Rabu, April 8, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 9

PKB Batang Konsisten Serahkan Bantuan Operasional Untuk PCNU Batang

0
Kiai Munir bersama Pak Jabir (sisi kiri) menerima bantuan dari DPC PKB Batang yang dipimpin oleh H. Fauzi Fallas (sisi kanan), Ahad (3/6/2025)

Disela-sela Rapat Koordinasi Percepatan Wakaf Lembaga Wakaf dan Pertanahan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LWP PCNU) Kabupaten Batang, Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Batang menyerahkan bantuan dana operasional rutin kepada PCNU Batang, Ahad (3/6).

Acara yang berlangsung di gedung PCNU Batang tersebut adalah agenda rutin DPC PKB Batang yang setiap enam bulan sekali, diserahkan langsung oleh ketua DPC PKB Batang H. Fauzi Fallas kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Batang Kiai Ahmad Munir Malik secara seremoni.

Menariknya, dana yang diterima PCNU naik 50% dari penerimaan periode sebelumnya, hal ini menurut Haji Fauzi Fallas adalah bentuk komitmen PKB sebagai anak daripada NU,
“Bantuan operasional ini merupakan komitmen PKB Batang. Selama hayat kami di badan, PKB akan selalu mendukung agenda PCNU agar dapat memaksimalkan pengabdiannya pada umat. Bagaimanapun NU adalah ibu kandung PKB” kata Haji Fallas.

Saat menerima bantuan dana tersebut Kiai Ahmad Munir Malik dalam menyampaikan terima kasih atas bantuan dana operasional rutin untuk NU Batang yang telah diberikan DPC PKB Batang. Ia menjelaskan bahwa PKB adalah yang tidak ada hubungan struktural dengan NU. Tetapi secara historis PKB didirikan oleh para sesepuh Pengurus Besar NU,

“Alhamdulillah, selama saya di PCNU Batang saya menjadi saksi atas PKB Batang di bawah pimpinan Haji Fallas selalu menjadi anak soleh. Bukan hanya soal bantuan dana operasional saja. Tetapi perjuangan para legislator dari PKB, banyak tak terhitung dalam memperjuangkan aspirasi warga NU. Dari urusan TPQ, Madin, Pesantren dan lainnya”, tegas Kiai Munir.

Bantuan operasional bagi PCNU menurutnya sangat bermanfaat bagi agenda PCNU, termasuk agenda percepatan wakaf, sebagaimana dibahas dalam rapat koordinasi LWP PCNU, “Program percepatan wakaf sendiri merupakan kebutuhan yang mendesak dan momentumnya yang pas. Bahkan PCNU telah menandatangani MoU dengan Kepala Kantor Pertanahan Kab Batang untuk menyukseskan program wakaf di lingkungan NU Batang” tutup Kiai Munir.

Pewarta : Redaksi NU Batang

Percepatan Program Wakaf, LWP PCNU Gelar Rapat Koordinasi

0

Batang, NU BATANG

Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang melaksanakan rapat kordinasi program percepatan wakaf di lingkungan NU Batang di Kantor PCNU, Ahad pagi (3/8/2025).

Rakor LWP merupakan lanjutan dari penandatanganan MoU antara PCNU Kab Batang dengan Kepala Kantor Pertanahan Kab Batang, 13 Juni 2025 lalu.

Sampai hari ini, sudah tercatat proses hingga akta ikrar wakaf ada 58 bidang di wilayah MWC Bawang 6, Blado 7, Gringsing 11, Pecalungan 1, Reban 14, Tersono 1, Warungasem 5, Wonotunggal 6, Batang 3. Sedangkan yang sudah jadi ada 4 bidang, dari Gringsing 3 bidang, dan Subah 1 bidang.

Wakil ketua bidang politik, hukum dan pertanahan  yang membawahi LWP PCNU Batang Drs. KH. Jabir menyampaikan bahwa percepatan wakaf di lingkungan NU Batang sangatlah mendesak. “Program percepatan wakaf tidak hanya terkait kebutuhan penertiban administrasi aset NU. Tetapi juga memastikan bahwa amanah wakaf yang telah diserahkan kepada NU dan untuk misi ahlussunah wal jamaah akan mendapatkan jaminan ila yaumil qiyamah”, tegas KH. Jabir.

Sementara Ketua LWP H. Ahmad Fathoni di dalam rakor LWP menegaskan pentingnya penguasaan informasi dan kondisi lahan yang akan menjadi objek percepatan wakaf.

