Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 69

Tarawih Backpacker Road to Seven Masjid Se-Kabupaten Batang

0

Batang – Ramadhan menjadi bulan yang penuh dengan keberkahan bagi umat Islam, bulan yang sangat dinanti untuk berlomba meraih pahala dan berkelana menuju jalan Surga.

Dalam rangka mempererat silaturahmi dan mengharap Ridho illahi, kali ini Sobat-sobat NUbackpacker Batang akan mengadakan kegiatan Tarawih Backpacker Road to Seven Masjid di Wilayah Kabupaten Batang yang mencakup 7 Kecamatan.

Kegiatan tarawih Backpacker ini merupakan agenda pertama yang dilakukan oleh Sobat-sobat NUbackpacker Batang pada bulan Ramadhan, yaitu dimana sobat NUbackpacker dari masing-masing Kecamatan bersama-sama backpackeran ke Masjid di wilayah Kabupaten Batang untuk melakukan sholat tarawih berjamaah sekaligus silaturahim antar Anggota NUbackpacker

Koordinator NUbackpacker Batang M Rosyid Arifudin mengajak semua sobat-sobat NUbackpacker untuk ikut memeriahkan agenda Ramadhan ini.

Dia juga menuturkan bahwa, jangan menjadikan ramadhan sebagai alasan untuk berhenti berjalan, tapi mari kita sebagai generasi muda harus lebih semangat lagi dalam backpackeran (soan,silaturrahmi, dll) menuju jalan-jalan surga, sebagai mana tagline diNUbackpacker: “Karena setiap pengalaman adalah pelajaran, bukan sebatas perjalanan”.

Adapun jadwal Tarawih keliling :

  1. Jum’at, 10 Mei 2019 di Masjid Agung Batang.
  2. Minggu, 12 Mei 2019 di Masjid agung warungasem, Batang.
  3. Selasa, 14 Mei 2019 di Masjid Agung Subah, Batang.
  4. Kamis, 16 Mei 2019 di Masjid Agung Wonobodro, Blado, Batang.
  5. Sabtu, 18 Mei 2019 di Masjid Agung Bawang, Batang.

6.  Senin, 20 Mei 2019 di Masjid Agung Limpung, Batang.

7.  Jumat, 24 Mei 2019 di Masjid Agung Banyuputih, Batang.

Acara Tarawih Backpacker Seven Masjid ini akan ditutup dengan agenda Buka Bersama dikecamatan terakhir sebagai jadwal salat terawih Backpacker.

Perkuat Organisasi, IPNU-IPPNU Limpung Adakan Pelatihan Administrasi

1

Limpung – Pimipinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Limpung Mengadakan Pelatihan Administrasi, yang diselenggarakan diruang Lab.Komputer SMK FARMASI Al Syairiyah Limpung, Minggu (5/5/19).

Peserta pelatihan ini merupakan delegasi perwakilan dari tiap ranting dan komisariat IPNU IPPNU Se-Kec.Limpung.

“Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan administrasi ini berjumlah 47 anak” kata ketua panitia Analailu

Demi kesuksesan acara, pantia mengundang Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Batang Setiyawan Nugroho.

Ketua IPNU Limpung Muhammad Asrofi mengatan, pelatihan administrasi ini merupakan salah satu program kerja dari IPNU dan IPPNU Kecamatan Limpung, yang bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi pada organisasi.

“Juga sebagai peengembangkan potensi kader IPNU IPPNU dalam dunia administrasi sebagai langkah awal menuju kader beriman ,bertakwa,jujur,amanah adil,tertib ,taat aturan dan bertanggung jawab” lanjut Asrofi.

Pembina IPNU IPPNU Kecamatan Limpung Hamam Nasruddin yang juga hadir, mengatakan, bahwa organisasi itu harus memenuhi tiga indikator yaitu struktur pengurus, program Kerja dan anggota.

“Tiga indikator ini bisa dilihat oleh satu hal yaitu administrasi. Jadi kamu punya struktur, datanya ada apa tidak? bisa dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dari Pengurua Cabang apa tidak? kalau tidak ada, berarti keberadaan organisasi itu tapi tidak terbukti” jelas Hamam yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Anak Cabag (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Limpung.

