kader.

“Saya sudah sampaikan saat pembukaan, kegiatan ini bukan voli tarkam. Ini voli antar Ansor. Jadi jaga adab dan sikap agar tidak ada yang merasa tersinggung atau tersakiti, baik fisik maupun perasaan,” pesannya kepada para peserta.

Di sela-sela kegiatan, H Syakur juga mengapresiasi antusiasme seluruh PAC yang hadir. Menurutnya, keikutsertaan penuh ini mencerminkan kekompakan dan semangat kader GP Ansor Batang untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan Ansor.

Ia berharap, kegiatan seperti lomba voli ini tidak berhenti hanya pada momentum pra-Konfercab saja, tetapi dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat ikatan antaranggota Ansor di berbagai wilayah.

“Harapan kami, ke depan di Departemen Olahraga bisa terus melihat potensi-potensi sahabat Ansor yang bagus di bidang olahraga. Kalau ada kader yang punya kemampuan lebih, bisa dibina dan menjadi contoh bagi yang lain,” ujarnya lagi.

Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan kader di bidang nonformal. Melalui olahraga, para anggota Ansor diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah — karakter yang sejalan dengan nilai dasar organisasi.

Sepanjang pertandingan, suasana berlangsung penuh kekeluargaan. Para pemain saling memberi semangat, bahkan di sela-sela waktu istirahat mereka tampak saling bercanda dan berswafoto bersama.

Salah satu peserta dari PAC Limpung mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang voli seperti ini menjadi wadah menyegarkan setelah rutinitas kegiatan organisasi yang padat.

“Rasanya senang bisa kumpul bareng sahabat-sahabat dari kecamatan lain. Selain olahraga, kami bisa saling kenal dan bertukar cerita. Jadi tidak terasa seperti lomba, tapi lebih seperti temu keluarga besar Ansor,” ungkap Amin.

Hadirkan Pakar dan Psikolog, RMI NU Batang Latih Ustadz dan Ustadzah Profesional untuk Masyarakat

0

Batang, NU BATANG

Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Batang menyelenggarakan Pelatihan Ustadz Ustadzah Profesional, sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas para pendidik agama di lingkungan pesantren, madrasah, dan TPQ se-Kecamatan Batang.

 

Kegiatan yang berlangsung di kantor Pengurus Cabang NU Kabupaten Batang pada pekan lalu (2/11) ini diikuti oleh 260 Ustadz Ustadzah dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madin. Dan merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025, dengan mengusung tema Mengajar dengan Hati, Kenalkan Kitab Suci, Lejitkan Prestasi Santri.

 

Ketua Tanfidziah MWCNU Batang, KH. Damzun Zaeroni dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RMI MWCNU BATANG untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan agama, dan sebagai wujud pembinaan TPQ/MADIN yang telah berafiliasi ke Nahdlatul Ulama.

 

“Ustadz dan ustadzah tidak hanya berperan sebagai pengajar ilmu agama, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan teladan di tengah masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas dan profesionalitas mereka menjadi sangat penting,” ujar Kiai Damzun.

 

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, pertama Dr. Rahmat Kamal, M.Pd.I (Dosen, Pakar Strategi Belajar Mengajar dan LAKPESDAM PCNU Pemalangan) yang membawakan materi tentang “Spiritualitas mengajar dan keteladanan dan metode mengajar Santri (TPQ+Madin) kreatif dan menyenangkan”, kedua Cintami Farmawati, S.Psi., M.Psi yang menyampaikan materi “Memahami Psikologi Santri dan strategi melejitkan prestasi santri (TPQ & Madin) akademik dan non akademik”.

 

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan praktis mengenai:

* Strategi pembelajaran aktif dan kreatif di kelas;

* Penguatan karakter santri dan peserta didik;

* Penguatan Garis Perjuangan Ustadzah Ustadzah berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Batang, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat di lembaga masing-masing, “Semoga para ustadz dan ustadzah kita semakin siap menghadapi tantangan zaman, tetap berpegang pada nilai-nilai Aswaja, dan mampu mendidik generasi muda dengan penuh dedikasi dan profesionalitas,” ungkapnya.

 

Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan Al Qur’an di wilayah Batang.

 

Pewarta : Doktor Ali

Tindaklanjuti Rapat Koordinasi Tim Penataan Mulai Bahas Teknis Pendataan Lembaga Pendidikan Formal NU Batang

0

Batang, NU Batang
Setelah dilakukannya Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Madrasah Aliyah NU 01 Banyuputih dua pekan silam, Tim Pendataan Lembaga Pendidikan Formal di Lingkungan NU Batang kembali merapatkan barisan untuk membahas teknis pelaksanaannya, pada Jum’at (31/10) lalu.

Rapat yang dilakukan via daring tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Pengembangan, dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (PPPSDM) PCNU Batang Bapak Saiful Huda Shodiq, dengan diikuti oleh anggota tim pendataan dan pengurus PCNU Batang.

Ketua PCNU Batang, Kiai Ahmad Munir Malik dalam mengantar rapat mengatakan pentingnya pendataan untuk dapat memutakhirkan data madrasah dan sekolah yang berada di lingkungan NU di Kabupaten Batang, ia mengatakan bahwasanya hal ini sesuai dengan amanat Konferensi Cabang (Konfercab) dan Musyawarah Cabang (Muskercab) PCNU Batang.

“Kegiatan ini merupakan amanat Konfercab dan Muskercab I & II untuk melakukan penataan Madrasah dan Sekolah NU se-kabupaten Batang”, tegas Kiai Munir.