“Pengalaman para pengurus ketika memproses wakaf sangatlah penting untuk saling sharing. Tidak sekedar prosedur sesuai teks book panduan Kantor Pertanahan. Tetapi harus tahu betul sejarah lahan objek wakafnya, khususnya atas lahan yang memiliki potensi konflik keluarga”, tegas Haji Fathoni.

Program percepatan wakaf di lingkungan NU Batang akan dilanjutkan hingga menjangkau 100% aset NU di Kabupaten Batang.

Penulis : Media PCNU Batang

Selapanan PR GP Ansor Pangempon Bawang, Wujud Konsolidasi Anggota Melalui Ngaji Bersama

0
Selapanan dan Ngaji Bareng GP Ansor Pangempon

Bawang, NU Batang
Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Pangempon terus meng-istiqomahkan agenda rutin “Ngopi dan Ngaji Bareng” setiap malam Sabtu Manis tepatnya pada Jum’at malam (1/8), sebagai upaya memperkuat konsolidasi internal dan memperdalam pemahaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir di masjid dan musala yang tersebar di seluruh wilayah Desa Pangempon. Selain diikuti oleh seluruh anggota Ansor, kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum.

Ketua PR GP Ansor Desa Pangempon, Sahabat Muhammad Tutur Pawit, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Ansor harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan berbasis keagamaan harus menjadi teladan serta penggerak kegiatan sosial dan spiritual di tengah masyarakat,” ujarnya.

Agenda ini juga diisi dengan kajian kitab Safinatun Naja’ yang disampaikan langsung oleh Sahabat Tutur Pawit sebagai bagian dari penguatan wawasan keagamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tanfidziyah PR Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Pangempon, Kyai Masrukhin. Ia mengapresiasi semangat para anggota Ansor yang terus aktif dan konsisten dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

“Para anggota GP Ansor harus menjadi pilar dalam menyebarkan nilai-nilai ke-NU-an di Desa Pangempon. Jadikan organisasi ini sebagai sarana dakwah dan syiar,” pesan Kyai Masrukhin.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen dalam menjaga tradisi keilmuan, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah, meningkatkan kapasitas kader, serta memperluas pengaruh positif Ansor di tengah masyarakat.

Pewarta : Adi Pujianto

 

 

Lantunan Al-Qur’an Bergema di Desa Deles, Warga Dukung Penuh Triwulan JQHNU

0
Antusias warga menuju lokasi kegiatan sima’an Al-Qur’an triwulan yang diselenggarakan oleh JQHNU Kecamatan Bawang di Desa Deles, Kabupaten Batang, pada Sabtu, (12/7/2025).

Bawang, NU Batang

Desa Deles, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, menjadi saksi semaraknya lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari berbagai sudut desa. Masyarakat setempat menyambut dengan antusias kehadiran para hafidz dan hafidzah dalam rangkaian kegiatan sima’an Al-Qur’an yang digelar pada Sabtu, (12/07/2025).

Acara ini merupakan bagian dari pertemuan triwulan yang difasilitasi oleh Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kecamatan Bawang. Namun yang menjadi sorotan utama adalah respon hangat dari warga Desa Deles yang turut berperan aktif dalam menyukseskan acara ini.

Sekretaris Pimpinan Ranting NU Desa Deles, Agus Salim, menyebutkan bahwa masyarakat menyambut dengan sukacita para hafidz dan hafidzah yang datang dari berbagai wilayah se-Kecamatan Bawang. Mereka tidak menyimak, tetapi juga menyediakan jamuan dan tempat bagi para penghafal Al-Qur’an yang disebar ke delapan titik mushola dan masjid di desa tersebut. “Desa Deles jadi hidup dengan lantunan ayat suci. Suara bacaan Al-Qur’an terdengar dari setiap sudut desa. Warga sangat antusias, bahkan berlomba-lomba menjamu para hafidz dan hafidzah yang hadir,” ungkap Agus Salim.

Acara tersebut diisi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh para hafidz dan hafidzah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya JQHNU untuk membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya di Desa Deles.

Dalam sambutannya, Ketua PAC JQHNU Kecamatan Bawang, Kyai Nasikhin, menyampaikan bahwa hafidz dan hafidzah adalah para penjaga Al-Qur’an yang memiliki amanah mulia. Ia berharap kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang saling menyimak bacaan dan hafalan antar sesama penghafal Al-Qur’an.