Menurut Hamam, tertib adminustrasi sangat penting bagi sebuah organanisasi, supaya progam kerjanya tertata dan bisa dimonitoring.

Pelatihan ini juga mendapatkan tanggapan positif dari peserta. Salah satunya adalah Akhsanul Huda. Ia mengatakan, pelatihan administrasi ini cukup menarik karena selain mendapatkan teori administrasi, juga bisa langsung praktik, sehingga tahu cara membuat surat dan tahu bagaimana administrasi yang baik.

“Harapan saya pelatihan administrasi ini dijadikan program prioritas, karena Pelatihan Administrasi sangat bermanfaat untuk organisasi agar kedepan organisasi tambah maju lagi ” ujar Akhsanul Huda.

Ziarah Touring Penyemangat dalam Berorganisasi

0

SIDOREJO – Keluarga Nahdlatul Ulama’ Desa Sidorejo , Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Mengalakkan kegiatan Ziarah Touring. Kegiatan ini dilakukan rutin tiga  bulan sekali dengan tujuan merekatkan silaturrokhim serta mendapat ridha dari Allah SWT, meningkatkan kecintaan terhadap pejuang NU terdahulu, dan masih banyak lagi. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Kamis 7 maret 2019 di seluruh makam di Desa Sidorejo, Makam Syech Tholabudin Masin, dan Makam Sapuro Pekalongan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh  Keluarga Nahdlatul Ulama’ Desa Sidorejo dan sebagian dari Pimpinan Anak Cabang NU Kecamatan Warungasem. Kegiatan Ziarah Touring berjalan sukses dan lancar, terlihat dari IPNU IPPNU maupun GP Ansor-Banser senang dan antusias melaksanakan kegiatan tersebut sebagai generasi nahdlatul ulama’.

Bapak Ubaidillah, ( Wakil ketua tanfidz NU desa sidorejo) menceritakan sejarah singkat NU versi Habib Luthfi bin Yahya di depan makam Habib Hasyim bin Umar bin Thoha bin Hasan bin Yahya, tokoh penting berdirinya jam’iyah Nahdlatul Ulama. Pada awalnya Mbah Kyai Hasyim Asy’ari datang ke tempatnya Mbah Kyai Yasin, Kyai Sanusi ikut serta pada waktu itu dan diiringi oleh Kyai Asnawi Kudus kemudian diantar ke Pekalongan. Bersama Kyai Irfan datang ke kediamannya Habib Hasyim.

“Kyai Hasyim Asy’ari, silahkan laksanakan niatmu kalau mau membentuk wadah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Saya rela, tapi tolong saya jangan ditulis.” Begitu wasiat Habib Hasyim kepada Kyai Hasyim Asy’ari.

Kyai Hasyim Asy’ari merasa lega, kemudian menuju ke tempatnya Mbah Kyai Kholil Bangkalan.

“Laksanakan apa niatmu, saya ridha seperti ridhanya Habib Hasyim. Tapi saya juga minta tolong, nama saya jangan ditulis,” ucap Mbah Kyai Kholil Bangkalan.

Lantas Kyai Hasyim Asy’ari bertanya, “ Bagaimana Kyai, kok tidak mau ditulis semua?”

Mbah Kyai Kholilpun menjawab, “Kalau mau ditulis silahkan, tapi sedikit saja.”

Mempelajari masalalu adalah sebuah keharusan, terlebih bagi generasi muda. Sejarah dapat dijadikan ibrah dan marajiul hayat (parameter kehidupan) hari ini dan masa yang akan datang.

( Foto : makan siang di salah satu rumah makan terdekat setealah ziarah touring )

Selain itu di sela – sela makan siang dan santai Sahabat Ifan Maulana ( ketua GP Ansor Desa Sidorejo ) menyampaikan pentingnya menghormati pembina dan orang yang lebih tua serta belajar kedisplinan dalam berorganisasi. Tidak hanya itu, kepemimpinan, rasa tanggung jawab, jiwa korsa juga penting dalam berorganisasi. Mengapa? Organisasi merupakan sekumpulan orang yang berjuang untuk kepentingan bersama, jika tidak adanya hal tersebut sudah pasti suatu organisasi tidak akan berjalan semestinya.