Ia juga menambahkan bahwa pendataan yang dilakukan ini juga bentuk aktuaisasi daripada Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 15 Tahun 2025 Tentang Sistem Pendidikan Nadlatul Ulama yang menjelaskan bahwa, Satuan Pendidikan Nahdlatul Ulama ada dua kategori. Pertama satuan pendidikan yang didirikan dan dikelola langsung oleh Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama. Kedua satuan pendidikan yang didirikan dan dikelola oleh Jama’ah Nahdlatul Ulama.

Diharapkan dengan adanya program pendataan ini, akan memperkuat data layanan pendidikan formal yang ada sekaligus memberikan gambaran bagaimana menyusun program untuk penguatan dan pengembangan layanan pendidikan di lingkungan NU.

“Kami berharap, pertemuan dengan para kepala madrasah/sekolah langsung tidak hanya akan mendapatkan data yang akurat, sekaligus menguatkan silaturahmi antar semua pegiat pendidikan di lingkungan NU seluruhnya di kecamatan. Jelas ini sudah lama tidak dilakukan”, jelas Saiful Huda Shodiq, Wakabid PPPSDM PCNU Batang, sekaligus Ketua Tim Pendataan Lembaga Pendidikan Formal di lingkungan NU Batang.

Dalam rapat yang menggunakan aplikasi Zoom tersebut, menyepakati instrumen pendataan mencakup data basic lembaga pendidikannya, kondisi umumnya, asetnya dan potensi unggulannya yang mencakup aspek akademik, non akademik dan aspek Peran Serta Masyarakat (PSM).

Tim menyepakati langkah pendataan dengan dimulai pertemuan tim pendataan dengan kepala madrasah/sekolah dari tingkat pendidikan dini seperti Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK), pendidikan dasar seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), pendidikan menengah seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU di 15 kecamatan.

Pewarta : LTN PCNU Batang

Manasik Kubro 2025: Wujud Komitmen KBIHNU Batang Dampingi Calon Jamaah Haji

0

Batang, NU Batang.

Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di Kantor PCNU Batang, Pengurus KBIHNU PCNU Batang beserta para pengurus kelompok-kelompok bimbingan MWCNU mengadakan rapat persiapan pelaksanaan Praktek Manasik Haji dan Umroh Kubro.

Rapat tersebut dihadiri Pengurus KBIHNU Batang yaitu KH Abdul Malik (Ketua), H Ikhwanudin (Sekretaris) dan H Muhammad Busro Batang serta para ketua kelompok-kelompok bimbingan dari MWCNU yaitu MWCNU Batang, MWCNU Warungasem, MWCNU Bandar, MWCNU Reban, MWCNU Bawang dan MWCNU Tersono.

Hadir mendampingi rapat tersebut dari PCNU Batang H Sodikin (Wakabid Keagamaan) dan Nur Tofan (Sekretaris). Kegiatan praktik Manasik Kubro Haji dan Umroh KBIHU NU Batang dijadwalkan pada pertengahan Desember 2025, kegiatan ini dilaksanakan untuk menguatkan agar para calon jama’ah Haji KBIHU NU Batang betul-betul mengetahui dan menguasai praktik Ibadah Haji dan Umroh.

Hingga saat ini tercatat ada 294 calon jama’ah haji yang mengikuti bimbingan di KBIHNU NU Batang. Perlu diketahui, hingga periode kepengurusan PCNU 2024-2029 KBIHU NU Batang telah memiliki 6 kelompok bimbingan di 6 MWCNU.

Dari Donor Darah hingga Pawai Obor, IPNU-IPPNU Sariglagah Rayakan Hari Santri dengan Meriah

0

Warungasem, NU Batang

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, menggelar berbagai kegiatan menarik seperti donor darah, lomba-lomba, pawai obor, hingga pengajian umum. Seluruh rangkaian acara berlangsung di TPQ As-Syifa, Desa Sariglagah, dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan dimulai dengan donor darah yang bekerja sama dengan PMII Kabupaten Batang, dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh masyarakat dan pelajar setempat. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme peserta dan warga tetap tinggi. Acara berlanjut hingga malam hari dengan pawai obor dan pengajian umum.

Ketua IPNU Ranting Sariglagah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya dan rekan-rekanita Sariglagah mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Terima kasih juga untuk panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga acara ini berjalan lancar. Kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan atau pelayanan,” ujarnya.

Hadir pula Kepala Desa Sariglagah, Slamet Wihardi, yang memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

“Saya sangat bangga atas terselenggaranya kegiatan ini karena dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Sariglagah untuk terus mengadakan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Slamet dalam sambutannya.

Acara pengajian umum menghadirkan Ustadzah Siti Chumairotur Rofi’atur Rizqoh sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya yang bertema “Apa Hakikat Santri”, beliau menjelaskan makna kata santri dari sudut pandang bahasa Arab.

“Hakikat santri tidak boleh dipahami secara sembarangan. Kata santri terdiri dari lima huruf, sin, nun, ta, ra, dan ya, yang masing-masing memiliki makna mendalam,” jelasnya. “Salah satu maknanya adalah santri harus menjadi pelopor kebaikan. Jika ingin menjadi penerus ulama, santri harus menempuh jalan yang benar melalui hablum minallah, memperbaiki hubungan dengan Allah,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, menciptakan suasana haru, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, semangat Hari Santri diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keislaman serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar dan masyarakat Desa Sariglagah.

Pewarta: Athi Diana Nasikha