“Hafidz dan hafidzah adalah orang-orang yang ditugasi Allah SWT untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an. Melalui pertemuan triwulan ini, kita harapkan terjalin semangat kebersamaan dalam menyimak dan menyiarkan Al-Qur’an, terutama bagi masyarakat Desa Deles,” ujarnya.

Pewarta : Anif Syarifudin

 

Ansor Gringsing Peringati Hari Besar Islam: Merawat Tradisi, Menggali Potensi

0

Gringsing, NU Batang.

Jumat (10/7), Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gringsing melaksanakan kegiatan peringatan hari besar Islam di Ranting Lebo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh agama Kecamatan Gringsing, perangkat Desa Lebo, Ansor Banser se Kecamatan Gringsing, dan masyarakat umum Desa Lebo.

Peringatan yang mengambil tema “Merawat Tradisi, Kembangkan Potensi,” ini diisi oleh Dr. H. Basyar Rohman M.si (Gus Basyar) dari Kendal.

Selaku Ansor Banser Gingsing harus mempersiapkan diri dalam perkembangan zaman, apalagi tantangan di era industri. “Gringsing selaku tuan rumah KITB harus bisa menyikapi dan mempersiapkan dengan bijak. Jangan sampe kita hanya jadi penonton,” ucap Gus Basyar dalam maidzah hasanahnya.

Beliau menuturkan, karena siapa yang tidak mengikuti perkembangan zaman akan tergerus oleh zaman tersebut.

Dalam hal keagamaan contohnya kita mengambil hal yang baik dan mengkombinasikannya dengan amaliyah nahdliyyin, sepertihalnya di media, ngaji ya bisa live, lalu diupload, dan sebagainya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa penuh khidmat oleh K.H. Abu Amar selaku tokoh agama Desa Lebo.

Muharram Ceria, Santunan Dan Lomba Mewarnai Bagi Anak Yatim-piatu

0

Batang, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Batang menyemarakkan Lebaran Anak Yatim dengan kegiatan Pemberian Santunan dirangkai dengan Lomba Mewarnai untuk anak usia 4 tahun – 9 tahun.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung MWCNU Kecamatan Batang diikuti 63 anak yatim/piatu dari perwakilan Pimpinan Ranting Fatayat NU se Kecamatan Batang, pada  Rabu, 9 Juli 2025.

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Batang Sahabat Anis menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan semangat memperbanyak amal kebaikan di bulan Muharram, termasuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim-piatu

“Acara ini bertujuan untuk memberikan kebahagiaan dan dukungan kepada anak-anak yatim-piatu, serta mengembangkan kreativitas mereka melalui lomba mewarnai,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia, Sahabat Nur Azizah bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi anak-anak dalam mengembangkan kreativitas, motorik halus, konsentrasi dan melatih kesabaran.

Terima kasih tak terhingga disampaikan kepada Pimpinan Ranting Fatayat NU se kecamatan Batang, para donatur, Rocket Chicken, Les Baca Ahe Proyonanggan Tengah atas kerjasamanya sehingga kegiatan ini bisa terlaksana “tambahnya

Sementara Sahabat Erna Dewi Palupi dalam sambutannya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada PAC Fatayat NU Kecamatan Batang yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Rasa kepedulian Fatayat NU terhadap masyarakat sekitar dan anak-anak yatim-piatu patut diacungi jempol.

Selain itu, Erna, memberikan semangat bagi anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai, karena anak-anak adalah aset, generasi penerus. Semua peserta adalah juara, karena berani mengikuti lomba “tegasnya.

Acara ini juga dimeriahkan oleh Badut Mbah Dzar dengan aksi komedi, sulap, kuis dan lagu islami dengan kostum yang ceria dan rias wajah yang lucu menciptakan suasana yang menyenangkan dan menghibur

Disediakan juga puluhan doorprize, hadiah piala dan uang pembinaan bagi para pemenang. Selain itu semua peserta mendapatkan perlengkapan sekolah berupa tas, buku, pensil, tepak, penggaris dan kaos kaki

Ketua Tanfidziyah MWC NU Bawang Ajak Kader IPNU & IPPNU Manfaatkan Kemudahan Zaman

0
Foto Ketua Tanfidziah MWC NU Bawang saat seremoni pembukaan Lakmud PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang

Bawang, NU Batang

Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Bawang, Bapak Abdul Haris Hamdan, secara resmi membuka kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Bawang. Kegiatan ini berlangsung di MTs Hasyim Asy’ari Bawang pada Jumat-Ahad (20-22/06/2025) dengan tema “Migunani Tumraping Liyan” dan diikuti oleh 40 peserta dari berbagai ranting dan komisariat.