Penulis    : Septy Aisah

Reporter : Rahaman jaya

IPNU IPPNU Generasi Membangun Negeri

0

SIDOREJO – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Ds. Sidorejo, Kec. Warungasem, Kab. Batang mengadakan tasyakuran dalam rangka harlah IPNU ke 65 dan IPPNU ke 64, dengan pembacaan sholawat asyghil dan potong tumpeng. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu malam Ahad, tanggal 23 Februari 2019 di TPQ Salafiyah Sidorejo 02.

            Acara ini dilaksanakan sebagai rasa syukur lebih majunya kader-kader IPNU IPPNU dari tahun ke tahun. Dengan diadakannya tasyakuran tersebut IPNU IPPNU diharapkan tidak hanya cerdas dalam agama tetapi juga harus melek akan teknologi, melihat zaman yang semakin digeluti oleh teknologi bersifat negatif. Sebagai generasi milenial, kader IPNU IPPNU harus pandai dalam mengelola tanah air dan tidak terpengaruh berita hoax yang disebarkan oleh orang yang ingin meracuni otak generasi muda. 

            Tasyakuran yang dilaksanakan oleh pimpinan ranting IPNU IPPNU Desa Sidorejo dilaksanakan dengan penuh khidmat, pembacaan shalawat asyghil dan doa dilakukan bersama-sama yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Musyafa. Tidak hanya itu, tasyakuran harlah IPNU ke 65 dan IPPNU ke 64 juga diisi dengan sambutan serta amanat dari beberapa pengurus NU ranting desa Sidorejo, salah satunnya Rekan Faizul Rakhmadani selaku ketua IPNU ranting Sidorejo dan Bapak Ubaidillah selaku pembina.

“Sebagai generasi muda yang diwarisi budaya oleh sesepuh, kita harus melestarikan budaya tersebut. Jangan sampai terpengaruh oleh budaya asing,” ucap Rekan Faizul Rakhmadani ketua IPNU ranting desa Sidorejo.

Dalam artian, kita sebagai generasi penerus bangsa harus tetap melestarikan budaya Indonesia dan jangan sampai terpengaruh oleh budaya asing. Indonesia merupakan negara yang mempunyai ragam budaya, sangat berbahaya jika generasi muda terpengaruh oleh budaya asing yang pasti semakin lama budaya Indonesia akan tersingkir. Jika seorang pelajar Indonesia menuntut ilmu atau kerja di luar negeri, jangan sampai lupa akan tanah airnya sendiri meskipun negara tersebut lebih maju, ibarat kata masih mending hujan batu di negerinya sendiri dari pada hujan emas di negeri orang.

“Melihat semakin berkembangnya teknologi, kader IPNU IPPNU harus melek akan teknologi,” ucap Bapak Ubaidillah selaku pembina. Kader IPNU IPPNU harus memiliki jiwa mengembangkan bangsa dengan menyerap ilmu bukan hanya tantang agama namun juga teknologi. Mengapa demikian? Bangsa Indonesia sudah mulai diserang secara tidak langsung dengan cara meracuni otak generasi muda. IPNU IPPNU harus intelektual dalam menyelesaikan masalah, tidak perlu dihadapi dengan tekanan emosional. Teknologi seperti smartphone sebenarnya memiliki nilai positif dan negatif. Tinggal bagaimana cara supaya dapat dimanfaatkan dengan baik. IPNU IPPNU harus pandai dalam menyerap berita dan dapat membedakan mana yang baik mana yang buruk.

PENULIS      :Rekanita Septy Aisah

REPORTER :Rekan Rahman jaya

REPORTER :Rekan Rahman jaya

Sidorejo, 24 Februari 2019

Rayakan Harlah IPNU ke 65 dan IPPNU ke 64 Dengan Gema Shalawat

0

WARUNGASEM – Peringati harlah IPNU ke 65 dan IPPNU yang ke 64, Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang mengadakan kegiatan pengajian sekaligus pelantikan pengurus MWC NU dan Muslimat NU kecamatan Warungasem masa khidmat 2019-2023. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 Februari 2019 bertempat di lapangan bola kecamatan Warungasem dan dihadiri oleh Habib Muhammad Lutfi Bin Yahya, KH. Hudallah Ridwan Na’im LC, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf serta dimeriahkan oleh grup rebana Az-Zahir Pekalongan.

Peringatan harlah IPNU IPPNU dan pelantikan diketuai oleh M. Khanif serta dibantu Rekan Fatkhurohman (ketua IPNU) dan Rekanita Nunik Dwi Kurniati (ketua IPPNU) PAC. Kec. Warungasem. Acara ini sukses dilaksanakan, ribuan santri dan pelajar menggemakan shalawat untuk sujud kepada Allah SWT.

KH. Sholihin dari PC NU Kab. Batang menyampaikan makna dari lirik Yalal Wathan yang merupakan lagu patriotis karya KH Wahab Hasbullah.

Yalal Wathan berarti cinta tanah air, yang memiliki sejarah tersendiri dari setiap bait liriknya.”

Lagu Yalal Wathan merupakan lagu yang memotivasi seluruh umat untuk mencintai tanah air, sebab yalal wathan minal iman atau cinta tanah air sebagian dari iman. Lagu ini memiliki banyak nilai keislaman, tidak hanya itu lagu Yalal Wathan juga mengajarkan untuk terus berjuang demi bangsa Indonesia. Lagu Yalal Wathan terbukti menyemayamkan nilai cinta tanah air dan nasionalisme kuat para pejuang.

Lagu Yalal Wathan pada mulanya diciptakan oleh KH Wahab Hasbullah untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan pemuda melalui kegiatan pendidikan. Yalal Wathan juga dikenal sebagai Syubannul Wathan atau pemuda cinta tanah air. Benih cinta tanah air ini pada akhirnya menjadi energi positif bagi rakyat Indonesia.

Selain itu, KH Sholihin juga menyampaikan untuk hormat kepada ulama. Ulama merupakan guru atau pemimpin yang membimbing umat islam baik dalam masalah agama maupun masalah sehari-hari.

Pada acara tersebut, lagu Yalal Wathan dinyanyikan oleh ribuan santri dan pelajar dengan penuh semangat layaknya pejuang. Peringatan harlah IPNU IPPNU sekaligus pelantikan pengurus MWC NU dan Muslimat NU kecamatan Warungasem diharapkan menjadi wadah pelatihan pengkaderan serta nilai nasionalisme.

PENULIS : Septy Aisah
REPORTER : Rahman jaya
Warungasem, 26 Februari 2019.

Ma’arif NU Kabupaten Batang Gelar Porsema VII

0

BATANG – Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif (Porsema) VII yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Batang resmi dibuka oleh Bupati Batang Wihaji di lapangan Limpung, Rabu (27/2).

Bupati Batang Wihaji mengatakan Porsema itu merupakan proses, bagian dari penyambung tali sikaturahmi, persaudaraan dan menjaga nilai-nilai  ahli sunah wal jamaah. Selain itu didalamnya juga mengandung  proses pembelajaran untuk mencintai berbagai cabang olagraga dan seni yang dilombakan.

“Dengan digelar Porsema itu, diharapkan ke depan akan lahir sang juara, para  atlet yang bermental juara dan pecinta olahraga yang dapat mengharumkan nama baik bangsa. Sebagai generasi penerus di Kabupaten Batang kalian adalah aset yang sangat berharga dan  mempunyai masa depan cerah. Tugas utama kalian adalah belajar jangan sampai melupakan tugas seorang pelajar,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini tantangan keluarga besar NU sangat berat, selain manjaga akidah juga berkewajiban mencetak generasi muda yang berprestasi, baik dibidang agama maupun dibidang lainnya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang Taufiq N menuturkan Porsema dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Batang.