Dalam seremoni pembukaan, MWC NU Bawang juga berkesempatan menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya proses kaderisasi tingkat menengah ini.

Dalam sambutannya Bapak Abdul Haris Hamdan yang biasa disapa Pak Dul, menyampaikan ajakan kepada para peserta untuk memanfaatkan kemudahan zaman dengan maksimal dan tidak menyia-nyiakan proses kaderisasi yang telah difasilitasi dengan baik.

“Sekarang fasilitas sudah cukup. Tinggal WhatsApp, semua bisa terkoordinasi. Maka, mumpung durung kelewat tuo, ayo bergerak. Sekarang tugasnya belajar, belajar, dan belajar,” ujarnya penuh semangat.

Ia juga mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya Lakmud di tingkat PAC, mengingat pada masanya, jenjang kaderisasi lakmud ini hanya bisa dilakukan secara gabungan oleh tingkat cabang.

“Kaderisasi yang sudah berjalan seperti ini ayo diikuti dengan serius. Jangan dikira saya dulu tidak kut Lakmud. Tahun 1997-1998, Lakmud masih diselenggarakan secara gabungan oleh PC. Sekarang, alhamdulillah, tiap PAC sudah bisa mengadakan sendiri,” tuturnya.

Bapak Abdul Haris Hamdan turut mengenang masa kaderisasinya di tahun 1997 sebagai bagian dari PAC IPNU Kecamatan Bawang.

“Sekarang kalian enak, ada ibu-ibu Fatayat dan Muslimat yang membantu menyediakan konsumsi. Dulu saya bawa beras sendiri, panitia yang masak, kami yang kegiatan. Yang punya motor hanya dua orang. Tapi semangat kami luar biasa,” kenangnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Batang, Rekan Ulinuha menyampaikan bahwa hasil dari mengikuti Lakmud harus diwujudkan dalam bentuk loyalitas dan kontribusi nyata terhadap organisasi.

“Jangan hanya ikut-ikutan saja, tetapi betul-betul berkontribusi dalam pemikiran, tenaga, maupun materi. Kaderisasi adalah kunci utama keberlangsungan organisasi. Tanpa kaderisasi yang baik, organisasi tidak akan tumbuh dengan baik,” tegasnya.

Salahsatu peserta, Soleh Arifudin dari PAC IPNU Kecamatan Plantungan, turut membagikan kesan dan pengalamannya selama mengikuti kegiatan.

“Pematerinya luar biasa, membuka wawasan kami sebagai calon kader muda. Forumnya juga seru, banyak diskusi dan debat yang membangun. Terima kasih kepada panitia yang sudah menyelenggarakan kegiatan sebaik ini,” ungkapnya.

Pewarta : LPP PAC IPNU IPPNU Bawang

Jaga Pangan Nusantara GP Ansor Candirejo Panen Cabai Perdana

0
PR GP Ansor Candirejo saat melaksanakan panen cabai perdana pada Kamis (19/06/2025).

Bawang, NU Batang
Dalam semangat kemandirian dan kontribusi terhadap ketahanan pangan, Departemen Ekonomi Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Candirejo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, melaksanakan panen cabai perdana pada Kamis (19/06/2025).

Panen cabai ini merupakan hasil dari kerja kolektif kader-kader Ansor Candirejo yang sejak beberapa bulan terakhir mengelola lahan pertanian secara swadaya. Hasilnya kini mulai tampak dengan memetik buah cabai yang tumbuh subur di lahan seluas kurang lebih 2500 meter persegi, namun sebelumnya sudah menghasilkan beberapa hasil pertanian seperti jagung, ubi kayu, tomat, dan holtikultura lain yang dikelola oleh Departemen Ekonomi Ansor Ranting Candirejo.

Ketua Ranting GP Ansor Candirejo, Fahrurrozi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menggerakkan semangat wirausaha kader muda Ansor.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Ansor tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi secara ekonomi. Ini bagian dari jihad kemandirian,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bawang, Asep Awaludin, yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif produktif tersebut.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan Ranting Candirejo. Ini merupakan bukti bahwa Ansor mampu hadir di tengah masyarakat, menjawab kebutuhan zaman, dan tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial,” ujar Ketua PAC.