Keberhasilan pembanguanan daerah, lanjutnya, ditentukan dari IPM yang sementara ini Kabupaten Batang masih menempati urutan ke-lima dari bawah yakni no 30 dari 35 daerah se- Jawa Tengah.

Untuk itu, dia menambahkan para pendidik harus bekerja keras dan berjuang mengejar ketertinggalan, guna mendongkrak IPM Kabupaten Batang. Selain itu murid juga harus belajar, menjalankan lewajibanmya sebagai siswa yakni belajar.

“Kalian sebagai siswa sekaligus santri harus mengutamakan tugasnya,  yakni menjalani proses pembelajaran dalam bingkai keagamaan dan kebangsaan atau watoniyah dan  diniyah,” tutur Taufiq yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten Batang itu.

Ketua Panitia Porsema VII  LP Maarif NU Kabupaten Batang Ali Sadikin mengatakan Porsema kali ini diikuti  sebanyak 150 atlet dengan jenjang pendidikan MTs/SMP dan MA/SMA/SMK. Dibidang olahraga dipertandingkan 18 cabang olah raga, sedangkan di bidang seni dilombakan seni-seni islami dan dakwah. (wan/smh)

Artikel ini telah terbit di kampusnesia dengan link https://kampusnesia.com/2019/02/27/maarif-nu-kabupatenn-batang-gelar-porsema-vii/

LDNU Batang: NU itu Jihadnya Washatiyah

0

Batang – Ketua Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Batang, Jawa Tengah KH Sulton Syair berharap acara workshop yang bertema gerakan dakwah bela negara ini NU tidak hanya besar secara kuantitas, tapi juga kualitas yang ditandai dengan paham betul atas ideologi Aswaja.

Demikian dikatakan Ketua LDNU Batang, Jawa Tengah KH Sulton Syair dalam pembukaan workshop penguatan dai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bertempat di Pesantren TPI Al-Hidayah Plumbon Limpung Batang Sabtu, (16/2).

“NU yang berhaluan Aswaja ini harakat (gerakan) jihadnya adalah washatiyah atau moderasi. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama harus dijaga,” tegas kiai yang akrab dipanggil Gus Sulton ini

Dikatakan, NU membawa setidaknya tiga rahmat. Pertama, rahmat bagi orang-orang NU. Kedua, rahmat bagi orang-orang Islam seluruhnya karena NU tak gampang mengafirkan yang berbeda, dan yang ketiga rahmat untuk alam semesta.

“Saya pernah ceramah di daerah yang ada non muslimnya, mereka turut ikut pengajian saya. Kata mereka, pokoknya kalau NU boleh ceramah di sini,” Gus Sulton berkisah.

Sekretaris PCNU Batang Kiai Munir Malik kepada NU Online, Ahad (17/2) mengatakan, kegiatan yang dimotori oleh LDNU Batang diikuti seratus peserta perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan pesantren se Kabupaten Batang.

Dirinya berharap, agar workshop penguatan dai Aswaja ini tidak berhenti di workshop, tapi juga ada tindak lanjut seperti pemetaan dakwah dan merumuskan setrategi dakwah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Batang KH Zaenul Iroqi yang turut hadir berharap para dai di Kabupaten Batang ini update problematika masyarakat dan dalam dakwah juga memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat.

“Ketika dai diundang di waktu terjadi bencana, posisikan sebagai problem solving bagaimana mengatasi bencana, mencegah bencana dan doa-doa terkait bencana. Ibarat menyajikan makanan, menunya cocok,” kata Kiai Iroqi

Bupati Batang H Ahmad Wihaji yng turut hadir mengajak para dai melihat perkembangan zaman, yang kadang berdampak kepada berbagai pergeseran. “Seperti penurunan iman dan moral, atau pun pemahaman agama yang kurang tepat,” kata H Wihaji

Menurutnya, Indonesia adalah negara besar, membutuhkan ulama yang tahu bagaimana mengatasi masalah dan menjaga Indonesia. “Ulama bukan hanya kiai besar, tapi juga kiai kampung, yang menjadi pondasi pengetahuan keagamaan dan kebangsaan masyarakat,” lanjut H Wihaji.