Ia juga menambahkan bahwa program semacam ini akan terus didorong untuk direplikasi di ranting-ranting lain se-Kecamatan Bawang.

Program ini menjadi bagian dari ikhtiar Ansor Candirejo dalam menjawab tantangan ekonomi pemuda dan warga desa. Selain cabai, ke depan direncanakan pengembangan komoditas hortikultura lain serta pelatihan kewirausahaan bagi kader.

Panen cabai perdana ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, kader Banser, serta para pemuda desa yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Dengan hasil panen yang cukup menjanjikan, GP Ansor Candirejo berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi ranting-ranting lainnya dalam menciptakan gerakan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Pewarta: Irfan

Simbol Keberkahan Wakaf Tanah, PCNU Batang Resmikan Masjid Darul Falah di Gringsing

0
Rais Syuriah PCNU Batang Kiai Muhammad Lutfi (tengah) sedang menanda-tangani peresmian Masjid Darul Falah Ketanggan, ditemani Ketua Tanfidziyah PCNU Kiai Munir Malik (sebelah kiri) dan Wakif H. Iswanto (sebelah kanan).

Gringsing, NU BATANG

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang resmikan Masjid Darul Falah yang berdiri di tanah wakaf milik PCNU di Gringsing sebagai simbol keberkahan dan keseriusan jam’iyah dalam mengelola aset wakaf untuk kemaslahatan umat.

Acara yang diselenggarakan pada Ahad (15/6) di Dukuh Sidosari, Desa Ketanggan, Gringsing acara peresmian berlangsung penuh haru dengan dihadiri oleh Ketua PCNU Batang Ahmad Munir Malik, Ketua LWP PCNU Batang Nur Fatoni, jajaran pengurus MWCNU Gringsing, PRNU Ketanggan, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang turut bersyukur atas berdirinya rumah ibadah tersebut.

Ketua PCNU Batang, Ahmad Munir Malik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini merupakan bentuk nyata dari keberkahan tanah wakaf NU yang dikelola secara amanah dan produktif.

“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga simbol kesungguhan NU dalam menjaga dan mengelola aset wakaf dari para pendahulu. Keberadaannya menjadi bukti bahwa wakaf bisa menjadi sumber kekuatan umat, jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa bangunan yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,3 hektar tersebut telah lama diamanahkan untuk kegiatan ibadah dan dakwah dari H. Iswanto kepada NU. Proses pembangunan masjid ini melibatkan partisipasi aktif warga dan dukungan penuh dari struktur NU setempat, “Masjid ini adalah amanah untuk kita, dengan mendapat dukungan penuh dari masyarakat tentunya” katanya.

Berbarengan dengan peresmian masjid, PCNU Batang juga menyerahkan surat mandat kepada pelaksana Nadzir NU tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC). Ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama  antara PCNU Batang dengan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Batang tentang pendataan dan percepatan sertifikasi tanah wakaf.

Penyerahan surat mandat dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Batang kepada perwakilan Nadzir kecamatan. Dengan mandat ini, para nadzir memiliki dasar hukum untuk mulai menginventarisasi, mengelola, dan mengurus proses sertifikasi aset-aset wakaf NU di wilayah masing-masing.

“Ini bagian dari langkah besar NU Batang dalam menjaga aset umat. Kami ingin semua tanah wakaf NU memiliki status hukum yang jelas dan terlindungi negara,” tegas Munir Malik.

Kiai Munir sapaan akrab beliau berharap kedepannya fasilitas umat yang bediri diatas tanah wakaf NU semakin banyak dengan diiringi dengan niat baik dan kerjasama kolektif, “Ke depan, kita berharap semakin banyak masjid, sekolah, dan fasilitas umat yang berdiri di atas tanah wakaf NU yang sah secara hukum. Dan semua itu dimulai dari niat baik, kerja kolektif, serta pengelolaan yang amanah,” pungkas Ahmad Munir Malik.

Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWPNU) Batang, Nur Fatoni, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pendataan wakaf dan akan mendampingi para nadzir dalam menjalankan mandatnya. Lembaga ini juga akan mengadakan pelatihan teknis agar nadzir dapat bekerja secara efektif, mulai dari pendataan, pengelolaan, hingga proses sertifikasi resmi ke Badan Pertanahan Nasional.

“Kami tidak ingin ada tanah wakaf NU yang tidak terdokumentasi. Kita ingin semua tercatat, jelas batasnya, jelas pemanfaatannya, dan bersertifikat,” ungkap Nur Fatoni.

Peresmian Masjid Darul Falah dan penyerahan mandat nadzir kecamatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya PCNU Batang menjaga amanah para pendahulu. Tanah wakaf NU bukan hanya aset keagamaan, melainkan juga pilar pembangunan peradaban.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Gus Muwafiq sebagai pembicara yang menjelaskan bahwa masjid merupakan pemancar sinyal supaya manusia kembali ke jalan Allah SWT., “Masjid sebagai pemancar sinyal  agar ketika manusia kembali ke Allah swt tidak tersesat” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Minggir, Sleman tersebut.

Acara yang berlangsung sejak pagi tersebut cukup dipadati pengunjung, menurut Rochani ketua panitia acara menghitung jumlah hadirin yang hadir mencapai 3000 orang yang berasal dari berbagai daerah, “Saya senang sekali. Pengunjung yang hadir hingga 3.000 orang” kata Rochani.

Turut serta daam kegiatan dari Pemerintah Desa Ketanggan yang memberikan apresiasi kepada PCNU yang telah mendukung penuh Masjid Darul Falah, “Saya berharap PCNU Batang terus mendampingi warga Sudosari, khususnya Takmir Masjid Darul Falah agar memberikan manfaat seluas-luasnya” Kata H. Sepkudin Kepala Desa Ketanggan.

 

Pewarta : tim LTN PCNU Batang

PCNU Batang Gandeng BPN untuk Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf

0
Ketua Tanfidziyah PCNU Batang Kiai Ahmad Munir Malik saat menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Batang. (Foto: istimewa)

Batang, NU Batang
Sudah bukan saatnya lagi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi besar membiarkan aset-asetnya, khususnya dalam bidang pertanahan, tidak terurus dengan baik dan rapi. Semua aset tanah harus berbentuk sertifikat atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Menyadari pentingnya hal tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Batang untuk mempercepat pengurusan tanah wakaf, sertifikasi aset-aset tanah, serta asistensi persoalan pertanahan lainnya di lingkungan NU.

“PCNU berharap program ini tidak berhenti sebatas MoU tapi benar-benar terwujud,” ucap Kiai Ahmad Munir Malik Ketua Tanfidziyah PCNU Batang saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BPN Batang di Kantor Pertanahan Batang pada Jumat, (13/6/2025).

Kiai Munir sapaannya, menyatakan komitmen untuk menjalankan isi MoU hingga ke tingkat ranting. Ia berharap program ini benar-benar dapat mengurai berbagai persoalan terkait wakaf dan pertanahan yang dihadapi NU di tingkat bawah.

“Mudah-mudahan kita membantu mengurusi sertifikat tanah wakaf ini menjadikan kita diberi sertifikat oleh Allah, kapling surga,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPN Batang, Zumrotul Aini, menjelaskan bahwa program percepatan sertifikasi tanah wakaf merupakan program nasional yang dijalankan secara bertingkat, mulai dari pusat hingga provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menurutnya Provinsi Jawa Tengah, telah ditetapkan oleh Kanwil BPN Jawa Tengah bahwa setiap desa harus memiliki lima bidang tanah wakaf yang bersertifikat pada tahun 2025. Informasi ini juga telah tersedia di laman resmi BPN Kanwil Jawa Tengah.

Zumrotul Aini menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung program ini bersama PCNU Batang. Saat ini BPN Batang bahkan telah menyiapkan loket khusus wakaf beserta petugasnya.

“Kita siap 100 persen untuk membantu warga NU baik terkait proses sertifikasi wakaf maupun persoalan-persoalan pertanahan lainnya di lingkup PCNU,” tegasnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Tanfidziyah PCNU Batang A. Munir Malik, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua Bidang Wakaf dan Pertanahan, jajaran wakil sekretaris, serta koordinator bidang pertanahan dan wakaf. Dari pihak BPN Batang, hadir langsung Kepala Kantor Pertanahan, Zumrotul Aini, A.Ptnh., M.M., beserta jajarannya.

Kontributor: Jabir Al Faruqi