Wihaji mengatakan, para peserta workshop penguatan dai Aswaja ini akan menentukan masa depan Kabupaten Batang, karena suara mereka ini didengar di kampung-kampung. (Zaim/Muiz)

Artikel ini telah tayang di nu.or.id, http://www.nu.or.id/post/read/102611/ldnu-batang-nu-itu-jihadnya-washatiyah-

PCNU Batang Berikan Pengobatan Gratis Pada Warga Paskabanjir

0

BATANG-Lembaga Kesehatan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) menghelat pengobatan gratis kepada ratusan korban pasca banjir.

Acara tersebut digelar di Gedung TPQ Barul Ulum Dukuh Kutosari Kecamatan Karangasem Utara.

Kepala Lembaga Kesehatan PCNU, Dr. Slamet Solichin mengatakan pengobatan pasca banjir ini merupakan bentuk kepedulian Nahdatul Ulama kepada korban banjir yang melanda Kabupaten Batang khususnya di wilayah pesisir selama tiga hari mulai Minggu Dinihari sampai Selasa (29/01/2019) lalu.

“Dukuh Kutosari merupakan salah satu wilayah terdampak banjir terparah. Ketika wilayah terdampak banjir sudah surut. Dukuh Kutosari belum, sehingga kami pilih yang pertama untuk digelar bhakti sosial berupa pengobatan gratis,” tuturnya, Senin (4/2/2019)

Dari 200 lebih warga yang berbondong-bondong mengikuti pengobatan gratis, dua dokter dan delapan petugas dengan sabar melayani antusias warga.

Dikatakan Slamet Solichin rata-rata warga mengeluhkan penyakit yang jamak diderita korban pascabanjir, yakni gatal-gatal dan batuk.

Adapun pasien yang ditangani mayoritas balita dan manula.

“Kami periksa detail kondisi pasien, kemudian kami sertakan obat-obatan untuk dikonsumsi di rumah. Tidak lupa kami berpesan kepada pasien agar jaga kondisi tubuh,” ujarnya.

Ia melanjutkan Lembaga Kesehatan PCNU Batang sengaja melakukan bhaksos pascabencana, karena biasanya korban banjir pada waktu sekarang ini masih membutuhkan uluran bantuan terutama dalam hal pengobatan.

“Tidak hanya di Dukuh Kutosari, kita juga bakal mengadakan pengobatan gratis di wilayah lain bilamana dipandang perlu,” tuturnya

Sementara Tokoh Masyarakat setempat Nurhaji Slamet Urip yang memantau jalannya Bhaksos, mengapresiasi Lembaga Kesehatan PCNU Kabupaten Batang yang telah mendedikasikan tenaga dan waktunya untuk peduli terhadap korban pascabanjir di wilayah pesisir.

“Kalau bantuan logisitik seperti makanan, selimut dan sebagainya. Korban sudah mendapatkan. Namun setelah banjir, tentu warga terserang berbagai penyakit. Dan Lembaga Kesehatan PCNU Kabupaten Batang telah hadir di sini untuk menjawab kebutuhan tersebut,” terangnya.

Warga setempat, Tulus Raditya mengaku antusias dengan kegiatan bhaksos Lembaga Kesehatan PCNU Batang, pasalnya dengan acara sosial tersebut, anaknya yang masih berumur balita bisa ikut cek kesehatan.

“Ya pasti hidup beberapa hari dengan air banjir tidak sehat. Makanya saya cek kesehatan terutama untuk anak saya. Senang karena selain gratis juga dekat tidak perlu jauh-jauh,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul PCNU Batang Berikan Pengobatan Gratis Pada Warga Paskabanjir, http://jateng.tribunnews.com/2019/02/04/pcnu-batang-berikan-pengobatan-gratis-pada-warga-paskabanjir.
Penulis: dina indriani
Editor: Catur waskito Edy